NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Masih Ada

Ternyata Dia Masih Ada

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:179
Nilai: 5
Nama Author: Auliya Wulandari

Duan Melahirkan di usia 16 tahun, selama 7 tahun ini ia selalu percaya jika putra yang ia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawa malah meninggal di hari kelahirannya, namun siapa yang menyangka saat dirinya kembali ke ibu kota muncul seorang bocah laki laki yang sangat menyebalkan namun Yan Fei merasa dirinya tak bisa membiarkan bocah itu jauh darinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Balik Jamuan yang Penuh Tujuan

Di permukaan, acara ini hanya terlihat sebagai jamuan makan biasa yang diadakan untuk mempererat silaturahmi antar keluarga besar. Namun, bagi mereka yang sudah lama hidup di lingkungan bangsawan, sesungguhnya acara seperti ini memiliki tujuan yang jauh lebih dalam.

Tidak jarang para keluarga menggunakan kesempatan jamuan semacam ini untuk mencari calon menantu yang dianggap baik dan memiliki kedudukan yang setara. Meskipun ada batasan ketat antara pergaulan pria dan wanita, para nyonya dan tetua keluarga akan diam-diam mengamati sikap, perilaku, serta latar belakang setiap gadis muda yang hadir.

Dengan kata lain, jamuan ini hanyalah kedok belaka. Nyatanya, banyak pasangan yang akhirnya disatukan dalam ikatan pernikahan melalui pertemuan-pertemuan resmi seperti ini.

“Nona Chu, kau terlalu sungkan dan berlebihan memujiku,” ujar Yan Xumin sambil tersenyum lembut.

Sejak keduanya memasuki area taman bunga yang menjadi tempat berkumpul para wanita, sudah banyak gadis muda yang mendekatinya satu per satu untuk mengajak mengobrol dan berbincang ringan. Semua ingin menunjukkan sikap sopan dan akrab demi mendapatkan perhatian dari Putri Qingyan yang kini memiliki kedudukan terhormat.

“Putri Qingyan memang sangat murah hati dan ramah kepada siapa saja,” jawab seorang gadis bernama Chu Hua dengan nada hormat, lalu matanya melirik ke arah Yanfei yang berdiri tenang di samping sahabatnya itu. “Namun, kami belum pernah melihat wanita cantik yang berdiri di sebelah Yang Mulia ini sebelumnya. Apakah beliau adalah kerabat dari daerah Biling yang baru saja datang ke ibu kota?”

Memang sudah berlalu enam tahun lebih sejak Yanfei meninggalkan ibu kota. Di masa mudanya, namanya sangat terkenal dan menjadi perbincangan di kalangan bangsawan. Namun seiring berjalannya waktu dan pergantian generasi, kehadirannya perlahan menghilang dari percakapan, sehingga banyak gadis muda yang baru tumbuh dewasa tidak lagi mengenalinya.

Mendengar pertanyaan itu, Yan Xumin hanya tertawa kecil dan menjawab dengan santai, “Nona Chu tentu saja sedang bercanda. Sahabat dekatku ini bagaimana mungkin datang dari negeri yang jauh? Beliau adalah penduduk asli ibu kota ini.”

“Ah, maafkan aku,” Chu Hua segera tersadar dan wajahnya sedikit memerah karena malu. “Jika aku tidak salah ingat, Yang Mulia Putri hanya memiliki satu sahabat dekat sejak kecil, bukan? Itu adalah Nona Ketiga dari kediaman Menteri Duan. Nona Duan, mohon maafkan ketidaktahuanku dan sikapku yang kurang sopan tadi.”

Ia segera membungkukkan badan sedikit untuk memberi penghormatan kepada Yanfei.

Yanfei tersenyum menenangkan, lalu berbicara dengan nada akrab seolah sudah lama mengenalnya. “Nona Chu terlalu sungkan. Bukankah kau ini adalah putri kelima keluarga Chu? Sudah lama sekali tidak bertemu, kini kau sudah tumbuh menjadi gadis yang tinggi dan cantik. Rasanya aku sendiri malah terlihat jauh lebih tua dan ketinggalan zaman jika berdiri di sampingmu.” Yanfei tersenyum tipis, generasi muda sudah seperti ini itu artinya dia memang sudah sedikit lebih tua

Mendengar ucapan itu, Chu Hua segera menggeleng cepat dan berkata dengan nada tulus,

“Bagaimana bisa dikatakan tua? Nona Duan justru terlihat semakin cantik dan anggun, jauh melebihi gadis-gadis muda lainnya. Siapa pun yang melihat pasti akan terpesona.” Yanfei jelas sangat mempesona, usia bukan soal

Andai saja ayahnya memiliki pikiran terbuka seperti Mentri Duan, kehidupan ia dan saudaranya pasti akan jauh lebih baik, sayang sekali, meski bukan keluarga yang kejam keluarga mereka sama seperti keluarga bangsawan lainya, anak perempuan tak begitu berharga, bahkan terkadang hanya di jadikan alat untuk mempererat hubungan politik

“Lihatlah, gadis kecil ini sudah pandai sekali berbicara manis untuk menyenangkan hati orang lain,” goda Yanfei, membuat suasana menjadi lebih hangat dan santai.

Sudah bertahun tahun berlalu, anak anak ini sudah tumbuh lebih tinggi, bahkan nampak sangat indah layaknya kupu kupu cantik yang dengan ceria terbang kesana kemari

Keluarga Duan termasuk di antara lima keluarga paling berpengaruh dan kaya di seluruh wilayah Kekaisaran Yuanjing. Tidak ada satu pun gadis muda dari keluarga bangsawan yang tidak ingin memiliki hubungan baik dan kedekatan dengan mereka. Namun sayangnya, Duan Yanfei dikenal memiliki standar yang sangat ketat dan sangat pemilih dalam memilih teman. Ia hanya mau mendekati dan bergaul dengan orang-orang yang sesuai dengan hatinya, tanpa memandang seberapa tinggi kedudukan atau seberapa kaya keluarga mereka.

Namun, keluarga Chu termasuk salah satu yang beruntung. Sejak kecil, Yanfei sudah memiliki hubungan yang baik dengan keluarga itu. Selain menghabiskan waktunya untuk belajar, ia juga sangat suka bermain dan berjalan-jalan. Keluarga Chu adalah keluarga keturunan prajurit yang telah mengabdi kepada kekaisaran selama beberapa generasi. Setiap kali ia berkunjung ke kediaman mereka, Yanfei selalu terpesona melihat para prajurit yang berlatih dengan disiplin dan gagah. Di matanya, pemandangan itu terlihat sangat keren dan menyenangkan untuk dilihat.

“Kak Fei, jangan terus menggoda Hua Hua sampai ia menjadi semakin malu,” kata seorang gadis lain yang berdiri di dekat mereka, membuat Chu Hua semakin menundukkan wajah dengan pipi yang memerah.

Memang dari segi usia, Yanfei lebih tua beberapa tahun dibandingkan mereka. Bahkan kakak sulung Chu Hua yang berusia tiga tahun lebih tua darinya sudah menikah dan memiliki dua orang putri di kediaman suaminya. Namun, melihat penampilan Nona Ketiga keluarga Duan ini, siapa pun akan terkejut. Kulitnya masih halus, wajahnya berseri, dan tatapannya tetap cerah. Jika dilihat sekilas, tidak ada yang akan menyangka bahwa ia sudah berusia dua puluh dua tahun.

“Wah, Hua Hua kecil sekarang sudah sangat pemalu rupanya,” goda Yanfei lagi dengan senyum tipis yang tidak hilang dari wajahnya.

Chu Hua hanya bisa menunduk dalam sambil tersenyum, namun hatinya merasa senang diperlakukan sedemikian rupa. Suasana pun menjadi semakin akrab. Mereka mengobrol ringan, membicarakan hal-hal sepele namun menarik untuk didengar. Melihat kelakuan mereka, Yanfei pun merasa kagum dan lega. Gadis-gadis muda ini rata-rata baru berusia sekitar lima belas tahun, dan dalam waktu satu atau dua tahun ke depan sebagian besar dari mereka sudah akan dipersiapkan untuk menikah. Namun, mereka sudah sangat pandai berbicara, menjaga sikap, dan memilih topik pembicaraan yang menarik agar suasana tetap hidup.

Awalnya, Yanfei merasa sedikit gugup dan khawatir. Bagaimanapun, ia telah menyingkirkan diri dari keramaian dan pergaulan sosial selama beberapa tahun terakhir. Ia sempat berpikir apakah ia masih bisa menyesuaikan diri dengan keadaan ini atau tidak. Namun, kenyataannya ternyata ia masih bisa menikmati suasana jamuan dan berbincang dengan nyaman bersama para gadis muda dari berbagai keluarga bangsawan. Perlahan, rasa cemas yang sempat ada di hatinya pun hilang berganti dengan rasa tenang dan rileks.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!