Zavier terpaksa harus mencari seorang wanita untuk di jadikan istri secepatnya, karena di paksa oleh sang kakek yang sedang sakit parah. Sebagai seorang pewaris tunggal dirinya di tuntut oleh sang kakek untuk memiliki istri di usianya yang ke 27 tahun, hal ini membuat Zavier hampir gila.
Sementara itu di sisi lain, Sofia yang baru saja kehilangan sang papa, kini menjadi yatim piatu hidup menderita di tangan mama dan adik tirinya. Namun sebuah teragedi tak terduga terjadi, mama tiri Sofia tiba-tiba menjual Sofia kepada seorang laki-laki tua demi uang. Namun pada akhirnya hal ini malah membuat jalan bagi Sofia bertemu dengan Zavier.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
"maaf kan aku tuan muda, aku sudah mencari informasi tentang pelayan nona muda yang bernama Luvi itu, tapi ternyata dia sudah tidak ada maksud ku dia udah tidak bekerja lagi di mansion itu, dia sudah di pecat dan di usir dari sana oleh Rusita dan Tara," kata Glen menjelaskan kepada Zavier.
"Kalau begitu perintahkan anak buah mu untuk melacak keberadaan nya," ujar Zavier.
"Tapi aku tidak punya foto nya, bagaimana kalau aku meminta nya terlebih dahulu dengan nona muda, setelah itu baru aku ..." Glen tak meneruskan ucapannya karena kode dari Zavier untuk meminta nya diam.
"Aku saja," kata Zavier kepada Glen sambil menempelkan jari telunjuk nya ke bibir nya sendiri.
Glen terdiam dan melongo melihat tingkah laku sang tuan muda yang menurut nya agak menyebalkan.
"Baik lah kalau begitu tuan muda, aku akan mengerjakan pekerjaan lain terlebih dahulu, jika sudah mendapatkan foto nya, pangil saja aku," kata Glen sambil membungkuk hormat.
"Bagus, pergilah," kata Zavier singkat padat jelas.
"Siap tuan muda," jawab Glen yang kemudian beranjak pergi dari hadapan Zavier.
Sementara itu di sisi lain.
Terlihat seorang gadis muda yang kini tengah merawat dan merangkai macam-macam jenis bunga. Ia terlihat bekerja keras karena banyak nya pesanan yang datang ke toko bunga tersebut.
"Luvi, ada pesanan buket mawar merah dari orang, kau rangkai segera ya," kata boss nya Luvi.
Ya, gadis tersebut adalah Luvi, setelah keluar dari mansion, Luvi mendapatkan pekerjaan baru di sebuah toko bunga, dia juga mendapat tempat tinggal tak jauh dari toko tersebut.
Meskipun sudah lepas dari kelaurga Rusita yang kejam Luvi tak pernah melupakan Sofia, dia terus mencari dan mencari jika ada waktu senggang dia akan berkeliling mencari Sofia dan membawa selembar foto untuk bertanya kepada orang-orang.
Sebegitu setia nya seorang pelayan kepada majikannya.
"Mawar merah? Nona muda sangat menyukai mawar merah, nona muda di mana sekarang kau berada?" tiba-tiba saja Luvi melamun saat ada orang yang memesan mawar merah.
"Luvi kenapa kau malah bengong?" ucap boss nya yang sedikit galak.
"Ah iya boss, aku akan merangkainya sekarang," ucap Luvi bergegas.
Luvi pun kembali mengerjakan pekerjaan nya karena boss nya lumayan galak ia tidak bisa terlalu bersantai setelah bekerja di tempat tersebut. Hal ini juga yang terkandang membuat nya selalu merindukan Sofia yang selalu memperlakukan dirinya dengan sangat baik.
Sementara itu di sisi lain.
Kediaman keluarga Siho.
"Apa? Kak Zavier menikah dengan wanita lain?" Luna terduduk di ranjang nya, ia kaget setelah mendengar cerita dari Siho kalau Zavier ternyata sudah menikah dengan wanita lain dan sontak saja kesempatan untuk dirinya sudah tidak ada lagi.
"Iya Luna, aku benar-benar minta maaf kepada mu kalau aku tidak bisa membantu mu lagi, Zavier menikah dengan seorang gadis seusia mu, dan aku juga tidak tau dia dari keluarga mana," mata Siho yang kini duduk si samping Luna.
"Sial! Kenapa bisa begini kak? Bukan kah kakak sudah berjanji kepada ku kalau kakak akan membuat kak Zavier menikahi ku bagaimana pun caranya? Kenapa sekarang dia malah menikah dengan wanita lain yang kelaurga nya saja tidak jelas," umpat Luna dengan emosi membeludak.
"Aku juga tidak tau bagaimana ini bisa terjadi, mereka sama sekali tidak melakukan resepsi tapi setelah menghilang beberapa hari, Zavier pulang bersama wanita itu," kata Siho menjelaskan kalau dia juga tidak menyangka hal ini akan terjadi.
"Menyebalkan sekali! Aku tidak bisa terima ini, mereka tidak boleh bersama, kak kau tau sendiri kan kalau aku sangat menyukai kak Zavier sudah sejak lama, aku tidak mau kalau dia menikah dengan orang lain," ujar Luna mengamuk.
"Ya,mau bagaimana lagi Luna, semuanya sudah terjadi," ungkap Siho bingung bagaimana seharusnya dia menanggapi sikap Luna yang tak bisa menerima kenyataan.
"Aku mau papa dan mama bicara dengan Kakek dan aku mau kak Zavier berpisah dengan wanita itu, dia bukan lah wanita yang cocok untuk kak Zavier," kata Luna sok tau.
"Tidak Luna, mama dan papa sangat sibuk dengan rumah sakit dan juga kantor, tolong jangan merepotkan mereka lagi," kata Siho berusaha membujuk Luna.
"Tapi kak, aku tidak bisa terima, lagipula mereka menikah tanpa resepsi ini sangat mencurigakan," kata Luna lagi.
"Mereka memang tidak mengadakan resepsi, tapi kakek mengadakan pesta penyambutan dua hari lagi sebagai tanda penghormatan untuk istri nya Zavier yang kini menjadi kelaurga Atharyan," jelas Siho.
Hal ini pun semakin membuat Luna iri dan sangat kaget, dia tak menyangka kalau ternyata kakek Wiliam juga sangat bahagia, sampai-sampai membuat pesta penyambutan segala.
"Ini benar-benar tidak bisa aku terima, sekarang aku ingin sendiri, kakak sebaiknya keluar saja dari sini," kata Luna yang mata nya kini memerah karena marah.
"Tapi Luna, kita bisa bicara dulu, kau tidak boleh emosi dan melakukan hal-hal yang tidak baik untuk dirimu sendiri, tolong jangan buat aku khawatir," kata Siho yang sangat menyayangi Luna.
Padahal itu hanya adik angkat, namun Luna tidak pernah mempedulikan rasa sayang Siho kepada nya, Luna adalah wanita yang egois yang apapun kemauan nya harus selalu di dapat atau di berikan oleh Siho atau kedua orang tua angkat nya.
"Aku tidak akan mau bicara dengan mu lagi karena kau sama sekali tidak bisa membantu ku untuk mendapatkan cinta nya kak Zavier," kata Luna marah.
"Tapi Luna ..."
"Keluar kak," kata Luna yang kemudian menarik Siho untuk keluar dari kamar nya.
Siho pun akhirnya mengalah dan membiarkan Luna menyeretnya nya keluar, dia kemudian meningalkan kamar Luna dan membiarkan sang adik untuk menenangkan diri sendiri saat ini.
Ya selama ini Siho meminta Zavier untuk menikah dengan Luna ada alasan juga, ia di hasut oleh Luna kalau dirinya harus menikah dengan Zavier agar nantinya harta kekayaan keluarga Atharyan tak berpindah ke keturunan luar, Siho yang selalu mendengar kan ucapan Luna pun lebih mudah terhasut akan kata-kata Luna.
"Semoga aku bisa mencari cara untuk membantu Luna," kata Siho yang kini sudah berada dalam kamar nya.
Sementara itu di kamar Luna, ia terlihat sangat gelisah, dirinya membanting barang-barang yang ada di dalam kamar dan mengacak-acak tempat tidur untuk melepaskan emosi yang kini membeludak di dalam dirinya.
Setelah merasa puas dan lelah dia pun duduk dan mengacak-acak rambut nya sambil mengumpat.
"Sial! Sial! Seharusnya aku tidak menunggu untuk membuat dia menjadi suamiku, aku tidak bisa membiarkan ini terjadi begitu saja, semua ini bisa membahayakan diriku! Kehidupan ku dan juga masa depan ku!" kata Luna dengan suara halus.
Entah apa maksud dari perkataan nya barusan, yang jelas dia terlihat punya misi untuk dirinya sendiri.
Bersambung ....