NovelToon NovelToon
DIKEJAR MANTAN

DIKEJAR MANTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lel

"Gak usah sok baik sama gue. Ingat, lo tuh orang yang paling gue benci," sewot Niar saat berhadapan dengan bos sekaligus mantan saat SMA dulu. Takdir macam apa ini? mau resign sayang gaji dan fasilitas penunjang, bertahan juga harus menyiapkan mental bertemu dengan dia setiap hari.

"Gak usah jutek gitu. Nanti minta balikan," ledek Gesta yang memang senang sekali bisa bertemu dengan mantan pacar yang terpaksa putus, padahal masih sayang.

Akankah mereka akur dan bisa profesional? happy reading.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUNTUH

"Langsung ke UGD, Pak!" ucap Irwan harus gerak cepat, dan memasang oksigen portable pada papa Gesta. Hendak pulang tanpa Dion dan Wilona, Irwan dikejutkan dengan tubuh papa Gesta yang lemas dan gemetar. Ia langsung menghubungi Gesta namun tak diangkat lagi, entah kesibukan apa yang sedang dilakukan Gesta hingga ponselnya tak ada fungsi sama sekali.

Mama Gesta mengangkat, "Ada apa Irwan?" tanya beliau cemas.

"Bapak saya bawa ke UGD, Bu. Beliau tiba-tiba lemas, dan tolong sempatkan membaca pesan saya, Bu. Saya tunggu di UGD!" ucap Irwan tegas.

Beruntung jalan tak macet, sehingga papa Gesta langsung tertangani dan ya bisa diprediksi Irwan, langsung masuk ke HCU. Irwan melaporkan pada dokter keadaan pasiennya. Tekanan darah sang pasien mendadak tinggi, dikhawatirkan ada serangan stroke kedua. Dokter pun memberikan tindakan medis secara bertahap untuk mengatasi tekanan darah tinggi. Irwan ikut terlibat dalam memasang alat, karena ia yang tahu kondisi keseharian sang pasien.

Mama Gesta melihat semua pesan yang dikirim Irwan pagi ini hingga memutar video tersebut. Sopir mama Gesta sempat melirik sang majikan lewat spion, tampak beliau menangis sesenggukan.

"Kapan dia menemui perempuan itu, sampai aku tak sadar suamiku selingkuh," ucap beliau bergetar. Luapan amarah dari mama Wilona menunjukkan hubungan mereka begitu intens hingga membuahkan seorang anak. Pikiran mama Gesta tertuju kapan mereka kenal? Siapa yang mengenalkan, mereka bertemu di mana? Sebagai perempuan tentu ia ingin tahu, meski kejadian itu sudah berlangsung lebih lama. Tetap saja membayangkan saja sakit.

Hati begitu sakit, tapi ia ingin melihat kondisi sang suami. Setiap langkah mama Gesta merapal Hilangkan sumber penyakit hati dan pikiranku. Diulang sampai bibir beliau bergetar hebat. Bertemu dengan Irwan pun, mama Gesta tak bertanya kondisinya. Matanya kosong, tapi hati ingin berdoa dengan menuntut hukuman pengkhianatan sang suami. Bahkan Irwan melaporkan kondisi papa Gesta, tak masuk ke telinga perempuan cantik itu.

"Kondisinya menurun," ucap dokter syaraf melaporkan dengan kepanikan di depan Irwan dan mama Gesta.

Mama Gesta diam saja, mematung menghadap kaca. Batinnya terus mengucap hilangkan sumber penyakit hati dan pikiranku. Irwan kalang kabut, mama Gesta tak bisa diandalkan sedangkan ponsel Gesta tak bisa dihubungi sama sekali.

Dion datang tergesa dengan Wilona, mungkin diberitahu sopir rumah. "Bagaimana, Wan?" tanya Dion ikut panik dengan nafas ngos-ngosan.

"Kondisi Bapak menurun," ucap Irwan.

"Lalu wanita ini ngapain ke sini, seperti tak ada gunanya?" sindir Wilona yang melihat mama Gesta hanya berdiri saja.

"Diam kamu anak pelacu*!" emosi mama Gesta terpancing, apalagi setelah melihat video rekaman tadi.

"Gak usah sok suci, suami lo juga doyan!"

"Begitulah DNA perempuan murahan, ibunya salah masih saja dibela, bahkan kamu sendiri juga menjual tubuhmu dengan berbagi pria!" balas mama Gesta dengan menatap Wilona seolah akan duel.

"Kalian bisa diam gak, Abang aku sekarat di dalam sana!" bentak Dion. mama Gesta menoleh, tersenyum sinis.

"Bukannya kamu malah senang, sebentar lagi semua harta suamiku bisa kamu kuasai! Kamu adik yang tak tahu diri, selalu merepotkan keluarga terutama suamiku. Memang ya, anak kesayangan adalah anak yang paling merepotkan keluarga. Dan aku yakin kamu juga yang mempengaruhi suamiku untuk berkhianat!"

"Kamu jadi perempuan juga gak guna! Punya anak cuma satu! Sedangkan Abangku ingin punya anak banyak, sebagai penerus keluarga!" lah Dion malah merendahkan mama Gesta.

Tangan beliau dengan lincah langsung menampar pipi adik iparnya itu. "Aku sudah memberikan keturunan laki-laki. Dasar kalian saja keluarga yang mudah berkhianat dengan alasan tambah anak! Lihat sekarang, lihat saat sekarat begini, abangmu sendiri, ditemani alat-alat itu. Asal kamu tahu, balasan pengkhianat adalah mati atau jatuh miskin, dan abangmu siap menerima keduanya dalam waktu dekat!" mama Gesta sudah tak bisa kontrol ucapannya. Beliau hanya mengeluarkan beban hati yang telah setia.

"Jaga mulut kamu!" sentak Dion tak kalah marah. Irwan berusaha menenangkan mereka ini area HCU yang harus tenang, malah saling tengkar begini.

Gesta datang dengan tergesa, bersama Niar. "Papa, papa, papa gimana?" tanyanya ngos-ngosan sembari memegang lengan Irwan.

"Kondisi kritis, Pak. Bapak dari mana sejak tadi?" Irwan ingin memaki Gesta, namun lelaki muda itu hanya menggeleng.

"Pak Gesta rapat dengan dewan direksi dan ponselnya tertinggal di ruangan," Niar yang menjelaskan, karena saat ia mengantarkan berkas untuk meminta tanda tangan melihat ponsel Gesta dihubungi oleh Irwan. Barulah Niar yang membawakan ke ruang meeting.

"Halah bilang saja kalian sedang pacaran!" Niar langsung melirik pada Wilona yang asal ngomong saja.

"Beruntungnya saya perempuan profesional kapan saya bekerja, kapan saya pacaran," sindir Niar.

Wilona akan membalas namun dokter syaraf keluar dengan wajah lelah. "Maaf kami sudah berusaha, tapi Tuhan lebih menyayangi beliau," ucapan bela sungkawa dari dokter tersebut seperti tamparan keras bagi Gesta. Dirinya langsung terkulai lemas ke lantai, dengan memegang kepala dan menunduk, menyembunyikan air matanya. Niar langsung berjongkok menenangkan pria itu.

Mama Gesta diam dengan duduk di kursi tunggu, Dion dan Wilona pun ikut terdiam, tapi tanpa ekspresi. "Harus kuat, Ges. Ayo papa kamu diurus, Ges!" ucap Niar lembut.

Gesta menoleh pada perempuan itu dengan mata merah. "Gue sedang memperjuangkan usaha beliau selama ini di depan dewan direksi, agar gue bisa memperbaiki semua hal yang gak baik. Meski papa berkhianat, tapi beliau adalah ayah paling baik bagi gue, Cay!" ucap Gesta sembari menangis sesenggukan. Niar menahan tangis, ia hanya memeluk sang mantan sekedar memberikan sandaran.

Dion pergi, mungkin merasa bersalah. Wilona pun juga pergi. "Pak perawat minta tolong diurus dulu ke dalam ya, mama dan Pak Gesta masih belum bisa terlibat!" ucap Niar, mau bagaimana pun jenazah segera dirawat agar bisa langsung diistirahatkan.

"Sama saya, Wan!" ucap Gesta menguatkan diri, Niar mengangguk dan membantu berdiri sang mantan. Gesta masuk ke ruangan, giliran Niar mendekati mama Gesta. Perempuan itu hanya diam saja.

"Tante, Tante yang kuat dan sabar ya, ikhlaskan Bapak!" ucap Niar sembari berjongkok di depan beliau.

Air mata Niar langsung tumpah, saat mama Gesta memeluknya erat. "Saya cinta sama dia, saya mau mengabdikan hidup saya sama dia. Tapi saya sudah dikhianati, tadi malam dia minta maaf, saya berusaha memaafkan, tapi sakitnya dikhianati masih sangat terasa!"

Niar tak menanggapi dengan kata, hanya mengelus punggung beliau saja. Di saat kondisi seperti ini, segala macam ucapan tak akan berbekas, hanya butuh tempat untuk mendengar saja.

Menjelang sore, jenazah siap diberangkatkan ke peristirahatan terakhir, kolega papa Gesta datang silih berganti. Bahkan mereka menunggu sampai ke pemakaman. Mama dan Gesta masih terlihat sesenggukan, bahkan Gesta sempat tak kuat berdiri. Ia berpegang pada tangan Niar.

"Cintanya Pak Gesta terlihat sekali sama Niar," ceplos Resti melihat interaksi bos dan anak buahnya itu di sela-sela pemakaman.

1
FiKiBiMi
maaciyaw akak. sering2 5bab minimal 🤭
Lel: tanganku apa kabar🤣🤣🤣
total 1 replies
Sri Wahyuni Abuzar
cuus ke tukang jahit aahh..harus buat 2 kebaya ini ..buat lamaran dan nikahan niar...ee tunggu tunggu...aku di undang kann yaa niar 🤣🤣
Lel: yuk kondangan yuk
total 1 replies
Nurul Boed
Gass pollll,, kelamaan nunggu Gesta 🤭
Lel: buang aja ke laut
total 1 replies
Jumi Saddah
yeeeeeeey langsung lamaran plus nikah sja,,,,
Lel: enaknya gitu gak sih
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
boleh jgnknn geal geol akrobat jg boleh🤣
Lel: malu nanti🤣🤣🤣
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
weh doamu trkabul zif pnya kk ipar niar..g nyangka org yg baru aja ktmu mlh jodoh e gentel n mapan sih..nyesel km ges salahe mlh njaga angel n anak yg bpk nya g jls siapa
Lel: kita ledek gesta nanti ya
total 1 replies
𝙺𝚒𝚔𝚢𝚘𝚒𝚌𝚑𝚒
aku sih yess niar🤭
Lel: aku juga😍😍😍
total 1 replies
Ne Ajja
sippp....
sama2 terbuka...
jadi nya enak...bisa nyari solusi bareng..
Lel: betullll 😍😍😍
total 1 replies
Lia Kiftia Usman
da da da...geestaa

tapi niar harus kenal dulu siapa zaldy..
Lel: pastinya
total 1 replies
dwi ka
Asiik akhirnya sama zaldy..
Biarin aja Gesta emg demennya ma cwe bekasan yg udh berbuntut.. Biar nyaho tuh gesta dapetin cewe sekenan 🤣
Btw ga pantes thor tu cwe dikasi nama angel, hrsnya devil aja 🤭
Lel: biar kapok harus ditinggal lagi
total 1 replies
Nur Wakidah
nah ini baru pas gk janji2 mulu🤭🤭🤭
i
Lel: udah capek ya dijanjiin pemerintah???
total 1 replies
Ne Ajja
aku suka...aku suka....
cowo kaya gini nih...sat set...
ngajakin nikah...bukan pacaran...apalagi balikan...
Ne Ajja: pokoknya ada lahhh....🤣🤣
total 2 replies
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
nahh laki gentle begini gak ngajak balikanbtapi masih dekat sama yg katanya adek2an 😏
Lel: beres ya🤭🤭🤭
total 1 replies
vans
ahhhhh ikut meleleh bacanya 😍😍
Lel: meleleh bareng yuk
total 1 replies
FiKiBiMi
lagi dong. nungging (nanggung) kak
Lel: otw ya kak
total 1 replies
FiKiBiMi
atu aja kak???
Lel: nanti kak🤭🤭🤭
total 1 replies
Jumi Saddah
aq suka cara zaldy gas poll,,,di tunggu undangan nya,langsung lempar ke gesta🤭🤭🤭 pokoke jgn mudah luluh deh niar dgn gesta,,apa lgi janji2 mulu tpi plin plan,,,kta orang buang sj mantan ke laut🤭🤭
Lel: habis ini dibuang ke lubang semut
total 1 replies
Ne Ajja
nah...tuh... dengerin nasehat Kaka kamu, Niar....
Nur Wakidah
siap2 nangis bombay Ges 🤭🤭🤭
Sri Wahyuni Abuzar
iih dasar gesta lakik koq yaa githu..g belajar dr pengalaman sma..udah di ingatkan juga kan sama mm nya...tetep aja busuk nya pohon kena jg ke buah nya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!