NovelToon NovelToon
Aku Tak Sempurna

Aku Tak Sempurna

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dewi Meitania

Kesempurnaan seorang wanita adalah ketika bisa hamil dan melahirkan. Tapi, bagaimana jika bagian terpentingnya harus di relakan karena sebuah takdir. Apa yang harus kita lakukan? Sementara hidup terus berjalan.

Berdamai dengan sebuah takdir dan menjalani kehidupan seperti biasa adalah hal yang harus di lakukan. Itulah yang di lakukan seorang gadis belia yang harus menyerah pada takdir yang di miliknya.

"Kenapa Tuhan takdirkan aku seperti ini? Apa salah aku?".....

......

Cerita ini hanya hayalan penulis ya... Jadi, maaf jika ada kesamaan karakter atau apapun...

Semoga suka dengan cerita baru nya ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jatuh Cinta

Angel dan Laela membeli keperluan dapur rumah mereka sementara Dita hanya jajan-jajan apa yang dia mau saja karena urusan dapur di kerjakan Bibi di rumah. Tapi, Dita pun terus mengikuti kedua temannya hingga pada rak coklat dirinya berdiri cukup lama mengamati berbagai macam coklat.

"Yah, ada di atas lagi coklatnya." Gerutu Dita saat melihat coklat yang di inginkannya berada di rak atas.

"Yang ini?" Tanya pria di sampingnya tiba-tiba.

"Iya. Eh, Papa Jonathan. Jonathan mana?" Tanya Dita spontan mencari keberadaan batita yang begitu dia rindukan itu.

"Ternyata dokter Dita masih mengingat saya. Nathan di rumah tidak ikut." Jawab pria yang ternyata Feri.

"Hm... Sayang sekali. Eh, terima kasih sudah di ambilkan." Ucap Dita memperlihatkan coklat yang tadi di ambilkan Feri.

"Sama-sama. Dokter nyari anak saya, Papa nya ngga di cari?" Tanya Feri.

"Eh, hm.. Maaf saya permisi Pak. Sekali lagi terima kasih." Jawab Dita gugup dan segera menghindari Feri.

Selalu seperti itu ketika ada lawan jenis yang mengajaknya berkomunikasi. Dita akan berbicara fokus pada inti dan segera meninggalkan lawan bicaranya.

"Pak Feri! Loh, belanja sendiri Pak?" Tanya Angel yang mengenali Feri.

"Dokter Angel. Iya Dok kebetulan." Feri.

"Eh, ketemu Dita? Dia ada di sini juga." Angel.

"Ketemu. Tapi, sepertinya Dokter Dita tidak mengenali saya." Feri.

"Aduh, maaf ya Pak. Dita memang seperti itu. Tapi sebenarnya hatinya baik. Hanya Dita selalu menghindari kontak langsung dengan lawan jenis." Angel.

"Tidak apa-apa Dok. Kalo begitu saya permisi Dok." Feri.

"Ah, iya silahkan Pak." Angel.

Sebenarnya Angel sudah melihat interaksi antara Dita dan Feri sejak tadi tapi Angel membiarkan Dita menghadapinya sendiri. Seperti dugaannya walau Dita begitu merindukan Jonathan tidak serta merta membuat Dita membuka hati untuk lebih dekat lagi dengan Jonathan dan keluarganya.

Setelah diantar Dita pulang Angel segera menghubungi Ibu Rani untuk melaporkan kejadian di supermarket tadi. Ibu Rani tak menyangka ternyata Putra dari Feri yang di rindukan Dita. Tapi kenapa Dita tak ingin menemui batita itu padahal sudah bertemu dengan orang tuanya.

"Sayang, eh makan coklat ngga ajak-ajak nih..." Ucap Ibu Rani saat melihat Dita tengah duduk di gazebo dengan berbagai aneka coklat.

"Mami,,"

"Kenapa sayang?" Tanya Ibu Rani duduk di hadapan Dita.

"Dita boleh ngga di rumah aja dulu ngga kerja, ngga kemana-mana?" Tanya Dita.

Ibu Rani mengernyitkan dahinya dan memperhatikan putrinya.

"Kenapa? Ada masalah?" Tanya Ibu Rani.

Dita menggelengkan kepalanya kemudian menekuk kakinya dan memeluk lututnya sendiri.

"Kenapa hm? Belum mau cerita sama Mami?" Ibu Rani mengusap surai lembut rambut Dita.

"Mi,, Dita takut..." Ucap Dita lirih..

"Takut?"

"Iya Mi. Setiap kali Dita ketemu seseorang debaran jantung Dita cepat."

"Seseorang? Laki-laki? Atau Perempuan?" Tanya Ibu Rani.

"Laki-laki dong Mi. Masa perempuan." Ucap Dita.

"Hm... Kamu jatuh cinta sayang?" Goda Ibu Rani.

"Mami, jangan begitu. Dita takut, Dita ngga boleh begini." Dita.

"Kata siapa anak Mami ngga boleh jatuh cinta hm? Jatuh cinta itu rahmat dari Allah sayang. Jangan kita tolak cukup kita rasakan." Ibu Rani.

"Dita tau. Karena itu Dita cukupkan merasakannya sampai di sini saja. Dita mau di rumah aja ngga mau kemana-mana. Nanti ketemu lagi sama dia pokoknya Dita ngga mau Mi." Dita.

"Sayang,, kenapa?"

"Dita ngga pantes Mi. Dita ngga mau buat dua kecewa dengan keadaan Dita. Dita hiks..."

Belum selesai ucapan Dita Ibu Rani membawanya kedalam pelukan, mendekapnya erat seolah Dita akan pergi jauh. Dita membalas pelukan Ibu Rani tak kalah erat dengan isak tangis yang tak bisa di bendung lagi.

Ibu Rani dapat merasakan kekhawatiran dan ketakutan putrinya. Dirinya yang sudah menikah dan pernah melahirkan seorang putri untuk suaminya pun terkadang selalu merasa tak pantas untuk suaminya karena tak dapat memberikan keturunan lagi untuknya. Apalagi Dita yang belum pernah menikah dan mengandung.

Ibu Rani tak kuasa menahan kepedihan hatinya hingga air matanya pun lolos begitu saja. Andai Ibu Jelita pun mengetahuinya pasti akan lebih hancur dari apa yang di rasakan Ibu Rani. Untuk itu Dita tak pernah bercerita tentang kemalangannya pada Ibu Jelita. Dita tau Ibu Jelita cukup menderita dengan keadaannya.

"Mau berlibur sayang?" Tanya Ibu Rani di sela isaknya.

"Dita mau di rumah aja Mi. Ngga mau ketemu siapa-siapa." Rengek Dita.

"Boleh nak boleh. Nanti Mami bilang Papi untuk meliburkan jadwal praktek kamu." Ibu Rani.

"Maafin Dita Mi. Dita belum bisa menjadi apa yang Papi Mami mau." Dita.

"Kamu tidak perlu menjadi apa dan siapa. Kamu cukup menjadi Dita kebanggaan, kesayangan dan kebahagiaan kami." Ucap Ibu Rani memberikan kecupan keseluruh wajah Dita dan puncak kepalanya.

"Terima kasih Mi."

Tangisan mereka berdua pun terus berlangsung hingga suara kumandang azan magrib menyadarkan mereka untuk berhenti dan masuk ke dalam rumah untuk menunaikan kewajiban mereka.

1
farah
baru awal cerita sdh bikin penasaran, ada apa dgn dhita?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!