NovelToon NovelToon
The Affair Mr. K

The Affair Mr. K

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Action / Selingkuh
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Bagi dunia luar, pernikahan Dr. Emmeline Valerio dan Edward Snowden adalah simbol kesempurnaan dinasti papan atas di Los Angeles.

Namun, di balik dinding mansion Snowden yang megah, pernikahan itu tidak lebih dari sebuah Janji memuakkan.

Puncaknya, harga diri Emmeline sebagai seorang wanita diinjak-injak ketika dia mendapati Edward membawa wanita selingkuhannya ke atas ranjang mereka.

Emmeline tidak menangis. Dia tidak mengemis. Sebaliknya, api dendam yang dingin menyala di dadanya. Dia memilih membalas dendam dengan menyerahkan tubuhnya pada masa lalunya: Kingdom Kyle Stone.

Kini, di antara ego suaminya dan gairah protektif sang mantan agen rahasia, Emmeline memilih untuk berdansa di dalam neraka yang dia ciptakan.

Happy reading 🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#25

Gerbang besi tempa setinggi lima meter dengan ukiran singa emas ganda terbuka perlahan tanpa suara, menyambut iring-iringan Rolls-Royce yang membawa pulang sang anak hilang.

Ketika mobil mewah itu melintasi jalur berkerikil yang diapit oleh jajaran pohon ek tua, Dr. Emmeline Valerio terpaku di balik kaca jendela. Napasnya tertahan.

Apa yang ada di hadapannya saat ini seolah merobek lembaran buku sejarah arsitektur Eropa abad pertengahan yang pernah ia pelajari saat high school di London.

Kastel yang dimaksud Kyle ternyata jauh dari bayangan sebuah benteng batu tua yang lembap, dingin, dan membosankan.

Bangunan itu adalah sebuah istana megah bergaya Neo-Gothic yang bertahtakan batu pualam abu-abu terang, dengan menara-menara runcing yang menjulang membelah langit Chicago.

Jendela-jendela kaca patri besar berkilau memantulkan cahaya matahari sore, memancarkan kemegahan yang absolut dan angkuh.

"Luar biasa, K..." Emmeline bergumam lirih, matanya masih menelusuri garis arsitektur istana yang menakjubkan itu. Dia menoleh ke arah suaminya yang duduk dengan wajah datar tanpa riak. "Kenapa kau bisa merasa bosan tinggal di istana seindah ini?"

Kyle Stone menurunkan pandangannya, menatap wajah antusias istrinya. Sebuah senyuman tipis, teramat manis dan penuh pengabdian, terukir di wajah tegas sang Alpha. Dia membawa jemari ramping Emmeline ke dalam genggaman tangan besarnya yang hangat, lalu mengecupnya perlahan.

"Karena jika aku tetap tinggal di dalam sangkar emas ini, Sayang... aku tidak akan pernah masuk ke dunia militer, aku tidak akan terluka, dan aku tidak akan pernah menemukan dirimu untuk menjadi obat dari seluruh hidupku," bisik Kyle dengan suara baritonnya yang berat, sarat akan romantis konyol yang selalu berhasil membuat dada Emmeline bergetar.

Emmeline tersenyum manis, kekhawatiran yang sempat membayangnya menguap seketika digantikan oleh rasa aman yang meluap dari dekapan suaminya.

Namun, kehangatan itu mendadak surut begitu pintu ganda istana dibuka lebar.

Saat mereka melangkah masuk ke dalam ruang tamu utama yang berlantai marmer Carrara dengan langit-langit setinggi sepuluh meter, atmosfer ruangan langsung berubah menjadi kaku, dingin, dan formal.

Tidak ada senyum ramah yang menyambut dari jajaran pelayan. Para maid berseragam hitam-putih klasik langsung membungkuk khidmat dengan sudut kemiringan yang presisi, lalu dengan gerakan terlatih dan tanpa suara, mereka mulai membawakan koper-koper milik Emmeline dan Kyle menuju sayap barat istana.

Di tengah ruangan mewah yang dihiasi permadani Persia kuno dan lukisan minyak para leluhur, dua orang pria bertubuh tegap dan besar melangkah maju.

Mereka adalah William dan Arthur, dua kakak laki-laki Kyle. Menggunakan setelan jas formal tiga potong yang sangat rapi dan berpotongan kaku, keduanya langsung menerjang Kyle dengan pelukan hangat khas pria.

"Selamat pulang, Adik kecil," ujar William, sang kakak tertua, sambil menepuk bahu kokoh Kyle yang dilapisi jaket linen.

"Kau masih sekeras batu, K," timpal Arthur dengan kekehan rendah.

Emmeline memperhatikan sekelilingnya dan menyadari satu hal yang berbeda. Hampir semua orang di dalam ruangan ini, termasuk para sepupu yang berdiri di koridor atas, mengenakan pakaian gaya bangsawan tradisional Eropa yang kaku.

Kyle yang menyadari kebingungan di mata istrinya, berbisik pelan di dekat telinga Emmeline, "Mereka sengaja memakai pakaian formal ini untuk upacara penyambutanmu, Sayang. Ini tradisi kolot ayahku."

Dari arah tangga melingkar, sosok sang Earl—ayah Kyle—melangkah turun bersama istrinya,

sang Countess asli Chicago. Meskipun pakaian mereka memancarkan keangkuhan kelas atas, tatapan mata sang ayah tampak sangat hangat saat menatap putra ketiganya.

Sang ibu pun menyambut Kyle dengan pelukan erat yang tulus, mencium kedua pipi suaminya itu dengan kerinduan seorang ibu.

Dua kakak ipar Kyle kemudian melangkah maju mendekati Emmeline. Dengan senyuman ramah dan tata krama yang anggun, mereka memperkenalkan diri secara bergantian, menyalami Emmeline dengan penuh rasa hormat sebagai anggota baru keluarga Stone.

Tak lama kemudian, Lady Victoria, adik perempuan bungsu Kyle, mendekat dengan wajah yang luar biasa hangat. Wanita muda itu sedang memangku seorang bocah laki-laki berusia sekitar satu tahun yang memiliki mata kelam persis seperti Kyle.

"Oh, kau jauh lebih cantik daripada yang diceritakan lewat telepon, Kak Emmeline," sapa Victoria tulus, membiarkan keponakan kecil itu melambaikan tangan mungilnya ke arah Emmeline.

Emmeline membalas semua sambutan itu dengan senyuman yang sempurna—anggun, berkelas, dan menawan. Dia adalah seorang Valerio, protokoler kelas atas bukanlah hal asing baginya.

Namun, kehangatan domestik itu mendadak terputus ketika terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi dari arah pintu masuk samping.

Seorang gadis muda melangkah masuk. Gadis itu memiliki wajah yang diakui sangat ayu, dengan garis wajah khas bangsawan London Utara yang kaku, dingin, dan dipenuhi keangkuhan yang nyata. Dia mengenakan gaun midi berbahan tweed mahal yang sangat sopan dan formal.

Begitu melihat sosok gadis tersebut, ibu mertua Emmeline—yang sejak tadi hanya menyapa Emmeline sekadarnya tanpa banyak bicara—tiba-tiba langsung berdiri dari kursi penandunya dengan wajah yang mendadak berubah menjadi luar biasa cerah dan menghangat.

Sang Countess melangkah cepat, mengabaikan keberadaan Emmeline, untuk menyambut gadis itu dengan pelukan yang teramat erat.

"Oh, Lady Genevieve! Kami sudah menunggumu sedari tadi, Sayang," ucap sang ibu mertua dengan nada suara yang begitu manis dan penuh kasih sayang, seolah-olah gadis itulah menantu yang sesungguhnya dia harapkan.

Sang Countess lalu menoleh ke arah ruang makan besar yang terletak di balik pintu kaca, "Mari, semuanya, kita langsung ke meja makan. Hidangan sudah siap."

Deg.

Emmeline merasakan sebersit rasa sesak yang tiba-tiba menghantam dadanya. Denyut jantungnya berpacu sedikit lebih cepat.

Sejak dia menginjakkan kaki di istana ini, ibu mertuanya sama sekali tidak mengajak bertukar kata lebih dari tiga kalimat dengannya, bahkan tidak menanyakan bagaimana perjalanannya atau kondisinya. Namun, begitu gadis bernama Genevieve itu masuk, sang Countess langsung bertransformasi menjadi sosok ibu yang teramat hangat.

Setiap wanita biasa mungkin akan menundukkan kepala, memendam air mata pahit, atau menunjukkan senyuman sinis yang defensif.

Namun, Emmeline Valerio bukanlah wanita biasa.

Sudut bibir ranum Emmeline justru terangkat, menciptakan sebuah senyuman hangat yang luar biasa tenang—hangat sekali, hingga memancarkan aura superioritas yang mutlak.

Dia adalah darah daging Dinasti Valerio; dia telah dilatih sejak kecil untuk membaca intrik politik meja makan dan manipulasi sosial kaum borjuis. Hanya dalam satu kedipan mata, Emmeline sudah menangkap dinamika yang sempurna di ruangan ini.

Ibu mertuaku tidak menyukaiku. Dan dia sengaja mengundang gadis ini untuk memprovokasiku, batin Emmeline, matanya berkilat penuh kemenangan yang dingin saat menatap punggung sang Countess.

Dia sama sekali tidak merasa terancam. Sayang sekali, Ibu mertua... putramu yang sempurna itu sudah terikat mati padaku. Pria itu begitu mencintaiku hingga dia rela berlutut setiap pagi hanya untuk menciumi perutku.

Saat mereka semua mulai berjalan menuju ruang makan malam yang megah, Kyle sengaja memperlambat langkah kakinya.

Pria itu merayap mendekat, lalu di balik lipatan gaun malam Emmeline yang panjang, telapak tangan kekar Kyle yang besar dan kasar mendarat di atas paha istrinya.

Kyle memberikan sebuah sentuhan lembut yang tegas di sana—sebuah remasan posesif yang sarat akan pesan mendalam:

Jangan pedulikan mereka, Emme. Kau adalah satu-satunya ratuku.

Emmeline menoleh ke samping, menatap rahang tegas suaminya yang kini mengeras menahan amarah karena ulah ibunya sendiri.

Emmeline tahu betul arti dari sentuhan suaminya. Kyle tahu semua rencana ini. Gadis kaku bernama Genevieve itu... jelas adalah mantan atau bisa jadi tunangan pilihan ibunya, atau setidaknya calon istri yang sempat direncanakan untuk Kyle sebelum sang Alpha melarikan diri ke Los Angeles dan mengklaim Emmeline.

Emmeline membalas remasan tangan Kyle dengan usapan lembut di punggung tangan suaminya, lalu dia mendongak dengan tatapan mata yang dipenuhi keangkuhan Valerio yang telah bangkit sepenuhnya.

Taring tajam dari dinasti penguasa pantai barat itu kini mencuat di balik senyuman manisnya.

Sayang sekali, ucap Emmeline dalam hatinya, menatap sekilas ke arah Genevieve yang sedang mencoba mencuri pandang ke arah Kyle dengan tatapan memuja.

Gadis kaku yang tampak membosankan seperti itu sama sekali tidak akan pernah cocok untuk bersanding dengan sang Alpha dari Unit Wraith. Hanya aku... hanya Emmeline Valerio yang memiliki darah dan kegilaan yang cukup untuk menaklukkan ranjang dan hidupmu, K.

1
Zahra Alifia Hidayat
love my kaelix😍😍😍😍
Zahra Alifia Hidayat
pangeran bungsu kak😍😍😍😍😍
Ros 🍂: siap kak🫶
total 1 replies
Sholikhah Sholikhah
penasaran dgn mantannya emmelin 🤔
Ros 🍂: mantan suaminya Sudah berakhir ya kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Bau2nya freya bkn gadis sembarangan,, mungkin ank konglo yg kabur / di culik pas kcl,, 🤭🤭 jodohnya ken kah,, jangan sampe ada cinta segi4,, 🤣🤣
Ros 🍂: Hihihi author mah ngikut alur Reader saja 🤭🤣🤣
total 1 replies
nayla tsaqif
Tenang mom,, nanti jg di siapkan pawangnya masing2 untuk triple K sama othor,, 🤭🤭
Ros 🍂: haha mommy perlu dikasih tau kak🤭🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Cerita kaelix dulu kk,,! 😌
Ros 🍂: penasaran ya kak🤭
total 2 replies
Agus Tina
Lanjuut ... penasaran sama mantannya Mrs. Stone ...
Ros 🍂: Mantannya Siapa kak?
total 1 replies
Agus Tina
Bagus sekali ... alhirnya sang countess benar2 luluh
Ros 🍂: hehe iya kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Typo,, cucu audrey,, knp yara udah punya cucu,, 😌yara kan menantu audrey ipar emme,, 🤭
Ros 🍂: Author kacau kak🤣🤣 Lupaa 🤭🤭🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Triplet ya thorrrr,, plisssss
Ros 🍂: sesuai request ya kak🫶🥰
total 1 replies
Dev..
istrinya Kensington kan Audrey thor🤔😅
Ros 🍂: asli Sampe lupa Kak 🤭🫶
total 3 replies
Dev..
Kensington kan thor..
Ros 🍂: ma'aciww ya kak komentarnya 🫶🥰
total 2 replies
Agus Hidayat
lanjut,kak kok Yara terus Audrey kak😍😍😍😍
Ros 🍂: kak, itu keliru sama ceritanya yang sebelah, hehe maaf Typo ya kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Hidayat
kok Yara yg bener itu Audrey,Yara istrinya max menantunya ken🙏
Ros 🍂: maaf ya kak🤭 keliru 😭🤣🤣
total 1 replies
rachma yunita
lanjuuuuutt.. triple k
Ros 🍂: siap kak 🫶🙏🏻
total 1 replies
tri
lanjutin kak... saat anak2 mulai besar dan mengacau hahaha
Ros 🍂: Hahaha siap kak🫶🙏🏻
total 1 replies
Agus Tina
Bahagia sekali ... selamat mr and mrs. Stone
Ros 🍂: hheheh🥳🥳
total 1 replies
Mundri Astuti
pas dah sama kyle, satu militer tangguh, sebelahnya dokter bedah Badas euy
Ros 🍂: hehe sama-sama badas ya kak🤭
total 1 replies
durrotul aimmsh
i love your story kak...👍
Ros 🍂: ma'aciww kak🫶
total 1 replies
nayla tsaqif
Kenapa mereka berdua tiba2 jd manusia bodoh🤣🤣🤣
Ros 🍂: kwkwk🤭🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!