NovelToon NovelToon
Villainess Want To Survive

Villainess Want To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Slice of Life / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:822
Nilai: 5
Nama Author: DancingCorn

Ketika aku membuka mata, aku tiba di tempat yang tidak ku kenal.

Cukup yakin, ini novel yang pernah aku baca.

[Freedom The Continent]

[Freedom The Continent] adalah novel yang berpusat pada petualangan beberapa karakter dalam perjalanan mereka membebaskan benua dari kegelapan.

Ada dua tokoh sentral dalam cerita ini. Seorang mage wanita yang diangkut dari dunia lain dan seorang pendekar pedang yang terlahir kembali.

Tapi cukup, abaikan tentang mereka.

Karena aku tidak datang ke dunia ini menjadi salah satu dari mereka!

Aku menjadi bagian dari novel itu sebagai seorang penjahat kejam, mantan tunangan pangeran yang telah diasingkan!

Bahkan namaku hanya muncul beberapa baris dalam paragraf novel itu.

Tipikal Novel abad pertengahan, dimana gadis biasa menjadi saint, dinikahkan dengan pangeran dan mantan tunangan sang pangeran—seorang putri Duke yang menjadi penjahat untuk mendorong perkembangan cinta mereka.

Dan aku, adalah penjahat itu.

"... sial, ini mengerikan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DancingCorn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 26 - Dungeon: Rumah Hantu (6)

Entah sudah berapa lama dia disini. Rasa sakit yang dia alami di awal perlahan-lahan menjadi mati rasa.

Tentu saja awalnya dia ingin pergi dan melarikan diri. Namun dia gagal. Tubuhnya tidak mengijinkan.

Clae sadar, saat ini dia sedang mengalami ingatan seseorang. Entah boneka beruang itu atau boneka si anak kecil. Atau ingatan keduanya. Clae tidak tau.

Namun dia tau bahwa dia sedang menjalani kehidupan gadis bernama Emma.

Clae membuka matanya. Kali ini dia tidak ada di panci mendidih. Namun keadaannya jug tidak menjadi lebih baik.

Kedua tangannya di tancapkan pada dinding dengan kayu runcing. Dia di gantung dengan tangan dan kaki di paku. Di tidak memohon belas kasihan.

Rasa sakit ini membuatnya merasa sangat nostalgia, namun tidak bisa menghentikannya.

Tidak seperti panci mendidih sebelumnya, Clae tidak sendirian sekarang.

Lingkungannya saat ini merupakan jajaran sel penjara. Setiap sel berisi satu orang, dan Clae ada di paling ujung.

Mereka mengalami hal yang sama dengan Clae, atau bahkan lebih buruk. Clae tidak tau, dia hanya menebaknya dari ratapan dan rintihan mereka.

Satu-satunya hal yang tidak berhenti sejak dia mengalami berbagai siksaan di tempat ini adalah tangisan boneka anak kecil.

"Huuhuu... Kak Emma..."

Clae mengedipkan mata perlahan.

Emma...

Clae tidak tau mengapa dia mengalami semua rasa sakit Emma atau bagaimana cara dia bisa keluar dari tempat mengerikan ini. Namun dia sangat membenci wanita tua psikopat sebelumnya.

Dalam penjara ini, selain Emma, banyak anak kecil lainnya. Bahkan mayat dingin beberapa anak dibiarkan membusuk.

Clae menggigit bibirnya hingga berdarah. Tidak tau apakah karena tidak berdaya atau rasa sakit.

Saat ini Clae sedang menunggu wanita itu datang lagi. Wanita itu bernama Stephanie Lopez, ibu tiri Emma dan Kiesha.

Meski Clae tidak bisa melarikan diri, dia mendapat beberapa petunjuk selama ada di sini.

Sebelum Kiesha lahir, Emma memiliki kehidupan yang menyenangkan.

Dia memiliki ayah yang baik dan ibu yang perhatian. Mereka bertiga menjadi keluarga yang bahagia.

Kemudian ibunya hamil Kiesha, dia berfikir akan memiliki seorang adik dan menjadi keluarga yang lebih bahagia.

Siapa yang menyangka takdir berkata lain. Ibunya meninggal setelah melahirkan adiknya, Kiesha.

Rumah dikelilingi abu-abu setelah kematian nyonya rumah. Namun seberkas cahaya muncul, dan itu Kiesha.

Baik Emma atau ayahnya tidak berubah menjadi menyedihkan dan menyalahkan semua pada adiknya. Mereka memiliki pikiran untuk terus melindungi Kiesha. Karena itu juga permintaan terakhir ibunya.

Kemudian, saat Kiesha berusia 4 tahun, ayahnya menikah lagi. Dia menikah dengan seseorang dari ibu kota bernama Stephanie Lopez.

Pada awal mereka bersama, sebelum pernikahan, Stephanie memperlihatkan dia adalah ibu yang penuh kasih sayang dan baik hati. Dia tanpa pamrih akan mengijinkan Emma melakukan apa yang dia mau dan memanjakan Keisha sampai ke langit.

Sang ayah, Joseph Abraham, juga merasa bahwa Stephanie adalah ibu yang baik untuk Emma dan Kiesha.

Kemudian pernikahan itu terjadi.

Mereka menjalani kehidupan bangsawan penuh kebahagiaan selama 3 bulan pertama.

Hanya beberapa saat setelah itu...

Emma menemukan sesuatu yang ganjil pada ibunya yang baru.

Rasa penasaran anak kecil membuat Emma mengikuti sang ibu diam-diam.

Lalu...

Emma selalu melihat ibunya berjalan ke bagian belakang rumah, menuju tempat gudang penyimpanan barang tajam keperluan berkebun. Setelah itu, dia akan selalu pergi ke perpustakaan.

Seharusnya tidak ada yang aneh, sampai Emma tidak pernah menemukan ibunya dimanapun saat mengikuti ke perpustakaan.

Emma ingin menyelidiki gudang penyimpanan. Namun ayahnya tiba-tiba jatuh sakit. Membuat Emma melupakan hal-hal aneh itu dan memperhatikan ayahnya.

Karena penyakitnya, Joseph harus pergi ke ibu kota untuk menemukan obat. Atau sekedar mendapat pengobatan di kuil.

Setelah Joseph pergi, Stephanie, ibu tiri, menjadi penguasa rumah. Meski kedua anaknya bersikap baik, Josep masih meminta Emma dan Kiesha untuk menuruti semua perkataan Stephanie.

Disitulah semua mulai menjadi salah.

Ibu yang mereka kira baik ternyata seorang pembunuh berantai.

Dia hanyalah orang gila berkedok bangsawan.

Dia sangat menikmati bagaimana menyiksa orang, dia bahkan suka mendengar saat orang-orang menjerit kesakitan karenanya.

Namun, dia juga membutuhkan darah anak-anak untuk mandi dan menjadi awet muda.

'GILA!!'

Awalnya Emma tidak sadar. Namun setelah dia melihat adiknya, Kiesha, memiliki banyak luka. Atau bagaimana dia selalu mengatakan sakit saat bermain boneka, Emma mulai menjadi curiga.

Dia mencoba menemukan apa penyebab adiknya memiliki banyak luka. Saat dia berada di puncak penelusuran, dia ditangkap.

Dan beginilah Emma berakhir seperti ini. Semua penyiksaan yang dialami Emma, atau Clae saat ini, hanyalah akibat orang gila.

Clae tidak tau sejak kapan penyiksaan ini dimulai dan kapan ini akan berakhir. Selama penyiksaan ini dia hanya berpikir, mengapa gadis 8 tahun itu menghadapi hidup dengan penuh kegelapan dan kemalangan.

Meskipun dunia ini berbeda dari dunia yang dulu dia tinggali, semua yang terjadi saat ini membuatnya tidak jauh berbeda.

Clae tidak bisa menahan pikiran, jika dia tidak kuat, jika dia tidak memiliki kekuatan, apakah dia akan berakhir seperti ini.

Atau... Apakah itu akan lebih buruk.

Entah berapa lama siksaan itu terjadi, akhirnya Emma diselamatkan oleh seorang ksatria.

Ini ksatria yang ada di foto keluarga. Saudara jauh ibu kandung Emma dan Kiesha.

Ksatria itu menyembunyikan Emma dan Kiesha dari Stephanie. Berharap mereka akan baik-baik saja.

Namun, ketika Joseph kembali, baik Emma dan Kiesha tidak bisa membuktikan kesalahan Stephanie. Mereka hanya bisa saling melindungi karena ksatria yang menyelamatkan mereka ditugaskan pergi oleh Stephanie.

Kesatria yang baru sangat mengintimidasi mereka. Dan hidup mereka sangat buruk. Lebih buruk lagi, mereka di tunjuk sebagai anak tidak tahu terimakasih.

Jelas pada awalnya ini rumah mereka.

Mungkin juga karena luka di tubuh mereka sudah sembuh dan Stephanie memiliki kesan baik kepada seluruh penghuni mansion.

Namun, Clae mengingat koran yang dia temukan sebelumnya. Melihat tangan kecilnya sekarang, dia tiba-tiba memikirkan sesuatu.

Ada, ada sebuah cara untuk membuktikan semua tindakan Stephanie.

[Buku rak ketiga, Human Anatomy]

[Ambil kacamata hitam dari rak]

[Jangan tekan tombol merah, geser tuas diatasnya]

[Patung kucing di jendela, angkat kedua kakinya]

[Jalan menuju pintu rahasia di ruang utama]

1
ellyna munfasya
UPP lagi thorr😤
Panda
titip jejak kak nanti dibaca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!