Yu-nian adalah putri dari seorang bangsawan di kerajaan Tangyu, suatu ketika dia terpaksa mengantikan kakaknya yang kabur untuk menikah dengan seorang menteri yang sangat berkuasa. Berbeda usia membuat Yu-nian selalu berbeda pemikiran. dengan sang menteri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Racun gairah.
Setelah keluar dari tempat sang Kaisar, Feng Shiyan mulai merasakan kepalanya sedikit pusing, tubuhnya tiba-tiba merasakan sesuatu yang tidak pernah dia rasakan. Badannya terasa panas, tubuhnya seolah bergejolak begitu luar biasa.
"Ada apa ini? kenapa tiba-tiba tubuhku seperti ini?" ucapnya. Feng Shiyan berusaha untuk mengendalikan tubuhnya, dia berjalan meninggalkan tempat Kaisar Tang, di setiap jalannya tubuhnya semakin merasakan sesuatu yang benar-benar terasa sangat menyakitkan. "Kenapa jadi seperti ini, sebenarnya apa yang telah aku makan dan minum tadi?" ucapnya kembali. Feng Shiyan nampak terlihat berusaha untuk mengendalikan tubuhnya, tiba-tiba salah satu prajurit yang berjaga di sekitar tempat Kaisar Tang mengikuti Feng Shiyan.
"Ada apa Jenderal?" tanya si prajurit yang melihat obat yang diberikan oleh Putri Qian man sudah menunjukkan reaksinya.
"Entahlah, tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan." jawab Feng Shiyan.
"Aku akan membantu jenderal." ucap si prajurit kembali. dia kemudian membantu Feng Shiyan untuk berjalan.
Tak lama kemudian Ren Fen datang dan melihat Feng Shiyan di papah oleh salah satu prajurit. "Ada apa dengan Jenderal?" tanya Ren Fen.
si prajurit nampak tersentak, dia terkejut ketika melihat komandan dari batalyon 1 sudah berada di tempat itu. "A.. komandan..," ucapnya. Si prajurit yang nampak terlihat gagap.
"Apa yang terjadi dengan Jenderal?" tanya Ren Fen kembali.
"Aku Aku tidak tahu, komandan." jawabnya yang langsung ketakutan. siapa yang tidak kenal dengan 2 orang kepercayaannya jenderal Feng, prajurit itu nampak gelisah, dia ketakutan dia bahkan tidak berani menatap wajah Ren Fen.
Kedua mata Ren Fen menata prajurit yang gelagatnya sangat aneh. "Kamu pergi saja, aku akan membantu jenderal." kata Ren Fen yang kemudian meminta prajurit itu pergi.
"Tidak komandan, Saya akan mengantar Jenderal." jawabnya bersih kuku.
"Kamu tidak usah mengantarnya, aku yang akan mengantar Jenderal ke kediamannya." jawab Ren Fen.
prajurit itu tidak berani melakukan apapun lagi, dia hanya terdiam sembari melihat Feng Shiyan yang dibawa pergi oleh orang kepercayaannya, dalam hati prajurit itu nampak kebingungan. Dia bahkan harus mencari cara untuk membawa Feng Shiyan ke tempat Putri Qian man.
"Bagaimana ini? pasti Putri akan sangat marah." ucapnya pelan yang kemudian mengikuti Ren Fen dan Feng Shiyan.
"Panas.. kenapa rasanya sangat panas?" Feng Shiyan merancau dia terus menepuk tubuhnya berulang kali.
"Ada apa, Jenderal?" apa yang terjadi?" tanya Ren Fen.
"Cepat bawa aku pulang, Ren Fen, cepat!" jawab Feng Shiyan.
"Komandan, lebih baik kita bahwa Jenderal ke salah satu tempat yang ada di sini, mungkin Jenderal sedang tidak enak badan." kata si prajurit yang sedikit memaksa.
Ren Fen memberikan tatapan mata yang begitu tajam, ada sesuatu yang terjadi dengan jendralnya itu, tak ada kata yang terucap dari mulut Ren Fen. Dia kemudian membawa Feng Shiyan pergi dari istana.
Ketika dia hendak keluar, Yu-nian berada di luar gerbang istana. "Apa yang terjadi?" tanya Yu-nian.
"Ada sesuatu yang terjadi dengan jenderal nyonya." jawab Ren Fen.
"Panas.. panas..," ucap Feng Shiyan berulang kali, kedua matanya menatap sang istri yang berada di depannya, seketika dia langsung mendorong tubuh Ren Fen dan memeluk Yu-nian dengan begitu erat.
Yu-nian terkejut ketika dia tiba-tiba dipeluk seperti itu. "Apa yang terjadi?" tanya Yu-nian.
"Aku tidak tahu nyonya, kelihatannya Jenderal makan atau minum sesuatu yang berbahaya.";jawab Ren Fen.
"Lebih baik kita membawanya pergi dari sini, kelihatannya suamiku mengalami sesuatu." ucap Yu-nian.
Ren Fen menganggukkan kepalanya, namun berbeda dengan prajurit yang dari tadi mengikuti Ren Fen dan Feng Shiyan. "Gawat gawat..," ucap si prajurit.
Di tempatnya Putri Qian man terus menunggu kedatangan prajurit yang diperintahkan untuk membawa Feng Shiyan. Wanita itu sudah memikirkan sesuatu yang indah. "Sebentar lagi pria itu akan menjadi milikku, aku sudah tidak sabar menunggu kedatangannya." ucapnya. Putri Qian man tersenyum begitu lebar, dia membayangkan hari-hari bahagia yang akan menjadi miliknya.
"Putri, putri akan mendapatkan Jenderal. Aku yakin Putri sebentar lagi akan menjadi wanita yang paling bahagia." kata si pelayan.
Putri Qian man wajahnya bersemu merah, dia nampak malu ketika pelayannya mengatakan hal itu. "Setelah semua rencanaku berhasil, aku pasti akan membuat pria itu bertekuk lutut padaku, aku akan meminta jenderal Feng untuk menceraikan gadis ingusan itu." ujar Putri Qian man ketika dirinya membayangkan semua keindahan yang ada di otaknya.
Sedangkan Feng Shiyan sudah pergi bersama sang istri, di dalam kereta kuda itu Feng Shiyan terus memeluk Yu-nian, menciumnya bahkan dia terus mengatakan kata 'panas'
"Apa yang terjadi dengan pria ini? pasti ada seseorang yang mencoba untuk menjebaknya?" ucap Yu-nian yang berusaha untuk menenangkan suaminya.
"Panas.. panas..," ucap Feng Shiyan berulang kali, wajahnya terus menatap Yu-nian. bibirnya terus menciumi wajah istrinya tanpa henti.
"Tenanglah..," Yu-nian menjauhkan wajah suaminya.
"Aku tidak mau." jawab Feng Shiyan yang terus mencoba untuk mencium istrinya.
Ren Fen dan salah satu pengawal yang berada di luar kereta kuda, nampaknya mereka yakin kalau Feng Shiyan saat ini berada di luar kendali tubuhnya, dia sudah menghirup atau meminum racun.
Perjalanan pulang itu menjadi perjalanan yang begitu penuh dengan cacian. ketika kereta kuda itu sampai di kediaman jenderal, Ren Fen meminta salah satu prajurit untuk memanggil tabib.
"Aku akan membawa Jenderal ke kamar, nyonya." ucap Ren Fen.
Yu-nian menganggukkan kepalanya, "Apa yang terjadi dengan pria ini? ini benar-benar menjengkelkan.'' ucap Yu-nian yang dari tadi mendapatkan perlakuan yang begitu liar dari suaminya.
"Ada apa nyonya?" tanya Naer.
"Kelihatannya ada seseorang yang hendak menjebak suamiku Kak." jawab Yu-nian.
tak berselang lama tabib datang dan memeriksa Feng Shiyan.
"Bagaimana tabib?" tanya Yu-nian.
"Kelihatannya Jenderal terkena racun gairah, nyonya." jawab tabib.
"Racun gairah? maksudmu?" tanya Yu-nian.
tabib itu menjelaskan mengenai apa yang terjadi dan tabib itu juga menjelaskan akibat yang membahayakan jika Feng Shiyan tidak segera menemukan obat penawarnya.
"Apa penawar yang harus aku berikan?" tanya Yu-nian yang tidak tega melihat suaminya seperti itu.
Tabib itu terdiam, Dia kemudian membisikkan beberapa kalimat di telinga Yu-nian.
"Apa kamu yakin?" tanya Yu-nian sedikit emosi.
Tabib itu menganggukkan kepalanya, Feng Shiyan terus berteriak, dia menarik pakaiannya dan bahkan dia merasakan kesakitan.
"Apa yang akan terjadi?" ucap Yu-nian. setelah berpikir cukup lama Yu-nian meminta semua orang keluar dari kamarnya, dia tidak akan membiarkan dirinya menjadi janda di pernikahan yang masih berusia belia itu. "Dasar orang-orang jahat, beraninya mereka mau menjebak suamiku." ucap Yu-nian yang kemudian mengunci pintu kamarnya.
"Panas.. panas..," Feng Shiyan terus mengatakan itu, wajahnya terlihat sudah memerah dengan kondisi tubuh yang sedikit mengkhawatirkan.
"Apa salahnya aku melakukan hal itu, dia kan suamiku, kami tidak melakukan kesalahan sama sekali." ucap yunian yang kemudian mulai melepas pakaiannya.
"Bersambung*