NovelToon NovelToon
"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

"Aku Kangen, Tapi Tuhan Tau "

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andri Yuliantina

Indry gadis religius yang lembut dan terlalu baik pada semua orang.

Zaki lelaki yang selalu hadir dan memberi namun perbedaan keyakinan selalu menjadi tembok pemisah yang tak terlihat diantara mereka.

pertemuan di stasiun tegal setelah 15 Tahun berpisah, menjadi awal dari kisah yang entah apa ujung nya.

tawa kecil, telfonan larut malam dan rasa nyaman pelan pelan berubah jadi kangen dan terbiasa.

tapi bagaimana jika cinta saja tak cukup?
bagaimana kalau Tuhan punya rencana lain....
dan satu keputusan yang harus dipilih,
melanjutkan.... atau melepaskan....


karna kadang, kangen terbesar adalah kangen yang hanya Tuhan yang tau....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andri Yuliantina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 22 A-B-C-D

Ep 22: A-B-C-D

A. Ibu Zaki Dengarkan Kisah Indry

_Senin pagi. Jam 8:03 pagi. Rumah Mama Zaki, Tegal._

Indry mau pamit pulang. Koper kecil sudah siap di pintu.

Mama Zaki pegang tangan Indry. Ajak duduk di teras. Ada teh hangat dan pisang goreng.

Mama: “Nak, sebelum kamu pulang, Ibu mau cerita yang Zaki nggak cerita.”

Indry: “Iya, Tante?”

Mama narik napas. Matanya berkaca.

Mama: “Zaki cerita semua tentang kamu. Dari dia nunggu kamu 15 tahun, dari kamu pernah patah hati, dari kamu kerja jaga adik-adik sendirian.”

Indry: “Zaki cerita semua?”

Mama: “Iya, Nak. Dia bilang kamu tegar. Kamu jualan, kamu jaga Carel, kamu nggak pernah minta dikasihani.”

Mama Zaki terisak pelan.

Mama: “Ibu jadi malu sama diri sendiri. Ibu kira kamu anak Jakarta manja. Ternyata kamu lebih kuat dari Zaki. Anak Ibu itu kuat karena nggak punya pilihan. Kamu kuat karena milih kuat.”

Indry: “Tante… aku cuma jalani.”

Mama: “Jalani itu berat, Nak. Ibu kagum sama kamu. Kalau Zaki bisa jaga kamu, Ibu tenang.”

Mama peluk Indry. Lama.

Mama: “Jaga anak Ibu ya, Nak. Dia udah nunggu kamu kelamaan.”

Indry: “Iya, Tante. Aku janji jaga dia.”

Zaki lihat dari dapur. Dadanya hangat. Dia nggak ikut nimbrung. Biar jadi momen ibu dan calon menantu.

 

B. Travel Karawaci: Perjalanan Romantis

Senin siang. Jam 1:00 siang. Terminal Tegal

Zaki antar Indry naik travel ke Karawaci. Kursi paling belakang. AC dingin, jalanan pantura ramai.

Zaki: “Sayang, pegang tangan ya. Biar nggak mabuk.”

Indry: “Lebay. Baru 5 menit.”

Zaki: “5 menit rindu itu lama.”

Mereka ketawa. Sepanjang jalan Zaki usap-usap rambut Indry. Hobby baru sejak dari Tegal.

Indry: “Zaki, jangan usap terus. Rambutku berantakan.”

Zaki: “Berantakan juga cantik.”

Indry cubit pelan.

Indry: “Kamu serius ya mau nikahin aku?”

Zaki: “Serius banget. Aku udah cerita ke Ibu. Ibu udah restu. Tinggal kamu bilang iya.”

Indry: “Aku bilang iya kalau kamu udah siap. Siap lahir batin, siap beda iman, siap dimarahin Ibu kalau kurang ajar.”

Zaki: “Siap. Aku latihan dimarahin dari sekarang.”

Mereka ngobrol absurd sepanjang jalan.

Indry: “Kalau kita punya anak, namanya siapa?”

Zaki: “Anak pertama laki: Martabak. Anak kedua cewek: Bakpau.”

Indry: “Zaki!!!”

Zaki: “Ya udah Zaki Junior sama Indry Junior. Biar fair.”

Sopir travel dari kaca spion: “Mbak Mas, jangan berisik ya. Penumpang lain mau tidur.”

Indry & Zaki kompak: “Siap, Pak!”

Terus ketawa pelan.

Pas hujan deras di tol Cipali, Zaki peluk Indry dari samping.

Zaki: “Sayang, kalau kita nikah, kita nggak usah naik travel lagi ya. Kita beli mobil biar bisa pelukan bebas.”

Indry: “Nabung dulu, Zaki. Martabak laris,minyak kelapa laris, makin rame mbo jamu, restoran jamu, makin rame atlit bulu tangkis”

Zaki: “amin.amin....Iya. Demi pelukan bebas.”

Jam 6 malam sampai Karawaci.

Zaki antar Indry sampai depan kost.

Zaki: “Tidur ya, sayang. Aku pulang dulu.”

Indry: “kamu gak istirahat dulu, Zak, gak cape emang lansung pulang? "

Zaki,"Nggak sayang...aku gak capek, harus semangat biar abis ini bisa istirahat di travel ntar sampai lansung gas kerja buat modal Lamar kamu. "

Indry,"Hati-hati ya. Makasih udah jagain aku.”

Zaki usap rambut Indry sekali lagi.

Zaki: “Aku sayang kamu, Indry.”

Indry: “Aku juga, Zaki.”

Salim. Cium kening. Zaki balik kanan bubar jalan. segitunya demi Indry.

 

*C. Hari-hari Setelah Pulang dari Tegal*

_Minggu pertama Karawaci terasa beda._

Indry masak sop ikan, kepikiran Mama Zaki yang bilang “enak, Nak”.

Zaki VC tiap malam, background dapur Zaki yang makin rame dengan segala jejak pekerjaan .

Zaki: “Sayang, Ibu kirim Herbal buat kamu. Besok nyampe.”

Indry: “Mama kamu baik banget, Zaki.”

Zaki: “Iya. Karena kamu baik juga.”

Carel lihat Indry sering senyum sendiri.

Carel: “Kak, Kakak jatuh cinta lagi ya?”

Indry: “Jatuh lagi, Rel. Tapi kali ini ke orang yang sama.”

Carel: “Aduh, Kak. Gombal.Geli liatnya.”

Meta VC tiap malam cerita bule Tesla.

Meta: “DRY!!! BULE GUE BILANG DIA SIAP KETEMU MAMA GUE!!!”

Indry: “Met, hati-hati ya. Jangan buru-buru.”

Meta: “DRY!!! KALAU ZAKI AJAK NIKAH KAMU SIAP KAN?!”

Indry: “Siap, Met. Tapi kita jaga batas dulu.”

Meta: “IYAAA!!! JAGA SAMPAI HALAL!!! GUE JUGA MAU!!!”

Paul nanya pelan: “Kak, iman kak gimana? Kakak kuat?”

Indry: “Kuat, Paul. Karena Zaki nggak minta aku berubah. Dia cuma minta aku jaga dia.”

Paul: “Aku doain Kak. Kalau butuh temen doa Rosario, aku siap.”

Hari-hari mereka penuh canda, kerja, dan rindu yang ditahan.

Zaki: “5 hari lagi kita ketemu ya, sayang.”

Indry: “Iya, Zaki. Tahan ya.”

Zaki: “Tahan, demi yang halal.”

 

D. Konflik Kecil: Paman di Kampung Marah

_Kamis malam. Jam 9:12 malam. HP Indry bergetar. Nomor kampung._

Paman Marsel, adik Mama Betari. Suaranya keras.

Paman: “Indry! Bener kamu mau nikah sama orang Islam?!”

Indry kaget. “Paman… siapa yang bilang?”

Paman: “Paman Mikael kirim WA! Dia bilang kamu ketemu keluarga cowok itu di Tegal! Kamu mau murtad ya?!”

Indry: “Paman, aku nggak murtad. Aku masih Katolik. Zaki hormat aku.”

Paman: “Zaki namanya? mana nomornya biar ku telpon nanti. Hormat? Gimana kalau anak kalian nanti? Ikut siapa?! Gereja marah, keluarga malu!”

Indry: “Paman, kami belum nikah. Kami masih pacaran. Kami jaga batas.”

Paman: “Jaga batas? Kamu tidur di rumah dia 4 malam! Paman Mikael bilang Meta yang cerita!”

Indry terdiam. Dadanya panas.

Paman: “Indry, kalau kamu nikah sama dia, jangan pulang kampung! Malu kami!”

Telepon dimatikan.

Indry duduk di kasur. Napas berat.

Carel masuk kamar. “Kak? Kenapa?”

Indry: “Paman Marsel marah, Rel. Katanya kalau aku nikah sama Zaki, aku jangan pulang kampung.”

Carel: “Paman itu… kak, Zaki baik. Dia jaga Kakak.”

Indry: “Aku tahu, Rel. Tapi keluarga besar nggak semua paham.”

Carel, " Tapi slama ini mereka juga kayak gak liat kita, kak. lalu masalah ini kok lansung telfon kakak marah marah. Aku gak seneng, kak!!! "

Malam itu Indry nggak bisa tidur.

Dia chat Zaki: “Zaki… keluargaku marah. Paman bilang jangan pulang kampung kalau nikah sama kamu.”

Zaki balas cepat: “Sayang, maaf ya. Aku nggak mau kamu dibenci keluarga.”

Indry: “Aku nggak takut dibenci, Zaki. Aku takut kamu malu.”

Zaki: “Aku nggak malu, sayang. Aku bangga sama kamu. Kita hadapi bareng ya.”

_Jumat pagi. Jam 6 pagi. Misa di Katedral._

Indry duduk paling depan. Doa Rosario pelan.

“Ratu Surga, bersukacitalah…”

Air matanya jatuh. Bukan karena takut, tapi karena lelah jelasin ke semua orang.

Selesai Misa Zaki VC. “Sayang, aku doain kamu. Kuat ya.”

Indry: “Iya, Zaki. Kita kuat.”

 

_Minggu siang. Jam 1:00 siang. Grup keluarga AndreBetari._

Meta: “DRY!!! KAK GW KATANYA DIMARAHIN PAMAN!!!”

Carel: “Iya Met. Paman bilang jangan pulang kampung.kalo Nikah sama Zaki, ”

Paul: “Kak, jangan dengerin omongan orang. Kakak bahagia itu yang penting,tapi aku tetap berharap kakak gak berubah Imannya, kakak panutan kita slama ini soal Doa. Kakak udah mampu slama ini karna Yesus kan.”

Mauba: “Kak, aku dan Dara juga digituin. Tapi kami jalan terus. Karena kami saling hormat.”

Indry: “Mauuu kamu masih muda gak usah mikir Nikahin Dara dulu. Nikmatin dulu masa muda kamu yang boros untuk kuliah tuh. hahahah."

"Makasih kalian semua. Aku nggak takut. Aku cuma capek jelasin.”

Zaki balas pakai HP Indry: “Kalian semua tenang. Aku jaga Indry. Aku nggak akan bikin dia malu.”

Carel: “SIAP KAK ZAKI!!! KALAU ADA YANG MARAH, AKU YANG SAPU!!!”

Grup meledak ketawa.

Malam itu Indry tidur nyenyak.

Karena dia tahu, di Karawaci ada adik-adik yang belain.

Di Tegal ada Mama Zaki yang restu.

Dan di sampingnya ada Zaki yang janji jaga.

15 tahun menunggu.

Masih ada badai kecil.

Tapi mereka nggak sendirian lagi.

Aku Kangen kalo Zaki gak di sisi aku. Tuhan Tau

1
Aiko Yuki
air mataku ikut netes kak 😭
AnYu: terima kasih sudah membaca... ini karya pertama ku... masih tahap nulis blm d revisi mungkin masih banyak typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!