NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Rahasia di Balik Kabut Hutan

Pagi kedua di perkemahan dimulai dengan kabut tebal yang menyelimuti tenda-tenda ALVEGAR. Suasana yang tadinya tenang mulai terasa sedikit mencekam karena jarak pandang yang terbatas.

🏹 Sang Pelacak dan Sang Petarung

Di saat yang lain masih bergelung di dalam kantong tidur, Keysha sudah bangun. Dia sedang melakukan latihan rutin—gerakan karate dan judo yang lambat namun presisi—di atas sebuah batu besar yang lembap.

Asean muncul dari balik pohon, membawa seikat kayu bakar kering yang dia temukan di bawah perlindungan tebing. Dia berhenti sejenak, mengagumi gerakan Keysha yang terlihat sangat menyatu dengan alam.

"Gila, Key. Loe kalau lagi latihan di hutan gini kayak pendekar dari film-film kuno," ujar Asean sambil mendekat.

Keysha berhenti, lalu menatap Asean datar. "Jangan cuma liatin. Sini, bantu gue cek perimeter. Gue ngerasa ada yang aneh dari tadi malam."

Asean langsung memasang wajah serius. "Aneh gimana? Hewan buas?"

"Bukan. Gue nemuin jejak sepatu boots militer di jalur belakang tenda kita. Itu bukan jejak sepatu anak-anak ALVEGAR. Jejaknya terlalu dalam, artinya orang itu berat atau bawa beban berat," jelas Keysha sambil menunjuk ke tanah yang becek.

Asean berjongkok, memeriksa jejak itu. "Bener juga. Dan arahnya... menuju ke arah tenda logistik."

💄 Yasmin: Si Fashionista yang Siaga

Sementara itu, di depan tenda The Queens, Yasmin sedang sibuk menggunakan cermin kecilnya untuk memakai sunscreen. Meskipun di hutan, penampilan adalah nomor satu bagi Yasmin. Namun, jangan salah, di balik tas riasnya, Yasmin adalah orang yang paling teliti soal barang bawaan.

"Nila! Loe liat tas medis gue nggak?" tanya Yasmin pada Fanila yang baru keluar tenda sambil menguap.

"Bukannya semalem loe taruh di deket tas Rangga?" jawab Fanila asal.

Yasmin mengernyit. Dia berjalan ke area logistik dan menemukan tas medisnya sudah terbuka. Isi di dalamnya berantakan, dan beberapa botol cairan antiseptik serta obat penenang ringan tampak hilang.

"Ini nggak mungkin Miko yang ambil. Dia nggak tahu cara pake obat ginian," gumam Yasmin curiga. Matanya yang tajam mulai memindai area sekitar. Dia melihat Rangga sedang berdiri agak jauh, memandangi hutan dengan tenang.

Yasmin mendekati Rangga. "Rang, loe liat ada orang lain nggak tadi subuh? Tas medis gue diacak-acak."

Rangga menoleh perlahan, wajahnya tetap datar. "Mungkin monyet hutan, Yas. Mereka suka barang yang mengkilap. Sori, gue nggak liat apa-apa."

Yasmin mengangguk, tapi dalam hati dia tidak percaya. Dia tahu Rangga adalah orang yang paling waspada terhadap sekitar. Jika ada monyet masuk ke perkemahan, Rangga pasti tahu. Ada yang nggak beres sama Rangga, batin Yasmin.

🍲 Sarapan dan Ketegangan Kecil

Saat sarapan dimulai, Asean melaporkan temuan Keysha soal jejak sepatu kepada Arazka.

"Zka, Keysha nemu jejak aneh. Kayaknya ada orang asing yang ngikutin kita," lapor Asean di depan api unggun.

Arazka langsung menegang. "Orang asing? Di tengah hutan begini?"

Danis menyahut, "Mungkin warga lokal atau pemburu, Zka. Jangan terlalu paranoid."

"Atau mungkin orang yang disewa buat ngawasin kita," gumam Maura, mengingat kejadian Clarissa sebelumnya.

Rangga tiba-tiba menyela dengan suara tenangnya. "Gue setuju sama Danis. Kita di sini buat seneng-seneng. Jangan biarin kecurigaan ngerusak suasana. Gue bakal patroli keliling perkemahan bareng Asean nanti siang buat mastiin semuanya aman."

Arazka mengangguk. "Oke, Rang. Gue percaya sama loe."

Yasmin memperhatikan interaksi itu sambil menyesap tehnya. Dia melihat bagaimana Rangga begitu mudah meyakinkan Arazka. Dia kemudian berbisik pada Maura yang duduk di sebelahnya.

"Maur, loe ngerasa nggak kalau Rangga itu... terlalu tenang di situasi begini?"

Maura menoleh ke Yasmin. "Maksud loe?"

"Gue nggak tau. Feeling gue aja. Tapi tetep hati-hati ya," bisik Yasmin lagi.

⚠️ Insiden di Tebing Pinus

Siang harinya, saat mereka melanjutkan tracking menuju puncak bukit, jalur menjadi sangat licin karena kabut berubah menjadi gerimis.

Saat melewati jalur setapak yang sempit di pinggir tebing, tiba-tiba pijakan Kinara runtuh.

"AAAH!" Kinara tergelincir.

"KINARA!" teriak Danis histeris. Dia berusaha menggapai tangan Kinara, tapi posisinya terlalu jauh.

Tanpa pikir panjang, Arazka yang berada paling dekat langsung melompat dan menangkap tangan Kinara tepat sebelum gadis itu jatuh lebih dalam ke jurang. Arazka menahan beban Kinara dengan satu tangan sambil berpegangan pada akar pohon.

"Danis! Bantu gue!" teriak Arazka.

Danis dan Asean segera menarik mereka berdua ke atas. Kinara menangis sesenggukan karena syok, sementara Danis langsung memeluknya erat.

"Makasih, Zka... makasih," ujar Danis tulus, suaranya bergetar.

Arazka hanya mengangguk, napasnya tersengal. Namun, saat dia memeriksa akar pohon yang tadi dia pegang, dia melihat sesuatu yang aneh. Akar itu tidak putus secara alami. Ada bekas sayatan halus seperti terkena pisau tajam.

Arazka menoleh ke belakang, mencari sosok Rangga. Rangga berdiri di sana, tampak khawatir seperti yang lain, tapi matanya... matanya menatap tajam ke arah akar pohon itu.

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!