NovelToon NovelToon
Mawar Memar

Mawar Memar

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:735
Nilai: 5
Nama Author: RJ Moms

Dia tumbuh dengan begitu indah, begitu mempesona siapapun yang melihatnya. Gadis cantik yang energik, pintar dan cerdas. Penghargaan pun tidak hanya satu atau dua yang dia dapatkan. Tapi berjejer menghiasi seluruh isi lemari kacar di kamarnya. Terlahir dari keluarga kaya raya, dengan fasilitas mewah dan semuanya bisa dia dapatkan hanya dengan mengatakan satu hal “aku mau ini.” Makan semuanya akan menjadi miliknya. Namun, siapa sangka. Mawar cantik itu menyimpan luka yang begitu dalam. Luka apakah itu? Lalu akankah dia menemukan obatnya? Mari saksikan kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RJ Moms, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I love you

“Delanaaaa!”

Rex berteriak setelah dia melihat postingan Delana di SW -nya.

Delana cekikikan dari dalam kamar. Dia sengaja memosring foto itu untuk membuat Rex marah dan datang ke kamarnya.

Belakangan ini pria itu begitu sibuk dan selalu saja berada di ruang kerjanya.

Padahal Delana memosting foto itu dan hanya kontak Rex saja yang bisa melihatnya.

“Buka, Delana.”

Rex masih berteriak.

Gadis itu segera bersembunyi di balik selimut besarnya.

Pria yang memang tidak memiliki kesabaran itu langsung membuka pintu kamar Delana.

“Keluarlah, jangan bersembunyi lagi. Jelaskan padaku apa yang kamu lakukan?”

Delana masih diam di bawah selimut. Meringkuk seperti anak kecil.

“Delana ….” Rex menarik selimut itu. Delana langsung duduk dan menatap Rex dengan wajah cemberut.

“Apa kamu ingin Angga, dwi dan yang lain nya melihat kamu seperti ini?”

“Ya nggak lah!”

“Hapus!”

“Gak mau.”

“Lanaaaa.” Rex sedikit geram.

“Lagian cuma bapak aja kok yang bisa lihat. Sengaja aku setting begitu makanya berani upload fotonya.”

Rex sedikit ngelag denga apa yang diucapkan Delana.

Apa dia sengaja memancingku agar menghampirinya? Dasar gadis nakal.

“Kenapa?” Tanya Rex dengan suara lembut. Dia duduk di hadapan Lana.

“Bapak tau gak akhir-akhir ini sibuk banget? Bahkan gak punya waktu buatku meski sekedar ngobrol sebentar.”

“Maaf, ya. Tapi kerjaan ku belakangan ini memang sangat banyak.”

Delana cemberut dengan bibir sedikit maju. Melihat hal itu Rex tidak punya kekuatan untuk menahan diri.

“Sudah?” Tanya Rex setelah mencium bibir Delana.

Gadis itu membuang muka, masih dengan wajah cemberut nya.

“Lana ….”

Ucapan Rex belum selesai, Delana menutup bibir pria itu dengan mulutnya.

Apa yang bisa dilakukan Rex jika sudah di pancing seperti itu, tidak ada yang bisa dia lakukan. Serangan lembut dari Delana dibalas membabi-buta oleh Rex.

Rex menarik diri saat dia hampir kehilangan kendali lagi, namun Delana menarik rubu pria itu agar tidak pergi.

“Lakukan,” bisik Delana di telinga Rex.

“Belum waktunya, sayang.” Ujar Rex sambil menatap wajah gadis yang kini ada di bawah tubuhnya.

“Apa kau benar-benar tidak menginginkannya, Rex?”

Untuk sesaat Rex hanya bisa diam mempertimbangkan jawaban apa yang akan dia berikan pada Delana.

“Yes, i’am.”

Malam itu menjadi saksi bagaimana kedua insan yang sedang dimabuk gelora yang sangat panas, telah memecahkan batasan seorang gadis kecil yang selama ini hidup penuh tekanan tanpa merasakan apa itu kasih sayang dan cinta.

Jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari. Delana tertidur pulas dengan lengan atas Rex sebagai bantalnya, sementara Rex masih terjaga.

Dia merasa bersalah pada Delana karena telah merenggut kegadisan nya tanpa memberikan ikatan terlebih dahulu.

Tidak, ini salah. Seharusnya bukan seperti ini. Dia kekasihku, seharusnya aku memberikan ikatan yang resmi untuk mendaptkan kegadisan nya. Rex, ayolah! Apa yang kamu lakukan?

Pikiran Rex begitu berisik mengalahkan dirinya sendiri.

Delana beringsut, dia merasa kedinginan saat selimutnya tidak menutupi nya dengan benar.

“Kemarilah, sayang.” Rex mendekap tubuh Delana semakin erat, seraya menarik selimut untuk bisa menutupi nya dengan benar.

Rex menatap langit-langit kamarnya seraya berpikir tentang apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Dia tidak mungkin terus seperi ini. Hidup bersama tanpa sebuah ikatan yang nyata.

Dia ingin memberikan Delana sebuah kehormatan tentang betapa berharganya dia dalam hidup Rex.

Pagi menjelang, mata Rex belum juga terpejam. Dia turun dari tempat tidur, dan kembali ke kamar dengan sangat hati-hati. Sementara Delana masih tertidur lelap.

Pria itu membersihkan dirinya, lalu berdandan rapi sebelum membangunkan Delana.

Lantas dia kembali ke kamar Delana untuk membangunkan nya.

“Sayang, bangunlah. Sudah siang.”

Delan bergumam. Rex tertawa kecil melihat wanitanya menggeliat tanpa busana. Dia kembali menutupi tubuh wanita itu.

“Sayang, bangun. Aku ingin membawamu bertemu dengan seseorang.”

“Siap?” Tanya Delana parau.

“Ibu.”

Mendengar siapa yang akan dia temui, mata Delana langsung terbuka sempurna.

Rex tersenyum.

“Ibumu?”

Pria itu mengangguk, “ya, kita temui beliau untuk meminta restu.”

“Restu?”

“Aku ingin menikahimu, Lana.”

Mata Delana berair. Dia merasa sangat bahagia dan juga terharu atas apa yang baru saja Rex katakan.

“Ayo, perjalanan kita cukup jauh.”

Dia mengangguk, lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi. Selagi Delana membersihkan tubuhnya, Rex duduk di atas kasur sambil bermain ponsel.

Gadis itu keluar dengan memakai handuk, rambutnya basah, air menetes ke atas lantai dari rambutnya yang hitam lurus.

Dia duduk di depan meja rias, menyemapingkna seluruh rambutnya untuk dia keringkan, hingga leher nya terlihat jelas. Bulu-bulu kecil di tengkuk Delana membuat pikiran Rex melayang ke mana-mana.

Shittt! Kenapa dia selalu saja membuatkan tidak bisa mengendalikan diri.

Delana melihat dari pantulan cermin bagaiamana tatapan Rex seperi singa kelaparan itu. Dia tersenyum.

Dengan sengaja Delana mengangkat semua rambutnya hingga seluruh lehernya terlihat jelas. Dia bahkan berpura-pura meresapi kan handuk yang sedang dia pakai, dan membuat posisinya sedikit ke bawah.

Rex menghela nafas dalam.

Delana berjalan untuk mengambil pakaian.

“Hentikan itu, Lana.”

“Apa?” Tanya Delana menggoda.

Rex tahu mereka akan pergi ke rumah ibunya, Delana dan dirinya pun sudah dalam keadaan bersih. Lagi pula semalam dia sudah melakukan nya, Delana pun masih terlihat kesakitan.

Pria itu memilih pergi daripada dia terus berada di sana dalam keadaan membara tapi hanya bisa diam menahan segalanya.

Delana tertawa.

“Bagaimana? Apa aku cantik?” Tanya Delana saat dia bertemu Rex di bawah.

Rex hanya memeluk sekilas sambil mencium kening Delana.

“Ayo kita pergi,” ujarnya sambil mengenggam tangan Delana.

Mereka pergi tanpa Angga dan Tias, hanya Dwisasono yang ikut karena dia memang supir sekaligus bodyguard pribadi nya.

Ada dua mobil yang mengikuti dari balakang.

Kedua insan itu memang sama-sama sedang dimabuk asmara, terutama Delana. Dia begitu manja pada Rex. Dia bahkan tidak malu-malu lagi untuk menyentuh, bersikap ataupun meminta sesuatu pada pria itu.

Semenjak dia menyerahkan apa yang menjadi hal yang berharga pada Rex, Delan mengklaim bahwa dia sudah menjadi milik Rex, pun sebaliknya.

Delana bahkan tidak memanggil Rex dengan kata ‘pak’ lagi.

“Apa sudah dekat, Mas?”

“Sebentar lagi, sayang.”

“Aku sedikit gugup. Bagaimana kalau ibumu tidak menyukaiku?”

Rex merangkul kekasihnya.

“Tidak akan. Dia pasti akan sangat menyukaimu.”

“Kenapa bisa begitu yakin?”

“Apa yang aku suka, ibu pasti menyukainya.”

Delana mencubit pinggang pria itu, lalu memeluknya erat.

“Apa kamu bahagia, Lana?”

Delana mengangguk, “hmmm.”

“Hidupku tidak mulus, aku bukan orang baik dan musuhku banyak. Hidupmu tidak akan selalu aman meski banyak yang menjagamu.”

“Lagi pula sejak kapan hidupku aman? Dari dulu aku hidup dalam tekanan dan bahaya bahkan di rumah sendiri. Kamulah rumah yang membuatku merasa nyaman dan damai.”

Rex tersenyum lalu mengecup kepala Delana.

“I love you, Rex.”

1
Mujria Ria
padahal ceritanya bagus TPI belum ada yg baca yaa?? di tunggu kelanjutannya thor
Chaw_Mully: Hehehe gak apa-apa kak, mungkin belum rezekinya 😄. Makasih ya udah mampir😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!