NovelToon NovelToon
Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Batal Jadi Antagonis: Malah Dapat Anak Tiri Lucu Dan Suami Hot

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Transmigrasi / Mengubah Takdir
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

PERINGATAN!! HANYA UNTUK DEWASA.

Mina terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya berbaring di atas ranjang empuk dan lembut, perlahan Mina pun menyadari jika dirinya telah menjalani transmigrasi seutuhnya pada tubuh seorang wanita yang menjadi ibu tiri jahat.

Mina yang memiliki hati selembut Hello Kitty mana berani melakukan kekerasan pada anak kecil, apalagi pada anak lucu yang menjadi anak tirinya, Mina pun mengambil keputusan jika dirinya akan menjadi ibu tiri yang baik untuk mengambil hati anak tirinya, nyatanya bukan hanya anak tirinya yang terpikat. Bahkan suami dari pemilik tubuh ini malah terpikat padanya, Mina yang maniak pria tampan jadi bingung dengan posisinya saat ini.

Apa yang harus Mina lakukan? Tanpa sadar suaminya telah terpikat pada Mina, padahal tujuan Mina hanyalah mengambil hati anak tirinya bukan suaminya itu? Ikuti kisah selanjutnya, selamat membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Adalah Jalang Anakmu Ibu Mertua

Sisa ketegangan akibat tamparan berbalas semalam rupanya belum menguap sama sekali. Pagi menjelang siang ini, suasana di dalam penthouse mewah itu mendadak berubah menjadi berkali-kali lipat lebih dingin dan mencekam. Ketiga pelayan yang bertugas, termasuk Sarah bahkan tidak ada yang berani membuka suara sedikit pun saat harus berhadapan dengan Mina. Biasanya, di hari-hari sebelumnya, mereka akan sesekali tertawa kecil atau mengobrolkan hal-hal lucu bersama Mina yang memang dasarnya asyik dan ceria. Tapi hari ini, mereka semua memilih jalan aman dengan menunduk dalam-dalam demi menghindari pusaran badai.

​Bagaimana tidak? Di meja makan saat ini, situasi antara Mina dan Diana benar-benar terlihat persis seperti kucing dan anjing yang siap saling cakar.

​Diana, dengan keanggunan palsunya yang kini tercoreng arang, tidak berhenti sedetik pun untuk terus-menerus memojokkan Mina dengan rentetan kalimat pedas nan menusuk. Namun, respons yang diberikan oleh jiwa Mina yang sembrono benar-benar di luar dugaan. Mina hanya duduk santai sambil mengunyah roti panggang nya dengan tenang, memasang ekspresi wajah yang sangat kental akan aura "bodo amat".

​"Kamu itu benar-benar tidak punya otak ya, Alicia? Bisa-bisanya kamu duduk seolah tidak punya beban setelah bertindak kurang ajar pada saya semalam?!" cecar Diana dengan nada dingin, tajam saat bicara.

"Arsenio pasti akan menyesal karena sudah mempertahankan perempuan penyiksa anak dan tidak tahu adat seperti kamu di rumah ini!"

​Mina mengunyah pelan, lalu meneguk susu putihnya tanpa mengalihkan pandangan dari layar ponsel yang sedang menampilkan video resep makanan. Sikap cuek bebek yang ditunjukkan Mina pada setiap ucapan makiannya sontak membuat Diana marah besar. Wanita paruh baya itu merasa harga dirinya sebagai nyonya besar hancur lebur karena sama sekali tidak dihargai oleh menantunya sendiri.

​Biasanya, setiap kali Diana datang ke penthouse ini untuk menghina dan mencaci maki Alicia yang asli, maka wanita itu akan langsung menangis tersedu-sedu, memohon ampun, dan habis itu akan mengadu dengan dramatis pada Arsenio. Tapi sekarang? Alicia yang ada di hadapannya justru terlihat melawan dengan cara yang paling menyebalkan, yaitu mengabaikannya.

​"Heii! Saya sedang bicara dengan kamu, perempuan sialan!" bentak Diana, napasnya memburu menahan geram.

​Karena sudah kehilangan kesabaran melihat muka santai Mina, Diana mendadak meraih gelas berisi air putih dingin di dekatnya. Dengan mata yang menyala penuh amarah, dia berniat untuk langsung menyiramkan air minum itu tepat ke wajah Mina yang terlihat cuek.

​Namun, pergerakan Diana kalah cepat dengan refleks instan Mina. Tepat sebelum gelas itu terayun, tangan kanan Mina bergerak kilat mencengkeram pergelangan tangan Diana dengan cengkeraman yang cukup kuat di udara, menahannya dengan kokoh.

​"Mau main air, Ibu Diana yang terhormat?" tanya Mina santai dengan senyuman miring yang provokatif.

​Sebelum Diana sempat mencerna apa yang terjadi, Mina dengan sembrono langsung merebut gelas tersebut dari cengkeraman tangan ibu mertuanya. Tanpa ragu dan tanpa babibu lagi, Mina langsung menyiramkan seluruh isi air dingin di dalam gelas itu tepat ke atas kepala Diana.

​Syuuutt! Byur!

​Air dingin itu mengalir deras, membasahi tatanan rambut sasak megah milik Diana hingga lepek seketika, mengalir turun melewati kening, hidung, dan membasahi pakaian sutra mahalnya.

​"Ah!" Diana menjerit kaget, tubuhnya gemetaran akibat sensasi dingin yang mendadak.

​Di sudut ruangan, Sarah dan dua pelayan lainnya spontan membekap mulut mereka sendiri dengan mata membelalak sempurna karena terkejut setengah mati. Mereka tidak pernah membayangkan dalam hidup mereka akan melihat seorang menantu menyiram kepala ibu mertua konglomerat dengan air minum di depan umum.

​Alhasil, kesabaran Diana runtuh total. Segala umpatan kasar dan kotor langsung keluar bertubi-tubi dari mulut wanita paruh baya yang kini sudah basah kuyup itu. Dia mencaci maki Mina dengan napas yang terengah-engah, melepaskan seluruh sumpah serapah yang dia ketahui.

​"Dasar perempuan iblis! Kurang ajar kamu! Kamu itu tidak lebih dari seorang jalang murahahan yang tidak tahu diri!" caci Diana, suaranya melengking kasar memenuhi ruangan.

"Kamu pikir saya tidak tahu latar belakangmu, hah?! Kamu itu jalang yang sudah sering didekati dan dipake bergantian oleh banyak pria di luar sana sebelum kamu menjebak anak saya!"

​Para pelayan yang mendengar makian sekasar itu langsung menundukkan kepala semakin dalam, merinding ketakutan. Perseteruan di dalam ruangan itu terasa begitu pekat dan menyesakkan.

​Mina yang mendengar tuduhan keji itu anehnya sama sekali tidak terprovokasi. Dia tidak menangis, tidak menjerit, ataupun mengamuk. Alih-alih marah, Mina justru meletakkan gelas kosong itu kembali ke atas meja dengan ketukan pelan, lalu menopang dagunya sambil menatap Diana dengan pandangan malas yang terkesan sangat santai.

​"Oh... jadi menurut Anda saya ini jalang dan udah sering dipake sama banyak pria, nih?" jawab Mina blak-blakan dengan nada bicaranya yang santai tanpa beban.

​"Iya! Kamu memang jalang!" teriak Diana penuh kebencian.

​Mina terkekeh renyah, sebuah tawa meremehkan yang membuat urat di pelipis Diana semakin menegang.

"Well... kalau dipikir-pikir, ucapan Anda ada benernya juga sih, Ibu Diana," sahut Mina enteng.

"Saya emang gak bakal mengelak kalau dibilang jalang yang sering dipake pria. Tapi masalahnya... pria yang hobi pake saya itu cuma satu orang."

​Mina menjeda kalimatnya sejenak, menatap lurus ke dalam mata Diana dengan senyuman penuh kemenangan.

"Pria itu... namanya Arsenio. Anak Anda sendiri."

​Diana seketika terbungkam, matanya mengerjap syok.

​"Iya, anak kesayangan Anda yang dingin kayak es batu itu," lanjut Mina dengan gaya sembrono nya yang semakin menjadi-jadi, sengaja ingin membuat jantung ibu mertuanya copot.

"Bahkan asal Anda tahu saja ya, hampir setiap malam Mas Arsenio itu terus-menerus memakainya dan gak mau lepas dari saya. Dia itu nempel terus kayak perangko kalau udah di atas ranjang. Jadi, kalau Anda bilang saya jalang, artinya anak Anda sendiri dong yang hobi sewa jalang setiap malam di rumah ini?"

​Kalimat blak-blakan bin vulgar dari Mina sukses membuat Diana bungkam seribu bahasa. Wajah wanita paruh baya itu berubah drastis dari memerah padam menjadi putih pucat pasi karena kombinasi antara rasa malu yang luar biasa, syok, dan kemarahan yang tertahan di tenggorokan. Dia benar-benar tidak menyangka menantunya akan seberani dan sevulgar ini membalikkan kata-katanya menggunakan nama anak laki-lakinya sendiri.

​"K-Kamu..." Diana menunjuk Mina dengan jari gemetaran, namun tidak ada satu kata kasar pun yang mampu keluar lagi dari mulutnya.

​Mina bangkit berdiri dari kursinya, merapikan pakaiannya dengan santai lalu melempar selembar tisu ke atas meja di depan Diana.

"Nih, buat ngelap muka Anda yang basah. Saya mau ke kamar dulu, mau nengok Gino. Takutnya anak pinter itu bangun gara-gara denger suara anjing menggonggong di ruang makan," ucap Mina santai tanpa beban sebelum melangkah pergi meninggalkan ruang makan dengan langkah riang, meninggalkan Diana yang masih mematung dengan tubuh gemetaran menahan malu di tempatnya duduk.

Bersambung....

Mampus dahh.... Bayangin kalian punya ibu mertua modelan begini, apa yang akan kalian lakukan guys?.

1
Nadira ST
tinggal kabur ngilang ngapain bertengkar nguras tenaga emosi,dengar bertengkar tidak bisa mencari solusi kalau keadaanya memanas
Dewiendahsetiowati
Mina bikin ngakak
Dewiendahsetiowati
hadir thor
It's me Ri🥕: Terimakasih sih sudah mampir dan semoga suka yaa😍
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪💪💪☕☕☕☕☕☕
Nadira ST
lanjut thor💪💪💪💪💪
Nadira ST
ntar Arsen cemburu Lo min
Potatoes 🥔
Semangat ya kak, suka banget 😍
Potatoes 🥔
Bagus kan
Nadira ST
bertahanlah mina punya suami kaya plus tampan🤣🤣🤣🤣
Nadira ST
udah bagus thor ceritanya gak bertele2💪💪💪💪💪🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Mila
ceritanya bagus,seru
semngat update lagi ya kak
It's me Ri🥕: Aaaa..... Makasih sudah mampir yaa... Senang banget di komen begini
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!