NovelToon NovelToon
Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Paman Andrew, Aku Mencintaimu!!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Indrie Lestari

Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Lupa pakai pengaman

Sementara di dalam kamar sebuah apartemen Andrew masih terduduk di atas kasur empuk miliknya sambil memegangi kepalanya yang agak pusing, ia berniat untuk segera turun dari kasur dan pergi ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket.

Namun saat ia menarik selimut tatapan matanya langsung tertuju ke arah noda merah bercampur cairan kental lain yang menempel di seprai putih milik nya itu.

"Shit! semalam gua tidur sama perawan!." kaget Andrew sembari mengacak rambutnya pelan.

Saat ini Andrew merasa sangat frustasi karena ia tidak ingat kejadian semalam dan ia pun tidak tahu wanita mana yang telah ia tiduri.

"Semoga saja wanita itu tidak sampai hamil dan meminta di nikahi nantinya." cemas Andrew karena sepertinya dia lupa pakai pengaman.

Jika suatu saat wanita yang telah ia ambil keperawanan itu datang menghampirinya dan meminta uang, ia akan dengan senang hati memberikan berapan pun yang wanita itu inginkan. asal jangan sampai wanita itu meminta untuk ia nikahi karna ia akan langsung menolaknya secara mentah-mentah.

********

Saat ini Andrew sudah berada di dalam mobil, di sampingnya telah ada Fatir yang sedang menjelaskan sebuah isi dokumen. namun Andrew terlihat tidak fokus dan tengah melamun saat ini.

"Kira-kira siapa wanita yang semalam telah tidur dengan nya?." Batin Andrew menerka-nerka.

"Lo kenapa lagi?" Tanya Fatir menatap heran ke arah Andrew yang terlihat tidak fokus dan melamun.

Seketika Andrew langsung tersadar dari lamunannya dan melirik ke arah Fatir saat ini.

"Gak apa-apa, kepala gua agak pusing mungkin efek minuman semalam." Jawab Andrew berbohong padahal ia sedang memikirkan sesuatu.

"Mangkanya jangan minum alkohol kalo besoknya masih bekerja, yang ada Lo gak bakalan fokus kaya tadi." Nasehat Fatir.

"Iya iya bawel banget Lo!" Gerutu Andrew menatap kesal ke arah Fatir.

Kini Andrew terlihat menatap ke arah Fatir, awalnya ia ingin bercerita tentang kejadian semalam namun ia mengurungkan niatnya. Karena pasti sahabatnya itu akan mulai menceramahinya kembali apalagi kalo sampai tahu semalam ia melakukan hal itu tanpa pengaman dan lebih parah lagi ia tidak tahu siapa sosok wanita yang telah ia tiduri semalam. Kalo wanita jalang sih gak masalah bungkam pakai uang pun beres, kalo ternyata wanita baik-baik bukan panjang urusan nya nanti.

********

Bella baru saja sampai di kantor, ia sempat menyapa kedua sahabatnya itu sebelum memasuki ruang kerjanya sendiri.

"Selamat pagi"

"Selamat pagi juga."

Namun kini tatapan mata Dian dan sisil malah gagal fokus saat melihat cara jalan Bella yang seperti pinguin begitu kaku sekali.

"Si Bella kenapa tuh kok jalan nya kaya pinguin?" Heran Dian menatap ke arah Sisil.

"Mungkin waktu pagi jatuh di kamar mandi kali." Jawab Sisil menduga-duga.

"Masa sih?" batin Dian.

Sementara di dalam ruangan kerja Bella, wanita itu langsung mendudukan dirinya di atas kursi sembari menahan rasa nyeri dan linu di bagian bawahnya saat ini.

"Sialan ini sakit sekal!, kalo gak takut ketahuan mending tadi ambil libur saja." Gerutu Bella.

Namun tiba-tiba bayangan kejadian semalam terlintas di benak Bella, seketika pipi gadis itu terlihat memerah dan dengan refleks langsung menutupi wajahnya dengan kedua tangannya sendiri.

"Arghhtt....bisa gila aku!, kenapa bayangan kejadian semalam terus melintas di pikiran ku!"

*****

Sementara di sebuah lobby perusahaan terlihat seorang pria muda tinggi dan tampan tengah berdiri di depan meja resepsionis untuk menanyakan sesuatu. namun wanita berpakaian resepsionis itu terlihat salah tingkah saat berhadapan dengan pria tampan tersebut.

"Permisi saya ingin bertemu dengan pak Andrew, saya Bisma dari kantor cabang Surabaya yang di mutasi ke sini." Ucap Bisma langsung ke intinya.

"Anda bisa menunggu sebentar di ruang tunggu karena pak Andrew sedang rapat saat ini." Jawab resepsionis wanita itu sembari tersenyum lebar.

"Baiklah saya akan menunggu, kalo gitu terima kasih banyak."

Tanpa di sadari Bisma, banyak karyawan wanita yang terus menatap penuh minat ke arahnya saat ini.

"Gila tuh cowok ganteng banget, 11 12 deh sama pak Andrew dan pak Fatir. Jadi makin banyak cowok ganteng di kantor kita jadi bikin betah dan semangat kerjanya."

"Iya benar tuh, tiap hari berasa cuci mata. Kira-kira udah nikah belum yah tuh cowok?"

"Kalo nikah sih kaya nya belum, kalo pacar sih kaya nya sudah punya pastinya. masa cowok seganteng itu belum punya cewek."

Begitu lah ucapan para karyawan wanita yang mulai membicarakan Bisma, pria itu hanya terkekeh pelan dan tersenyum tipis saat mendengar pembicaraan karyawan wanita yang sedang membicarakan dirinya.

"Dasar para wanita." Kekeh Bisma pelan.

*******

30 menit berlalu, Andrew dan Fatir baru saja keluar dari ruang rapat dan melewati meja resepsionis.

"Vika, apakah pak Bisma dari kantor cabang Surabaya telah datang ke kantor." Tanya Andrew.

"Sudah pak Andrew, saat ini beliau sedang menunggu anda di ruang tunggu." Jawab Vika.

"Kenapa kamu menyuruhnya menunggu di ruang tunggu?! kenapa tidak suruh menunggu di dalam ruangan ku saja?!"

"Maaf pak Andrew saya tidak tahu, sebelumnya anda tidak berpesan kepada saya jadi saya tidak berani menyuruh pak Bisma untuk menunggu di ruangan anda." Jawab Vika agak menundukan kepalanya takut.

"Iya sudah ini kesalahan saya, kamu kembali bekerja. saya akan menyuruh Fatir saja untuk membawa pak Bisma ke ruangan saya." Ucap Andrew mulai melirik ke arah Fatir.

Fatir yang mendapat lirikan dari Andrew seketika paham apa yang harus ia lakukan. saat ini ia langsung berjalan ke arah ruang tunggu untuk mencari pria bernama Bisma itu.

Sementara di ruang tunggu Bisma sesekali bermain ponsel dan menatap layar Wallpaper yang ada di ponselnya, ia tersenyum simpul ketika menatap foto dirinya bersama Bella dan Sarah 10 tahun lalu.

"Jika sampai saat ini kamu masih hidup aku yakin sekali kamu telah tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik." batin Bisma.

Khmmm...... tiba-tiba saja terdengar sebuah suara deheman, sontak saja Bisma yang awalnya fokus pada ponselnya kini langsung menatap ke arah depan. Bisma bisa melihat seorang pria lebih tua dari dirinya tengah berdiri sambil terus menatap ke arahnya saat ini.

"Apakah anda pak Bisma?"

"Iya benar saya Bisma." Jawab Bisma langsung berdiri dari duduknya dan mulai mengulurkan tanganya.

"Saya Fatir seketaris pak Andrew, senang bertemu dengan anda. Ayo segera ikut dengan saya pak ethan telah menunggu kedatangan anda sedari tadi." Ucap Fatir membalas jabatan tangan Bisma.

"Senang bertemu dengan anda juga pak Fatir, saya Bisma manajer promosi cabang surabaya. kalo gitu ayo kita segera menemui pak Andrew saat ini juga."

"Baiklah, mari ikuti saya."

******

Di meja kerjanya saat ini Andrew tengah melihat profil dan kinerja Bisma selama bekerja di kantor cabang miliknya di Surabaya. Pria itu terlihat begitu kagum dengan hasil kinerja Bisma selama ini, tidak salah jika ia menarik Bisma untuk bekerja di kantor utamanya di jakarta.

"Baiklah mulai saat ini anda bisa mulai bekerja, selamat bergabung di perusahaaan kami pak Bisma. Saya menantikan kinerja bagus anda." Ucap Andrew mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.

"Terima kasih banyak pak Andrew untuk kepercayaan yang telah anda berikan kepada saya." Jawab Bisma segera membalas jabatan tangan Andrew.

*******

Jam sudah menunjukan pukul 12 siang, waktunya istirahat makan siang.

klek!

Bella baru saja keluar dari ruangan kerjanya, namun ia sudah di sambut oleh kedua sahabatnya yang telah berdiri di depan pintu sedari tadi.

"Kalian udah lama berdiri di sini?." Tanya Bella menatap heran ke arah kedua sahabatnya.

"Gak kok, kita belum lama berdiri di sini."

"Oh gitu, iya sudah kita langsung let's go ke kantin." Ajak Bella

"Ahsyiapp..." Jawab Sisil dan Dian kompak.

Bella terlihat terkekeh pelan setelah mendengar jawaban dari kedua sahabatnya itu yang menurutnya agak konyol.

Kini bertiga sudah berada di dalam lift sambil sibuk bermain ponsel masing-masing, namun obrolan karyawan lain membuat mereka merasa penasaran dan menguping.

"Sudah lihat belum manager promosi baru di perusahaan ini?"

"sudah, tadi gua sempet berpapasan saat melewati ruangan pak Andrew. sumpah masih muda dan ganteng banget. Pokoknya di kantor kita bertambah satu cogan deh setelah pak Andrew dan pak Fatir."

Sisil dan Dian yang sedari tadi menguping pembicaraan para karyawan wanita itu di buat semakin penasaran dengan sosok manager promosi baru penganti pak Hendra itu, karena selama jam kerja para karyawan wanita di bagian pemasaran sempat membicarakan pria tersebut yang di anggap super tampan dan sempurna bagi kaum wanita.

"Jadi gak sabar mau lihat wajah manager promosi baru kita." Ucap Dian menatap ke arah Sisil.

"Iya benar, aku juga begitu penasaran." Ungkap Sisil yang sama penasaran.

"Bella, kamu sudah sempet lihat manager promosi baru penganti pak Hendra belum?" Tanya Dian dan Sisil langsung menatap ke arah Bella.

"Belum." Jawab Bella cuek terus menatap layar ponselnya.

****

Sementara di kantin kantor Dian dan Bella sudah duduk di meja kantin, sementara Sisil sedang pergi mengambil pesanan mereka.

Karena merasa bosan perlahan mata Dian mulai menatap sekeliling untuk mencari keberadaan pria tampan yang sedang menjadi topik hangat saat ini.

"Seharusnya sih gak sulit untuk mengenali wajah pria itu jika benar-benar tampan." Batin Dian.

"Makanan sudah datang." Seru Sisil datang sambil membawa makanan.

Mendengar makanan mereka telah datang, Bella langsung menghentikan aktifitasnya dan tanpa permisi mengambil makanan dan minuman miliknya sendiri. sementara Dian terlihat cuek dengan kedatangan Sisil, dan tetap terus menatap sekeliling mencari keberadaan pria tampan yang membuat para karyawan wanita heboh.

"Kamu lagi cari apa Dian?, melirik ke kanan dan ke kiri terus kaya lagi cari seseorang." Heran Sisil.

"lagi cari apaan sih memangnya?, mending makan dulu deh mumpung masing anget nih." ajak Bella.

"Aku lagi nyari manager promosi baru kita yang katanya ganteng banget dan masih muda pula." Jawab Dian agak malu-malu.

Sontak saja Sisil yang awalnya tidak tertarik dengan apa yang sedang di cari oleh Dian, kini ia mulai bersemangat dan mulai menatap sekeliling kantin seperti yang di lakukan oleh sahabatnya itu. hanya Bella seorang saja yang terlihat acuh dan tidak peduli, malahan wanita itu sedang asyik menikmati makanannya sendiri.

"Bella, kamu gak tertarik apa sama manager promosi baru kita yang katanya ganteng itu?. katanya mau cepet punya pacar, tapi denger ada pria ganteng aja kamu gak tertarik payah banget!" kesal Dian menatap Bella yang malah tengah asyik makan.

"Iya bener banget." Sahut Sisil menimpali.

"Kalian....."

Baru mengeluarkan satu buah kata untuk menegur mereka berdua, tiba-tiba suasana kantin yang awalnya tenang kini berubah agak ramai karena kedatangan seseorang yang sedari tadi telah di tunggu oleh para karyawan wanita termasuk Dian dan Sisil.

"Astaga kaya pangeran dalam negeri dongeng." Ucap Dian begitu lebay.

"Ya ampun, dia mau jalan kesini." Ucap Sisil jadi ikutan heboh.

"Apaan sih kalian berdua bikin malu saja, memang seganteng apa sih orangnya?" Heran Bella.

Karena merasa penasaran Bella perlahan menoleh ke arah belakang untuk melihat wajah pria yang membuat kedua sahabatnya itu jadi keganjenan seperti saat ini.

DEG!

DAG! DIG! DUG!

tubuh Bella terlihat menegang dengan detak jantung yang berdebar kenceng setelah melihat wajah pria yang saat ini menjadi incaran para karyawan wanita di kantornya, jantungnya berdetak kencang bukan karena ia terpesona setelah melihat wajah rupawan pria tersebut. tapi ia merasa terkejut dan tidak menyangka karena pria tersebut pernah bertemu dengannya.

BISMA?!

guman Bella pelan menatap tidak percaya ke arah pria yang saat ini tengah berjalan santai ke arahnya.

Bisma yang sedang asyik mengobrol sambil berjalan bersama rekan kerja barunya terlihat menoleh ke arah sisi kiri. Kini kedua mata Bisma terlihat membulat sempurna setelah melihat sosok wanita yang sempat ia temui tempo hari dan mengira jika wanita itu adalah Bella teman semasa kecil yang selama ini ia cari.

"Ternyata wanita itu kerja di sini juga." Batin Bisma terus berjalan melewati sosok Bella.

Refleks Bella membuang muka dan membalikan tubuhnya ke arah depan, tangan wanita itu terasa dingin dan agak bergetar setelah tatapan matanya sempat bertemu dengan Bisma barusan.

"Syukurlah, sepertinya Bisma percaya dengan ucapa ku tempo hari dan tidak curiga." Batin Bella lega setelah Bisma lewat begitu saja.

"Kamu kenapa langsung diam?, kamu pasti terpesona kan dengan ketampanan manager promosi baru kita." Goda Dian sambil mencolek pipi Bella.

"Bella yang seleranya tinggi saja sampai terpesona gitu hihihihi." timpal Sisil ikutan mengoda.

"Kalian lanjutkan saja makannya, aku mau ke toilet sebentar." Pamit Bella segera pergi begitu saja.

Dian dan Sisil tidak merasa curiga sama sekali dengan perubahan sikap Bella secara tiba-tiba, mereka berpikir jika memang sahabatnya itu kebelet dan harus segera pergi ke toilet.

"Aku harus cepat cari tahu tentang dia." Batin Bisma merasa penasaran karena gelagat wanita itu agak aneh.

*****

1
한스Hans
mampir Thor 👍 semangat
Indrie Lestari: siap kak ☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!