NovelToon NovelToon
CEO Terjebak Cinta Perjodohan

CEO Terjebak Cinta Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Janda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ica Marliani

Aku adalah Raka. Seorang Pebisnis yang telah mapan sebelum usia kepala tiga. Aku mempunyai kekasih seorang janda beranak satu, hubunganku di tentang oleh mama dengan alasan perbedaan pandangan adat dan statusnya.
Aku dijodohkan dengan seorang wanita yang sama sekali tidak aku kenal. Akankah mama berhasil menjdohkanku atau mama akan luluh dengan pilihanku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ica Marliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29: Dilema Raka

"Aku harus menikahi Ningsih, Ma." Suaraku bergetar. Ku tatap Mama melotot, seakan tak percaya dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulutku.

"Kamu sadar dengan ucapanmu, Raka? Wanita jalang itu telah menjebakmu. Kenapa kamu harus menikahi dia?" suara Mama lantang dan sarat emosi. Sementara Kania yang biasa ceria tak berkata sepatah pun. Aku tahu Kania pasti juga mendapatkan ancaman yang sama dari Ningsih.

"Karena itu ma, Raka sudah sekamar dengannya dan dia punya foto-fotonya. Jika Raka tak menuruti maunya, foto itu akan dia kirim ke Laras. Laras nggak boleh tahu masalah ini Ma,"

"Mama benar-benar gila karena ulahmu Raka. Bisa-bisanya kamu memacari perempuan nggak waras itu,"

"Ma, itu dulu! Raka juga nggak menyangka bakal begini. Lagian Mama juga mengacaukan semua rencana Raka. Tiba-tiba mengusirnya dari kantor, mempermalukannya di depan semua karyawan. Bahkan bukan hanya Ningsih yang malu, Raka juga ma,"

Aku tidak punya pilihan lain selain mengikuti maunya Ningsih. Selama ini bisa menepati janjinya untuk tidak melibatkan Laras.

Ku lihat Mama terisak, ia memeluk Kania. Aku bagaimana simalakama yang tak punya pilihan.

"Jangan sampai Papa dan keluarga besar kita atau keluarga besar Laras tahu,"

Itulah kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Mama.

"Abang harus memastikan Kak Ningsih menepati ucapannya. Kania hanya takut ia akan melanggar janji." Kania mendekatiku.

"Mama tidak setuju! sampai kapanpun hanya Laras menantu Mama." Wanita tua itu terisak. Air matanya adalah luka bagiku. Namun, saat ini aku tidak punya pilihan lain. Demi nama baik aku dan perusahaan, juga demi nama baik keluarga.

"Mama nggak boleh egois, Ma. Bang Raka nggak punya jalan lain. Ini satu-satunya cara buat bungkam mulut Ningsih!" Kania mencoba mengelus pundak Mama, berusaha meredam tangis yang mulai berubah jadi histeria.

'Sayang, maaf aku ingkar janji. Kepulanganku di undur weekend depan. Laras janji akan langsung pulang menemui Abang. Laras rindu Abang."

Notifikasi pesan singkat dari Laras. Dadaku terasa bergemuruh. Gendang perang itu benar-benar ditabuh Ningsih.

Aku membalas chat singkat itu.

'Kenapa Laras tak menelpon Abang. Abang rindu, sayang.'

Bisa-bisanya aku membuali wanita baik itu. Yang sebentar lagi akan aku madu.

'Maaf sayang, jadwal Laras terlalu padat. Mungkin besok sore ada waktu luang, Laras pasti nelpon Abang.'

Aku menarik napas panjang. Sejak keberangkatan kemaren aku baru dua kali menerima kabar dari Laras.

'Ya udah, sayang hati-hati ya kerjanya. Peluk rindu dari Abang.'

'Terimakasih Abang, peluk rindu juga dari Laras.'

Aku terhenyak. Dadaku bergetar hebat, tiba-tiba tangis itu tak bisa lagi aku bendung. Aku kalah dalam permainan Ningsih. Tanganku gemetar.

Tak lama aku merasakan pelukan hangat, mama memelukku.

"Maafkan Mama Nak. Mama tahu kamu tak menginginkan semua ini. Tapi kali ini mama tak punya pilihan lagi melarangmu,"

Dan pernikahan itu harus terjadi sekalipun aku tidak menghendakinya.

Aku tak berdaya di hadapan Ningsih. Aku jadi laki-laki paling bodoh yang pernah ada.

'Raka, ingatkan sama janjimu. Jika tidak mau aku berbuat lebih gila lagi. Segera nikahi aku, sesuai kesepakatan aku tak akan mengganggu Laras. Dan aku akan mengembalikan proyek strategismu. Tapi dengan satu syarat Raka, kamu harus adil padaku.'

pesan singkat dari Ningsih yang semakin membuat aku terpojok.

Aku menatap layar ponsel dengan rasa mual yang mengaduk perut. Ningsih bukan cuma ingin menghancurkan masa depanku dengan Laras, dia ingin memilikiku sepenuhnya. Syarat 'adil' yang dia minta adalah penjara baru bagiku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!