NovelToon NovelToon
Hasrat Om Bhara CEO POSESIF

Hasrat Om Bhara CEO POSESIF

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / CEO / Romantis / Cintamanis / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: giyonk17

"sebenarnya disini yang mesum siapa Aku atau kamu ,honey"! tanya bhara laki laki yang kini sedang mengungkung tubuh Zahra ,gadis berusia 18 tahun yang baru saja lulus sekolah.
Zahra terdiam ,sungguh kali ini dia tidak bisa berkutik ketika bhara menindihnya saat ini, gadis yang selalu penasaran dengan rasanya bercinta ,sepertinya akan merasakannya di bawah belenggu serangan CEO posesif yaitu tuan bhara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon giyonk17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 26

."Apa ini benar"!!

suara pak Yusuf terdengar paro saat ini,entah perasaan apa yang singgah di relung hati kecilnya, perasaan bersalah kah atau apa,,entahlah.

"Sepertinya begitu,pak,tapi"!!

ucapan bhara pun sengaja tergantung seperti cinta Zahra padanya.

"Tapi apa,tuan,jangan membuat saya semakin penasaran"!

Sahut pak Yusuf sambil menatap serius ke arah laki laki tampan di hadapnya itu .

"Tapi sepertinya keluarga tersebut tidak tinggal di negara ini,melainkan di Jerman".

Jelas bhara akhirnya

Terdengar helaan nafas panjang dari laki laki paruh baya tersebut .

"Apa masih ada harapan untuk Zahra bisa bertemu kedua orang tuanya dan mengetahui kenyataan yang sesungguhnya."

Ucap pak Yusuf lirih sambil menahan air mata yang sudah megembun di pelupuk matanya .

"Yaa,, jika tuhan berkehendak,pasti semuanya akan terjadi".

Jawab bhara akhirnya,,bagi bhara hanya untuk pergi ke Jerman dan menemui tuan sagata adalah hal yang mudah,apalagi alamat tempat tinggal keluarga sagata sudah ada di tanggan bhara,tapi masalahnya apa memang benar jika Zahra anak dari keluarga tersebut,,.

Bhara masih menimbang-nimbang untuk mengambil keputusan dengan cepat,apalagi untuk saat ini bhara masih belum bisa meluluhkan hati Zahra,bhara hanya tidak ingin jika kebenaran terungkap ,dia akan lebih sulit lagi mendapatkan hati Zahra setelah itu.

"Kalau begitu saya permisi".

Kata bhara akhirnya setelah di rasa informasi yang akan di sampaikan kepada pak Yusuf tiada lagi.

"Baik tuan bhara,sekali lagi terima kasih sudah membantu saya mencari tahu tentang keluarga Zahra,,selebihnya jika anda benar benar serius dengan Zahra maka saya akan mengijinkannya"!

Kata pak Yusuf akhirnya memberi lampu hijau kepada laki laki tampan di depannya,meskipun pak Yusuf belum tahu jika laki laki di depannya adalah seorang duda,tapi apa salahnya jika sang anak jika menyukai nya.

Hemmmm"!!

Jawab bhara dengan senyum yang sudah tidak bisa luntur dari wajah tampannya...

"Jalan Vin"!!

Kata bhara setelah masuk ke dalam mobil.

Dari atas lantai dua Zahra pun mengintip lewat cela gorden yang menutupi jendela kamarnya.

"Dia sudah pulang ya"!!.

Gumam nya terlihat jelas wajah nya yang nampak lesu setelah kepergian mobil bhara dari rumahnya.

"Pulanglah,Vin"!!

Kata bhara akhirnya setelah mobil tersebut berhenti tepat di halaman mansion.

"Baik , boss"!!

Jawab Kelvin akhirnya,setelah di pastikan sang boss masuk ke dalam mansion,Kelvin pun masuk ke dalam mobil kembali dan pulang menuju apartemen nya.

Selamat sore tuan"!!.

Sapa bik Sri yang sudah berdiri di ambang pintu menunggu kepulangan tuan mudanya.

"Hemmm"!!

Sahut bhara sambil melangkah masuk dan menaiki anak tangga.

"Maaf tuan,ini sepertinya dia undangan untuk anda"!

Sergah bik Sri dengan cepat sebelum tuan mudanya naik kelantai dua menuju kamarnya.

Bhara orang n menghentikan langkahnya dan menatap sebuah undangan yang di berikan bik Sri.

Sebuah undangan pernikahan dari salah satu rekan bisnisnya.

"Terimakasih Bik"!

Kata bhara akhirnya lalu kembali melanjutkan langkahnya  menuju anak tangga.

"Merry,,kenapa kau memakai daster beberapa hari ini"!

Tanya Wiwin kepada salah satu teman nya yang sama sama pelayan mansion di kediaman bhara.

"Jangan pura pura tidak tahu,apa kau sengaja akan mengejek ku"!!.

Sahut Merry dengan tatapan tajam tertuju kepada Wiwin.

"Makanya jangan aneh aneh,ingat kita hanya pelayan di sini,jadi jangan bermimpi bisa jadi nyonya di mansion ini".

Kata Wiwin mengingatkan teman sefrekuansi nya itu.

"CK,lihat jasa aku Bakan bikin tuan bhara melihatku dan menjadi milikku".

Gumam Merry lirih dengan tatapan sinis dia tujukan ke arah Wiwin.

"Merry ,Merry ,mimpimu terlalu tinggi"!!.

Ucapnya lagi sebelum melangkah menuju dapur untuk mulai masak makan malam..

Malam pun tiba..

Di kediaman pak Yusuf.

"Aahaa,, akan ingat sekarang"!!

Teriak Zahra hingga membuat suasana meja makan tersebut menjadi heboh karena ulahnya .

"Ada apa sayang"!!

Tanya Bu Nita yang ikut terlonjak kaget karena teriakan Zahra.

"Hehee,maaf maaf"!!.

Sahut Zahra tak enak hati pasalnya ke 3 pasang mata sedang menatap ke arahnya penuh tanya.

"Mbak,aku tadi melihat pacar mbak sinta"!!

Kata Zahra lirih sambil menatap ke arah Sinta yang akan ni juga sedang menatapnya.

"Apaa,pacar,maksudmu"!?

Tanya saja nya yang mulai bingung,pasalnya dia sama sekali tidak memiliki pacar.

Zahra pun reflek menutup mulutnya saat Bu Nita menatapnya intens dengan kening yang sudah bertaut.

"Ayo kita lanjutkan makanya"!!

Sahut Zahra akhirnya yang juga masih bingung dengan ulahnya sendiri.

Sedangkan di mansion,bhara yang sedang menikmati makan malamnya sendiri,yaa selalu sendiri apalagi setelah bercerai dengan Jesika sang mantan istri yang tak pernah menganggapnya ada itu,kini suasana makan setiap malam hampir sama sendiri.

Namun bhara sudah mulai terbiasa dengan hal tersebut,.

Tak..!!

Terdengar bhara meletakan garpu dan sendok nya dengan kasar .

Bik Sri yang sedang berdiri tak jauh dari meja makan pun sontak menatap ke arah tuan mudanya .

"Ada apa tuan"!?

Tanya bik Sri dengan hati hati .

"Siapa yang masak ini semua"!?

"Wi-wiwin,tuan"!!

Jawab bik Sri seketika rasa gugup menyelimuti dirinya apalagi saat melihat tatapan tajam bhara saat ini.

"Pastikan dia menghabiskan makanan ini semuanya"!!.

Kata bhara sambil beranjak meninggalkan meja makan dengan makanan yang masih utuh.

"Wiwin,Wiwin"!!.

Teriak bik Sri saat tuan mudanya sudah pergi dari meja makan tersebut .

"Ada apa bik Sri"!!.

Jawab Wiwin sambil berlari mendekat ke arah bik Sri.

"Apa kamu sengaja ingin membuat tuan muda terkena tensi"!!

"Apa,,maksudnya ,ada apa bik"!?

Tanya Wiwin yang mendadak bingung,tidak biasanya tuan mudanya seperti ini soal masakan ,apalagi masakan Wiwin sudah sangat cocok dengan tuan mudanya.

"Cepat habiskan makanan itu,jika tidak patuh Ngin di pecat oleh tuan muda"!

Kata bik Sri sambil menunjuk makanan yang masih teronggok di atas meja.

"Apaa"!!.

Kata Wiwin lagi sambil mendekat ke arah meja makan dan.

"Ugh,'!!

"Kenapa asin sekali"!!

Kata nya sambil menutup mulutnya yang sudah akan muntah.

"Ini tidak hanya asin ,bahkan sudah sampai pahit rasanya".

Gumam Wiwin sekuat tenaga menelan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya .

"Mampus kau Wiwin";;.

Kata Merry dari balik dinding pembatas antara ruang makan dengan dapur .

Setelah dirasa rencananya berhasil Merry pun segera masuk ke dalam kamarnya dengan perasaan yang sangat bahagia.

"Ada yang tidak beres"!!

Batin Wiwin sambil membereskan makanan yang tidak layak makan tersebut,tapi Wiwin tidak ingin curiga begitu saja kepada orang lain,bisa jadi dia salah memberi garam.

Pagi pun tiba ,,

Zahra yang sudah siap dengan seragam sekolahnya .

"Dek,,tunggu"!!.

Kata sinta mencegah sang adik yang akan melangkah menuju meja makan.

"Apa kemaren kamu benar bertemu dengan Martin"!?

Tanya sinta yang tingkat penasaran sudah di ujung ubun ubun nya saat ini.

Senyum pun mengembang sempurna pada wajah cantik Zahra..

"Penasaran niyee"!!

Celetuk Zahra menggoda sang kakak.

"CK,jangan menggodaku"!

Sahut Sinta dengan pipi yang sudah merona merah saat ini.

"Emmm,aku bertemu di kantor om duda"!

"UPS"!!

Zahra pun menutup mulutnya nya kembali saat Sinta mulai menatapnya curiga.

"Apa kamu ada main dengan om om"!?

Dengan cepat Zahra menggelengkan kepalanya ,.

"Lalu"!!

"Mbak,jangan bilang siapa siapa,mbak ingat kan laki laki yang sering menemui ku itu,dia yang aku maksud om duda"!!

"Apaaa"!!

Pekik Sinta kaget setengah modar,

"bagaimana bisa laki laki setampan itu bisa menjadi duda,apa mantan istrinya dulu sudah tidak bisa melihat,atau jangan jangan istrinya dulu meningoy"!!

Kata sinta dengan tingkat penasaran nya yang sudah ingin meledak Bahkan dia lupa akan pertanyaan nya tentang Martin.

"CK,jangan keras keras,nanti ayah sama ibu tahu.lagian kenapa mbak jadi kepo masalah om duda sih bukanya mbak sinta tadi tanya soal Martin Martin itu"!

Sahut Zahra sambil berbisik ke arah sang kakak.

"Hehee,maaf lupa,trus bagaimana"!

"Apanya"!?

"Pertanyaan mbak tadi"!?

"Kalian pada ngapain sih ,masih pagi sudah menggosip cepat sarapan jangan sampai kalian telat"!.

Suara Bu Nita pun membuat kedua kakak beradik tersebut hanya bisa saling pandang saat ini.

"Ayo sarapan saja,nanti aku wa"!!

Kata Zahra sambil menarik tangan sang kakak untuk menuju meja makan .

"Sepertinya mbak tidak bisa antar kamu deh,mbak ada meeting pagi ini"!?

Kata sinta di sela sela sarapan mereka.

"Santuy saja mbak, Zahra bisa berangkat sendiri,aman pokoknya"!!

Kata Zahra sambil meneruskan sarapannya .

"Kalau begitu mbak duluan ya,"

Kata sinta sambil berpamitan kepada kedua orang tuanya.

Zahra hanya mengangkat satu jempolnya ke udara .

"Apa mau ayah antar"!?

Tanya pak Yusuf..

"Tidak perlu,ayah,,ayah berangkat kerja saja "!

Sahut Zahra sambil mengambil susu dan meneguknya hingga tandas .

Tiiit"!!

Suara klakson mobil menghentikan langkah gadis cantik yang ang sedang berjalan menuju halte bus.

Zahra pun menatap ke arah mobil mewah tersebut dan benar saja pemandangan yang bisa memanjakan hati di pagi hari.

Wajah tampan om duda satu ini memang tidak pernah gagal.

"Ya tuhan,,dorong lah hambamu ini hingga jatuh kepelukan nya lagi"!

gumam bhara yang malah membayangkan berada di dekapan seorang Mahesa bhara Aditama.

Tiiit"!!

Aaaarg,otakku"!!

Pekik Zahra sambil terlonjak kaget karena suara klakson mobil tersebut yang membuyarkan khayalannya.

"Masuk"!!

Kata bhara dari depan kursi kemudi.

Ya pagi itu bhara memilih membawa mobil sendiri ,sengaja karena tidak ingin Kelvin mengganggunya saat bersama gadis kecilnya.

Brak.."!!. Pintu pun di tutup oleh Zahra saat dia sudah masuk ke dalam mobil mewah tersebut.

"Mau ngapain"..

Kata Zahra sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Klik..!!

"Pakai sitbell mu"!!.

Sahut bhara sambil memasangkan sitbell untuk Zahra.

Malu..pastinya apa yang ada di pikiran gadis bar bar tersebut,dicium oleh duda tampan lagi,atau jatuh dipelukan nya ,ooh entahlah,sepertinya setelah ini otaknya akan terkontaminasi dengan hal hal 21 plus yang bisa membuat seorang Zahra menyala.

1
Reni Anjarwani
doubel up
Reni Anjarwani
lanjut thor
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!