NovelToon NovelToon
Teratai Pedang Sembilan Kematian

Teratai Pedang Sembilan Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lin Tian, seorang pemuda dari kasta terendah Sekte Awan Hijau, harus menelan kepahitan takdir saat Dantiannya dihancurkan tanpa ampun demi melindungi adik perempuan satu-satunya. Alih-alih mendapat keadilan, sang adik dirampas oleh petinggi sekte yang serakah, sementara Lin Tian dibuang ke tambang beracun di Lembah Kematian untuk membusuk sebagai manusia cacat.
​Namun, di kedalaman keputusasaan, Lin Tian menolak untuk menyerah pada nasib. Ketika langit menutup jalan kultivasi ortodoks baginya, ia memilih untuk membelah langit itu sendiri. Diasingkan bersama kerangka para pendekar masa lalu, ia menemukan Seni Pedang Sembilan Kematian—sebuah warisan kuno dan terlarang yang tidak membutuhkan Dantian.Tanpa lautan Qi, ia menjadikan daging dan tulangnya sebagai wadah pedang. Menempuh jalur yang dipenuhi siksaan berdarah dan rasa sakit yang melampaui batas manusia, Lin Tian perlahan menempa dirinya menjadi senjata paling mematikan di bawah langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Langit Hitam di Atas Musim Gugur

​Formasi teleportasi di batas Alam Rahasia Lembah Musim Gugur mulai berdenyut tidak stabil. Biasanya, formasi ini hanya mengeluarkan kultivator secara acak dan damai. Namun hari ini, tekanan dari Formasi Segel Langit Sembilan Arah milik Sekte Pedang Surgawi yang berada di luar mendistorsi ruang di pintu keluar.

​Beberapa kultivator lokal yang mencoba melarikan diri dari teror Lin Tian di dalam istana, justru menemui ajal mereka saat melangkah ke dalam portal. Tubuh mereka tercabik-cabik oleh distorsi ruang, memuntahkan darah dan potongan daging ke udara.

​Lin Tian berdiri seratus meter dari gerbang portal yang bergolak merah tersebut. Ia mengamati robekan spasial yang mengerikan itu dengan tenang. Mata peraknya menyipit.

​"Formasi penyegel ruang tingkat menengah. Mereka memblokir jalan keluar agar tidak ada yang bisa kabur hidup-hidup," guman Lin Tian.

​Bagi kultivator Pembangunan Pondasi (Foundation Establishment), menembus formasi ruang yang kacau ini adalah bunuh diri. Namun bagi pemuda yang telah menempa Inti Teratai Pedang dan Tulang Pedang Sejati, kekacauan ruang hanyalah rintangan fisik yang bisa dipatahkan.

​Lin Tian menarik napas panjang. Seluruh otot di tubuh perunggunya mengeras. Ia tidak menyalurkan energi sihir (Qi) untuk menstabilkan formasi, melainkan memadatkan kekuatan fisik Baja Pembelah Urat ke kedua kakinya.

​BOOM!

​Bumi di bawah kaki Lin Tian amblas sedalam setengah meter. Tubuhnya melesat bak peluru meriam baja lurus ke jantung portal ruang yang sedang mengamuk.

​Saat tubuhnya bersentuhan dengan distorsi spasial, celah-celah ruang berbentuk bilah angin hitam mencoba mencabik-cabik kulitnya. Namun, setiap kali bilah ruang itu menyentuh tubuhnya, Niat Pedang Sembilan Kematian dari dalam Inti Teratainya meledak keluar, menghancurkan bilah ruang itu sebelum sempat menggores dagingnya.

​Hanya dalam satu kedipan mata, Lin Tian menerobos keluar dari Alam Rahasia dengan paksa!

​Di dunia luar, langit Hutan Belantara Selatan masih tertutup awan hitam pekat akibat aura Tetua Penegak Hukum dari Sekte Pedang Surgawi.

​Di depan pintu masuk raksasa yang berbentuk cekungan, ribuan murid berjubah putih berbaris rapi dengan pedang terhunus. Di udara, ratusan kultivator Pembangunan Pondasi melayang menggunakan pedang terbang, mengunci setiap inci udara. Di puncak formasi, berdiri Tetua Feng Yang, ahli Puncak Inti Emas (Golden Core Peak), dengan wajah memendam murka.

​Tiba-tiba, dari dalam pusaran kabut merah pintu masuk lembah, terdengar suara ledakan keras seperti ruang yang dirobek.

​ZZRAAASH!

​Sesosok bayangan abu-abu terlempar keluar dari pusaran kabut, meluncur bebas di udara dan mendarat keras di tengah-tengah cekungan tanah yang dikelilingi oleh ribuan pedang.

​Debu berhamburan saat Lin Tian berdiri perlahan. Ia merapikan caping bambunya dan menepuk debu dari jubah kusamnya, sama sekali tidak terpengaruh oleh pendaratan brutal tadi, maupun oleh ribuan tatapan membunuh yang kini tertuju padanya.

​"Hanya seorang fana yang kotor?" gumam salah satu murid elit Benua Tengah dengan nada jijik, tidak merasakan fluktuasi Qi sedikit pun dari pemuda itu.

​Di angkasa, Tetua Feng Yang memicingkan matanya yang setajam elang. Ia memindai tubuh Lin Tian menggunakan persepsi spiritual tingkat Inti Emas. Dan seketika, matanya melebar.

​Meskipun ia tidak merasakan energi sihir (Qi), insting spiritual Tetua Feng Yang mendeteksi sisa-sisa darah Chu Yun—Tuan Muda mereka—yang sangat pekat menempel pada aura pemuda berjubah abu-abu ini! Tidak hanya itu, ada getaran mengerikan dari dalam tubuh pemuda itu yang membuat jiwa Tetua Feng Yang merasa tidak nyaman.

​"Itu dia!" raung Tetua Feng Yang, suaranya menggelegar dan membawa tekanan gravitasi yang langsung menindih seluruh cekungan lembah. "Itu adalah binatang buas yang membunuh Chu Yun! Jangan biarkan dia mati dengan mudah! Tangkap dia hidup-hidup, potong otot-ototnya, aku akan mengekstrak jiwanya untuk lentera penderitaan!"

​"Siap laksanakan!"

​Ratusan murid Pengumpulan Qi Puncak dan Pembangunan Pondasi yang berada di darat serentak melesat maju, mengepung Lin Tian dari segala arah. Jaring-jaring energi pedang berwarna emas dan putih menghujani Lin Tian layaknya badai meteor skala kecil.

​Lin Tian mendongak. Tidak ada kepanikan, hanya kilat perak yang dingin di matanya.

​"Terlalu banyak lalat," bisiknya pelan.

​Alih-alih berlari menghindar, Lin Tian menapakkan kakinya dengan kokoh. Ia melepaskan tangan kirinya dari Gagang Pemutus Langit di pinggangnya, dan mengangkat tangan kanannya yang memiliki Tulang Pedang Sejati.

​Ia tidak memukul. Ia hanya menyapu lengannya secara horizontal dalam gerakan memutar setengah lingkaran, mengerahkan 50% kekuatan fisik murni dari tahap ketiganya.

​WUSSH!

​Seketika, ruang di sekitar Lin Tian seolah meledak ke luar. Gelombang kejut (shockwave) bertenaga fisik yang luar biasa padat menyapu area radius tiga puluh meter!

​Tebasan energi, jaring cahaya pedang, dan sihir tingkat rendah yang mencoba menyerang Lin Tian hancur berkeping-keping menjadi debu cahaya saat bertabrakan dengan gelombang kejut tersebut.

​Tetapi gelombang mematikan itu tidak berhenti.

​Saat gelombang fisik itu menghantam puluhan murid garis depan Sekte Pedang Surgawi, pemandangan mengerikan terjadi. Pedang spiritual mereka patah berantakan. Tubuh mereka, meskipun dilindungi oleh perisai Qi, terhempas sejauh ratusan meter. Tulang rusuk mereka remuk, organ dalam hancur, dan mereka memuntahkan darah sebelum jatuh ke tanah sebagai tumpukan mayat tanpa nyawa.

​Hanya dengan ayunan tangan kosong, puluhan elit dari Benua Tengah dibantai seperti rumput yang disabit!

​Formasi pengepungan yang rapat itu seketika runtuh. Ratusan murid lainnya menghentikan langkah mereka dengan rem mendadak, wajah mereka memucat dalam ketakutan absolut.

​"A-Apa yang baru saja terjadi?! Dia bahkan tidak menggunakan energi spiritual!" jerit salah satu komandan pasukan.

​Di udara, wajah Tetua Feng Yang berubah menjadi sangat jelek. Kematian puluhan murid biasa tidak masalah baginya, tetapi kekuatan fisik murni yang ditunjukkan oleh pemuda tanpa Dantian ini sama sekali tidak masuk akal.

​"Formasi Pedang Hukuman Surgawi! Serang bersama-sama dari udara!" perintah Tetua Feng Yang, menolak untuk turun tangan langsung demi menjaga gengsinya sebagai ahli Inti Emas.

​Ratusan ahli Pembangunan Pondasi (Foundation Establishment) yang melayang di udara menyatukan energi mereka. Cahaya keemasan menyala terang di langit yang mendung, membentuk sebuah pedang emas raksasa selebar lima puluh meter. Ini adalah versi raksasa dari formasi yang digunakan oleh Chu Yun di dalam istana kuno, namun kali ini ditenagai oleh ratusan elit!

​Tekanan mengerikan dari formasi raksasa itu membuat tanah di bawah Lin Tian retak dan ambles.

​Namun, Lin Tian hanya tersenyum dingin. Ia menatap ratusan kultivator yang melayang pongah di atas kepalanya.

​"Kalian terlalu suka bersembunyi di balik awan," ucap Lin Tian.

​Ia menurunkan badannya sedikit, mengompres seluruh energi Baja Pembelah Urat dan memusatkannya ke betis dan pahanya. Urat-urat perunggu di sekujur tubuhnya menyala terang, memompa tenaga ke batas maksimal.

​DDUUUAAARRR!!!

​Suara ledakan pijakan Lin Tian lebih keras dari petir. Kawah berdiameter dua puluh meter tercipta dari tempatnya berdiri akibat gaya tolakan balik.

​Tubuh Lin Tian melesat lurus ke langit layaknya roket baja yang menembus atmosfer! Kecepatannya jauh melampaui batas kecepatan suara, menciptakan cincin vakum berlapis-lapis di belakangnya.

​"Dia... dia terbang tanpa Qi?!" seru para ahli Pembangunan Pondasi di udara dengan ngeri.

​Lin Tian menyongsong Formasi Pedang Hukuman Surgawi raksasa yang sedang turun menimpanya. Saat pedang cahaya raksasa itu menyentuh Lin Tian, aura Inti Teratai Pedang aktif seketika, membelah struktur energi pedang tersebut layaknya pisau panas memotong mentega.

​Lin Tian menembus lurus melalui pedang formasi itu, menghancurkannya dari dalam!

​KRAASSH!

​Formasi itu hancur berantakan menjadi kepingan cahaya emas. Ratusan ahli Pembangunan Pondasi yang mengendalikannya menjerit keras memuntahkan darah akibat pantulan energi (backlash) yang brutal.

​Sebelum mereka sempat memulihkan diri atau melarikan diri, iblis bermata perak itu telah berada di tengah-tengah barisan mereka di udara.

​Lin Tian tidak memegang senjata. Ia menggunakan sikunya, lututnya, bahunya, dan kepalan tangan perunggunya. Di ketinggian ratusan meter, di mana manuver kultivator bergantung pada kendali Qi yang rentan, Lin Tian yang bergerak dengan tenaga kinetik murni menjadi monster pembantai mutlak.

​BAM! KRAK! CRASH!

​Suara tulang patah dan pedang hancur bergema silih berganti. Setiap kali Lin Tian bergerak, tubuh seorang kultivator elit Benua Tengah akan berlubang atau terpotong dua, lalu jatuh menghujam bumi seperti hujan darah.

​"Lari! Dia monster fisik!"

​Kepanikan menyebar di udara. Pasukan udara yang bangga itu kocar-kacir, mencoba turun dari pedang mereka atau melesat menjauh. Namun, Lin Tian melompat dari satu pedang terbang musuh ke pedang lainnya dengan kegesitan mengerikan, tidak membiarkan satupun dari mereka lolos.

​Dalam waktu kurang dari setengah batang dupa, lebih dari dua ratus ahli Pembangunan Pondasi Benua Tengah tewas, mayat mereka berserakan di sekitar lembah.

​Tetua Feng Yang, yang masih melayang di atas kapal perangnya, gemetar hebat melihat pemandangan itu. Kesombongannya hancur berkeping-keping. Pemuda ini bukan kultivator fana, ia adalah jelmaan Iblis Primordial!

​"Binatang buas!" Tetua Feng Yang akhirnya tidak bisa menahan diri lagi. Ia menyalurkan kekuatan Inti Emas puncaknya. Sebuah tombak panjang beraura petir emas muncul di tangannya.

​"Mati kau di bawah Hukum Petirku!"

​Tetua Feng Yang melemparkan tombak petir itu. Kecepatannya membelah ruang, mengunci keberadaan Lin Tian yang sedang melayang turun setelah membantai ahli terakhir di udara. Serangan Inti Emas Puncak tidak bisa dihindari, ia mengunci jiwa targetnya.

​Lin Tian yang sedang turun menyipitkan matanya. Tombak petir itu membawa energi destruktif yang puluhan kali lipat lebih kuat dari serangan Zhao Tiangang. Jika ia menahannya dengan tubuh telanjang, bahkan Tulang Pedang Sejati miliknya bisa hancur parah.

​Namun, Lin Tian tidak berniat menangkisnya dengan tubuh.

​Ia mendarat mulus di atas tanah yang dipenuhi mayat. Tangan kirinya bergerak perlahan ke pinggangnya, mencengkeram erat Gagang Pemutus Langit peninggalan Kaisar Pedang.

​"Biar kutunjukkan padamu," bisik Lin Tian, aura perak murni meledak dari dalam perutnya. "Apa itu ketiadaan sejati."

​Lin Tian menarik gagang hitam itu. Sebuah bilah bayangan ketiadaan sepanjang satu meter menyembul keluar, memancarkan kengerian yang membuat alam semesta seolah menahan napas.

​Saat tombak petir emas Inti Emas berjarak satu jengkal dari wajahnya, Lin Tian mengayunkan Gagang Pemutus Langit dari bawah ke atas.

​ZZIIINNGGG...

​Bukan suara ledakan, melainkan suara ruang yang disobek tanpa perlawanan.

​Bilah ketiadaan itu memotong lurus tombak petir emas Inti Emas. Tombak pembunuh itu tidak meledak, melainkan terbelah dua dengan sangat rapi, lalu energi petirnya seketika dihisap habis oleh kekosongan yang diciptakan oleh bilah pedang Lin Tian, lenyap tanpa jejak seolah tidak pernah ada.

​Mata Tetua Feng Yang nyaris copot dari tengkoraknya. Serangan terkuatnya ditelan utuh tanpa suara?!

​Lin Tian menoleh ke atas, menatap langsung ke arah Tetua Inti Emas di atas kapal raksasa itu. Seringai sedingin es terkembang di bibirnya.

​"Giliranmu."

1
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪
yos helmi
😄😄😄🤣🤣🤣🤣💪💪💪💪
yos helmi
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍👍👍
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪👍💪👍💪
yos helmi
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪🤣🤣🤣🤣
yos helmi
🤣🤣🤣🤣👍👍👍👍💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!