Karena kecerobohan nya sendiri seorang pria dewasa menarik tangan seorang gadis yang sedang berjalan dan dia membawanya ke suatu tempat.
Apakah yang terjadi kepada gadis malang itu?
ayok baca ceritanya hanya di noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nouna Sagitarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3
"Diam lah nanti paman akan suruh teman paman untuk menaruh nya." ucap Arkan yang sudah tidak sanggup lagi dengan tingkah ke dua anak tadi.
"Tapi Farah ingin paman mengganti nya."
"Tapi sekolah nya sudah tutup dan paman tidak tau daerah di sini."
"pokok nya Farah ingin paman mengganti nya.!"
"Di mana paman harus mencari nya, ini sudah satu jam kita keliling lagian apa kalian tidak di cari sama orang tua kalian."
mendengar kata orang tua Farah langsung terdiam dan melihat adik nya yang berada di sebelah.
"Fadil sudah kasih tau mama." jawab nya ketika sang kakak menatap nya.
Kadang Fadil juga merasa jengkel dengan sifat kakak nya yang hanya beda beberapa detik ini,karena apapun yang menjadi milik nya kalau sudah di ganggu apalagi di rusak kan sama orang pasti dia akan minta ganti nya sampai dia dapat kalau tidak dia tidak akan melepas kan orang itu,begitupun kalau dia yang merusakkan barang orang dia akan mengganti nya dan meminta maaf.
"Dengar kan..., adik ku sudah memberitahu mama jadi paman harus mencari nya sampai dapat." ucap nya dengan sombong.
"iya paman tahu,tapi kita harus cari di mana lagi, semua nya sudah kita keliling." ucap nya frustasi. Kalau bisa memilih lebih baik dia berjibaku dengan berkas-berkas dan dokumen yang menumpuk di bandingkan menghadapi ke dua kakak beradik ini.
"kenapa paman melihat ku.!?" tanya Fadil dengan suara datar karena Arkan melihat nya lewat kaca depan.
Bukan nya menjawab Arkan malah kembali fokus ke jalanan.
"Makanya jalan pakai mata, jangan karena buru-buru tidak melihat kanan kiri.!" lanjut nya karena Arkan tidak merespon nya.
"sabar Arkan mereka masih anak-anak." ucap nya dalam hati.
Kembali ke toko roti Andika yang sudah tau alamat istri nya pun tidak sabar untuk menemui nya. Walaupun sebelum nya pegawai toko tidak ingin memberitahukan di mana alamat sang istri tapi atas bantuan satria dengan membawa nama sang pemilik toko akhirnya pegawai itu pun memberitahu kan nya.
"Saya akan mentransfer bonus mu dan juga teman mu,tugas mu sudah selesai dan kembali lah ke perusahaan.ucap nya yang langsung meninggalkan satria.
"siapa bilang tugas ku sudah selesai,tugas ku malah baru di mulai." ucap nya dalam hati melihat Andika yang keluar dari toko dan mengepalkan tangan nya sampai jari-jari nya memutih.
sementara Arkan dan ke dua bocah tadi baru saja kembali.
"Sabar Arkan mereka masih anak-anak." ucap nya menenangkan diri karna melihat tingkah ke dua anak itu,setelah itu dia kembali ke mobil dan tujuan nya adalah rumah besar bos nya Andika atau Dika.
"hallo bos." sapanya saat mengangkat ponsel.
".........."
"siap bos."setelah itu Arkan mematikan sambungan telpon nya lalu melajukan mobil nya dan mengubah tujuan nya.
Tidak terasa sudah satu Minggu Arkan berada di kota S dan sibuk dengan pekerjaan nya.
"selamat pagi pak...." sapa Sorang karyawan saat Arkan masuk ke kantor .
"pagi." jawab nya dengan wajah datar.
"sayang ganteng, tapi dingin dan cuek." ucap karyawan satu nya dengan wajah yang di buat-buat.
Tiba di ruangan nya Arkan langsung menghubungi seseorang.
"Kamu ke ruangan saya sekarang.!" titah nya dingin.
"Bain pak."
"Apa kendalanya sehingga pembangunan belum juga selesai,ini sudah berbulan-bulan.!Apa mereka tidak bisa bekerja atau mereka ingin makan gaji buta.!" cerca nya ketika orang yang di telpon nya tadi masuk ke ruangan nya tidak lupa Arkan juga melempar kan map di hadapan orang tersebut.
"ma...maaf pak mereka..."ucapan nya gugup dan perkataan nya terpotong karena Arkan langsung menyela nya.
"Maaf apa yang kamu maksud,!kalau mereka tidak bisa dan tidak becus kerja,sebaik nya kamu punya inisiatif untuk membuat mereka konsisten agar tidak semena-mena atau cari orang lain."
"saya akan menghubungi mereka pak,dan masalah cari yang lain....."
"hubungi mereka dan bilang kalau saya ingin bertemu.!"potong nya cepat
"baik pak..."
"Atur tempat pertemuan dan bilang kalau saya ingin bertemu mereka.!" setelah mengatakan itu arkan keluar dari ruangan nya meninggal kan sekretaris.
"Akhirnya...sabar lili.." ucap nya menenangkan diri sambil mengelus dada.
Waktu pertemuan pun tiba dan mereka sekarang sudah berada di tempat yang di janjikan, setelah bertemu mereka langsung saja membahas tentang pekerjaan.
Ketika Arkan sama Lili ingin kembali ke kantor ,tidak sengaja lili melihat gadis kecil yang sangat mirip dengan Arkan.
"Apa kamu masih mau di sini.?!" tanya Arkan karena melihat Lili yang masih terdiam.
"pak apa bapak tidak melupakan sesuatu.?" malah balik Lili bertanya.
"Lupa apa.?"
"Apa bapak sudah menikah.?"
Arkan menaikan sebelah alis nya mendengar pertanyaan dari Lili.
"Pak itu putri bapak.?"
"Jangan sembarangan kamu Lili.?"sergah Arkan karena mendengar ucapan Lili.
"pak coba lihat di sana.?" kata lili sambil menunjuk ke arah anak perempuan yang sedang tertawa dengan teman sebaya nya dan Arkan pun mengikuti arah tunjuk Lili.
Deg.....
Entah kenapa perasaan Arkan tidak menentu melihat anak perempuan itu tertawa.
"tunggu.....,itu bukan nya anak yang beberapa hari lalu.?" ucapnya dalam hati.
"pak....!" kembali Lili bersuara karena Arkan hanya diam saja.
"pak benar kan itu putri bapak?, kenapa tidak anda samperin." ucap nya lagi karena Arkan tidak merespon nya.
"berisik kamu Lili....!" kata nya sedikit membentak dan melangkah cepat tapi pikiran nya kemana-mana dan tak menentu setelah melihat anak perempuan tadi.
"Aneh...." ucap nya sambil berlari kecil takut atasan nya itu meninggal kan nya.
Beberapa hari berlalu,bahkan bulan pun berganti dan proyek pembangunan anak cabang perusahaan tempat nya bekerja pun sudah selesai,saat dia kembali ke negara S.
Tapi sebelum itu Arkan tidak sengaja bertemu sama teman lama dan mereka bertemu di sebuah cafe dan cafe itu sedang viral saat² ini di semua kalangan
"Apa kabar.?" tanya teman nya yang bernama Aldo.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat,bagaimana dengan kabar mu.?" Arkan balik bertanya.
"apa kamu sudah menikah.? kembali aldo bertanya membuat Arkan diam.
"Maaf..." ucapnya melihat Arkan terdiam.
"tidak apa-apa."jawab nya.
Mereka mengobrol banyak tentang pekerjaan,pasangan bahkan mengingat masa lalu,hingga mata Arkan menangkap sosok seseorang yang sangat dia kenali.
"Dia.....!" seru nya pelan.
"apa...?,dia siapa.?"
"sepertinya saya melihat orang yang saya kenal."
"mana.?"sambil mengikuti arah pandang Arkan.
"Maaf saya tinggal dulu." ucap nya dan langsung menuju ke tempat di mana dia melihat orang yang dia kenal membuat Aldo bingung.
"Arkan kenapa?,siapa yang dia kenal,aneh..."beo nya.
Bagaimana.....masih mau lanjut tidak...?
tapi kakak² readers harus like dan komen ya...?
agar author nya semangat nulis🥰🥰🙏
...🌷ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ🌷...