NovelToon NovelToon
M.U.A Modern Di Zaman Kuno

M.U.A Modern Di Zaman Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Sistem
Popularitas:24.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.

Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.

Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.

Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.

Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.

Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.

Karena di dalam dunia Kekaisaran~

Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 dan 31.

***

Swooosh!

Angin malam tiba-tiba berputar kencang diatas gerbang wilayah Hutan Bambu, membuat lampu-lampu gantung yang ada di jalan bergetar halus.

"Ah! Apa itu?!" teriak Mei Fang sambil memundurkan langkahnya karena terkejut.

Lin Yue langsung menajamkan penglihatannya ke dalam kegelapan, lalu dia mendongakkan kepalanya ke atas langit.

"KELUARLAH!!" seru Lin Yue dengan nada tegas.

Dia sengaja tidak memanggil para penjaga bayangannya dan meminta bantuan sistem, karena dia ingin mengasah ketajaman kelima panca indera miliknya dan Mei Fang.

Lagi pula, dia sudah lama tidak mengasah kemampuan bertarungnya, jadi ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuknya dan Mei Fang.

Beberapa bayangan turun perlahan dari udara, gerakannya terlihat ringan seperti daun yang jatuh, namun membawa tekanan yang tidak biasa.

"Hmm, ternyata kekuatan kelima orang ini tidak main-main. Semoga saja mereka tidak membawa kekacauan malam ini ..." gumam Lin Yue dalam hatinya.

Tidak lama kemudian, sosok-sosk tersebut mendarat halus di atas jalan aspal yang baru saja selesai dibuat.

Pakaian mereka berbeda-beda, yang artinya mereka tidak terikat pada Sekte manapun di wilayah ini.

Mereka adalah para 'Kultivator Bebas'.

Salah satu pria dengan tinggi badan sekitar 185 cm melangkah maju, rambut hitamnya tergerai rapi dan tatapannya sangat tajam, layaknya tatapan mata seekor elang malam.

"Wilayah yang menarik!" ujarnya pelan, matanya menyapu seluruh wilayah itu.

"Siapa kalian?" tanya Mei Fang dengan sikap waspada.

"Jangan takut, Nona-Nona ... kami hanya ingin melihat wilayah baru yang berubah menjadi indah, hanya dalam satu minggu ..." sahutnya dengan nada dingin.

"Beraninya kalian masuk tanpa izin! Apakah kalian tidak bisa datang siang hari dengan sopan, hm?!" ujar Lin Yue dengan nada tidak kalah dingin.

Salah satu dari kelima pria itu tertawa rendah, seolah-olah meremehkan ucapan Lin Yue.

"Santai saja, Nona ... jangan nge-gas begitu bicaranya, hahaha! Kami tadinya hanya lewat saja, namun tempat ini terlalu mencolok untuk diabaikan," ujarnya sambil membuka kipas tangannya.

Wussh!

Lin Yue dan Mei Fang akhirnya melompat turun dari atas balkon kamarnya, lalu mereka melangkah maju dengan anggun ke arah mereka berlima.

"Jika ingin melihat-lihat, silahkan saja. Tapi jika kalian datang untuk membawa masalah ... kalian salah tempat!" ujar Lin Yue dengan wajah datar andalannya.

Nada suaranya tenang dan terdengar dingin, cahaya bulan menyorot wajah cantiknya di tengah kegelapan malam.

Salah satu dari mereka terkekeh pelan, saat mendengar ucapan Lin Yue.

"Heh, Gadis kecil! Berani sekali kamu bicara seperti itu kepada kami, huh?!" serunya dengan nada meremehkan.

"Hahahaha! Tentu saja aku berani! Kami hanya tidak suka dengan 'penyusup' seperti kalian ini ..." sahut Lin Yue sambil tertawa.

Pria itu terlihat emosi, saat Lin Yue menyebut mereka sebagai 'penyusup'.

"KAMU ...!!!"

Pria tinggi yang menggunakan jubah berwarna gelap petama langsung mengangkat tangannya, dia menahan temannya itu agar tidak membuat konflik dengan kedua gadis di depannya itu.

"Tenanglah! Tidak perlu bersitegang begitu, kami hanya penasaran saja ..." ujarnya dengan nada sedikit ramah.

"Perkenalkan, namaku adalah Qin Luo. Kami adalah Kultivator bebas, dan bagaimana dengan kamu? Siapa nama kamu?" ujarnya memperkenalkan diri, sambil menatap lurus ke arah Lin Yue.

"Han Lin Yue," jawab Lin Yue singkat dengan wajah datar.

"Hmm, keluarga Han, ya?" gumam Qin Luo sambil menganggukkan kepalanya.

"Jadi ini adalah wilayah keluarga Han yang baru saja datang itu ..." lanjutnya dengan suara pelan.

Salah satu teman Qin Luo berjongkok, lalu dia menyentuh permukaan jalan yang sudah di aspal itu dengan wajah penasaran.

"Bahan apa ini? Kenapa rasanya sangat halus saat disentuh? Sepertinya ini bukanlah batu biasa ..." ujar pemuda itu.

Lin Yue dan Mei Fang menyilangkan kedua tangannya di depan dada, mereka menatap jengah para 'penyusup' itu.

"Itu namanya 'Aspal'," sahut Mei Fang, datar.

"Bagaimana dengan itu? Apa namanya?" tanya salah satu anggota mereka yang ternyata adalah wanita, sambil menunjuk ke arah perumahan para warga.

"Rumah," jawab Lin Yue, singkat.

"Jangan bercanda! Kami juga tahu, jika itu adalah sebuah rumah! Maksud kami, terbuat dari bahan apa?" ujar wanita itu dengan nada kesal.

"Makanya kalau bertanya itu yang jelas! Kami hanya menjawab, apa yang kamu tanyakan diawal! Mengesalkan sekali, hmmp!" sahut Mei Fang dengan wajah kesal.

"Maaf, aku tidak bisa menjawabnya. Karena itu adalah ... Rahasia Keluarga Han!" ujar Lin Yue dengan nada tegas.

Suasana menjadi hening sejenak, lalu terdengarlah tawa Qin Luo.

"Hahahaha! Ini sungguh menarik! Sangat-sangat menarik!" ujar Qin Luo.

Lalu dia melangkah pelan, mendekat ke arah kedua gadis itu.

"Begini saja ... bagaimana jika kita sedikit menguji kemampuan malam ini? Apakah kalian berminat?" tanya Qin Luo.

Mei Fang dan Lin Yue langsung menyeringai tipis, saat mendengar maksud terselubung mereka.

Walaupun Lin Yue sudah bisa membaca jalan pikiran mereka sejak awal, namun dia ingin mendengar sendiri kata-kata tersebut keluar dari dalam mulut mereka.

"Cih! Akhirnya kalian bicara jujur juga tentang maksud kedatangan kalian malam ini ..." sinis Mei Fang sambil berdecih.

Dan Lin Yue tidak menolaknya.

"Baiklah! Tapi ini hanya sebatas 'sparring', oke?! Tidak ada yang boleh membunuh!" ujar Lin Yue dengan nada dingin.

Qin Luo mengangguk setuju.

"Sepakat!"

--

"Kita pindah tempat, jangan sampai mengganggu istirahat para warga di sini ..." ujar Lin Yue.

"Baik!"

Mereka berpindah ke area tandus di kedalaman Hutan Bambu, dimana tempat itu memang akan dibangun pusat latihan beladiri para warga.

Para penjaga bayangan mengikuti mereka dalam kegelapan, karena mereka tidak ingin majikan mereka terluka.

"Baiklah, siapa yang akan memulainya pertama kali?" tanya Qin Luo.

"Aku!" sahut Mei Fang.

"Dan aku!" sahut wanita yang ada dikubu Qin Luo.

"Aku Lan Xi," lanjut wanita itu memperkenalkan dirinya.

Keduanya saling menatap, dan tanpa aba-aba, Mei Fang langsung bergerak.

Wusssh!

Tubuhnya melesat seperti bayangan, dengan sebuah pedang tipis yang tiba-tiba muncul ditangannya.

Clang!

Lan Xi langsung menangkis pedang itu dengan kipasnya, membuat Lin Yue sedikit terkejut dengan refleksnya yang sangat cepat.

"Kecepatan menyerangmu sangat bagus," puji Lan Xi.

"Namun itu belum cukup cepat untuk mengalahkan aku!" lanjutnya dengan nada meremehkan.

Lan Xi memusatkan energi Qi-nya ke dalam kipasnya.

"Gerakan pertama seni angin-Bayangan Seribu Irisan!"

Tidak lama kemudian, angin berputar di sekitar kipasnya dan membentuk bilah-bilah tajam yang melesat ke arah Mei Fang.

Mei Fang langsung bersalto ke arah belakang, lalu dia memutar tubuhnya dengan lincah.

"Cih! Jangan pernah meremehkanku!" seru Mei Fang, kesal.

Boom!

Energi spiritual miliknya langsung meledak keluar, membuat pedang ditangannya bergetar.

"Tekhnik pertama Pedang Bulan-Pantulan Cahaya Malam!"

Sebuah cahaya putih langsung melesat keluar dari dalam pedangnya, menghancurkan bilah-bilah angin itu satu-persatu.

Blar! Blar! Blar!

Benturan energi itu membuat tanah disana menjadi retak halus.

Pertarungan itu berlangsung sangat cepat, serangan dan tangkisan terdengar silih berganti, membuat malam itu menjadi sedikit ... ramai.

Sekitar satu batang dupa besar habis, Lan Xi mundur dengan napas yang terengah.

Sementara Mei Fang, dia hanya berdiri disana tanpa lelah sedikitpun.

Napasnya masih teratur, dan wajahnya masih terlihat tenang.

"Menarik! Ternyata, kamu tidak lemah ..." puji Lan Xi dengan tatapan takjub.

"Terima kasih pujiannya. Kamu juga hebat," sahut Mei Fang sambil tersenyum.

Qin Luo menatap kedua wanita itu dengan wajah puas.

"Kalian sama-sama kuat. Hasilnya ... Seri!"

--

Qin Luo menatap ke arah Lin Yue.

"Sekarang giliran kita, Nona Yue," ujarnya.

"Silahkan mulai," sahut Lin Yue sambil maju ke depan Qin Luo.

Qin Luo mengangkat tangannya, membuat udara disekitarnya mmenekan lebih berat.

"Bersiaplah, Nona Yue! Aku tidak akan menahan diri," peringat Qin Luo kepada Lin Yue.

"Silahkan saja, Tuan Qin!" sahut Lin Yue sambil tersenyum dingin.

Swossh!

Qin Luo menghilang, lalu dia muncul tepat di depan Lin Yue dalam sekejap.

Tinjunya sudah dilapisi oleh energi Qi-tahap Legenda tingkat satu itu menuju ke arah Lin yue dengan cepat!

Akan tetapi~

Grep!

Lin Yue dengan mudahnya menahan kepalan tangan Qin Luo dengan mudah.

Hanya dengan menggunakan satu tangannya!

Semua orang yang ada disana langsung terpaku dengan mulut terbuka lebar, saat melihat sikap santai gadis cantik itu dalam menangkap serangan mematikan ketua mereka.

"HAAAAH ...??!!!" seru Qin Luo dengan wajah terkejut.

"B-bagaimana bisa ...?"

Lin Yue menatap Qin Luo dengan wajah datar.

"Gerakanmu itu terlalu ... Lambat!" ujar Lin Yue dengan nada meremehkan.

Lin Yue memutar kepalan tangan Qin Luo, lalu dia mendorongnya dengan sedikit energi dalamnya.

DUUM!

Qin Luo langsung terpental sejauh beberapa meter ke belakang, lalu dia mendarat dengan stabil, namun ada raut keterkejutan pada wajahnya.

"T-TIDAK MUNGKIN!"

Namun Lin Yue tidak memberikan jeda, dan langsung memberikan sebuah serangan susulan.

Dalam sekejap tubuhnya menghilang, lalu dia muncul disamping Qin Luo.

Slab!

"Kalau hanya segini kekuatan kalian, aku yakin ... kalian tidak akan mudah mengalahkan dan mengganggu tempat kami ini," bisik Lin Yue ditelinga Qin Luo, dengan nada meremehkan.

Qin Luo menyeringai, saat mendengar nada meremehkan gadis cantik itu.

"Baiklah, aku akan serius sekarang! Jangan pernah menyesalinya, Nona Yue!"

Energi spiritual Legenda tingkat satu meledak, membentuk aura besar di sekelilingnya.

BOOM!

Tanah yang ada disekitar mereka bergetar karena tekanan kuat itu.

"Hmm, menarik!" gumam Lin Yue sambil menyipitkan matanya.

Lin Yue mengangkat tangannya, energi spiritual Legenda tingkat puncak langsung mengalir dari tubuh ke arah tangannya dengan halus.

"Jika begitu ... maka aku pun akan melawan dengan sedikit serius juga,"

--

DHUAR!!

Sebuah benturan energi yang dahsyat langsung mengguncang tempat itu.

Gelombang kejut itu langsung menyebar, membuat pepohonan bambu disana bergoyang kencang.

Beberapa warga yang merasakan gelombang tersebut langsung bangun, dan mereka berlari ke arah datangnya gelombang tersebut.

Mereka berdiri agak jauh dari tempat kejadian, menonton dengan sikap waspada.

Setelah beberapa kali pertukaran jurus selama satu batang dupa besar, Qin Luo akhirnya mundur dengan napas tersengal.

Dia tertawa pelan, saat melihat Lin Yue masih seperti awal ... tidak ada gurat kelelahan di wajahnya.

Napas gadis itu juga masih terlihat stabil.

Qin Luo tidak menyangka, jika dia dikalahkan oleh seorang gadis belia yang masih berusia 17 tahun itu.

"Hahahaha! Cukup, Nona Yue!" ujar Qin Luo.

"Ternyata kamu sangat kuat," lanjutnya dengan nada lelah.

Lin Yue langsung menurunkan tangannya, dan menstabilkan energi dalam tubuhnya.

"Kamu juga sangat kuat, Tuan Qin. Hanya perlu melatih napasmu saja, agar dalam pertarungan sesungguhnya, kamu tidak akan kehabisan napas begitu," sahut Lin Yue sambil menyeringai.

"Baiklah ... baiklah ... aku mengaku kalah darimu," ujar Qin Luo, mengakui.

Qin Luo mengatur napasnya sambil menatap ke seluruh wilayah baru itu.

"Tempat ini ... akan menjadi tempat lahirnya para pendekar terkuat kedepannya," ujar Qin Luo.

Lalu dia berbalik ke arah Lin Yue dan Mei Fang, dia langsung menundukan kepalanya penuh hormat ke arah mereka.

"Kami tidak akan mengganggu waktu kalian lagi. Terima kasih sudah menemani kami berlatih, Nona Yue!" ujar Qin Luo.

"Sama-sama, Tuan Qin. Datanglah untuk berkunjung, kami akan menerima kedatangan kalian semua dengan senang hati ..." ujar Lin Yue sambil tersenyum hangat.

"Kami pasti akan datang ..."

Lan Xi melirik Mei Fang dengan tatapan penuh kekaguman.

"Sampai jumpa kembali, Nona Fang!"

"Sampai jumpa, Nona Lan ..." balas Mei Fang.

Tidak lama kemudian, tubuh mereka berlima menghilang ke dalam kegelapan malam.

WUSSH!

--

Keesokan harinya, gerbang besar wilayah Han terbuka lebar.

Sebuah papan besar tergantung indah diatas bangunan megah, bertuliskan:

'PAVILIUN ORCHID BULAN'

"Wah! Akhirnya dibuka juga Paviliun ini ..." ujar Mei Fang, yang berdiri disamping Lin Yue.

Lin Yue menganggukkan kepalanya dengan wajah puas.

"Ya. Hari ini kita akan mulai menarik perhatian mereka yang ada di luar sana, Fang'er ..." sahut Lin Yue.

Berkat 'promosi' terselubung para bawahan miliknya dari tiga hari sebelumnya, sekarang wilayah mereka sudah kedatangan kereta-kereta kuda mewah para Bangsawan.

Mereka dan para Kultivator bebas, serta para pedagang besar, masuk ke dalam sana dengan rasa penasaran yang tinggi.

"Wooow! Tempat ini terlihat berbeda dan indah! Rumah-rumah berjajar rapi, teratur, dan bersih!"

"Jalanannya juga halus sekali! Entah bahan apa yang mereka pakai, terlihat aneh, namun nyaman!"

Percakapan itu terdengar jelas dari dalam sebuah rombongan yang datang, membuat Lin Yue dan Mei Fang membusung bangga.

Lalu Mei Fang membisikkan kata di telinga Lin Yue.

"Jika mereka tahu bahwa semua bahan ini dari masa depan, mereka pasti terkejut sampai pingsan! Hahahaha!"

"Hahahahaha!"

--

Lalu mereka langsung bergegas masuk ke dalam Paviliun, dan menunggu dilantai atas bersama Aling dan Yuyu, ruangan pribadi Lin Yue.

Suasana di dalam Paviliun miliknya sangat ramai, terutama setelah terdengan suara pelayan Lin Yue yang berteriak menawarkan barang-barang yang ada.

"Para tamu sekalian, kami mempunyai Pil Penguat Qi tingkat tinggi dan Pil Pemulih dan Pemurni Meridian tingkat tinggi di sini! Stok terbatas dan khusus hari ini saja, kami akan memberikan diskon 50% untuk kalian semua!"

"Wah! Pil Langka terbaik ternyata ada di sini!"

"Aku akan membelinya!"

Seorang Kultivator muda langsung maju ke depan.

"Boleh saya tahu, berapakah harganya?" tanyanya.

"Harga normal 20 keping emas, namun karena ada diskon hari ini, maka harganya hanya 10 keping emas per satu butir, Tuan Muda," jawab pelayan itu sambil tersenyum.

"APAAAA?! Mahal sekali!" ujarnya dengan wajah terkejut.

"Jika sudah masuk lelang, maka harganya bisa ribuan kali lipat, Tuan Muda ..." ujar pelayan itu kembali.

Lin Yue yang mendengar percakapan itu langsung turun dari lantai atas dengan anggun.

"Jika Anda keberatan dengan harganya, silahkan Anda mencarinya ditempat lain, Tuan Muda ..." ujar Lin Yue dengan nada datar.

Semua mata memandang dua orang gadis cantik berwajah dingin, yang turun dengan anggun.

Kultivator itu menggeretakkan giginya, lalu dia memberikan sekantong uang emas berjumlah dua puluh keping ke tangan pelayan itu.

"Aku beli kedua pil itu," ujar pemuda itu.

Lin Yue tersenyum, saat mendengar ucapan pemuda itu.

"Saya menjamin keaslian pil-pil ini, dan Anda tidak akan kecewa telah membelinya,"

"Saya pegang kata-kata Anda, Nona!"

"Oke,"

--

Sementara itu di sisi bangunan lainnya, salon kecantikan milik Lin Yue sudah dipenuhi oleh para wanita Bangsawan yang ingin cantik.

Aling dan Yuyu sudah berada di sana untuk mempromosikan produk buatan majikan cantiknya.

"Apa benar krim ini bisa memutihkan dan menghaluskan kulit kami?" tanya salah satu gadis bangsawan yang berkulit agak gelap.

Aling dan Yuyu tersenyum ramah dalam menanggapi semua pertanyaan mereka.

"Jika Anda tidak percaya, Nona bisa mencobanya dulu di sini. Kami jamin, setelah dioleskan, hasilnya akan terlihat dalam hitungan detik!" jawab Aling sambil tersenyum.

Nona Bangsawan itu duduk dengan ragu, namun dia ingin cantik, sehingga dia menepis rasa itu jauh-jauh.

Yuyu mendekat dengan krim ditangannya, lalu dia mulai mengoleskan krim itu secara perlahan ke wajah Nona Bangsawan itu.

Setelah menunggu beberapa saat, Nona Bangsawan itu melihat ke arah kaca dengan wajah terkejut.

"Wah! Ajaib sekali! Wajahku terlihat halus dan kenyal, hanya dalam beberapa detik! Saya akan membeli dua paket!" ujar Nona Bangsawan iu dengan wajah sumringah.

"Baik, Nona. Pakailah sesuai dengan tulisan yang ada di dalam kemasannya, maka saya jamin ... kulit Nona akan menjadi seindah dan sehalus giok dalam beberapa hari saja," ujar Aling.

"Baik! Jika berhasil, maka saya akan mempromosikan produk ini kepada semua wanita Bangsawan di wilayah ini!" ujarnya dengan nada antusias.

Tidak membutuhkan waktu lama, berita itu menyebar bagaikan api yang membakar sekam.

Membuat nama Paviliun Orchid Bulan melambung naik, hanya dalam beberapa hari kedepannya.

--

Tiga hari kemudian, Lin Yue dan Mei Fang berdiri di depan jendela ruangan mereka, mengamati para pelanggan yang datang tanpa henti.

Kebanyakan dari mereka berburu beberapa pil langka, yang memang hanya dibuat beberapa saja oleh Lin Yue.

"Lihatlah, Yue'er! Mereka semua datang ke Paviliun kita! Kualitas produk ajaib milikmu memang tidak kaleng-kaleng!" ujar Mei Fang dengan nada ceria.

"Ini baru beberapa hari saja, Fang'er ... Kedepannya, keluarga Han kita akan dikenal oleh seluruh manusia di dalam Dinasti ini ..." sahut Lin Yue sambil tersenyum.

Kabar mulai tersebar, dan punci-pundi emas mengalir deras ke dalam peti uang mereka.

Namun tanpa mereka sadari, ada seseorang yang mengamati mereka dari kejauhan dengan tatapan dinginnya.

"Han ... Lin ... Yue!"

"Kita akan bertemu tidak lama lagi, dan aku akan membalas semuanya!"

"Tunggu saja!"

⚛⚛⚛

1
Atalia
hajar aja lin Yue biar kapok dan buat ulah di wilayah orang sembarangan lagi
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 .... Terima kasih dukungannya, Kak Atalia ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
Atalia
akhirnya yang ditunggu nongol juga
pokoknya jangan lama2 author soalnya nanti makin penasaran nii😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Atalia ... 🙏🏻🤗💖💖💖💖💖
total 3 replies
Teguh Aliyanto
kapan uf lagi thour😍
Teguh Aliyanto: ngpa blm up nih thor jam berapa up ny🤭🤭
total 2 replies
Atalia
emangnya lin Yue mau kamu kepedean banget
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke ... Terima kasih, Kak Atalia ... 🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
nah kan, jadi amnesia sesaat ini 1 anak manusia
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Mendadak Amnesia, karena othor lupa kasih namanya, Kak Elle ...🤣🤣🤣.
total 1 replies
Atalia
wah siapa yaa yang mau buat onar di wilayah keluarga Han
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🥰🤗🤗🥰🥰🥰🫰🏻🫰🏻🫰🏻💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 3 replies
Rahman Hayati
mampir dulu kalau suka kita lanjut
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima hadir dan dukungannya, Kak Hayati ... 🙏🏻😊💖💖💖
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
namaku masih dirancang sama author nya 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞: pasti lagi pusing mikirin nama apa yang cocok untuk si beliau itu 🤣
total 2 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
Xialan, diriku lupa lagi siapa ini /Facepalm/
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Selir pilihan Kaisar Longhui, Kak ... yang belum sempat jahatin Lin Yue, malah perang Kekaisarannya ... 🤣🤣🤣.
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
aku juga lupa thor 🤣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
siapa lagi itu musuh nya, kok msh ingat aja sama Lin Yue
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga bingung, mau kasih musuh yang mana nanti, yang akan ketemu sama Lin Yue duluan ...😂.
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ternyata cinta kaisar tulus untuk Lin Yue, jadi gak tega liat nya
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞: iya kak, sama² 😇
total 8 replies
Yue Li MZy
siapa ya jadi penasaran,apa dia jodoh nya Lin Yue?
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga bingung, Kak ... apakah dia yang akan aku jadikan pasangan Lin Yue, atau ada pilihan lain di akan datang? ... 😂😂😂. Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻🤗💖💖💖
total 1 replies
Atalia
masih penasaran sama orang yang ditolongin author 😁
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Atalia ... 🤗💖💖💖
total 3 replies
Atalia
yah masa digantungin kayak jemuran sii author
ditunggu yaa kelanjutannya autho
😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ... Oke, Kak Atalia ... 🤗💖💖💖
total 1 replies
Marsya
siapa??¿??,apa ank jendral dr kerajaan elang itu?????????,
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hmmm, rahasia Kak .... 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Marsya
mengapa?,mengapa?,mengapa?????,author gatungin critanya/Grimace//Grimace//Grimace//Grimace//Grimace/
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Aku juga tidak mengerti, Kak Marsya ... kenapa tiba saja aku mau menggantungnya ... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
chiara azmi fauziah
oke thot aku sudah like dan sucrep favorit
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Chiara ... 😊🙏🏻💖💖💖
total 1 replies
Atalia
penasaran banget nii gimana kehebatan mereka semoga nggak mengecewakan yaa author
ditunggu yaa kelanjutannya author
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Semoga saja otak mungilku dapat berinovasi dengan baik, ya Kak Atalia ... agar bisa menulis cerita ini dengan baik ...🤭🤭🤭
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
zhuang erdan hebat kuat
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Tapi kejam ... gak cocok sama Lin Yue ... 😁😁😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!