NovelToon NovelToon
Teratai Pedang Sembilan Kematian

Teratai Pedang Sembilan Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Tian, seorang pemuda dari kasta terendah Sekte Awan Hijau, harus menelan kepahitan takdir saat Dantiannya dihancurkan tanpa ampun demi melindungi adik perempuan satu-satunya. Alih-alih mendapat keadilan, sang adik dirampas oleh petinggi sekte yang serakah, sementara Lin Tian dibuang ke tambang beracun di Lembah Kematian untuk membusuk sebagai manusia cacat.
​Namun, di kedalaman keputusasaan, Lin Tian menolak untuk menyerah pada nasib. Ketika langit menutup jalan kultivasi ortodoks baginya, ia memilih untuk membelah langit itu sendiri. Diasingkan bersama kerangka para pendekar masa lalu, ia menemukan Seni Pedang Sembilan Kematian—sebuah warisan kuno dan terlarang yang tidak membutuhkan Dantian.Tanpa lautan Qi, ia menjadikan daging dan tulangnya sebagai wadah pedang. Menempuh jalur yang dipenuhi siksaan berdarah dan rasa sakit yang melampaui batas manusia, Lin Tian perlahan menempa dirinya menjadi senjata paling mematikan di bawah langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Runtuhnya Kesombongan

​Di atas altar giok hitam yang telah ternoda oleh darah belasan Tetua, Zhao Feng merangkak mundur hingga punggungnya menabrak pilar batu. Wajahnya yang biasa tampan dan arogan kini berkerut oleh teror yang absolut.

​Ia menatap Lin Tian yang berdiri menjulang di hadapannya. Jubah abu-abu Lin Tian berkibar ditiup angin malam, membawa bau anyir kematian yang menyesakkan napas. Gadis kecil di pelukannya, Lin Xue, menyembunyikan wajahnya di dada sang kakak, enggan melihat kekejaman yang akan terjadi.

​"L-Lin Tian... Saudara Lin! Kita bisa bicarakan ini!" suara Zhao Feng bergetar hebat, air matanya bercampur dengan ingus. Ia mengangkat kedua tangannya yang gemetar dengan pose memohon. "A-Aku salah! Aku buta! Ambil kembali adikmu, aku tidak menyentuhnya sama sekali! Aku akan memberimu pil spiritual, artefak, posisi Tetua... ayahku adalah Pemimpin Sekte! Dia sedang menerobos ke tahap Inti Emas (Golden Core)! Jika kau membunuhku, dia akan memburumu sampai ke ujung benua!"

​Lin Tian menatap Zhao Feng dengan sorot mata sedingin dasar lautan es. Tidak ada kemarahan yang meledak-ledak, dan justru ketenangan itulah yang membuat Zhao Feng merasa seolah lehernya sedang dicekik oleh malaikat maut.

​"Inti Emas?" gumam Lin Tian pelan. Ia mengangkat kakinya yang mengenakan sepatu kain lusuh, lalu meletakkannya tepat di atas perut Zhao Feng, tepat di atas pusat Dantiannya.

​Zhao Feng menjerit tertahan, mencoba menyingkirkan kaki itu, namun kaki Lin Tian terasa seberat gunung besi.

​"Di dunia ini, kalian mengajarkan bahwa yang kuat berhak menelan yang lemah," ucap Lin Tian, suaranya datar. "Kau menghancurkan Dantianku karena kau merasa memiliki kekuatan untuk melakukannya. Hari ini, aku mengembalikan hukum itu kepadamu."

​"Tidaaak! Ayahku akan—"

​KRAAAK!

​Lin Tian menekan kakinya dengan keras. Suara hancurnya lautan Qi dan meridian terdengar memuakkan. Energi Yang ekstrem yang telah dikumpulkan Zhao Feng untuk menerobos batas kultivasinya meledak di dalam tubuhnya sendiri, merobek organ-organ dalamnya.

​"AAARRRGGGHHH!" Zhao Feng melolong dengan suara yang tidak terdengar seperti manusia lagi. Matanya nyaris melompat dari rongganya, pembuluh darah di wajahnya pecah. Tubuhnya kejang-kejang hebat di atas lantai giok. Rasa sakit dari Dantian yang hancur karena tekanan fisik murni ribuan kali lipat lebih menyiksa daripada tebasan pedang.

​Ia kini bukan hanya manusia fana, melainkan manusia cacat yang meridian utamanya telah berubah menjadi bubur.

​Lin Tian tidak berhenti di situ. Ia tidak akan membiarkan benih dendam sekecil apa pun tumbuh. Tangannya terulur, mencengkeram leher Zhao Feng yang sedang kejang-kejang, lalu mengangkat tubuh pemuda itu ke udara.

​"Kematianmu bukanlah akhir," bisik Lin Tian, "Ini adalah lonceng peringatan bagi siapa pun yang berani menyentuh keluargaku."

​Dengan satu remasan kuat, Lin Tian mematahkan tulang leher Zhao Feng. Lolongan itu terhenti seketika. Tubuh tanpa nyawa itu dilemparkan ke sembarang arah, mendarat di tumpukan mayat para Tetua. Tuan Muda Sekte Awan Hijau, jenius yang digadang-gadang akan membawa kejayaan sekte, tewas di tempat ia merencanakan kejahatannya.

​Baru saja Lin Tian berbalik untuk pergi, gunung itu tiba-tiba bergetar hebat. Bukan getaran karena ledakan fisik, melainkan resonansi energi spiritual yang luar biasa besar.

​Dari Gua Pengasingan di tebing belakang Puncak Awan Hukuman, sebuah pilar cahaya keemasan meledak menembus awan-awan di langit malam. Tekanan aura yang jauh lebih mengerikan dari gabungan seluruh Tetua Pembangunan Pondasi seketika menyapu seluruh Gunung Awan Hijau.

​Tekanan itu begitu pekat hingga udara terasa berubah menjadi lumpur. Burung-burung malam berjatuhan dari langit karena pingsan. Ini adalah fluktuasi energi dari Qi yang mulai mengkristal!

​Setengah Langkah Menuju Inti Emas! (Half-Step Golden Core!)

​"Siapa yang berani membunuh putraku?!"

​Sebuah raungan duka dan murka yang mengguncang jiwa terdengar dari dalam pilar cahaya emas itu. Suara itu membawa hukum alam tingkat rendah, membuat telinga murid-murid di bawah gunung berdarah seketika.

​Lin Tian menyipitkan matanya. Kulit perunggunya seketika bereaksi, memancarkan hawa panas saat Niat Pedang di dalam tulang-tulangnya memberontak melawan tekanan aura Inti Emas tersebut.

​Pemimpin Sekte, Zhao Tiangang, telah mendobrak pintu pengasingannya. Cermin Jiwa milik putranya yang tersimpan di ruang rahasia pasti telah pecah berkeping-keping.

​"Kakak... energi itu mengerikan..." Lin Xue meringkuk, wajahnya pucat pasi menahan tekanan dari langit.

​Lin Tian mendekap adiknya lebih erat. Ia tahu batas kemampuannya. Saat ini, tubuh Baja Pembelah Urat miliknya bisa membantai ahli Pembangunan Pondasi Akhir layaknya anjing. Namun, berhadapan langsung dengan monster Inti Emas (meski baru setengah langkah) sambil melindungi Lin Xue adalah tindakan gegabah. Tahap Inti Emas telah menyentuh pemahaman hukum ruang dan sihir mematikan yang bisa menyapu satu kota.

​"Kita pergi," ucap Lin Tian singkat.

​Ia melesat turun dari Puncak Awan Hukuman dengan kecepatan bayangan, mengabaikan anak tangga dan langsung melompat dari tebing ke tebing.

​Di tengah jalan menurun, sesosok bayangan melompat keluar dari semak-semak. Itu adalah Lin Chen, yang wajahnya basah oleh keringat dingin akibat menahan aura Pemimpin Sekte yang meledak di puncak.

​"Kak Tian! Xue-er!" seru Lin Chen lega melihat mereka berdua.

​"Tidak ada waktu untuk reuni, Chen. Lari ke arah Hutan Belantara Selatan, sekarang!" perintah Lin Tian.

​Namun terlambat. Di langit malam, awan-awan hitam tersibak. Sesosok pria paruh baya dengan rambut acak-acakan dan mata yang menyala merah darah melayang di udara, berdiri di atas pedang raksasa bercahaya keemasan. Zhao Tiangang.

​Pandangan mata Zhao Tiangang yang setajam elang langsung mengunci sosok Lin Tian yang berlari di lereng gunung. Saat ia merasakan sisa aura putranya dan darah para Tetua di tubuh Lin Tian, kewarasannya putus seketika.

​"Binatang! Kau membantai seluruh fondasi sekteku dan membunuh putra semata wayangku! Aku akan mengekstrak jiwamu dan membakarnya di Api Penyucian selama sepuluh ribu tahun!"

​Zhao Tiangang mengangkat tangannya. Energi langit dan bumi radius puluhan mil tersedot ke arahnya, membentuk sebuah pedang energi emas murni sepanjang seratus meter di atas langit. Langit malam seolah terbelah oleh cahaya keemasan itu.

​Sihir Inti Emas: Penghakiman Pedang Langit!

​Pedang raksasa itu meluncur turun, menargetkan langsung lereng gunung tempat Lin Tian, Lin Xue, dan Lin Chen berada. Kecepatannya membelah ruang, menciptakan suara lengkingan yang memekakkan telinga. Ruang di sekitar Lin Tian seolah terkunci, membuatnya mustahil untuk menghindar.

​"Kakak!" Lin Xue memejamkan mata.

​Lin Chen menghunus beliung karatan yang entah kenapa masih ia bawa, berniat menahan serangan yang mustahil itu demi melindungi mereka.

​"Mundur, Chen!" bentak Lin Tian.

​Ia menyerahkan Lin Xue ke pelukan Lin Chen dengan satu tangan. Lin Tian kemudian berbalik, menghadapi pedang emas raksasa yang turun seperti kiamat.

​Ia tidak mundur selangkah pun. Seluruh otot di tubuhnya menegang hingga batas maksimal. Urat-urat perunggunya kini menyala dengan warna kemerahan seperti besi yang dipanaskan di dalam tungku. Niat Pedang Sembilan Kematian dari dalam sumsum tulangnya meledak keluar secara liar, tidak lagi berwujud transparan, melainkan membentuk lapisan aura tajam berwarna perunggu pekat di sekeliling kepalan tangannya.

​"Setengah Langkah Inti Emas?" Lin Tian menggeram, matanya menyala menantang langit. "Mari kita lihat apakah Emasmu lebih keras dari tulangku!"

​Lin Tian mengayunkan tinjunya ke langit, menghantam ujung pedang cahaya emas raksasa itu dengan kekuatan fisik murni yang melampaui logika manusia fana.

​BAMMMMMMMMM!!!

​Benturan antara kekuatan puncak alam fana dan awal dari sihir hukum tingkat Inti Emas meledak!

​Kilatan cahaya yang menyilaukan membutakan seluruh penjuru Gunung Awan Hijau. Gelombang kejutnya menyapu bersih pepohonan, menghancurkan bebatuan tebing, dan meratakan puluhan bangunan sekte di sekitarnya menjadi debu tanah.

​Zhao Tiangang memuntahkan seteguk darah. Ia terhuyung di atas pedang terbangnya, matanya terbelalak tak percaya melihat pedang emas hukumnya retak dan hancur menjadi serpihan cahaya setelah ditahan oleh kepalan tangan manusia!

​Namun, Lin Tian tidak keluar tanpa luka. Kulit perunggunya di bagian lengan kanan robek, memancarkan darah segar. Tulang lengannya berderak keras, menerima gaya pantul yang sangat mengerikan.

​Meskipun tangannya terluka parah, Lin Tian tersenyum sinis. Ini adalah tujuannya.

​"Chen! Pegang tanganku!"

​Lin Tian menggunakan gaya dorong dari ledakan dahsyat tersebut. Alih-alih bertahan di tanah, ia membiarkan ledakan itu mementalkan dirinya, menyambar lengan Lin Chen yang sedang memeluk Lin Xue, dan meluncur sejauh ribuan meter membelah udara malam bagai bintang jatuh, keluar dari wilayah Gunung Awan Hijau dalam sekejap mata.

​"Zhao Tiangang!" Suara Lin Tian menggema dari kejauhan, dibawa oleh angin malam sebelum siluetnya menghilang sepenuhnya ke dalam kegelapan Hutan Belantara Selatan. "Simpan lehermu. Suatu hari nanti, aku akan kembali untuk mengambilnya!"

​Zhao Tiangang meraung marah di langit, suaranya menggetarkan seluruh wilayah pinggiran. Namun, karena luka dalam dari sihirnya yang dipatahkan secara paksa, ia tidak berani mengejar ke dalam kegelapan hutan belantara yang dipenuhi binatang buas spiritual.

​Malam itu, hegemoni Sekte Awan Hijau yang telah berdiri ratusan tahun hancur lebur oleh satu orang mantan murid luar yang cacat.

​Sementara itu, jatuh jauh di kedalaman Hutan Belantara Selatan, Lin Tian, Lin Xue, dan Lin Chen memulai pelarian mereka. Menyembuhkan luka, dan bersiap menyongsong panggung yang lebih besar di Benua Tengah, tempat di mana monster-monster sejati dan kejeniusan Tanah Suci telah menanti.

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪👍💪👍💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!