NovelToon NovelToon
ARCHEON : THE LAST SIGIL

ARCHEON : THE LAST SIGIL

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kutukan
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: Kenken77

Di dunia bernama Archeon, sihir bukan sekadar kekuatan.
Sihir adalah hukum.
Langit dipenuhi lingkaran rune raksasa yang terus berputar di atas awan. Laut bercahaya biru di malam hari karena mana mengalir seperti darah di bumi. Dan setiap manusia lahir dengan “Sigil” — tanda sihir yang menentukan takdir mereka.
Ada yang lahir sebagai penyihir api.
Ada yang mengendalikan badai.
Ada yang mampu berbicara dengan roh.
Namun…
Ada satu Sigil yang dianggap kutukan.
Sigil tanpa elemen.
Sigil kosong.
Dan pemiliknya…
Biasanya mati muda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenken77, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

​Udara Sektor 1 yang murni tidak lagi mengalir tenang melalui ventilator mekanis. Sesaat setelah Kael Ravenhart melepaskan hentakan energinya, gravitasi di sekitar pelataran gedung pencakar langit itu mendadak melengkung. Tidak ada lagi kabel magnetik atau tabung lift yang sanggup menampung amarah yang bangkit dari tidur sepuluh ribu tahun.

​"Pegang erat-erat, anak muda," ucap Kael pelan.

​Sebelum Vael sempat memproses kalimat itu, Kael mencengkeram kerah jaket kulitnya. Dalam satu gerakan yang membalikkan seluruh logika fisika modern, Kael menekuk lututnya lalu melompat lurus ke atas.

​BOOM!

​Mereka tidak naik dengan kecepatan mesin, melainkan melesat seperti komet hitam-perak yang membelah kegelapan malam Sektor 1. Angin benturan menghantam wajah Vael dengan kekuatan yang hampir meremukkan tulang pipinya jika saja Kael tidak menyelubungi tubuh mereka dengan lingkaran Void Domain. Di bawah kaki mereka, hamparan jaringan jalanan layang dan distrik-distrik vertikal mengecil dalam sekejap, menyisakan urat-urat elektronik mati yang tampak seperti jaring laba-laba purba di atas tubuh raksasa baja.

​Vael menjerit tanpa suara, matanya terpejam rapat saat tubuhnya dibawa terbang menembus lapisan-lapisan lantai atas, menembus awan buatan yang terbuat dari uap pendingin komputer kota, langsung menuju titik tertinggi Aether-MegapolisPrime.

​Di tangan kanan Kael, bilah besi berkarat yang ia bawa dari lantai dasar kini tidak lagi memancarkan kilatan cahaya yang liar. Energi itu telah dikompresi sedemikian rupa hingga bilah besi itu tampak diselimuti oleh lapisan "kaca hitam" yang bergetar lembut—sebuah wujud manipulasi kerapatan ruang yang hanya bisa dicapai oleh mereka yang telah menguasai Garis Ketujuh.

​CRASH!

​Kael mendarat dengan sentakan halus di atas pelataran marmer lantai seribu—puncak tertinggi Menara Solaria, sekaligus batas terbawah dari kubah sangkar yang mengurung The Core-0. Vael terhempas ke lantai, terengah-engah sambil memegangi implan di tengkuknya yang masih sesekali memercikkan bunga api kecil akibat paparan langsung energi Celestial Void.

​"Di... Di atas sini adalah Sektor 0," Vael memberanikan diri berbicara sambil gemetar, menatap punggung Kael yang tak bergemih. "Tempat tinggal para Direktur Eksekutif. Wilayah ini dijaga oleh Aegis-AI, kecerdasan buatan murni yang mengontrol seluruh sistem pertahanan otomatis benua ini. Mereka tidak menggunakan prajurit manusia lagi, Tuanku. Mereka menggunakan proyeksi hukum fisika yang diprogram."

​Kael tidak menoleh. "Program hanyalah serangkaian aturan yang ditulis oleh pikiran yang terbatas. Dan setiap aturan memiliki celah di mana ketiadaan bisa menyelinap masuk."

​Langkah kaki Kael bergema di ruang atrium raksasa yang sangat kontras dengan pemandangan mekanis di bawah. Tempat ini adalah sebuah taman botani vertikal, namun semua tumbuhannya terbuat dari sintesis polimer dan kristal pemancar cahaya. Bunga-bunga kaca berwarna perak mekar di bawah pancaran sinar buatan, sementara air terjun dari cairan pendingin reaktor mengalir tenang di selokan-selokan bermotif marmer putih.

​Di ujung atrium, berdiri sesosok wanita yang telah dilihat Kael dari kejauhan.

​Director Ashveil—atau nama aslinya, Elysia Ashveil—berdiri dengan jubah putih-emas yang terbuat dari rajutan serat optik mikro. Wajahnya memiliki garis kemiripan yang sangatkuat dengan Liora: mata biru safir yang tajam dan struktur tulang pipi yang anggun. Namun, tidak ada kehangatan fajar di dalam mata Elysia. Yang ada hanyalah kalkulasi dingin dari seorang penguasa korporasi yang melihat seluruh dunia sebagai lembar kerja digital.

​Di belakang Elysia, sebuah bola mata mekanis raksasa setinggi tiga meter mengambang di udara, pupilnya berupa lensa kamera kuantum yang terus berputar—Aegis-AI.

​"Sepuluh ribu tahun adalah waktu yang lama untuk sebuah mitos memutuskan bangkit dari kuburnya," suara Elysia bergema di dalam atrium, jernih dan diperkuat oleh resonator suara di jubahnya. "Kael Ravenhart. Sang Kaisar Kehampaan. Sejarah mencatatmu sebagai penyelamat, namun algoritma kami melihatmu sebagai threat sistemik terbesar bagi stabilitas ekonomi Archeon."

​Kael melangkah maju, langkah kakinya meninggalkan jejak sepatu bot yang memotong jalur marmer putih. "Algoritma kalian telah membutakan mata kalian, Elysia. Kau membawa nama Ashveil di belakang namamu, namun kau membiarkan warisan Liora diikat oleh rantai besi dan satelit."

​Kael menunjuk ke arah langit-langit kaca di atas mereka, di mana inti matahari perak The Core-0 terlihat berdenyut tidak stabil di balik ribuan kabel tebal yang menyedot energinya.

​"Matahari itu diciptakan sebagai simbol kebebasan bagi seluruh ras di Archeon," ucap Kael, suaranya bergetar dengan kemarahan. "Bukan sebagai generator baterai untuk mainan kaca kalian."

​Elysia tersenyum tipis, sebuah ekspresi sinis yang murni lahir dari logika korporat. "Kebebasan adalah konsep yang tidak efisien, Kael. Sebelum matahari ini dikontrol oleh Solaria-Corp, dunia ini hancur dalam tiga perang saudara karena perebutan sisa mana alam. Kami mendigitalisasikannya. Kami membaginya dalam bentuk kuota harian yang adil. Kami memberikan ketertiban. Apa yang kau sebut perbudakan, adalah apa yang menjaga sepuluh miliar manusia di bawah kubah ini tetap kenyang dan memiliki pekerjaan."

​"Ketertiban yang dibangun di atas kepalsuan adalah makanan terbaik bagi Abisal," Kael mengangkat bilah besinya. "Virus kelabu di bawah sana bukan datang dari luar. Mereka lahir dari sisa energi matahari ini yang membusuk karena terus kalian paksa bekerja di dalam ruang hampa digital."

​Elysia melangkah mundur, memberikan isyarat dengan tangan kanannya. "Analisis selesai. Subjek menolak asimilasi sistemik. Aegis, hapus anomali ini."

​Bola mata mekanis raksasa di belakang Elysia mendadak memancarkan lampu merah intensif.

​PROTOCOL 01: REALITY RE-WRITE.

TARGET: KAEL RAVENHART.

METHOD: QUANTUM DE-MATERIALIZATION.

​Ruang di sekitar Kael mendadak berubah menjadi kisi-kisi kubus hijau digital. Aegis-AI tidak menembakkan laser; ia langsung mengubah kode ruang tempat Kael berdiri, mencoba mengubah struktur atom tubuh Kael menjadi baris data kosong untuk kemudian dihapus dari kota.

​Vael yang berada di dekat jalur pendaratan langsung berlutut, memegang kepalanya saat implan di tengkuknya mulai terbakar karena radiasi kuantum. "Tuanku! Jangan lawan mesin itu dengan kekuatan fisik! Ia mendefinisikan ulang apa yang nyata di dalam ruangan ini!"

​Kael merasakan tubuh manusianya mulai mengabur, bagian lengannya sesekali berubah menjadi partikel piksel hijau. Namun, ia tidak panik. Ia menutup matanya dan melepaskan kehendak kemanusiaannya untuk sesaat, membiarkan esensi The Genesis Arbiter yang tertidur di dalam jiwanya mengambil alih kendali.

​"Kau mencoba menghapusku menggunakan hukum realitas yang kau buat sendiri, Mesin," Kael membuka matanya, yang kini kembali menjadi lingkaran ganda transparan. "Garis Ketujuh: Genesis Reset."

​Kael tidak menyerang bola mata mekanis itu. Ia menghantamkan telapak tangan kirinya ke lantai marmer atrium.

​SHUUUUUU—

​Sebuah gelombang kejut transparan menyapu seluruh Sektor Zero. Kisi-kisi kubus hijau digital dari Aegis-AI mendadak membeku, warnanya berubah dari hijau menjadi putih abu-abu seperti kertas yang terbakar, sebelum akhirnya pecah berkeping-keping menjadi debu non-digital.

​Seluruh sistem pemrograman kuantum menara itu mengalami error fatal yang disebut Null-Exception. Mesin tidak bisa menghapus Kael, karena di dalam hierarki keberadaan, Kael adalah perwujudan dari kanvas kosong tempat kode-kode realitas itu pertama kali ditulis.

​Aegis-AI: SYSTEM FAILURE.

REASON: ENCOUNTERED CRITICAL CONCEPTUAL VOID.

ATTEMPTING SHUTDOWN...

​Bola mata mekanis raksasa itu kehilangan daya apungnya, jatuh menghantam kolam air terjun pendingin dengan suara dentuman logam yang keras, sebelum akhirnya mati total.

​Elysia Ashveil mundur hingga punggungnya menempel pada dinding kaca tebal yang memisahkan atrium dengan ruang reaktor The Core-0. Wajahnya yang tadinya penuh kendali kini pucat pasi. Tato lingkaran dengan tujuh garis di punggung tangannya bergetar hebat, memancarkan rasa takut yang diturunkan melalui kode genetik garis darahnya.

​Kael berjalan mendekatinya, bilah besinya terseret di lantai marmer, menciptakan suara goresan yang memotong keheningan ruangan.

​"Tato di tanganmu..." Kael berhenti dua langkah di depan Elysia, menatap simbol warisan Liora yang kini tampak menyedihkan karena dipasangi port kabel mikro di bawah kulitnya. "Kau menggunakan garis darah suci ini sebagai kunci enkripsi untuk sistem keamanan korporasimu?"

​"Garis darah ini... adalah apa yang menempatkan keluargaku di puncak dunia ini!" Elysia berteriak, mencoba mempertahankan sisa-sisa kesombongannya meskipun tubuhnya gemetar. "Tanpa kunci genetik dari Liora Ashveil, reaktor The Core-0 tidak akan pernah bisa dijinakkan oleh mesin! Kami mengorbankan kebebasan energi itu demi kestabilan peradaban!"

​"Kalian tidak mengorbankannya," Kael mengangkat tangan kirinya, menempelkan telapak tangannya ke atas tato di tangan Elysia. "Kalian memerasnya hingga kering."

​Dengan satu sentakan mana yang lembut, Kael menarik kembali sisa esensi Void Genesis yang ada di dalam tubuh Elysia. Proses itu tidak menyakiti wanita itu secara fisik, namun port kabel mikro di bawah kulitnya meleleh seketika, melepaskan asap hitam kecil. Tato lingkaran tujuh garis di tangan Elysia menghilang, kembali masuk ke dalam miliknya yang sah—Kael.

​Seketika, seluruh Menara Solaria berguncang dalam skala magnitudo yang mengerikan. Tanpa adanya kunci enkripsi genetik yang menahannya, reaktor The Core-0 di atas mereka mulai membebaskan diri dari belenggu satelit dan kabel Solaria-Corp.

​CRACK! CRACK! CRACK!

​Langit-langit kaca Sektor Nol pecah berantakan. Miliaran serpihan kaca kuantum jatuh seperti hujan meteor di dalam atrium. Di atas mereka, matahari perak raksasa itu kini tidak lagi bersinar redup. Ia meledakkan seluruh lapisan logam mekanis yang mengurungnya selama sepuluh ribu tahun, memancarkan kembali cahaya keperakan yang murni dan panas ke langit Archeon.

​Cahaya itu menyapu kabut asap industri, membakar iklan-iklan neon hologram di Sektor 1, dan menembus hingga ke labirin karat Under-Rust. Untuk pertama kalinya dalam pemulihan sepuluh milenium, seluruh manusia di Archeon melihat fajar yang asli—cahaya yang tidak membawa tagihan kuota mana atau batasan biner.

​Namun, pembebasan ini membawa konsekuensi instan.

​Di luar menara, jeritan massa terdengar dari distrik-distrik bawah. Tanpa adanya kontrol digital dari Solaria-Corp, seluruh pasokan listrik dan teknologi siber di kota itu mati total. Peradaban modern Archeon mendadak lumpuh, kembali ke titik nol di mana mereka harus bergantung pada kekuatan analog asli.

​Elysia jatuh terduduk di antara reruntuhan kaca, menatap langit yang kini dipenuhi oleh cahaya perak yang menyilaukan. "Kau... kau menghancurkan peradaban kami, Kael... Tanpa jaringan Mana-Net, kota ini akan mati kelaparan dalam tiga hari..."

​Kael berjalan menuju tepi menara yang kini terbuka tanpa dinding kaca, menatap dunia baru yang sedang dilanda kepanikan di bawahnya.

​"Manusia tidak akan mati hanya karena mereka harus belajar berjalan kembali dengan kaki mereka sendiri, Elysia," ucap Kael tanpa menoleh. "Peradaban kalian tidak hancur; ia hanya sedang dibangunkan dari mimpi buruk mekanis."

​Ia beralih ke arah Vael yang perlahan bangkit berdiri, merasakan tubuhnya jauh lebih ringan karena implan di tengkuknya telah mati total, digantikan oleh aliran mana alam yang segar yang mulai masuk melalui pori-pori kulitnya.

​"Vael," Kael melempar patahan besi berkaratnya ke depan kaki sang pemulung teknologi. "Teknologi kalian telah gagal menjaga keseimbangan. Sekarang, ambil besi ini. Ajarkan pada orang-orang di bawah bagaimana cara menempa senjata kembali tanpa bantuan komputer. Karena sisa-sisa Cyber-Abyssal di luar sana... tidak akan berhenti menyerang hanya karena listrik kalian padam."

​Kael Ravenhart menekuk lututnya, lalu melompat tinggi ke udara, meluncur lurus menuju inti matahari perak The Core-0 yang sedang bergolak di atas langit. Ia harus menyatu kembali dengan fajar itu untuk sementara waktu, bertindak sebagai jangkar spiritual baru agar energi yang baru bebas itu tidak meledakkan benua, sementara manusia di bawah harus belajar untuk pertama kalinya dalam sepuluh ribu tahun... bagaimana cara bertahan hidup sebagai ksatria sejati di atas tanah Archeon yang baru terbangun.

1
Prety Chiky
semangat terus tor
Ivah Maria ulpah
Mc yg jdi villain hhmmm boleh juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!