NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 — Tatapan yang Berubah

Suasana toko bunga sore itu terasa aneh setelah ucapan Bastian.

“Cuma takut nanti Alya beneran luluh lagi.”

Kalimat itu masih menggantung di udara.

Alya langsung salah tingkah sambil pura-pura sibuk merapikan bunga. Sementara Leon menatap Bastian dengan tatapan tajam yang dinginnya langsung terasa.

“Luluh?” ulang Leon pelan.

Bastian tersenyum santai seolah tidak merasa bersalah.

“Ya… kalian kan dulu suami istri.”

“Bastian,” desis Alya pelan.

Namun pria itu malah tertawa kecil.

“Aku cuma ngomong fakta.”

Liora yang duduk di lantai sambil memegang puzzle menatap mereka bingung.

“Kenapa?”

Alya langsung buru-buru tersenyum pada putrinya.

“Nggak apa-apa, sayang.”

Namun Leon masih menatap Bastian tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun.

Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke Roma—

Rasa posesif dalam dirinya muncul sangat jelas.

“Alya bukan urusan kamu,” ujar Leon akhirnya tenang.

Suasana mendadak hening.

Kate yang baru keluar dari gudang langsung membeku.

Wah.

Bahaya ini.

Bastian mengangkat alis kecil.

“Tenang, aku juga nggak bilang dia urusan aku.”

“Tapi kamu terlalu ikut campur.”

Nada suara Leon tetap datar.

Namun justru itu yang membuat suasana makin tegang.

Alya langsung berdiri di tengah mereka sebelum semuanya berubah makin buruk.

“Udah.”

Tatapan Alya beralih pada Leon.

“Bastian cuma bercanda.”

Leon akhirnya diam beberapa detik sebelum membuang napas pelan.

Ia sadar dirinya bereaksi terlalu jauh.

Namun melihat pria lain dekat dengan Sabrina dan Liora benar-benar membuatnya tidak nyaman.

Dan itu hal baru untuknya.

Sangat baru.

---

Tak lama kemudian toko mulai tutup.

Kate sengaja membawa Liora keluar membeli es krim agar suasana tidak terlalu canggung.

Kini hanya tersisa Alya, Leon, dan Bastian di dalam toko.

Bastian sedang membantu memindahkan pot bunga ke dalam.

Sementara Leon berdiri di dekat meja kasir memperhatikan.

“Aku heran,” ujar Bastian tiba-tiba sambil menyusun tanaman kecil. “Dulu kamu nggak pernah lihat Alya.”

Leon menatapnya dingin.

“Tapi sekarang kamu datang tiap hari.”

Alya langsung merasa kepalanya pening.

“Bastian…”

“Aku serius.”

Pria itu akhirnya menoleh pada Leon.

“Kamu tahu nggak dia pernah pingsan sendirian di toko karena kecapekan?”

Tubuh Leon langsung menegang.

“Dia hamil besar waktu itu.”

Tatapan Leon perlahan berubah gelap.

Sementara Alya menggigit bibir pelan.

“Aku nggak minta kamu cerita itu.”

“Aku cuma nggak suka lihat kamu selalu pura-pura kuat,” jawab Bastian lembut.

Dan kalimat itu membuat Leon diam.

Karena sekali lagi…

Ada orang lain yang melihat semua perjuangan Sabrina saat dirinya tidak ada.

“Aku salah,” ujar Leon akhirnya pelan.

Bastian sedikit terkejut karena tidak menyangka Leon akan mengakuinya secepat itu.

“Aku tahu.”

Suasana mendadak sunyi.

“Makanya sekarang aku di sini,” lanjut Leon lirih. “Aku nggak mau kehilangan mereka lagi.”

Tatapan Bastian perlahan berubah rumit.

Pria itu sebenarnya menyukai Alya.

Namun selama tiga tahun mengenal wanita itu, ia tahu satu hal—

Sebagian hati Alya tidak pernah benar-benar lepas dari Leon.

Dan itu terlihat jelas sekarang.

Cara Alya diam-diam memperhatikan Leon.

Cara wanita itu mulai tersenyum lagi.

Hal-hal kecil yang bahkan mungkin Alya sendiri belum sadar.

“Aku cuma nggak mau dia sakit lagi,” ujar Bastian pelan jujur.

Tatapan Leon sedikit melembut.

“Aku juga.”

Untuk pertama kalinya sejak bertemu, suasana di antara kedua pria itu sedikit mereda.

---

Malam mulai turun ketika toko akhirnya benar-benar tutup.

Kate dan Liora sudah kembali dengan tangan penuh camilan.

“Mamaaa lihat!”

Liora menunjukkan es krimnya dengan wajah belepotan coklat.

Alya langsung tertawa kecil.

“Ya ampun.”

Leon refleks mengambil tisu lalu membersihkan pipi kecil putrinya.

Gerakan itu begitu alami sampai semua orang diam sesaat.

Bastian memperhatikan pemandangan itu sambil tersenyum kecil pahit.

Karena sekarang ia mulai mengerti.

Tidak peduli seberapa keras Alya mencoba menjauh dulu…

Tempat Leon di hati wanita itu memang belum benar-benar hilang.

“Om,” panggil Liora tiba-tiba.

“Hm?”

“Besok datang lagi?”

Leon menatap gadis kecil itu cukup lama sebelum akhirnya mengangguk pelan.

“Iya.”

Liora langsung tertawa senang lalu memeluk leher Leon kecil.

Dan di detik itu—

Tatapan Alya tanpa sadar melembut melihat mereka.

Tatapan yang tidak lolos dari perhatian Bastian.

Pria itu akhirnya tersenyum kecil sambil menghela napas pelan.

Mungkin…

Ia memang sudah kalah bahkan sebelum mulai.

1
wulaniii
gais komen like dan kasih gift dong biar tambah semangat 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!