NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingatan yang tertinggal

Tiga hari setelah masa kritis yang mencekam, Elfesya akhirnya membuka mata. Cahaya putih lampu rumah sakit membuatnya mengerang pelan, dan bunyi mesin jantung yang kini stabil menyambut kesadarannya yang perlahan kembali.

Ravion, yang sedang tertidur dengan posisi duduk di samping ranjang, langsung terjaga saat merasakan pergerakan kecil dari jemari Elfesya. Wajahnya yang kuyu mendadak cerah dengan binar harapan yang luar biasa.

"Elfesya? Kamu bangun? Syukurlah..." Ravion segera menekan tombol panggil perawat, suaranya bergetar karena haru. "Dokter! Dia sadar!"

Elfesya menatap langit-langit ruangan dengan bingung, lalu perlahan menoleh ke arah pria di sampingnya. Ia mengerutkan kening, mencoba memproses siapa pria berewok tipis dengan mata sembab yang sedang menggenggam tangannya seolah tidak mau lepas itu.

"Pak... Pak Ravion?" suara Elfesya keluar dengan sangat lirih dan serak.

Ravion tersenyum lebar, air mata kebahagiaan mengalir di pipinya. "Iya, ini aku. Kamu aman sekarang. Jangan banyak bergerak dulu, ya."

Elfesya terdiam sejenak, matanya menatap sekeliling ruangan yang dipenuhi bunga dan peralatan medis mewah. "Kenapa saya di sini? Dan... kenapa Bapak memegang tangan saya seperti itu?"

Senyum Ravion sedikit membeku. Ada nada asing dalam suara Elfesya—nada yang sangat formal, nada yang dulu ia dengar saat Elfesya masih menjadi sekretaris yang ia benci di kantor.

"Kamu mengalami kecelakaan, Elfesya. Calista... tapi itu tidak penting sekarang. Yang penting kamu selamat," jelas Ravion lembut.

Elfesya mencoba menarik tangannya perlahan, wajahnya tampak tidak nyaman. "Maaf, Pak. Saya rasa ini tidak sopan. Bapak adalah bos saya. Dan... di mana Elric? Apakah saya masih bekerja untuk Arshaka Group? Terakhir yang saya ingat, Bapak sedang marah karena saya salah menyusun jadwal meeting di kantor."

Dunia Ravion seolah runtuh untuk kedua kalinya. Ia menatap dokter yang baru saja masuk untuk memeriksa Elfesya dengan pandangan penuh tanya.

Setelah serangkaian tes saraf, dokter memanggil Ravion ke luar ruangan. Wajah dokter itu tampak prihatin.

"Pasien mengalami Retrograde Amnesia parsial, Pak Ravion," jelas Dokter. "Hantaman di kepalanya menyebabkan trauma pada bagian otak yang menyimpan ingatan jangka pendek. Sepertinya, dia kehilangan ingatan tentang apa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir."

"Berapa banyak yang dia lupakan?" tanya Ravion, suaranya tercekat.

"Dari percakapan tadi, dia tampaknya melupakan masa pernikahannya dengan Anda, masa tinggalnya di desa, bahkan fakta bahwa dia telah berhenti dari pekerjaannya. Baginya, dia masihlah sekretaris Anda yang baru bekerja beberapa bulan. Ingatannya berhenti tepat sebelum kesepakatan pernikahan kontrak itu terjadi."

Ravion bersandar di dinding koridor, napasnya terasa berat. "Jadi... dia tidak ingat kalau kami sudah menikah? Dia tidak ingat kalau aku mencintainya?"

"Secara medis, iya. Memaksanya untuk ingat secara mendadak bisa menyebabkan tekanan mental yang berbahaya. Anda harus membiarkannya mengingat secara alami, atau... membangun kembali kenangan itu dari awal."

Malam itu, Ravion kembali masuk ke kamar Elfesya. Ia melihat istrinya—yang kini hanya menganggapnya sebagai atasan—sedang berbicara dengan Elric.

"Kak, jangan bercanda. Kak Ravion itu suamimu!" seru Elric yang tampak frustrasi di samping ranjang.

"Elric, jangan ngawur. Pak Ravion itu orang kaya, tidak mungkin mau menikah dengan Kakak. Kamu pasti kebanyakan nonton sinetron di asrama," balas Elfesya sambil tertawa kecil, meski wajahnya masih pucat.

Ravion masuk dan memberi kode pada Elric untuk diam. Elric cemberut namun menurut, ia keluar dari ruangan untuk memberi mereka waktu.

"Pak Ravion, maafkan adik saya. Dia sepertinya sedang berhalusinasi," ucap Elfesya dengan sopan. "Terima kasih sudah membiayai pengobatan saya. Saya akan segera kembali bekerja setelah saya sembuh untuk melunasi hutang ini."

Ravion menatap Elfesya dengan pedih. Pria itu kini harus kembali dipanggil "Pak", kembali dianggap sebagai orang asing yang jauh, setelah semua peluh dan air mata yang mereka bagi di pesisir.

Namun, Ravion menarik napas panjang dan tersenyum tipis. Ia teringat janjinya di bawah atap bocor desa nelayan. Jika ia bisa memenangkan hati Elfesya yang membencinya, maka ia pasti bisa memenangkan hati Elfesya yang lupa padanya.

"Tidak perlu dipikirkan soal hutang, Elfesya," ucap Ravion, suaranya lembut namun tegas. Ia duduk di kursi samping ranjang, kali ini tanpa menyentuh tangannya agar tidak membuatnya takut. "Anggap saja ini investasi perusahaan. Dan soal pernikahan itu... mungkin Elric benar. Aku memang ingin menikahimu. Tapi sepertinya aku harus mulai melamarmu dari awal lagi."

Elfesya tertegun, wajahnya mendadak merona merah. "Bapak... bercanda, kan?"

"Aku tidak pernah bercanda soal masa depanku," sahut Ravion. "Beristirahatlah, Sekretarisku. Besok aku akan membawakan makanan favoritmu—tempe goreng dan sambal terasi."

Elfesya mengernyit heran. "Bagaimana Bapak tahu saya suka itu?"

Ravion hanya tersenyum misterius sebelum berjalan keluar. Di lorong rumah sakit, ia mengepalkan tangannya. Ia akan menghancurkan Calista, membereskan kekacauan di Arshaka Group, dan memenangkan kembali cinta istrinya. Kali ini, tanpa kontrak, dan tanpa bayang-bayang masa lalu yang pahit.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!