NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:491
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERSIAPAN JAUH SEBELUM PERJALANAN

Setelah resmi menjadi anggota Guild SSAWF, Patti langsung kembali ke Penginapan Kristal Morthwainn dengan langkah yang lebih ringan dan hati yang penuh semangat. Emblem guild berbentuk sayap besi dan kristal biru terpasang rapi di dada bajunya, memancarkan cahaya samar yang membuat setiap orang yang melihatnya langsung mengerti bahwa dia adalah bagian dari komunitas petualang yang dihormati. Saat memasuki halaman penginapan, Tharvonnian Grymmstone Valerius sudah berdiri di depan pintu utama dengan wajah yang penuh kebanggaan.

“Kabar baik sudah saya dengar, Pattiwisiana!” ucapnya dengan suara yang kuat namun hangat, menginjak langkah menuju Patti sambil membentangkan tangannya untuk berjabat tangan. “Seraphiniana sendiri mengirim pesan khusus untuk memberitahu saya tentang hasil tes mu katanya kamu adalah salah satu calon anggota dengan potensi terbesar yang pernah dia uji selama bertahun-tahun menjadi penguji guild. Saya sangat bangga denganmu, anak muda!”

Tak lama kemudian, Caelthasarian Lorthwainn Thalassar muncul dari dalam dengan nampan berisi roti baru dan jus buah ajaib yang masih menghangat. “Saya sudah menyiapkan makanan khas untuk merayakan kelulusanmu, Pak Pattiwisiana!” kata pemuda itu dengan senyum ceria. “Ini adalah roti gandum yang dibuat dengan ramuan herbal dari Highland Tharvonian ini bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu konsentrasi selama perjalanan jauh. Selain itu, jus buah ini terbuat dari buah-buahan yang hanya tumbuh di lereng Gunung Valdris ini bisa menjaga energi tubuh tetap stabil meskipun harus menghadapi kondisi lingkungan yang ekstrem.”

Patti duduk di taman kristal penginapan sambil menikmati makanan yang disediakan, sambil mulai merencanakan semua hal yang perlu dipersiapkan untuk ekspedisi ke Hutan Gelap Morghast. Dia mengambil amplop yang diberikan oleh Marthandelion Quixotian Blackthorn dan membukanya dengan hati-hati di dalamnya ada surat izin resmi, peta kasar Hutan Gelap Morghast yang diberi catatan oleh Gorthworgiann Thrain Ironfist, dan daftar persediaan dasar yang disarankan untuk ekspedisi tingkat menengah ke tingkat tinggi.

“Jika kamu mau, saya bisa membantu kamu menyusun daftar persediaan yang lebih rinci,” suara lembut terdengar dari belakangnya itu adalah Elenarianna Faelthasyr Moonveil yang membawa tas kecil berisi ramuan-ramuan penyembuh. “Hutan Gelap Morghast bukan tempat yang mudah selain makhluk gelap yang menghuni sana, ada juga berbagai jenis racun alam dan energi negatif yang bisa mempengaruhi kesehatan tubuh dan pikiran. Saya punya beberapa ramuan khusus yang bisa melindungi kamu dari efek tersebut, serta ramuan penyembuh darurat yang lebih kuat dari yang biasanya saya berikan.”

Patti menerima tas ramuan dengan rasa syukur yang mendalam. “Terima kasih banyak, Nyonya Elenarianna. Semua bantuan yang kamu berikan akan sangat berarti bagi saya. Sebagai solo player, saya harus bisa mengandalkan diri sendiri dan memastikan bahwa semua persediaan yang saya bawa cukup dan berguna.”

Pada sore hari yang sama, Gorthworgiann Thrain Ironfist datang ke penginapan dengan membawa beberapa alat penting untuk ekspedisi. “Saya sudah mempersiapkan beberapa hal yang kamu butuhkan,” katanya sambil membuka kotak kayu yang dibawanya. “Ini adalah kompas ajaib yang tidak akan pernah salah arah, bahkan di dalam hutan yang penuh dengan ilusi dan energi magis yang bisa mengganggu persepsi arah. Selain itu, ini adalah pisau bertajuk ganda yang terbuat dari baja kristal bisa digunakan untuk memotong tumbuhan, membela diri, bahkan bisa membantu dalam proses penyembuhan kecil jika diperlukan.”

Dia kemudian membuka peta yang sudah diberikan sebelumnya dan mulai menjelaskan setiap bagian dengan detail yang sangat rinci. “Rute utama yang biasanya digunakan untuk mencapai lokasi Bunga Pembebas Jiwa ada di sini melalui Jalur Sungai Hitam yang relatif aman jika kamu berhati-hati. Namun berdasarkan laporan terbaru dari Aetherlynn Morvayn Kaelthasar dan divisi intelijen guild, sebagian dari jalur itu sekarang sudah dikuasai oleh makhluk gelap yang semakin agresif. Jadi saya sarankan kamu mengambil jalur alternatif melalui Bukit Batu Hantu jalur ini lebih sulit dan penuh dengan rintangan alam, tapi jauh lebih aman dari ancaman makhluk gelap.”

“Bagaimana dengan regu Scarlet Blades?” tanya Patti dengan suara yang tenang. “Apakah mereka akan mengambil jalur utama seperti biasa?”

Gorthworgiann mengangguk perlahan. “Menurut informasi yang saya dapatkan, mereka memang berencana mengambil jalur utama mereka merasa bahwa kekuatan mereka sebagai regu cukup untuk menghadapi segala macam ancaman yang ada di sana. Tapi kamu harus ingat, Pattiwisiana keberhasilan ekspedisi bukan hanya tentang kekuatan fisik atau jumlah anggota regu. Kadang-kadang kesabaran, kecerdikan, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan jauh lebih penting daripada kemampuan untuk bertarung.”

Keesokan paginya, Patti pergi ke pasar utama Kota Valdris untuk membeli persediaan tambahan yang belum tersedia dari guild. Di jalan, dia melewati Culinarian Thalasariel Vendris di kedai milik Myrthannianna Thalasariel Vendris yang sudah ramai dengan pelanggan. Wanita itu langsung mengenali Patti dan mengajaknya masuk ke dalam kedai.

“Saya sudah dengar kabar tentang kelulusanmu dan rencana ekspedisimu ke Hutan Gelap Morghast,” ucap Myrthannianna dengan senyum ramah sambil membawa beberapa bungkusan makanan yang sudah disiapkan. “Sebagai seseorang yang dulunya sering melakukan ekspedisi ke berbagai daerah terpencil, saya tahu betul betapa pentingnya makanan yang tidak hanya bergizi tapi juga bisa bertahan lama dan mudah dibawa. Ini adalah makanan kalengan khusus yang saya buat dengan teknik sihir makanan terdiri dari berbagai jenis hidangan yang bisa langsung dimakan setelah dibuka, atau bisa dipanaskan dengan mudah menggunakan energi alam sekitar.”

Dia kemudian memberikan sebuah buku kecil berwarna coklat tua. “Ini adalah buku resep makanan yang bisa kamu buat sendiri di alam bebas menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di hutan atau daerah terpencil. Beberapa dari resep ini bahkan bisa memberikan efek magis tambahan seperti meningkatkan kekuatan fisik sementara atau melindungi tubuh dari cuaca ekstrem.”

Setelah berbelanja di pasar dan mendapatkan semua persediaan yang dibutuhkan, Patti kembali ke penginapan dan mulai mengemas barang-barangnya dengan sangat hati-hati. Dia menggunakan teknik pengikatan yang diajarkan oleh Aetherlynn Morvayn Kaelthasar dan sedikit dimodifikasi dengan teknik dari suku Highland Tharvonian yang diajarkan oleh Caelthasarian Lorthwainn Thalassar membuat semua barang bawaan terasa lebih ringan dan lebih mudah untuk dibawa, meskipun jumlahnya cukup banyak.

Saat malam mulai menjelma dan langit mulai dipenuhi dengan bintang-bintang yang bersinar terang, Patti keluar ke taman kristal penginapan untuk menghabiskan waktu sendirian dan mempersiapkan diri secara mental. Tak lama kemudian, dia mendengar suara musik akustik yang merdu datang dari arah taman kota yang tidak jauh dari sana suara yang sudah dia kenali. Dia berjalan menuju sumber suara dan menemukan Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper yang sedang bermain alat musiknya di tengah taman kecil yang sudah mulai sepi.

“Saya tahu kamu akan datang ke sini, Pattiwisiana Klobahrgeevinik,” ucap Lyranthiann dengan senyum ramah saat melihat Patti mendekat. “Saya sudah dengar tentang rencana ekspedisimu. Sebagai ahli sihir suara, saya punya sesuatu yang bisa membantu kamu dalam perjalananmu.”

Dia kemudian memberikan sebuah kotak kecil berisi beberapa senar khusus dari alat musiknya dan sebuah kalung dengan liontin kecil berbentuk daun. “Senar-senar ini bisa digunakan sebagai seruling kecil jika kamu bermainkan nada tertentu, ia bisa membantu kamu berkomunikasi dengan makhluk alam yang baik hati, atau bahkan bisa mengusir makhluk gelap yang tidak menyukai suara tertentu. Kalung ini dibuat dari kayu dari Pohon Keajaiban yang tumbuh di lereng Gunung Valdris ia akan memberikan perlindungan ekstra dari energi negatif dan bisa membantu kamu tetap tenang dan fokus meskipun berada dalam situasi yang sulit.”

“Terima kasih banyak, Pak Lyranthiann,” ucap Patti dengan emosi yang mendalam. “Saya tidak menyangka bahwa banyak orang yang bersedia membantu saya seperti ini. Sebagai solo player, saya merasa bahwa saya tidak akan pernah sendirian dengan dukungan dari semua orang seperti kamu.”

“Itu adalah inti dari menjadi anggota Guild SSAWF,” jawab Lyranthiann sambil mulai bermain musik dengan irama yang lebih menenangkan. “Meskipun kamu memilih jalan sebagai solo player, kamu masih punya keluarga besar di guild yang akan selalu siap membantu dan mendukungmu. Ingatlah selalu bahwa kekuatan sejati tidak hanya datang dari kemampuanmu sendiri, tapi juga dari hubungan yang kamu bangun dengan orang-orang di sekitarmu.”

Pada malam sebelum hari keberangkatan, seluruh penghuni Penglapan Kristal Morthwainn berkumpul untuk memberikan doa dan dukungan kepada Patti. Tharvonnian Grymmstone Valerius memberikan sebuah pedang pendek yang pernah dia gunakan saat masih menjadi petualang muda. “Pedang ini telah menemani saya dalam banyak ekspedisi berbahaya,” katanya dengan suara yang penuh dengan kenangan. “Ia bukan hanya senjata untuk bertarung, tapi juga simbol dari tekad dan keberanian untuk menghadapi segala macam tantangan. Semoga ia bisa melindungimu dan membantumu mencapai tujuanmu.”

Caelthasarian Lorthwainn Thalassar menghidangkan makan malam khusus yang terdiri dari hidangan-hidangan terbaik yang bisa memberikan energi maksimal untuk perjalanan panjang. Elenarianna Faelthasyr Moonveil memberikan ramuan terakhir untuk menjaga kesehatan tubuh Patti selama ekspedisi, serta memberikan nasihat tentang cara menggunakan ramuan-ramuan yang sudah dia berikan dengan benar.

Saat malam semakin larut dan semua orang mulai kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat, Patti berdiri di depan jendela kamar nya dan melihat ke arah Hutan Gelap Morghast yang tampak sebagai bentuk gelap di kejauhan. Dia menyentuh emblem guild di dadanya, merasakan semua bantuan dan dukungan yang telah diberikan oleh orang-orang di sekitarnya, dan merenungkan tujuan utamanya untuk menyembuhkan penyakit misterius di desa asalnya dan membuktikan pada semua orang bahwa dia adalah seorang petualang sejati yang layak dihormati.

Dia membayangkan wajah-wajah anggota regu Scarlet Blades yaitu Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain yang sombong, Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle yang suka menyindir, Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi yang kurang berpikir, dan Elenorwynne Faelenathyr Silvervein yang merasa kasihan tapi tidak berani berbicara. Dia tidak merasa marah atau dendam terhadap mereka yang dia rasakan adalah tekad yang semakin kuat untuk membuktikan bahwa dia bisa melakukan hal yang sama, bahkan mungkin lebih baik, sebagai seorang solo player.

Sebelum tidur, Patti memeriksa semua barang bawaan yang sudah dia siapkan dengan seksama dari persediaan makanan dan air, ramuan penyembuh, senjata dan alat bantu, hingga buku panduan dan peta yang diberikan oleh guild dan teman-temannya. Setiap barang yang dia bawa memiliki makna tersendiri dan akan menjadi bagian penting dalam perjalanan yang akan datang.

Dengan hati yang penuh tekad dan persiapan yang matang, Patti akhirnya tidur dengan harapan bahwa esok hari akan menjadi awal dari perjalanan yang penuh dengan tantangan namun juga penuh dengan harapan dari perjalanan yang akan membuktikan bahwa Pattiwisiana Klobahrgeevinik bukan hanya seorang pembawa barang, tapi seorang petualang solo yang kuat, cerdas, dan layak mendapatkan tempat di dunia yang penuh dengan keajaiban dan misteri.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!