NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hukuman

Pembacaku bijak ya dalam membaca bab ini, yang belum 18++++ lewati saja ya. 😊😊😊🙏🙏🙏

Angel sudah pasrah terhadap hukuman yang akan dia terima. Baru sampai di depan kamar. Aaron sudah merobek baju mahal yang dia kenakan.

"Sayang......."

"Diam Angel Abraham, kamu sudah memancing Harimau ini keluar dari kandangnya."

Tubuh mulus Angel sudah tak berkain. Meskipun sudah memberikan dua anak kepada Aaron, tubuh istrinya masih sangat bagus. Aaron mencium istrinya meninggalkan tanda cinta berwarna merah di leher sampai seluruh tubuh Angel. Sampai penyatuan pun terjadi. Cinta fi balut dengan emosi dan cemburu, akhirnya hubungan badan ini sangat kasar. Sampai Angel terus merintih menangis.

"Sayang, maaf..... Adek ngak kuat."

Aaron melihat muka istrinya, dia mencium dan menangis. Dia memohon maaf kepada istrinya.

"Kakak cemburu sayang, saya tidak bisa melihat kamu dengan laki - laki lain."

"Adek hanya sayang dan cinta kakak. I love you. Only you."

"I love you more sayang."

"Kakak ade capek mau tidur."

Angel pun tertidur. Ya sejak pulang jam sepuluh Aaron mengauli istrinya sampai jam tiga pagi tanpa berhenti. Angel sudah tertidur pulas. Aaron melihat kebrutalan dirinya. Seluruh badan istrinya penuh dengan tanda cinta merah, organ intimnya bengkak dan kemerahan. Aaron mulai mengompres organ intim istrinya. Membersihkan dirinya dan istrinya dengan handuk basah, diganti baju istrinya dan Aaron pun tidur di samping istrinya.

Pagi pukul tujuh, Angel sudah menyium bau aroma masakan, dan disampingnya sudah tidak ada suaminya. Angel yang masih takut suaminya marah, dia memilih pura - pura tidur lagi. Dia tidak merasa sakit pada organ intimnya, dia tahu bahwa suaminya pasti sudah memberi salep. Aaron yang selesai masak, pun berniat membangunkan istrinya. Namun ketika dia masuk kamar, dia melihat pergerakan istrinya. Aaron langsung sadar bahwa istrinya sudah bangun, namun dia masih takut kemarahannya kambuh.

Aaron pun mendekat dan tidur kembali di samping istrinya. Di peluk wanita yang dia cintai dan dicium belakang leher istrinya.

"Kakak tahu, adek sudah bangun. Maaf ya kakak cemburu."

Air mata Angel mengalir dengan sendirinya. Aaron membalik badan istrinya sehingga seluruh muka istrinya terlihat jelas. Dia cium mata, kening dan bibir istrinya.

"Kakak mohon maaf ya sayang. I love you. Do you love me honey??"

"Yes, i love you."

"Oooo Angel, ini yang membuat ku tidak bisa jauh darimu, ini yang membuat aku cemburu jika ada laki - laki lain yang menyentuh tubuh kamu."

Aaron langsung mengendong istrinya dan di bawa ke meja makan. Sarapan sudah Aaron siapkan. Di apartemen ini, tidak ada pembantu, jadi biasanya Aaron akan menyiapkan makanannya sendiri, berbeda di Bali ada bibi yang memasak. Meskipun sesekali Angel dan mami juga yang masak.

Kadang Aaron melarangnya memasak, karena dia mau Angel tetap menjadi ratu baginya. Angel sangat di manjakan bukan dengan perhiasan, tas mewah, baju bermerek. Namun dengan kasih sayang dan cintanya. Meskipun sudah memberi dua anak buat Aaron, namun Angel tetap menjadi adik baginya.

"Masih sakit sayang."

"Apa yang sakit."

"Yang kakak hukum organ tubuhmu yang mana?"

"Sudah ngak sakit. Adek tahu, kakak sudah mengoles salep."

"Makan yang banyak. Siang kita akan berangkat ke Singapura. Semalam Rido dan Dion sudah ke Bali menjemput anak - anak, mami dan papi, juga susternya Teo."

"Serius sayang."

"Iya, ini permohonan maaf kakak buat adek."

"Terima kasih."

"Are you happy??"

"Ya, bahagia sekali."

"I love you."

"Love you more."

Jam sepulu, Aaron dan Angel sudah menuju ke bandara dengan mobil online. Sampai di terminal dua, bertepatan dengan pesawat yang membawa keluarganya mendarat. Tak lama terlihat Dion dan Rido sudah bersama papi, mami dan suster juga kedua anaknya.

"Mami...... Ethan kangen." Angel tersenyum, dia tahu bahwa Ethan anaknya ini sangat sweet. Sifatnya sama seperti Aaron papinya.

"Mami juga kangen kakak dan adek." Teo juga sudah dibawa suster ke Angel. Langsung Teo minta di gendong maminya. Hanya sebentar langsung papinya mengambil Teo dari gendongan Angel maminya. Dan Angel mengandeng tangan Ethan mau melapor untuk penerbangan selanjutnya ke Singapore.

Dua jam penerbangan di udara di lalui oleh Aaron sekeluarga. Sementara di rumah sakit Kavin sudah mulai membaik. Dia tidak mempermasalahkan pukulan yang dia terima meskipun orangtua dan keluarganya mendesak untuk melapor. Kavin tahu, bahwa dia yang salah mengoda istri orang. Dia tahu, sampai Aaron membawanya ke rumah sakit berarti dia tidak mau kabar ini sampai terdengar media.

Mereka menginap di hotel yang terbaik yang ada di seputran bandara Singapore. Karena sudah lapar, mereka semua makan dulu. Selsai makan, Aaron mau membeli sepatu buat kedua anaknya. Mereka ke toko sepatu dan mencari sepatu buat anak - anaknya. Angel membeli baju begitu juga dengan mami dan papi. Belanjaannya hanya buat cucu - cucu mereka. Angel yang membeli buat mami dan papi. Setelan baju santai buat jalan - jalan.

"Kenapa harus membeli buat mami dan papi??"

"Angel mau mami dan papi juga merasakan uang kerja Angel."

"Terima kasih anak gadisku."

"Mulai deh, hal ini yang membuat Aaron ngak bisa pindah kelain hati. Hati Aaron hanya buat perempuan baik yang sayang orangtuaku."

"Ini orangtuaku juga."

"Ya aku nikah adeku dong."

"Emang iya."

"Ngak sedarah." Aaron menjawab dengan tegas. Sedangkan papi dan mami sudah tertawa.

"Berarti bisa jadi judul film dong. "Aku merawat calon menantuku sedari kecil." kami semakin tertawa. Susternya Teo juga ikut tertawa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!