NovelToon NovelToon
Datang Tanpa Dicari

Datang Tanpa Dicari

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / GXG
Popularitas:574
Nilai: 5
Nama Author: Benrycia_

Area GxG ya~
******
Satu sekolah, beda kelas, tapi ributnya bisa tiap hari. Kara dan Narisa, dua anak SMA yang sepertinya lahir tanpa kemampuan berdamai.
Awalnya semua biasa saja. Sampai suatu hari... mereka menikah.
Iya. Menikah.
Kok bisa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Benrycia_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Restoran tempat makan malam dua keluarga plus satu bos absurd itu berdiri megah di tengah kota. Masing-masing datang dengan mobil baru. Ajaibnya, surat- suratnya sudah jadi, entah kapan diurus.

Nuri mendandani Narisa habis-habisan. Eka? Tidak terlalu peduli. Selama anaknya masih terlihat layak tampil, urusan selesai.

Mereka diarahkan ke ruangan private dengan satu meja panjang di tengah. Bramantyo sudah duduk di ujung, menyesap wine dengan santai, seolah ini hanya makan malam biasa, bukan rapat nasib orang lain. Tatapannya bergeser ke dua keluarga yang berdiri agak kaku.

"Maaf, bos. Kami sedikit terlambat," kata Irwan sambil membungkuk.

"Saya juga minta maaf, bos," sambung Taslim.

Bramantyo melirik jam tangannya sekilas. "Tidak. Kalian datang lebih cepat lima menit. Saya memang sengaja datang lebih awal."

Ia mengangkat tangan ringan, memberi isyarat semua duduk.

Para ayah tampak tegang.

Para ibu sudah mulai berbunga-bunga.

Dua calon korban? Lebih tertarik ke makanan,

"Kita makan dulu saja," kata Bramantyo santai.

"Baru bahas yang penting."

Hidangan datang bertahap. Pembuka, utama, sampai penutup. Sepanjang makan, Nuri paling aktif mengobrol, disusul Eka yang sesekali menimpali. Para ayah hanya ikut arus.

Kara dan Narisa? Lebih sibuk memastikan makanan mahal itu tidak terbuang sia-sia.

Setelah dessert selesai, suasana langsung berubah.

"Proses dokumen sedang ber jalan," ujar Bramantyo, kini menatap Kara dan Narisa yang sama sekali tidak terlihat tegang. "Tapi sebelum itu, saya ingin kalian bertunangan dulu."

"Buat apa, om?" Kara langsung angkat suara. "Kan ujungnya nikah juga. Ribet amat pake tunangan segala."

Irwan langsung kaku. Eka melotot pelan ke arah anaknya. Tapi Bramantyo malah tertawa.

" Saya suka keberanian putri kalian," katanya ringan, lalu menepuk tangan sekali, tanda bersemangat. Tapi sepersekian detik kemudian, pelayan di belakang langsung sigap maju dan menuangkan wine ke gelasnya, padahal gelas itu belum kosong.

Bramantyo melirik sekilas, tapi tidak mengoreksi. Dibiarkan saja.

"Iya, kalian memang akan menikah," lanjutnya santai. " Paling lama dua minggu. Paling cepat... seminggu."

Ia tersenyum tipis, jelas menikmati situasi ini."Tapi saya ingin kalian melewati prosesnya. Termasuk tunangan."

Sebuah kotak cincin dikeluarkan dari saku jasnya, lalu diberikan ke Irwan.

"Di sini, bos?" tanya Irwan ragu.

"Iya."

Sementara itu di sisi lain meja, dua calon tunangan sedang berkomunikasi tanpa suara. Meski berseberangan, anehnya keduanya bisa saling paham.

"Harus banget?" Narisa bicara dengan gerakan mulut.

"Gak tau."

"Gw gak mungkin pake itu ke mana- mana."

"Lepas aja nanti, bego."

"Jual?"

"Setuju."

Mereka saling mengangguk kecil, lalu kembali memasang wajah normal.

Acara tukar cincin pun terjadi.

Dari luar terlihat khidmat. Dari dalam? Datar.

Begitu selesai, Bramantyo menepuk tangan puas. Pelayan yang sama langsung maju lagi dengan refleks cepat dan menuangkan wine untuk kedua kalinya. Gelas itu sekarang hampir penuh.

Setelah itu, obrolan orang dewasa dimulai. Lebih serius, lebih pelan, lebih penuh perhitungan. Kara dan Narisa akhirnya diminta keluar.

Mereka ber jalan ke taman restoran. Lampu-lampu kecil menggantung berkelip hangat. Harusnya romantis, tapi di mata keduanya malah terasa agak horor.

Alasannya sederhana: perut sudah kenyang, pulang jelas pilihan paling masuk akal.

"Itu orang aneh gak sih?" tanya Narisa sambil duduk di bangku taman. "Emang ada orang buang-buang duit buat nikahin anak orang?"

Kara mengangkat bahu. "Gw juga heran. Tapi kata bokap, bosnya emang tipe begitu. Suka kepo."

"Keponya yang bermanfaat dikit lah," dengus Narisa. "Kalau mau, nikahin aja anaknya sendiri.

Narisa menghela napas, lalu melanjutkan dengan nada curiga.

"Jangan-jangan dia kepikiran gara-gara liat gaya lo."

Kara langsung menunduk, memperhatikan dirinya sendiri. "Emang gw kenapa? Masih oke kok."

"Maksud gw, dia kira lo laki."

"Kagak lah, peak. Tete gw masih ada."

Narisa langsung melirik sinis. "Seupil aja bangga."

"Kalau segede semangka, gimana gw mau main basket?"

"Ya disimpen dulu di loker."

Kara memutar mata, malas meladeni.

"Eh, Santen," Narisa menyandarkan punggung ke bangku. "Menurut lo... kita pasrah aja itu?"

Kara diam sebentar, menatap sudut taman yang gelap.

"Untuk sekarang, iya.. Mau gimana lagi. Resiko jadi rakyat jelata."

"Jadi maksud lo, abis kuliah kita cerai?"

"Hm... atau lo kepikiran mau hidup sama gw selamanya."

Narisa langsung meringis. "Dih, najīs. Ogah. Mending gw sama Cakra. Atau nanti gw ketemu sama cowok yang lebih keren. Bisa aja kan."

Kara diam.

"Lo juga udah punya pacar kan?"

Kara masih diam.

"Btw, tadi lo sama Harum bersihin toilet gak?"

Kara tetap diam.

Narisa mulai kesal. Baru mau menepuk pundak Kara-

"Bonar,"

"Apaan?"

Kara tiba-tiba menunjuk ke sudut gelap yang sejak tadi dia perhatikan.

"Liat deh. Ada putih-putih,."

Narisa yang punya sertifikat penakut tingkat nasional langsung refleks menempel ke Kara.

"Apaan, peak. Jangan nakutin," suaranya langsung turun satu oktaf.

"Eh! Dia jalan ke sini! "

"Kyaaa!"

Narisa langsung nyungsep, memeluk Kara sampai hampir terjatuh dari bangku. Kara ketawa puas. Awalnya cuma iseng, ternyata jackpot. Narisa yang sadar langsung menjauh dan-

Plak!

Satu pukulan keras mendarat di pundak Kara. Niat. Tanpa ragu.

"Gila. Perih banget." Kara meringis sambil mengusap pundak. "Belum-belum udah kdrt aja. Bisa mati muda gw,"

"Gw takut!" Narisa mengusap dada, menenangkan jantung sekaligus sabar. "Bagus lo ya. Mulai ngelunjak."

Kara cuma melirik santai. "Apa lo? Mau ngadu soal foto gw sama Cantika? Gih sana."

Narisa langsung pasang kuda-kuda. "Oh, nantangin,"

"Iya. Kasih liat buru. Gak bakal ngaruh."

"Yakin lo?"

Kara mengernyit. "Lo masih gak paham?"

Narisa menggeleng.

"Kita sama-sama cewek. Kita udah tunangan. Bentaran lagi nikah. Lo pikir sendiri deh."

Narisa diam. Satu detik. Dua detik. Matanya langsung melebar.

"Anjir..." dia menutup wajah. "Gw gak kepikiran,"

"Bego sih," Kara ketawa puas. "Tadi lo nanya apa? Bersihin toilet?"

"Iya. Gw sih enggak."

"Cuma kejadian di mimpinya si Rahayu."

Narisa langsung terkekeh. "Gw sumpahin dia ketiduran di ruangannya sampe malem."

"Mimpinya mimpi basah. Disamperin demit."

Narisa. langsung menoleh cepat. "Gak usah bahas demit, peak."

Baru Kara mau lanjut, seorang pelayan datang mendekat.

"Maaf, bisa kembali ke dalam? Sudah ditunggu"

Keduanya saling pandang, sama-sama mendengus sebelum bangkit. Begitu masuk, suasana meja sudah berubah. Semua wajah terlihat lebih cerah, lebih puas. Entah kesepakatan apa yang sudah terjadi.

Kara dan Narisa saling melirik curiga.

"Ada yang mau kalian tanyakan?" tanya Bramantyo.

Narisa langsung angkat tangan. "Ada banget, om."

"Silakan,"

"Abis nikah, gak ada syarat apa-apa kan?"

"Tidak ada," jawab Bramantyo tenang. "Kalian bebas menjalani kehidupan rumah tangga versi kalian sendiri,"

Kata 'rumah tangga' itu sukses bikin keduanya merinding halus. Masih SMA, tiba-tiba disuruh mikirin begituan. Tapi bagian 'bebas' cukup menenangkan,

Makan malam itu pun berakhir tanpa drama tambahan. Dua keluarga pulang dengan perasaan masing-masing.

Tapi yang tidak semua orang tahu, menjelang tidur malam itu, ada dua orang yang diam-diam punya rencana sama,

Cincin mahal itu... lebih cocok diuangkan daripada disimpan.

.

1
Suka GL
Seru deh
Zye Rava
Aduh knp bos bramantyo kepo nikah segender ya mana anak orang lgi yang dinikahkan. agak lain ini orang 🤣
Inayah🥰
Ceritax ga kalah seru sm yg satux thor 😍 yg ini dua2x bar2
Felafel
Ceritamu seru semua thor next ya💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!