Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Setelah sholat subuh, Anin bergegas pergi ke dapur. Dia menyiapkan sarapan untuk semua orang, khususnya untuk suami nya yang akan berangkat bekerja.
Tangan Anin begitu lincah meracik berbagai bumbu dan bahan makanan lain nya, hingga menghasilkan menu enak yang pas di lidah semua orang.
"Akhir nya selesai juga!" Guman Anin sambil menata makanan itu di atas meja makan.
Anin melangkah kan kaki nya, dia ingin kembali ke dalam kamar nya untuk menyiapkan pakaian kerja untuk Dirga. Tapi belum sempat Anin meninggal kan dapur, tiba - tiba pintu kamar mandi terbuka dan pak Johan keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggang nya.
Anin ingin segera pergi, menurut nya Pak Johan sangat tidak sopan keluar dari kamar mandi dan berada di hadapan menantu perempuan hanya menggunakan handuk saja. Tapi sebelum Anin pergi, pak Johan memanggil nya.
"Anin, tunggu dulu nak, bapak butuh bantuan mu!" Pak Johan menahan menantu nya yang seperti nya tidak nyaman dengan kehadiran nya.
"Ada apa pak?" Tanya Anin heran samnil mengernyit kan kening nya.
Anin mematung, dia tidak tahu bantuan apa yang di butuhkan oleh bapak mertua nya. Pak Johan melangkah kan kaki nya mendekati Anin, dan tanpa di sangka - sangka pak Johan langsung memeluk tubuh Anin dari depan.
"Bapak, apa - apaan ini?" Dengan kasar Anin mendorong tubuh oak Johan hingga terdorong mundur beberapa langkah ke belakang.
"Bapak jangan kurang ajar ya!" Teriak Anin dengan wajah merah padam karena emosi.
Karena suara teriakan Anin yang cukup keras, bu Ela pun keluar dan langsung pergi ke dapur untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa ini?" Tanya bu Ela yang melihat suami dan menantu nya sedang bersitegang.
"Ibu,,,,!" Anin memeluk tubuh ibu mertua nya dan dia tidak mampu lagi menahan air mata nya, dia menangis di dalam pelukan ibu mertua nya.
"Ada apa ini pak?" Tanya bu Ela pada suami nya dengan tatapan tajam.
"Aku tidak tahu bu, saat aku keluar dari kamar mandi tiba - tiba Anin mengoda ku!" Pak Johan berkata pada istri nya.
Seketika Anin kaget, bagai kan di sambar petir. Pak Johan dengan tega nya membalikkan fakta, padahal dia lah yang berniat melecehkan Anin.
"Ada apa ini?" Tiba - tiba terdengar suara bariton dari arah ruang tengah yang di jadikan ruang keluarga.
"Mas!" Anin langsung melepas kan pelukan bu Ela dan dia menghambur ke dalam pelukan suami nya.
"Dirga, istri kamu berusaha menggoda bapak!" Pak Johan berkata pada putra bungsu nya.
"Pak, apa maksud bapak bicara seperti itu? Bapak yang berusaha untuk melecehkan aku, lalu kenapa bapak memfitnah ku?" Anin tidak terima dengan tuduhan kotor yang di berikan oleh bapak mertua nya.
Dirga memandang Anin dan juga pak Johan secara bergantian, seolah meminta penjelasan dari apa yang baru saja di ucap kan. Dirga juga memandang ibu nya, meminta penjelasan. Tali bu Ela hanya menggeleng kan kepala nya, tanda nya dia tidak tahu dan tidak mengerti apa yang terjadi.
"Apa yang di katakan oleh bapak mu itu benar, Dirga. Istri mu itu adalah wanita jalang dan dia berusaha mengoda bapak mu!" Tiba - tiba pintu samping yang ad di dapur terbuka dan Tika masuk pintu itu.
"Mbak Tika, aku tidak pernah mengoda bapak. Aku bukan diri mu, yang dengan tega nya berselingkuh dengan mertua sendiri hingga melakukan hubungan suami istri dengan bapak di belakang ibu dan mas Atar!" Ujar Anin dengan lantang.
"Jangan menutupi kebusukan mu Anin dengan menuduh ku, aku punya bukti nya jika kau sengaja menggoda bapak. Dirga, lihat ini!" Tika menyodor kan ponsel nya pada Dirga.
Dirga menerima ponsel itu tanpa suara dan dia melihat apa yang di berikan oleh Tika, lalu pandangan nya tajam beralih ke arah Anin. Anin yang penasaran dengan gambar itu, langsung merebut ponsel itu dari tangan suami nya. Mata Anin langsung melotot sempurna saat melihat diri nya sedang berpelukan dengan bapak mertua nya.
"Ini fitnah, tadi bapak mau minta tolong pada ku dan tiba - tiba di memeluk ku. Lalu aku mendorong nya ke belakang!" Anin menjelaskan kronologis kejadian barusan.
"Dirga, bapak tidak pernah melecehkan istri mu. Tapi tadi saat bapak keluar dari kamar mandi, tiba - tiba istri mu memeluk bapak dengan erat. Bapak tidak tahu apa maksud nya!" Pak Johan berkata pada anak nya.
"Bohong, ini semua bohong. Aku tidak pernah melakukan semua ini!" Anin tidak terima di fitnah oleh bapak mertua nya.
Dirga hanya diam, dia seperti mencermati setiap kejadian yang baru saja berlangsung.
"Mas, percaya pada ku aku tidak pernah melakukan apa yang mereka tuduh kan pada ku!" Anin berkata pada suami nya.
"Bu, percaya pada ku bu, aku tidak pernah melakukan hal itu!" Anin meraih tangan bu Ela dan meminta nya untuk percaya.
Tapi bu Ela pun diam, dia seperti tidak punya keberanian untuk bicara sama sekali.
"Dirga, kamu harus tahu satu hal Dirga. Aku sudah beberapa hari ini mengawasi istri mu, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri saat Anin menggoda bapak di halaman belakang. Ketika bapak ingin pergi ke kebun, tapi aku diam karena aku tidak punya bukti nya!"
"Pagi ini aku datang untuk meminta sarapan karena aku sedang pusing dan aku tidak memasak sementara Okta mau pergi ke sekolah. Tapi saat aku akan membuka pintu, aku tidak sengaja melihat Istri mu sedang menggoda bapak. Kebetulan saat itu aku membawa ponsel dan aku pun mengambil gambar nya!" Jelas Tika dengan suara yang sengaja di buat semeyakin kan.
"Anin, apa yang di katakan oleh bapak dan mbak Tika itu benar?" Dirga bertanya pada istri nya.
"Aku berani bersumpah mas, aku tidak pernah menggoda bapak. Semua yang di katakan oleh mbak Tika dan bapak itu bohong mas, itu fitnah! Mbak Tika adalah selingkuhan nya bapak!" Anin berkata pada suami nya.
"Cukup Anin, jangan menuduh orang lain untuk menutupi semua kebusukan mu. Kau mengarang cerita padahal bukti nya sudah jelas kau wanita jalang yang menggoda mertua mu sendiri!" Tuduh Tika dengan keji nya.
"Mas,,,,!" Anin menatap mata suami nya penuh permohonan bawa dia tidak melakukan apapun seperti yang mereka tuduh kan pada diri nya.
"Anin, saat ini kamu pulang ke rumah orang tua mu. Kemasi pakaian mu, aku akan mengantar mu!" Dirga berkata pada istri nya.
"Mas, kau mengusir ku dan percaya pada fitnah mereka?" Tanya Anin dengan nada tidak percaya.
coba Ada yg sholat tiap malam tahajud pasti merasa kl Ada yg gk beres.
ndang dihajar Tika ini Thor gemesnya minta ampun deh 🔥