Lamha yang masih dalam keadaan berduka karena kehilangan bayinya kini dihadapkan dengan keadaan sulit dimana pemilik kontrakan tempatnya menyewa rumah memaksa Lamha untuk segera mendapatkan uang dalam waktu satu malam.
Dan akhirnya takdir membawanya kepada keluarga Graham. Lamha bekerja disana sebagai ibu susu baby A yang juga baru saja kehilangan ibunya. Pada suatu hari Lamha diminta pulang oleh ibunya dikampung, karena akan ada seorang lelaki yang akan mempersunting Lamha. Dengan berat hati Tuan El (Ayah baby A) terpaksa menikahi Lamha agar tetap berada disisi baby A yang sudah sangat ketergantungan kepada Lamha.
"Aku menikahimu karena baby A sangat membutuhkanmu, maka jangan pernah mengharapkan apa-apa dari pernikahan konyol ini." tuan El.
"Aku menikah denganmu ikhlas karena Allah. Jika kita berjodoh dan ditakdirkan bersama maka cinta akan tumbuh dengan sendirinya." Lamha.
Bagaimana kisah perjalan cinta mereka? apakah Lamha berhasil meluluhkan tuan El yang ternyata sudah memiliki kekasih bernama Mia. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRATA_YUDHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berdansa
"Mas..." Lamha menatap tak percaya pada suaminya itu saat tuan El memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Kenapa? ayo. Saya pegel loh kelamaan jongkok begini, kamu enggak kasihan?" ucap tuan El memasang wajah sedih. Lamha tersenyum lalu menerima uluran tangan suaminya dan disaat itu tuan El berdiri dan memberi kode dengan tangannya pada sang pemain piano untuk meninggalkan mereka berdua ditempat itu, namun piano itu tetap berbunyi setelah diatur oleh pianis tersebut.
"Udah pergi orangnya, tinggal kita berdua disini, enggak usah malu ya." ucap tuan El.
"Kok pianonya bisa bunyi sendiri, padahal enggak ada yang mainkan?" tanya Lamha penasaran.
"Sstttt!! jangan banyak tanya, sekarang kita nikmati aja alunan musiknya." ucap tuan El sambil memegang pinggang Lamha. Setelah itu dia meletakkan satu tangan Lamha di pundaknya dan yang sebelahnya menggenggam lembut tangan Lamha yang lainnya. Kemudian dia mulai menggerakkan tubuhnya sesuai alunan musik. Lamha yang belum terbiasa terlihat sangat kaku saat mereka berdansa. Namun semua itu justru membuat tuan El semakin gemas kepada Lamha.
"Kaku banget, enggak pernah dansa ya?" bisik tuan El.
"Iya, kan tadi Lamha udah bilang enggak pernah dansa kayak gini. Mas El sih dibilangin gak percaya." jawab Lamha dengan mengerucutkan bibirnya. Tuan El semakin gemas kemudian memutar tubuh Lamha dan...
Hap!
Tubuh Lamha setengah menjengkang dengan tangan tuan El yang menahan pinggangnya. Mereka saling bertatapan, saling menyelami dan mendalami perasaan mereka lewat pandangan itu. Posisi mereka saat ini benar-benar sangat intim ditambah alunan musik yang semakin menambah suasana menjadi lebih romantis.
Tuan El menurunkan wajahnya mendekat ke bibir Lamha. Lamha yang merasa sudah kelabakan dengan debaran jantungnya memilih memejamkan matanya, dia pasrah sekaligus menginginkan sesuatu hal yang akan terjadi selanjutnya. Tubuhnya terasa lemas dan melayang saat benda kenyal itu mendarat dibibirnya, gerakan lembut yang semakin dalam dan menuntut mau tak mau membuatnya ikut membalas setiap gerakan benda kenyal milik tuan El tersebut. Hingga pada akhirnya tuan El melepas pangutan mereka setelah hampir lima menit saling membelit.
Lamha tersadar dan membuka matanya. Dia melihat ke sekeliling dan ternyata masih sepi tiada siapa-siapa disana, hanya ada dia dan tuan El.
"Cari siapa? tidak akan ada yang melihat. Tenang saja." ucap tuan El yang seolah mengerti akan kerisauannya.
"Eh, enggak apa-apa mas." jawab Lamha dengan pipi bersemu merah.
"Dinnernya sudah dulu ya, kita lanjut ditempat lain." ucap tuan El.
"Tempat lain?" tanya Lamha merasa heran.
"Ya, di tempat itu kita bisa melakukan hal yang lebih dari yang kita lakukan barusan." ucap tuan El dengan tatapan penuh arti.
"Mas...!" Lamha melotot dan mencubit gemas lengan suaminya itu. Tuan El hanya terkekeh kecil. Lalu dengan sekali gerakan menggendong tubuh Lamha ala bridal style.
"Mas, turunin! malu." ucap Lamha saat tubuhnya melayang karena digendong tuan El.
"Diam! tutup saja matamu kalau malu." ucap tuan El yang berjalan begitu saja melewati para pelayan disana hingga mereka akhirnya sampai diparkiran dan kini sudah sama-sama berada didalam mobil.
"Kita mau pulang kan?" tanya Lamha.
"Enggak!" jawab tuan El.
"Lalu, mau kemana?" tanya Lamha.
"Surga dunia." jawab tuan El.
"Hah? tapi mas...!"
"Kita akan melakukannya didalam mobil kalau kamu protes terus!" ancam tuan El. Lamha melotot lalu memilih mengunci mulutnya rapat-rapat.
Perjalanan terasa sangat lama karena kondisi jalanan yang macet parah, Lamha yang merasa bosan akhirnya memilih memejamkan matanya karena sudah sangat mengantuk. Tuan El sendiri tadinya ingin mengajak Lamha mampir kesebuah hotel, namun melihat wajah pulas Lamha yang tertidur nyenyak membuatnya tak tega jika harus membangunkan istrinya itu. Maka dengan terpaksa dia melajukan mobilnya ke arah jalan rumahnya.
Satu jam perjalanan mereka baru sampai di kediaman Graham. Lamha yang sudah ngantuk berat sampai tidak bangun saat tuan El membangunkannya. Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian tuan El menggendong tubuh Lamha ala bridal style.
"El, Lamha kenapa?" tanya mama Grace saat mereka berpapasan diruang tamu.
"Syuutt! istriku sedang tidur ma" ucap tuan El dengan suara berbisik takut membangunkan Lamha.
Mama Grace tersenyum. Melihat keromantisan mereka, mama Grace tahu jika mereka sudah mulai saling mencintai.
Tak
Tak
Tak
Tuan El menaiki anak tangga hingga mereka sampai dikamar mereka.
Klek!
Tap Tap Tap
Bugh!
Dengan hati-hati tuan El membaringkan tubuh Lamha dikasurnya.
"Good night, terimakasih untuk malam ini" ucap tuan El sembari mengecup lembut kening Lamha. Kemudian dia memasuki kamar mandi untuk mencuci wajahnya.
'Kamu pakai sihir apa Lamha, kenapa kamu pintar sekali mengobrak-abrik perasaan saya' lirih tuan El sambil melihat wajahnya dipantulan cermin kamar mandi.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Vote ya, mumpung senen.