NovelToon NovelToon
Blazing Asura: The Untamed God

Blazing Asura: The Untamed God

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:785
Nilai: 5
Nama Author: fandy syahputra

Di puncak tertinggi Sembilan Ranah, Yu Fan adalah legenda—seorang Master Tingkat 9 yang menyentuh ranah kedewaan. Namun, kepercayaan adalah pedang bermata dua; ia dikhianati oleh sahabat masa kecilnya dan dibuang ke Dunia Fana dalam keadaan hancur.
Setelah 50.000 tahun tersegel dalam kegelapan yang sunyi, Yu Fan terbangun di dunia yang telah berubah total. Kekuatannya sirna, ingatannya terkikis, namun api amarah di jiwanya tetap membara. Di dunia baru ini, sang pengkhianat dipuja sebagai Dewi Kebajikan, dan sekte yang membantainya telah menjadi penguasa tunggal yang paling disegani.
Mengenakan jubah hitam dan memikul kutukan energi Yin yang dingin, Yu Fan harus memulai kembali perjalanannya dari titik terendah. Di antara kepingan ingatan yang hilang dan dunia yang penuh kebohongan, Sang Ashura akan bangkit kembali—bukan untuk menjadi pahlawan, melainkan untuk menghancurkan langit yang telah memuarakannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fandy syahputra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Manifestasi Asura dan Gema Neraka

Hembusan angin di lembah tersembunyi itu terasa lebih tajam, seolah-olah membawa ribuan jarum es yang menusuk kulit. Yu Fan, Lin Xueru, dan Senior Han melangkah dengan formasi waspada. Hutan di sekitar mereka tampak layu, pohon-pohon menghitam dengan dahan yang melengkung seperti tangan-tangan kering yang memohon ampun.

"Hutan ini tidak hanya mati karena kurang cahaya," bisik Lin Xueru, jemarinya menggenggam erat gagang pedang teratainya. "Ada energi yang menghisap kehidupan dari akarnya. Sekte Tengkorak Hitam ini benar-benar kanker bagi bumi."

Senior Han, yang bergerak nyaris tanpa suara di depan mereka, menyahut pelan tanpa menoleh. "Jangan tertipu oleh kesunyiannya. Sekte sesat biasanya membangun markas di atas titik nadi naga yang rusak. Mereka mengubah energi kehidupan menjadi energi kematian. Waspadalah, indra kalian bisa tertipu di sini."

Yu Fan menatap ke depan, matanya yang tajam menyisir setiap bayangan. "Jika mereka bisa menyerang Master Tingkat 4 seperti malam itu, berarti kekuatan mereka bukan hanya sekadar jumlah, tapi kualitas teknik yang kotor. Kita harus menyelesaikan ini dengan cepat."

Setelah menyusuri tebing yang curam, mereka menemukan sebuah gua yang mulutnya menyerupai rahang monster. Dua penjaga berdiri di depan, aura mereka suram. Sebelum mereka sempat berkedip, bayangan Senior Han melesat. Dua kilatan perak muncul di udara, dan kedua penjaga itu jatuh tanpa sempat mengeluarkan suara.

"Masuk," perintah Han singkat.

Namun, di balik kegelapan hutan, pada sebuah bola kristal yang tertanam di batang pohon tua, sepasang mata merah mengamati mereka. Di kedalaman gua, seorang pria dengan jubah kebesaran yang dihiasi tulang belulang tertawa dingin. "Tikus-tikus akademi yang sombong... mereka pikir mereka sedang berburu, padahal mereka sedang berjalan masuk ke dalam perut serigala."

...****************...

Di dalam gua, suasana semakin mencekam. Mereka harus memecahkan berbagai teka-teki mekanisme batu yang rumit—sesuatu yang dirancang untuk menjebak praktisi yang tidak sabar. Saat mereka masuk lebih dalam, mereka menemukan ruang-ruang rahasia yang berisi pemandangan mengerikan.

​Mayat-mayat praktisi kuno tersusun rapi dalam tabung-tabung berisi cairan ungu pekat. Terdapat naskah-naskah kulit manusia yang menjelaskan tentang Teknik Kebangkitan Boneka Darah.

​"Gila..." Lin Xueru menutupi mulutnya, matanya membelalak ngeri melihat salah satu naskah. "Mereka mencoba membangkitkan praktisi kuno untuk dijadikan tentara tanpa jiwa. Ini adalah penghinaan terhadap siklus reinkarnasi!"

​Mereka sampai di sebuah perpustakaan besar yang berisi buku-buku terlarang tentang seni hitam. Yu Fan mengambil satu buku, namun sebelum ia sempat membacanya, sebuah suara yang berat dan bergema muncul dari segala arah.

​"Menarik sekali... ada tikus yang berani menyentuh pengetahuan suci kami. Apakah kalian begitu tidak sabar untuk menjadi bagian dari koleksi bonekaku?"

​Suara itu membawa tekanan mental yang kuat. Mereka segera menuruni tangga melingkar yang menuju ke aula utama di dasar gua. Sebuah gerbang besi raksasa terbuka perlahan, memperlihatkan sebuah stadion bawah tanah yang luas.

Saat mereka melangkah masuk, ribuan anggota sekte yang berdiri di tribun-tribun batu mulai bersorak serempak, suara mereka seperti dengungan lebah yang mematikan.

"PUJA KETUA SEKTE! MATILAH PENYUSUP! MATILAH PENYUSUP!"

Di atas bangunan utama yang menghadap ke aula, duduk seorang pria dengan aura yang luar biasa menekan. Itulah sang Ketua Sekte, seorang Master Tingkat 5 Tahap Awal. Di sisi kanan dan kirinya, berdiri dua orang algojo dengan pedang raksasa, keduanya adalah Master Tingkat 4 Akhir.

"Selamat datang di kuburan kalian sendiri," ucap sang Ketua Sekte sambil berdiri. Tekanan auranya meledak, membuat Lin Xueru dan Yu Fan terhuyung. "Kalian pikir Akademi Langit Biru bisa terus mencampuri urusanku? Hari ini, darah kalian akan menjadi bahan bakar untuk ritual kebangkitanku!"

Pertarungan hidup dan mati pun pecah.

Senior Han melepaskan teknik Duplikat Bayangan, menciptakan belasan bayangan dirinya untuk menahan serangan dari dua Master Tingkat 4. Namun, perbedaan level ini terlalu nyata. Setiap kali Han menebas, musuh-musuhnya seolah tidak merasakan sakit.

Yu Fan dan Lin Xueru bertarung setengah mati melawan gelombang anggota sekte dan tekanan dari atas. Darah mulai membasahi pakaian mereka. Xueru, dalam keadaan terdesak, merapatkan jarinya dan mengeluarkan jurus ultimatumnya. Teratai Putih Penghancur Jiwa. Sebuah ledakan cahaya putih murni menghantam salah satu Master Tingkat 4, membuatnya lengah sesaat.

"Sekarang, Yu Fan!" teriak Xueru sambil terbatuk darah hebat karena memaksakan energi batinnya.

Yu Fan melesat, pedangnya dilapisi energi Yin maksimal, dan berhasil menebas leher sang algojo hingga tewas. Namun, kemenangan itu hanya sesaat. Sang Ketua Sekte tertawa gila.

"Festival dimulai!" teriaknya. Anggota sekte mulai melantunkan mantra terkutuk. Muncul sebuah segel raksasa di lantai. Tiba-tiba, Master Tingkat 4 yang baru saja dibunuh bangkit kembali dengan mata yang kini bersinar ungu, tubuh mereka kini diperkuat oleh Makhluk Roh Jahat Tingkat 3 yang merasuki mereka.

"Sia-sia..." gumam Senior Han yang sudah berlutut, napasnya tersengal. Mereka semua terluka parah. Harapan seolah sirna.

Melihat Lin Xueru yang sudah lemas di tanah dan Senior Han yang tak berdaya, Yu Fan merasakan sesuatu di dalam jiwanya retak. Bukan ketakutan yang muncul, melainkan sebuah amarah purba yang telah terkubur selama 50.000 tahun.

"Cukup..." suara Yu Fan berubah menjadi rendah dan bergetar.

Tiba-tiba, udara di aula itu membeku. Aura merah pekat meledak dari tubuh Yu Fan, begitu kuat hingga menghancurkan lantai batu di bawahnya. Tekanannya begitu dahsyat hingga ribuan anggota sekte di tribun langsung jatuh pingsan atau mati karena jantung mereka berhenti berdetak.

Transformasi itu terjadi di depan mata Lin Xueru yang terbelalak. Rambut hitam Yu Fan memutih dalam sekejap, melambai seperti api perak. Matanya berubah menjadi merah darah dengan sklera (bagian putih mata) yang berubah menjadi hitam legam. Pedangnya yang semula biasa kini berubah menjadi pedang iblis yang berdenyut dengan energi merah.

"He... hehehe... HAHAHAHAHA!" Yu Fan tertawa. Itu bukan tawa Yu Fan yang biasanya, itu adalah tawa gila seorang dewa yang haus akan peperangan. "Mati kalian semua... sampah!"

"Aura apa ini?! Siapa kau sebenarnya?!" teriak sang Ketua Sekte, wajahnya pucat pasi.

Dua Master Tingkat 4 yang telah bangkit kembali mencoba menyerang Yu Fan secara bersamaan. Namun, Yu Fan tidak bergeming. Ia hanya mengayunkan pedangnya dengan satu gerakan horizontal yang santai.

SRAK!

Kedua Master Tingkat 4 itu terbelah menjadi dua, dan kali ini mereka tidak bangkit lagi. Jiwa mereka seolah langsung ditelan oleh pedang merah Yu Fan.

"Hanya ini kehebatan Master Tingkat 5? Sampah tetaplah sampah!" Yu Fan melesat. Sang Ketua Sekte melepaskan seluruh teknik pamungkasnya, menciptakan naga hitam raksasa dari energi kematian. Yu Fan hanya menangkisnya dengan satu tangan, menghancurkan naga itu menjadi serpihan energi.

"Tidak mungkin! Ini mustahil!" Sang Ketua Sekte mencoba melarikan diri menggunakan gerbang teleportasi raksasa.

"Kau ingin pergi? Kemarilah!" Yu Fan mengulurkan tangannya. Sebuah portal merah terbuka, dan sebuah tangan raksasa berwarna hitam kemerahan. Tangan Iblis Asura, keluar dan mencengkeram sang Ketua Sekte. Pria itu dibanting ratusan kali ke dinding gua hingga tulang-tulangnya hancur, sebelum akhirnya Yu Fan menusukkan pedangnya tepat ke jantung pria itu dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata.

Aula itu seketika sunyi. Seluruh pemimpin dan anggota sekte telah binasa di tangan satu orang.

Sesaat setelah sang Ketua Sekte merenggang nyawa, aura merah di tubuh Yu Fan memudar. Rambutnya kembali hitam, dan pedangnya kembali normal. Namun, tubuhnya sudah mencapai batas. Yu Fan terhuyung dan jatuh pingsan di atas genangan darah musuh-musuhnya.

"Yu Fan! Yu Fan!" Lin Xueru merangkak mendekatinya, suaranya parau penuh kekhawatiran. Di dalam hatinya, ia dipenuhi tanda tanya yang sangat besar. Siapa laki-laki ini? Bagaimana mungkin seorang Master Tingkat 3 bisa membantai Master Tingkat 5 dengan begitu mudah? Kekuatan itu... itu bukan berasal dari dunia ini.

Senior Han, yang juga terluka, perlahan bangkit. Ia melihat sekeliling dengan tatapan ngeri. "Dia... dia adalah variabel yang tidak terduga. Kita harus membawa dokumen-dokumen ini segera dan kembali."

Han mengambil beberapa gulungan rahasia dan bukti-bukti keterlibatan sekte ini dengan kekuatan gelap luar. Lin Xueru menggendong kepala Yu Fan di pangkuannya, memastikan pemuda itu masih bernapas.

"Kita harus segera kembali ke akademi," ucap Han sambil membantu Xueru memapah Yu Fan. "Misi ini berhasil, tapi rahasia yang dibawa anak ini... mungkin jauh lebih besar dari sekadar sekte sesat."

Dalam perjalanan pulang yang sunyi di bawah sinar bulan, Lin Xueru terus menatap wajah Yu Fan yang tampak tenang saat pingsan. Baginya, pemuda ini bukan lagi sekadar rekan ujian atau teman berlatih. Yu Fan adalah sebuah misteri yang indah sekaligus menakutkan, sebuah badai yang baru saja mulai menunjukkan kekuatannya.

1
WER
semangat author 👍👍👍👍
Fandi Syahputra: 💪 semangat 45
total 1 replies
Fandi Syahputra
hehehe🤭 support terus
T28J
cocok sama saya Thor... 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!