NovelToon NovelToon
Penyihir X Regresi

Penyihir X Regresi

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Dunia Lain / Sihir
Popularitas:64
Nilai: 5
Nama Author: A Giraldin

Namanya Takeuchi Hideki. Dia hanyalah seorang pekerja kantoran biasa yang sudah bosan hidup.

Saking bosannya, apapun yang bakalan terjadi padanya takkan ia pedulikan. Hingga suatu hari, Hideki menemukan sebuah portal menuju dunia lain.

Yang dimasukinya adalah negara Inggris dan dirinya berada di dalam tubuh seorang bayi bernama James Darren.

Seorang anak terkutuk dan pria pekerja kantoran, benar-benar perpaduan yang sangat sempurna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Giraldin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.5: Kencan!?

Dia pergi dan sekarang hanya ada aku saja di sini. “Sia*an! Suami istri macam apa kalian berdua ini!? Kalau tidak bisa merawat anak, untuk apa membuatnya? Jangan membuat mereka menderita! Menganggap hal tersebut hanya untuk senang-senang, benar-benar bajin**an sejati!!”

Ah! Ahaha, aku sampai marah-marah. Yahh... Itu adalah hal yang sangat wajar. Orang tua yang tak bisa bertanggung jawab, lebih baik terus perjaka atau perawan saja sepertiku.

Aku belum pernah pacaran dengan cewek manapun. Diriku ini tahu tampang, apalagi bentuk tubuhku sangat menjijikkan.

Siapapun itu pasti tidak akan suka dengan tubuhku. Gemuk, lemak tak teratur, seragamku kayak mau lepas...

“Haha. Kenapa anak angkatku sampai mau dengan ayah menjijikkan sepertiku ini? Kalau kau tidak suka, selama lima belas tahun ini, akan ku serahkan dirimu ke Panti Asuhan. Tapi... Dia selalu sedih setiap aku ingin memberikannya ke situ.”

Sekarang sepertinya sudah tidak seperti itu lagi ya!. “Anak angkat perempuanku sangatlah cantik. Rumah bordir? Tidak akan ku berikan. Anak mereka bukanlah seorang pelacur.”

“Anak mereka itu... Orangnya baik, penyayang, dan... Dia selalu menatapku dengan pandangan kasih sayang yang terlalu berlebihan.”

Kenapa ya? Karena tidak mengerti alasan dibalik dirinya seperti itu, aku memutuskan menganggap hal tersebut normal dalam keluarga kami.

“Papa itu punyaku seorang lho! Papa nggak boleh sama cewek lain. Nggak boleh! Mengerti kan!?”

Setiap kali dia mengatakan itu saat aku sedang duduk santai tak memikirkan apapun, selalu membuatku mimpi buruk begitu tidur nyenyak.

Me-mengerikan!! Ta-tapi... Dia baik. Maksudku... Ku beri dirinya nama Alexander Fiona.

Namaku? Alexander Abraham, 45 tahun. Oh benar! Diriku adalah cowok yang sangat polos.

Tak mengerti dunia dewasa seperti apa dan setiap kali mendengarnya, pasti akan muntah.

Yahh... Nggak disetiap waktu juga sih, hahaha. Anak angkatku Fiona sebentar lagi pasti akan meneleponku.

Padahal masih pagi dan pelajaran sedang berlangsung, tapi dia selalu menyalakan hp-nya terus.

Sebagai ayahnya, aku harus mengomelinya. Dan baru aja diomongin, laptopku berdering.

[Papa! Aku sayang banget sama kamu, hehehe.]

“Ya, ya, ya. Cepat matikan! Walau kelihatannya lagi jam kosong, pergunakan waktumu untuk belajar, bukan malah meneleponku.”

[Ahaha, Papa serius banget! Emma, lihat! Aku sedang menelepon Papaku lho!]

“Benarkah! Aku ke sana sekarang.”

Kenapa dia malah memanggil temannya? Yahh... Walau penampilanku sangat jelek, kedua bocah gadis ini kayak bahagia setiap ngobrol denganku.

Emma normal, Fiona abnormal sih, haha. [Woah! Papa, selamat pagi!]

“Kenapa kau juga ikutan, Emma?! Cepat belajar lagi sana! Ku tutup ya! Hari ini Papa sedang mengerjakan tugas. Kalau kalian ada tugas, kerjakan juga! Jangan ditunda-tunda!”

[Hahaha, Papa Fiona serius bangett!! Untung saja kau masih sama seperti biasanya. Kalau boleh tahu, sekarang kasus yang harus Papa selesaikan apa?]

Aku sudah terbiasa dipanggil ‘Papa’ oleh mereka berdua. Berbanding terbalik dengan Fiona, Emma memiliki keluarga yang sangat lengkap.

Hanya saja... Keluarganya tidak terlalu baik padanya dan aku katanya lebih baik daripada keluarganya.

Kalian berdua kasihan sekali ya! Orang tua kalian benar-benar bajin**an!. Tapi tenang saja, Mr. Abraham atau sosok yang kalian anggap ayah kalian ini, pasti akan mengurus kalian berdua sebaik mungkin.

Ayah atau Papa sama saja sih, hehehe. “Itu rahasia. Anak kecil tidak boleh mengetahuinya. Cepat matikan! Papa harus kerja lagi soalnya.”

[Yahh... Papa nggak seru. Kalau boleh tanya, Papa sudah punya pacar atau belum?]

Pacar ya! Hahaha... “Lihat dulu penampilanku, Fiona! Kau pikir aku bisa punya pacar? Itu sangatlah mustahil.”

[Nggak, nggak, nggak!!! Papa itu cowok yang sangat tampan! Mana mungkin takkan ada yang menyukaimu! Intinya... Nggak boleh selain kami berdua.]

“Jangan bercanda seperti itu, Emma! Lalu... Banyak yang menonton membuatku makin sadar diri bahwa aku itu jelek, jadi cepat matikan! Aku benar-benar harus lanjut kerja lagi lho!”

[Uwaa! Siapa pria itu? Menjijikkan sekali ya!]

[Shh! Jangan ngomong keras-keras! Dia itu ayah dari Nona Fiona dan Nona Emma lho!]

[Sungguh!? Pria jelek itu beruntung sekali ya!]

[Aku ingin menggantikan posisinya jika bisa.]

[Bukannya nggak ada kecocokan sama sekali?]

Lalu aku juga mendengar kata-kata dari para murid di kelas mereka berdua yang sangat membuat hatiku sakit.

‘Bentuknya seperti sampah, lebih baik mati saja bukan!’

‘Hahaha, nggak boleh keras-keras mengatakan fakta, Andro!’

‘Mau bagaimana lagi, Retna! Soalnya... Memang sebaiknya mati aja nggak sih?’

‘Andro benar. Lumos juga setuju kan!’

‘Tentu saja Karina.’

Lalu kata-kata ‘Mati’ pun terus terngiang-ngiang di telingaku dan telepon ini baru saja berjalan selama 15 menit lho!

Hahaha... Nasibku benar-benar buruk. Itu adalah hal yang wajar, apalagi... Bentuk tubuhku dari dulu juga seperti ini.

Awal lahir hingga detik ini juga seterusnya harusnya. “Dengar itu kan, Fiona, Emma! Untuk sekarang, cepat matikan! Papa harus kerja. Kalau ku matikan kalian akan marah, jadi cepat lakukan!”

Fiona dan Emma bisa dibilang keduanya sama-sama cantik. Bisa dibilang ‘Madonna’ di kelasnya.

Mungkin sekolahnya juga sih. Kenapa mereka sangat baik padaku ya? Memangnya aku baik pada mereka?

Banyak sekali kejadian yang membuatku tidak ingin mengurus mereka berdua. Yahh... Kalau Emma lumayan mending karena punya keluarga, tapi Fiona... Tidak pernah mengenal keluarganya dari lahir.

Penampilan luarnya bak Bidadari turun dari langit kalau kita mendeksripsikan tentang Fiona.

Malaikat yang sedang bersemayam di tubuhnya selamanya, sangat cocok untuk Emma.

Bidadari dan Malaikat... Sama saja sih. Sama-sama cantik dan harus ku jaga. Oh benar! Tugas... Lalu Kasus... Untukku sama saja.

Aku kayak seorang Detektif saja ya! Hahaha, kayaknya nggak sampai sejauh itu. Diriku kerja di pemerintahan busuk ini, sedangkan para Detektif memilih kerja swasta.

Siapa yang menggaji mereka? Orang-orang yang menyewa mereka pastinya. Oh benar! Apa aku benci dengan pekerjaanku? Antara iya dan tidak.

Uang sogokan beneran nggak diterima? Ya, pastinya.Walau sama-sama dikasih, aku akan membakar semua uang yang diberikan padaku olehnya.

Yahh... Karena dihasilkan atas kerja kerasku, jadinya tidak masalah bukan! Apalagi... Mr. Zeland itu nggak tahu hal ini.

Kalau tahu, mungkin aku bakal dipecat. Membakar uang katanya nggak boleh, tak menerimanya juga tak boleh.

Kalau dipecat... Katanya takkan ada satupun yang bakal menerimaku dan itu sangat wajar.

Penampilanku sangat jelek dan membuat siapapun pasti ingin jauh-jauh dariku. Mereka berdua berbeda.

Kalau dipikir-pikir lagi, kenapa penampilan Fiona dan Emma mirip dua wanita cantik yang selalu ada di mimpiku?

Yang selalu ada di mimpiku sangat menakutkan lho! Salah sedikit kematian bakal menghampiriku.

1
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉




Saling support sabi kali ya😉
Ankani: 👍. Makasih udah mampir kak😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!