# Novel Ini, setiap Babnya selalu Pertempuran #
Di dunia pendekar, kekuatan adalah segalanya. Ada pendekar hanya melambaikan tangan bisa membalikkan lautan. Hanya sebuah tinju, gunung akan runtuh.
Di dunia Pendekar ini, Xiao Chen adalah manusia yang tidak memiliki jiwa seseorang pendekar. Namun, berkat ke gigihnya dia bisa selamat dari hal kematian yang selalu menghantuinya.
Ikuti kisah Xiao Chen yang tidak memiliki jiwa seseorang Pendekar tapi bisa membuat para Naga, Phoenix dan para dewa gemetar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nori Fai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tinju Gajah Prajna Gong
Bab 27 Tinju Gajah Prajna Gong
“Jadi murid? Bukankah jika aku menjadi murid otomatis pergi ke Sekte,” kata Xiao Chen heran, bagaimanapun jika dirinya menjadi murid Su Xing otomatis dirinya adalah bagian Sekte tersebut? Dan sewaktu-waktu karena dirinya bagian dari Sekte, maka akan di tugaskan untuk keperluan Sekte seperti; Turnamen, petualangan.
Su Xing tahu apa yang sedang di pikirkan Xiao Chen, namun akhirnya membulatkan tekad. Sebisa mungkin tidak kehilangan domba gemuk seperti Xiao Chen.
Su Xing berkata: “Baik aku tahu apa yang sedang kamu pikirkan, mari kita melakukan opsi ke dua yakni kamu menjadi murid pribadi aku, dan kamu tidak ada hubungannya dengan Sekte Tanah Hitam.”
“Hmmm,” guman Xiao Chen kemudian melirik ke arah Ayahnya. Akan tetapi Xiao Shi hanya mengangkat bahu sepertinya keputusan ini tidak ada hubungannya.
Namun, akhirnya Xiao Shi menyarankan kepada putranya. “Nak, jika kamu ingin bergabung dan menjadi murid guru Su Xing, tidak masalah. Aku pernah mendengar bahwa guru Su Xing tidak memiliki murid jika kamu menjadi murid tertutup bukankah kamu sungguh beruntung? Bergabung di Sekte juga tidak apa-apa kamu bisa mempelajari jurus.”
“Jika kamu tidak ingin bergabung ke Sekte karena Lin Xuaner lawanlah hatimu, menjadi pendekar hati harus kuat, Ayah percaya kamu bisa melewati rintangan itu dan mungkin saja di Sekte tersebut dimasa depan bisa melambung tinggi.”
‘Saran Ayah, benar lawan hati mu dan lupakan Lan Xuaner. Tetapi jika aku memutuskan ke Sekte, semut-semut ku siapa yang merawat?’ kata Xiao Chen di dalam hatinya.
“Baik Ayah,” kata Xiao Chen kemudian menatap ke arah Su Xing dan berlutut. “Hallo aku Xiao Chen telah melihat Guru!”
Su Xing tersenyum penuh kemenangan dan berkata sambil mengangguk. ”Baik, bangunlah kamu sekarang menjadi murid tertutup ku.”
Xiao Chen bangun dan mengangguk kepalanya dan berkata lagi. “Guru, setelah menjadi murid apa yang harus aku lakukan?”
“Kamu ikutlah dengan mu.” balas Su Xing dan meminta ijin kepada ketua keluarga Xiao untuk mebawakan Xiao Cehen ke Sekte Tanah Hitam.
Setelah membuat izin, akhirnya Xiao Shi dengan senang hati mengijinkan putra sendiri untuk mengikuti guru Su Xing, akhirnya anak yang dijuluki sampah sekarang berubah menjadi jenius. Cukup membanggakan bukan?
“Murid, mati kita pergi ke Sekte,” ucap Su Xing kepada Xiao Chen.
“Baik Guru!” balas Xiao Chen kemudian memeluk Ayah dan berkata, “Ayah aku pergi, aku akan membuktikan dunia bahwa aku tidak sampah dan Lan Xuaner aku akan membuktikan bahwa kamu memilih orang yang salah!”
Akhirnya Xiao Chen pergi keluar rumah dan terbang bersama Su Xing.
Hanya beberapa nafas karena kecepatan terbang tersebut, Xiao Chen dan Su Xing sudah tiba di Sekte Tanah Hitam, begitu para murid melihatnya langsung heboh.
“Sial! Apakah ini bercanda? Lihat Guru Su sepertinya menjemput murid baru!”
“Ya ampun, sungguh beruntung murid tersebut, pasalnya Guru Su tidak pernah membawa murid apa lagi dalam pandangan kita sepertinya Guru Su belum melakukan hal seperti itu?”
“Ahh mungkin ini adalah berita besar! Dan murid Sekete akan mengetahuinya!”
“Iya benar mari kita melihat berita selanjutnya!”
Semua murid Sekete Tanah Hitam yang melihat semua ini tidak bisa menahan rasa iri dan rasa hormat.
Bagaimanapun Su Xing tidak pernah merekrut murid sejak dari dulu, dia hanya menyendiri dan mengejar kelas itu saja.
Sekarang murid yang sudah memiliki guru pembimbing sungguh iri jika melihatnya.
Di sisi lain, Xiao Chen yang mengikuti Su Xing akhirnya sudah sampai di tempat yang memiliki pemandangan yang sungguh bagus, dan mata Xiao Chen tertuju di sebuah gubuk kecil yang terawat sangat bagus.
Xiao Chen dan Su Xing mendekati gubuk tersebut. Setelah sudah dekat, Su Xing berkata seperti ini, “Kamu sekarang tinggal di sini dan kamu juga bebas seperti apa yang kamu inginkan.”
“Ohh iya sekarang karena kamu adalah murid ku, aku akan memberikan beberapa jurus yang mungkin saja kamu cocok.”
Su Xing kemudian mengeluarkan beberapa gulungan yang berisi teknik jurus-jurus yang mungkin saja cocok dengan Xiao Chen.
Xiao Chen menerima begitu saja, dan langsung membuka satu per satu.
Dari yang pertamakali di buka adalah Tinju Gajah Prajna Gong, yang kedua langkah hantu dan yang ketiga adalah jurus pedang.
Untuk jurus pedang Xiao Chen belum tertarik langsung menyimpan jurus itu kedalam cicin penyimpanan.
Teknik langkah hantu juga belum sepenuhnya tertarik karena dia lebih utamakan mengembangkan jimat yang berinovasi baru.
Xiao Chen hanya tertarik dengan Tinju Gajah Prajna Gong karena jimat tinju tersebut belum sepenuhnya kuat untuk melawan jiwa pendekar level delapan ke atas.
Mungkin saja dengan level pendekar enam miliknya dan otak jenius untuk menyempurnakan kecacatan dalam jurus tinju ini, Xiao Chen bisa menggunakan jurus tersebut kepada musuh jiwa pendekar level delapan.
Untuk mengalahkan pendekar level delapan hanya 70% kemungkinan menang dan itu masih prospek yang bagus.
Xiao Chen memandang Su Xing yang memiliki wajah halus seperti boneka persolen dan berkata, “Guru, murid ingin mempelajari jurus tinju ini terlebih dahulu.”
Su Xing berkata lagi dia hanya mengangguk dan berpamitan. “Baik, berlatihlah sampai kamu menguasai jurus tersebut kalau begitu, Guru ini, pergi dulu.”
“Baik guru,” balas Xiao Chen kemudian langsung membaca dari awal sampai akhir bagaimana jurus ini digunakan.
Seperti yang diketahui di dunia pendekar bahwasanya jurus tersebut memiliki beberapa lapisan; Manusia, Ruh, Hantu, Raja dan Dewa.
Untuk lapisan tahap awal adalah tahap manusia jurus tersebut adalah jurus terendah. Meskipun begitu, jurus bisa digunakan atau berbeda cara orang yang melakukan.
Walaupun menggunakan jurus lapisan pertama, yaitu manusia dengan pengalaman yang memumpuni bisa jadi teknik dasar tersebut bisa mengeluarkan kekuatan yang sangat cemerlang.
Saat ini Xiao Chen mempunyai modal dari otak jenius tersebut bisa revisi jurus tersebut sehingga walaupun masih dalam tahap terendah bisa mengeluarkan setara tahap Ruh.
Gerakan tahap manusia hanya bisa menggunakan sekitar 3 pukulan saja karena jika melebihi dari tiga pukulan, akan mengeluarkan beberapa energi sehingga terkuras.
Tinju Gajah Prajna lapisan Ruh, bisa menggunakan pukulan tersebut sebanyak tujuh Kali.
Setelah mencermati beberapa saat, Xiao Chen akhirnya berdiri langsung mencoba memperagakan tinju dasar Gajah Prajna Gong.
Xiao Chen yang sedang berdiri kemudian kaki kanannya mencoba melebar ke samping kanan Setelah itu, tangan kanannya mencengkram sehingga otot-otot tersebut seperti bergerak-gerak.
"Humpp!"
Xiao Chen mendengus kemudian, tangan kanan itu langsung membuat tinju ke udara satu kali.
"Bom!"
Ada energi yang begitu cemerlang yang beriak-riak di udara tersebut, setelah tinju pertama bagian tangan kanan sudah usai, kemudian kaki kiri tersebut langsung melangkah ke depan dan tangan kiri juga mencoba menunjuk ke udara.
"Bom!"
Setelah kaki kiri melangkah ke depan langsung tubuh Xiao Chen memutar satu kali dan tangan kanan tersebut langsung menunjuk ke udara.
"Bom!"
”Jurus yang sangat hebat!” Xiao Chen berseru kagum dia sungguh sangat terkejut dengan lapisan pertama tahap terendah.
semangat terus thorrrr💪💪💪💪
semangat terus thorrrr💪💪💪💪💪
semangat terus thorrrrr💪💪💪💪