"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengakuan Kaisar
"Jangan biarkan siapapun masuk ke ruangan Saya!" titah Kaisar pada sekretaris yang mejanya berada di depan pintu ruang kerjanya.
"Baik, Pak," jawab sang sekretaris dengan sopan sambil menganggukkan kepalanya.
Kiara tersenyum kaku pada sang sekretaris, lalu berjalan pelan mengikuti Kaisar.
Saat Kiara sudah berada di dalam kantor Kaisar, dengan cepat Kaisar menutup pintu. Ternyata dia menunggu Kiara di balik pintu, kemudian menarik tangan Kiara hingga tubuh mereka saling bertubrukan dengan lembut.
"Akh! Pak..." pekik Kiara kaget dengan tindakan Kaisar yang sangat tiba-tiba.
"Sstt!" Kaisar menempelkan jari telunjuknya di bibir Kiara, dan mengunci Kiara dengan tatapan matanya yang tajam.
"Pak... kita sedang di kantor..." bisik Kiara yang merasa sangat gugup. Takut ada orang yang tiba-tiba masuk dan memergoki mereka seperti waktu itu.
"Aku tau! ini hukuman!" geram Kaisar sambil mendekatkan bibirnya dan mulai mengecup bibir Kiara.
Kiara berusaha melepaskan diri dengan mendorong bahu Kaisar menjauh, "hu-hukuman apa?" tanyanya bingung. Kalau masalah hukuman karena keteledoran saat bekerja, berarti semua staff penjualan harus di hukum, kan? masa hanya Kiara yang di hukum!
"Hukuman karena kamu mau makan siang dengan lelaki lain!" jawab Kaisar sambil mengecup kembali bibir Kiara.
"P-pak.. Sa-Saya tidak..." Kiara berusaha menjelaskan, namun Kaisar tak mengindahkannya. Dia terus menciumi bibir mungil namun penuh berisi itu dengan lembut. Hingga akhirnya Kiara menyerah dan pasrah, lalu membuka bibirnya dan mengijinkan lidah Kaisar untuk masuk.
Kaisar terus melumat bibir Kiara, tak memberikan kesempatan Kiara untuk mengambil napas barang sedetik pun. "Gila banget Pak Kaisar pagi-pagi udah liar begini! keracunan kecubung apa gimana sih dia!" batin Kiara.
Setelah puas membuat lipstik Kiara berntakan, akhirnya Kaisar melepaskan pagutan bibirnya. Dengan gerakan perlahan dan lembut, Kaisar menyapukan ibu jarinya di bibir Kiara untuk menghapus noda lipstik yang berantakan dan keluar dari jalurnya. Setelah itu, Kaisar juga mengapus bibirnya yang tertransfer lisptik dari bibir Kiara.
Kaisar tersenyum sambil menatap manik mata Kaisar yang tampak bingung dan terus menatap dirinya.
"Maaf ya," bisiknya.
"Pak Kaisar kenapa sih? pagi-pagi udah napsu banget," kesal Kiara sambil membersihkan bibirnya.
"Kalau marah, Saya memilih menyalurkannya dengan bercumbu, jika perlu bercint4," jawab Kaisar santai sambil berjalan menuju sofanya.
"Lalu sebelum ada Saya, bagaimana cara Pak Kaisar menyalurkan kemarahan?"
"Saya pergi ke bar, minum sendirian semalaman," ucapnya. "Sini duduk." Kaisar menepuk sofa tepat di sebelahnya.
Dengan ragu dan malu-malu tapi mau, Kiara berjalan kemudian duduk tepat di samping Kaisar.
"Pasal dua ayat tiga. Selama kontrak, baik pihak pertama ataupun pihak kedua tidak boleh punya hubungan dengan orang ke tiga. Kamu masih ingat kan?" ucap Kaisar.
Kiara mengangguk, "iya, kenapa memangnya?'
"Jadi kamu nggak boleh pergi dengan lelaki lain, walaupun itu ajakan makan siang. paham?"
Kiara terdiam lalu tiba-tiba teringat ucapan Ilham dan tersenyum lebar, "astaga, Pak Kaisar... Pak Kaisar cemburu?"
"Nggak! kata siapa Saya cemburu! Saya cuma mengingatkan syarat dari perjanjian kita! siapa tau kamu lupa!" omel Kaisar sambil memundurkan duduknya menjauh dari Kiara. Dia takut Kiara dapat mendengar debar jantungnya yang tiba-tiba bertalu dengan kencangnya.
"Padahal Saya sama sekali nggak ada niatan untuk makan siang dengan siapapun, jadi Pak Kaisar nggak usah khawatir," ucap Kiara sambil tersenyum tipis.
Kaisar membalas dengan senyum menawan, lalu menatap Kiara, "bagaimana kabarmu hari ini?"
"Saya baik-baik saja."
"Bagaimana dengan Ayah? apakah dia menyukai makanannya?"
"Ayah suka sekali, dan beliau benar-benar ingin bertemu denganmu," ucap Kiara sambil menatap Kaisar.
"Aku akan ke rumah, sabtu depan. Its oke?"
Kiara mengangguk sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kamu bisa kembali ke ruanganmu!" Kaisar bangkit dari duduknya dan berjalan menuju meja kerjanya.
Kiara menatap Kaisar bingung, "Lalu Saya ke sini itu untuk apa?"
"Untuk Saya cium, kenapa? kamu nggak suka?" jawab Kaisar cuek.
Mendengar jawaban terus terang dari Kaisar, otomatis wajah Kiara merona. "Yaelah ni bos satu, seenak udelnya aja main perintah sama cium-cium!" geram Kiara dalam hati.
"Saat kita sudah menikah nanti, ketika Saya menginginkanmu, kamu harus siap kapanpun! paham?!" lanjut Kiara lagi. Dia mengambil kaca mata kotak berbingkai emas dan mulai memakainya kemudian sibuk dengan layar laptopnya yang sudah menyala.
Tangan kiri Kaisar terangkat dan bergerak seolah mengusir Kiara keluar dari ruangannya.
"Sa-Saya permisi dulu," ucap Kiara yang masih bingung. namun dia memutuskan untuk keluar dari ruangan sang bos.
Sepanjang perjalanan dari ruang Kaisar menuju ruang kerjanya, Kiara terus berpikir dan merasa ada sesuatu yang aneh dan terasa tak benar.
"Bukankah aku yang memintanya menjadi suami kontrak... tapi kok sepertinya malah aku yang terperangkap dalam permintaanku sendiri... kok rasanya Pak Kaisar seperti menikmati sekali perannya sebagai calon suami kontrakku...." Kiara terus berjalan perlahan sambil bergumam lirih, merasa ada sesuatu yang terasa tak benar antara dirinya dan Kaisar.
"Kok rasanya... aku yang sedang di manfaatkan, ya..." gerutunya sambil mengusap bibirnya yang kembali terasa menebal, karena baru saja di lumat habis oleh Kaisar.
"Heh! ngapain kamu bengong di tengah jalan!" seru Fero hingga membuat Kiara melonjak kaget.
"Siapa juga yang bengong!" kesal Kiara sambil berjalan cepat meninggalkan Fero yang tampak ingin mendekatinya.
Mata Fero yang sangat teliti, sempat melihat bibir Kiara yang berbeda karena lipstiknya telah pudar, bahkan sedikit berantakan. "heh! Kiara!" teriak Fero mencoba memanggil Kiara, namun KIara tak perduli dan tetap berjalan menjauhinya.
"Dasar cewek gila!" geram Fero karena panggilannya tak di gubris.
"Aneh... kenapa dia keluar dari ruangan Om Kai dengan lipstik yang berantakan begitu..." gumamnya. "Masa sih, Om Kaisar mencium Kiara?" lalu Feroterkekeh, "Nggak mungkin! Om Kai nggak mungkin malakukan itu! memangnya di dunia ini nggak ada perempuan yang lebih cantik, apa?! sampai mau dengan si kolot Kiara!"
"Tapi..." Fero kembali menoleh, menatap punggung Kiara yang kian menjauh, "kalau lipstiknya seperti itu... bukankah itu berarti mereka habis berciuman? masa sih? si Kia mau di cium sama Om Kai?" lirih Fero masih sibuk berkomunikasi satu arah dengan dirinya sendiri.
"Nggak mungkin, kan!" Fero segera berlari menuju ruang kerja pamannya, dan tanpa mengetuk pintu, langsung menghambur masuk dan berlari ke dekat meja kerja Kaisar.
"Om!" pekiknya.
Kaisar mengernyitkan alis dan menatap keponakannya yang tampak aneh, "Kenapa kamu? habis di kejar setan?"
Fero memicingkan matanya, menatap wajah Kaisar, terutama bagian bibir pamannya itu.
Bibir Kaisar terlihat biasa saja, tidak ada yang aneh, bahkan bekas lipstik Kiara pun tak ada di sana. Fero tersenyum lega, "haha.. memang nggak mungkin ya..." desahnya sambil menempelkan bokongnya di meja kerja Kaisar.
"Nggak mungkin apa?" tanya Kaisar bingung.
Fero terkekeh, "aku kira Om Kai habis berciuman dengan Kiara, soalnya Kiara keluar dari sini dengan lipstik yang berantakan, tapi kan nggak mungkin, ya? hahahaha! Kiara itu cewek terkolot dan tercupu yang pernah aku kenal! mana mungkin dia mau berciuman sama Om Kai, sama aku yang dulu berstatus pacaranya saja, dia nggak mau!" ucap Fero panjang lebar.
Kaisar melepas kaca matanya sambil menatap tajam pada keponakannya, "kalau aku mencium Kiara ,kenapa memangnya? ada masalah? bukannya kamu sudah putus dengannya? jadi nggak masalah kan, kalau kami berciuman?"
Fero menatap Reyhan dengan tubuh membeku, tak percaya, "Om.. sama Kiara...." tanyanya menggantung.
"Ya! aku dan Kiara, seperti yang ada dalam pikiranmu," jawab Kaisar sambil kembali mengenakan kaca matanya dan melanjutkan pekerjaannya, tak memperdulikan Fero yang tampak membeku karena sangat shock.
🤭
Km kira ini gaun buat pengantin baru yg mau unboxing 🤣