NovelToon NovelToon
Ibu Susu Berdarah Dingin

Ibu Susu Berdarah Dingin

Status: tamat
Genre:Trauma masa lalu / Cintamanis / Ibu susu / Balas Dendam / Transmigrasi / Agen Wanita / Tamat
Popularitas:626.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Yura bukanlah wanita lemah. Di dunia asalnya, dia adalah agen rahasia berdarah dingin dengan tatapan setajam elang yang mampu mengendus pengkhianatan dari jarak terjauh. Namun, sebuah insiden melempar jiwanya ke raga Calista, seorang ibu susu rendahan di Kerajaan Florist.

Grand Duke Jayden, sang pelindung kerajaan, yang membenci wanita. Trauma menyaksikan ayah dan kakaknya dikhianati hingga tewas oleh wanita yang mereka percayai, membuat hati Jayden membeku. Baginya, Calista hanyalah "alat" yang bisa dibuang kapan saja, namun dia terpaksa menjaganya demi kelangsungan takhta keponakannya.

______________________________________________

"Kau hanyalah ibu susu bagi keponakanku! Jangan berani kau menyakitinya, atau nyawamu akan berakhir di tanganku!" ancam Jayden dengan tatapan sedingin es.

"Bodoh. Kau sibuk mengancam ku karena takut aku menyakiti bayi ini, tapi kau membiarkan pengkhianat yang sebenarnya berkeliaran bebas di depan matamu," jawab Calista dengan jiwa Yura, menyeringai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBERANIAN CALISTA

Keesokan paginya, lonceng istana berbunyi tiga kali, pertanda sidang dewan akan di mulai.

"Sesuai prediksi ku, wanita itu langsung bergerak pagi ini," batin Yura, tersenyum miring.

Tidak ada rasa takut di wajah Yura, justru dia merasa tidak sabar, untuk datang dan memeriahkan drama yang di buat oleh, mantan ibu suri itu.

Dua pengawal istana datang untuk menjemput Yura, mereka membawa rantai perak, sebuah simbol untuk mereka yang dituduh melakukan sihir.

"Nona Calista, Anda diminta hadir di Aula Agung," ucap salah satu pengawal dengan wajah kaku.

Yura bangkit dari ranjangnya, dengan santai dia memakai pakaian yang paling sederhana, membiarkan wajahnya terlihat pucat tanpa riasan, namun matanya tetap setajam elang.

Sebelum pergi, Yura mencium kening Lorenzo yang sedang dijaga oleh dua pelayan kepercayaan Jayden.

"Tunggu aku, Kecil. Aku akan kembali sebelum waktu makan siangmu," bisik Yura.

"Kalian berdua jaga Pangeran! Kalau terjadi apa-apa segera beritahu aku," ucap Yura, melirik dua pelayan itu, dengan tatapan dingin nya.

"B-baik," jawab mereka berdua, takut.

"Silahkan Nona," ucap pengawal tadi, mengikat kedua tangan Yura, dengan rantai besi.

Yura hanya menatap dingin ke arah rantai besi yang mengikat tang nya, dan tanpa sepatah kata pun, Yura langsung berjalan keluar, dari kamar nya.

Saat Yura melangkah keluar dari paviliun, dia melihat Jayden berdiri di kejauhan, mengenakan zirah lengkapnya.

Mereka berdua tidak saling bicara, hanya saling bertukar pandang, dengan tatapan mata yang sama-sama tajam.

Jayden memberikan anggukan tipis, sebuah isyarat yang berarti. Jangan buat aku menyesali ini.

Yura berjalan dengan kepala tegak, meskipun rantai di tangannya bergemerincing, di dalam kepalanya, dia sudah menyusun setiap kata dan serangan yang akan dia lancarkan, nanti.

Kali ini tidak akan Yura biarkan wanita tua itu menang dan berbesar kepala.

"Mari kita lihat, siapa yang sebenarnya akan dibakar hari ini," batin Yura saat pintu Aula Agung terbuka di hadapannya.

KREIT....

Pintu aula terbuka lebar, di sana sudah hadir semua anggota dewan dan para petinggi istana kerajaan Florist.

Aula Agung Kerajaan Florist tampak begitu megah namun menekan.

Langit-langitnya yang tinggi dihiasi lukisan dewa-dewi, namun di bawahnya, suasana terasa sangat dingin dan mencekam, para tetua kuil duduk berderet, wajah mereka tampak menghakimi.

Di kursi kehormatan paling tinggi, meski terhalang tirai tipis, sosok Mantan Ibu Suri Isabella duduk dengan anggun.

Walaupun secara resmi dia sedang dalam pengasingan, pengaruhnya masih terasa kuat di ruangan ini.

Tak

Tak

Tak

Yura melangkah masuk dengan tangan dirantai perak.

Suara gemerincing logam itu memecah kesunyian, dia tidak menunduk, apalagi menangis, justru sebaliknya, Yura menatap setiap wajah menteri itu seolah-olah sedang memeriksa daftar belanjaan.

"Calista, Ibu Susu Pangeran Mahkota," suara Menteri Hukum, Baron Harry, menggelegar.

"Kau dituduh menggunakan sihir terlarang untuk membantai lima pengawal istana, serta menunjukkan perilaku yang tidak stabil yang membahayakan nyawa pewaris tahta. Apa pembelaanmu?" tanya Menteri Hukum, melihat Calista dengan sinis.

Mulai sekarang, kita panggil Yura. Calista!

Calista berhenti di tengah ruangan, dia tidak langsung menjawab, wajah nya tidak menunjukkan ketegangan sedikit pun.

Mata tajam Calista, menyapu keseluruhan ruangan, hingga tatapan nya jatuh pada Jayden yang duduk di kursi Panglima, tampak tenang namun tangannya mencengkeram erat sandaran kursi.

"Sihir terlarang?" ucap Yura mengulang kalimat itu dengan nada remeh.

"Baron Harry, apakah membela diri dari pembunuh yang masuk ke kamar bayi sekarang disebut sihir? Jika iya, maka seluruh pasukan Grand Duke Jayden seharusnya dibakar karena mereka jauh lebih ahli membunuh daripada aku," tanya Calista tersenyum sinis, tanpa memperdulikan status sosial mereka yang ada di ruangan itu.

"Jangan memutarbalikkan fakta!" bentak Baron Harry.

"Seorang pelayan desa tidak mungkin memiliki kemampuan bertarung seperti itu tanpa bantuan iblis!" bentak Baron Harry lagi, dengan urat-urat leher yang keluar semua.

Bukan nya takut dengan tuduhan dan berantakan itu, justru yang ada Calista terkekeh, suara tawanya yang dingin membuat beberapa menteri gelisah.

"Iblis tidak membantuku, Baron. Ketakutan lah yang membantuku," ucap Calista sambil berjalan perlahan, ke arah meja barang bukti, di mana tusuk konde peraknya diletakkan di atas kain beludru.

"Kalian menyebut ini sihir?" tanya Calista mengambil tusuk konde itu dengan gerakan cepat meskipun tangannya dirantai.

Para pengawal langsung menghunuskan pedang, namun Calista hanya tersenyum sinis.

"Ini bukan sihir, ini adalah anatomi, jika aku menusuk saraf di bawah telinga, kau lumpuh, jika aku menghujam titik di balik tengkuk, kau mati. Apakah pengetahuan tentang titik lemah manusia sekarang dianggap dosa di kerajaan ini? Jika iya, mungkin Tabib Istana kalian juga harus dirantai bersama denganku," ucap Calista dengan suara lantang, dengan dagu terangkat.

"Cukup omong kosong ini!" suara tajam Isabella terdengar dari balik tirai.

"Kau juga dituduh menghina protokol istana dan mencoba memfitnah keluarga kerajaan dengan menuduh adanya racun dalam makananmu. Kau mencoba mengadu domba Grand Duke dengan ibunya sendiri!" ucap Isabella, terdengar mengeram marah.

"Ah, Yang Mulia Ibu Suri yang terhormat, maaf Saya lupa, maksud Saya Mantan Ibu Suri yang sedang di asingkan, Saya tidak perlu memfitnah untuk membuat orang tahu ada racun," ucap Calista berbalik ke arah tirai.

"KAU! BERANI SEKALI KAU BERBICARA SEPERTI ITU HAH!"

Bentak Isabella, dari balik tirai.

Calista tidak perduli dengan kemarahan wanita tua itu, dia memilih kembali melanjutkan perkataannya.

"Bukti tentang racun itu ada di paviliun saya. Vas bunga yang mati, dan pelayan bernama Ajeng yang sekarang, jika Grand Duke melakukan tugasnya dengan benar, seharusnya sedang bernyanyi di ruang bawah tanah," ucap Calista, melirik Jayden dengan ekor mata nya.

"Ajeng sudah mengakui bahwa dia menerima bubur itu dari dapur pribadi kediaman Ibu, Namun, dia mengklaim tidak tahu ada racun di dalamnya," ucap Jayden membenarkan ucapan Yura, menarik perhatian semua orang.

"Apa jadi benar ada yang ingin meracuni ibu Susu Pengeran Mahkota," bisik para anggota dewan dan juga Mentri istana.

Suasana Aula menjadi gaduh, para menteri saling berbisik, sementara Baron Harry, tangannya terkepal kuat dengan tubuh sedikit bergetar.

"Itu fitnah! Pelayan itu pasti disiksa untuk bicara!" teriak Baron Harry, dengan wajah memerah padam.

"Baron, kenapa Anda begitu bersemangat membela pengirim racun? Apakah karena putra Anda yang baru saja diangkat menjadi pengawas gudang gandum adalah hasil kebaikan hati Isabella?" tanya Calista, dengan suara yang tiba-tiba sangat rendah dan berbahaya

Mendengar pertanyaan dari Callista, seketika wajah Baron Harry langsung pucat pasi.

Itu adalah rahasia dapur politik yang seharusnya tidak diketahui oleh seorang, apalagi wanita rendahan seperti Calista, yang hanya mejadi ibu susu.

1
rorosableng
ceritanya 👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Happy Ending....👏👍
Ceritanya bagus, tapi mungkin perlu di koreksi karna ada sedikit typo Thor.. pokoknya asyik banget alurnya sesuai dan ngena banget.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Keluarga Bahagia.👏👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Jay konyol... tapi bisa di acungi jempol perjuangannya.👍🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hadeuuhh Jay tinggal bilang saja kalau kamu memang mencintai dia dan ingin hidup bersama bukan karna Lorenzo saja.. apa susahnya siihh..🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Betul Cal kalau ada cara mudah ngapain buang tenaga buat menang.👍🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Pengirim hadiah misteri, siapa ya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Mending Jujur saja Cal, bahwa kamu adalah Yura si Agen Rahasia pejuang wanita tangguh.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Calista kayak Penampakan, datngnya tiba² tanpa suara.👍🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
🤣🤣🤣 Owen saja Syookk ya lihat jiwa Iblisnya Calista kalau jiwa Yura sudah bangkit.. apa lagi orang lain.👍🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nurut saja Calista, jangan ngeyel.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
jadi ikutan Ngilu bacanya, ya ampuunn..🫣🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di semprot makanya pake Baygon istananya Cal, biar ga terus di masukin lagi Para tikus kecilnya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Calista versi Yura memang Mengerikan.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hama datang lagi minta di semprot obat pestisida rupanya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
guliran sudah sadar malah kumat arogannya...🤣🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emosimu belum bisa terkontrol Jay
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Emosionalku di buat naik turun bacanya, bentar² biasa, bentar lagi ngakak terus di bikin mewek sama Authornya... untung ga sampe meraung² Nangisku.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau Jayden tetap meminta mu untuk mengakhiri nyawanya, coba pancing emosionalnya Owen... bilang kalau seandainyapun Jayden meninggal dan Calista selamat, pasti Calista bakal lanjutin hidupnya dan bakal jadi milik laki² lain dan hidup bahagia tanpa Jayden biar dia mikir² lagi buat ga nyakitin dirinya sendiri.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Bangkit Jay, lawan trauma mu... Ingat Keponakanmu ga punya siapa² lagi kalau kamu pergi terus Calista lagi berjuang buat bertahan hidup, harusnya kamu bisa lawan paranoidmu dengan melihat perjuangan Calista.

karna kalau kamu beneran pergi tar Calista bangun otomatis bakal kepincut lagi sama Owen dan artinya kamu kalah.🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!