Sarah, seorang gadis cantik berusia delapan belas tahun yang kini masih menduduki bangku kelas 12 SMK harus rela menerima tawaran untuk mengandung benih dari seorang CEO yang sudah lama menikah namun tidak memiliki anak.
Awalnya Sarah menolak namun waktu semakin berjalan sang ayah ahrus segera di Opresi dan ia membutuhkan biaya yang cukup besar.
....
Penasaran kan? Ayo ikuti terus kisah dari setiap bab novel "Rahim Bayaran"
Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 29
Mereka pun akhirnya tiba di ruang tengah mansion dan duduk di sofa yang ada di ruang tengah itu.
"Ada apa ini Aksa? Mengapa kau memapah Liza seperti ini?"Tanya mama Dita penasaran.
"Ma, ini sebuah keajaiban ma,aku sangat senang sekali, akhirnya Liza sekarang bisa hamil."Ucap Aksa kepada mama Dita.
"Apa? Liza hamil?"Ucap mama Dita dengan mata melotot karena kaget.
"Iya ma, aku hamil."Ucap Liza menyerahkan tes kehamilan tersebut.
"Aksa ini benar? Apa kalian sedang bercanda? Bagaimana mungkin Liza bisa hamil bukan kah dia mandul?"Ucap mama Dita yang terlihat tidak percaya.
"Benar ma, mama bisa melihat sendiri hasil tes nya."Ucap Aksa kepada mama Dita.
Mama Dita pun akhirnya melihat hasil tes kehamilan tersebut dan terlihat harus merah dua di tes tersebut.
"Hmm, mama belum bisa percaya, mungkin saja kau sedang berusaha menipu kami kan?"Ucap mama Dita.
"Ma, kenapa mama berkata seperti itu?Bukan kah mama sangat ingin memiliki cucu sebelum nya? Dan sekarang mengapa mama malahan meragukan kehamilan Liza ?"Ucap Aksa marah.
"Bukan ragu, hanya saja tes dari dokter yang menyatakan jika Liza mandul membuat mama tidak mudah percaya jika dia bisa hamil."Ucap mama Dita kepada Aksa.
"Sudah lah sayang aku ke atas dulu,aku lelah dan ingin istirahat, dokter bilang aku tidak boleh kecapean dan banyak pikiran."Ucap Liza terlihat marah karena respon mama Dita yang tidak sesuai dengan apa yang dia harapkan.
"Aku temani."Ucap Aksa terlihat kecewa dengan mama Dita yabg masih belum bisa percaya akan kehamilan Liza.
Dan mereka berdua pun akhirnya meningal kan mama Dita sendiri di ruang tengah.
"Hiksss, lihat lah apa yang mama katakan tadi, mama terlihat sama sekali tidak mengharapkan anak ini dan malah mengungkit soal aku yang mandul."Ucap Liza menangis sambil memegang perutnya.
"Sayang, sayang sudah hentikan, jangan menangis, kau tidak boleh menangis lagi nanti setelah kandungan mu ini membesar pasti mama akan percaya."Ucap Aksa membujuk Liza.
"Terimakasih mas,cuma kau yang bisa mempercayai ku, aku harap anak ini akan selalu jadi anak kesayangan kita."Ucap Liza memeluk Aksa dengan eratnya.
"Iya, iya dia akan menjadi kesayangan kita."Ucap Aksa sejenak melupakan anak nya yang sedang di kandung oleh Sarah.
"Sial, susah sekali untuk menipu wanita tua itu."Batin Liza memikirkan tentang mama Dita yang tidak mempercayai kehamilan nya.
"Sayang, sekarang istirahat lah."Ucap Aksa dengan perhatian yang penuh terhadap Liza.
"Heem,iya, kau juga."Ucap Liza kepada Aksa.
"Aku akan istirahat setelah mandi."Ucap Aksa kepada Liza.
Liza hanya mengangguk sambil tersenyum kepada Aksa.
Aksa terlihat senang karena ia akhirnya bisa memiliki anak dari perempuan yang paling ia cintai, dia pun mengambil handuk nya dan berjalan menuju kamar mandi.
Sementara itu Liza naik ke atas kasur dengan raut wajah yang terlihat bisa di tebak.
"Bagaimana ya, jika mereka tau aku pura-pura hamil, seperti nya aku harus dengan cepat meminta mas Aksa mengalihkan seluruh nama aset kekayaan nya menjadi nama ku, setelah itu mau dia tau atau tidak aku hamil pura-pura itu bukan masalah lagi bagi ku dan aku bisa hidup bersama dengan Wily."Batin Liza berfikir keras menyusun rencana nya.
Lima hari berlalu.
Lima hari sudah Aksa tidak menjenguk Sarah di Fila, ia sangat sibuk dengan pekerjaan nya di kantor, dan juga Sanga sibuk dengan dengan Liza yang semakin mengekang dan manja kepada nya.
Setiap mama Dita meminta Aksa untuk menjenguk Sarah,Liza selalu menghalangi nya dengan berbagai alasan bahkan berpura-pura sakit.
Karena itu lah Aksa juga lebih memperhatikan diri nya di bandingkan Sarah yang sedang hamil besar.
Fila kediaman Sarah.
"Nyonya, makan lah, sudah dua hari nyonya tidak mau makan, minum susu saja tidak cukup untuk bayi yang ada di kandungan nyonya."Bujuk ni Asih kepada Sarah yang setiap harinya hanya melamun dan tidak mau makan.
"Tidak bi, aku tidak lapar."Jawab Sarah Tampa menoleh kepada bi Asih.
"Jangan seperti ini nyonya, nanti kandungan nyonya berbahaya,bibi mohon nanti tuan Aksa akan khawatir dan memarahi bibi karena tidak bisa menjaga nyonya muda dengan baik."Ucap bi Asih kepada Sarah.
"Dia tidak akan marah bi, dia tidak peduli lagi dengan ku."Jawab Sarah dengan tatapan kosong nya.
"Tidak nyonya, itu tidak mungkin, bagaimana mungkin tuan Aksa melupakan nyonya yang sedang hamil besar ini."Ucap bi asih berusaha menguatkan Sarah agar tidak larut dalam kesedihan.
Bersambung ....