NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri Buangan

Balas Dendam Sang Putri Buangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Jiang Qiuye, putri tabib Jiang begitu sedih setelah tahu bahwa dirinya bukanlah putri kandung dari orang yang telah membesarkannya selama lima belas tahun.

Apalagi saat ia tahu bahwa ayah kandungnya tidak menginginkannya bahkan tega membuangnya begitu saja.

Untuk itu Qiuye berusaha agar bisa masuk ke dalam istana dan berharap mendapatkan informasi mengenai dirinya dan keluarga aslinya itu.

Akan tetapi perjuangannya tidak lah mudah, Qiuye harus menghadapi berbagai macam rintangan. Bahkan ayah kandungnya yang telah mengetahui bahwa dirinya masih hidup pun, menjadikannya sebagai buronan istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. Meminumkan obat.

Sementara itu disebuah tempat gelap tersembunyi dan tertutup, dua orang pria yang berhasil melarikan diri sedang berlutut memohon ampun karena telah gagal menjalankan tugasnya.

"Kalian semua tidak berguna! Bagaimana rencana kalian bisa gagal?"

"Awalnya kami telah berhasil menghadang rombongan nona Huang yang sedang melakukan perjalanan dan berhasil membunuh semua penjaga kediaman keluarga itu. Namun mohon maafkan kami tuan Putri, karena kami telah gagal membawa nona Huang ke hadapan anda," ucap pria berbaju hitam salah satu orang suruhan.

"Dasar bodoh kalian semua!" murka Putri Xu mendengar kabar tersebut. "Kalian semua memang pantas mati, diberi tugas mudah begitu saja kalian tidak becus! Sia-sia aku mempekerjakan kalian!" geramnya.

"Maaf Putri, kami memang pantas mati. Tapi rencana kami hampir berhasil jika saja seorang gadis kecil tidak menghalangi jalan kami menangkap nona Huang."

"Benar Putri," sambung seorang pria lainnya.

"Memalukan! Kalian kalah dari gadis kecil itu!" sentak Putri Xu heran.

"Maaf Putri, gadis itu sebenarnya tidak mempunyai kemampuan bela diri yang baik. Tapi dia terus saja menghalangi kami sehingga nona Huang berhasil lolos dari kejaran. Gadis itu juga sengaja mengulur waktu hingga bala bantuan datang, kami merasa kewalahan lalu keadaan berbalik menyerang kami," balas pria itu.

"Dasar gadis kepa-rat! Tapi tunggu dulu ... Gadis mana yang kalian maksud?" tanya Putri Xu kembali mengingat Qiuye pada saat dipesta ulang tahunnya. Ada seorang gadis berpakaian tabib, yang begitu membela nona Huang.

"Gadis itu bersama dengan rombongan nona Huang, dia berambut panjang berwarna coklat keemasan," balas pria itu.

"Mana ada gadis yang kalian sebutkan tadi!" ucap Putri Xu tidak percaya. "Lalu ada dimana gadis itu sekarang?" tanyanya kemudian.

"Gadis itu telah terluka parah, seseorang membawanya pergi."

"Si*al!" rencana ku semuanya telah gagal total! Lalu mana yang lainnya?" tanya Putri Xu kemudian.

"Sebagian ada yang tewas, dan ada juga beberapa orang yang berhasil di tangkap oleh prajurit."

"Kurang ajar! Dasar kalian tidak berguna!" Putri Xu membanting apapun benda yang berada disekitarnya, lalu menatap kembali anak buahnya dengan wajah gusar dan menarik pedangnya.

Namun belum sempat ia membunuh anak buahnya yang menurutnya tidak berguna itu, dua bilah pedati tiba-tiba saja menusuk tepat dijantung mereka. Sehingga kedua anak buah putri Xu meninggal di tempat

"Orang penakut dan tidak berguna seperti mereka tidak pantas hidup,'" ucap seorang pria yang baru saja muncul dari kegelapan.

Putri Xu tersentak kaget hingga refleks berdiri, segera ia menatap kearah orang yang telah berani membunuh anak buahnya. Akan tetapi raut wajahnya nampak berubah tidak tenang.

"Paman ... Paman ada disini? Kapan paman kembali?" ucap Putri Xu bertanya pada seseorang yang sangat ia kenali.

"Hari ini," jawab pria itu yang ternyata adalah tabib Nan. Kemudian pria itu duduk di kursi setelah Putri Xu menyingkir.

"Paman, kenapa tidak bilang padaku kalau paman mau datang kesini?" ucap Putri Xu mencoba mengambil hati.

"Tidak perlu basa basi, aku datang kesini setelah mendengar kau membuat masalah di pesta ulang tahunmu. Kau bahkan mengincar keselamatan nona Huang saat dia berada diperjalanan pulangnya. Kenapa Xu?" tanya Tabib Nan sambil membersihkan dua belatinya dari ceceran darah.

"Maaf Paman, tapi aku membenci wanita itu. Dia telah mencuri pandangan pria yang ku cintai," jawab Putri Xu menjelaskan namun Tabib Nan berubah tidak senang.

"Hentikan ulahmu! Jika kau masih ingin menyandang gelar sebagai putri Kaisar Song maka jangan coba-coba bertingkah semaumu!" kecam Tabib Nan memperingati.

"Baik Paman," patuh Putri Xu.

"Lalu ku dengar kau juga masih saja mencoba mendekati jenderal Guan Yu? Ingatlah Xu, dia bukanlah orang yang mudah kau dekati!"

"Tapi Paman, aku mencintai kak Guan Yu. Aku akan terus berusaha untuk mendapatkannya walau itu mustahil," balas Putri Xu bersikeras.

Tabib Nan menatap tajam Putri Xu karena tidak setuju dengan keinginannya. "Ku peringatkan sekali lagi Xu, aku melarangmu agar tidak mengejarnya lagi. Karena rencana kita bisa gagal kalau kau berhubungan dengannya! Apa kau mengerti!" sergahnya.

"Baik Paman, aku akan berusaha," jawab Putri Xu dengan hati membara karena larangan tersebut dan menolak berhenti mencintai Guan Yu.

Tabib Nan menghela nafasnya panjang, "Ingatlah pada tujuan utama kita, kau ku datangkan kesini dengan satu tujuan. Yaitu membalaskan dendam kita dengan menghancurkan kaisar Song dan putra mahkota lalu membantuku merebut takhtanya. Aku telah menyingkirkan putrinya dan menggantikannya dengan dirimu. Kau sudah hidup enak dan juga mendapat tempat tinggal yang layak selama ini, tapi satu hal yang harus kau ingat jangan pernah lupakan asal usulmu."

"Baik Paman aku mengerti," jawab Putri Xu.

"Bagus ... Satu hal lagi yang harus kami ingat, Xu. Jangan sembarangan mengeluarkan racun yang ku berikan padamu, racun itu hanya boleh digunakan untuk rencana kita jika sudah tiba waktunya," ucap Tabib Nan mengingatkan.

"Baik Paman," jawab Putri Xu mengerti.

"Hmm ... Sekarang kembalilah ke istana, aku tidak mau sampai ada seseorang yang melihat kau berada disini."

"Ya Paman," balas Putri Xu menurut.

...----------------...

Kediaman Guan Yu.

Setelah tabib Min menjelaskan keadaan Qiuye, Guan Yu melakukan tahap awal pengobatan sesuai dengan arahan tabib Min.

Dan selama tabib Min menyiapkan ramuan untuk luka luar, Guan Yu kembali mengerahkan tenaga dalamnya dan menyalurkannya kepada tubuh Qiuye untuk penyembuhan luka dalam.

Selama menyalurkan tenaga dalamnya, akhirnya Guan Yu mengerti kenapa gadis itu mengalami hal sedemikian rupa. Dan ia juga mengerti kenapa racun yang berada di tubuh Qiuye tidak pernah sembuh total.

Hal itu disebabkan oleh keterbatasan biaya yang dimiliki oleh tabib Jiang, sebagai seorang tabib biasa dengan penghasilan tidak menentu, ia tidak memiliki cukup biaya untuk membeli herba mahal karena kelangkaan barang.

Selain itu, tabib Jiang juga tidak memiliki akses masuk ke dalam pasar gelap karena dianggap berbahaya. Apalagi setelah ia diusir dari istana, tabib Jiang tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk menembus pasar itu.

Selain keterbatasan biaya dan ketidak-adanya kemampuan menembus pasar gelap untuk mencari penawar racun Qiuye, tabib Jiang juga tidak memiliki tenaga dalam sehingga energi Qiuye menjadi tidak terarah.

Akan tetapi yang patuh diakui adalah berkat kegigihan dan usaha tabib Jiang serta cinta dan kasih sayangnya, Qiuye mampu bertahan hidup hingga saat ini.

Sepuluh menit telah berlalu, Guan Yu dan Qiuye sama-sama mengeluarkan keringat dingin. Aroma racun di sekitar kamar tersebut begitu pekat terasa, hal itu disebabkan oleh tenaga dalam Guan Yu yang perlahan-lahan membakar racun dalam tubuh Qiuye agar menguap keudara.

Sehingga energi tubuh Qiuye bisa lebih mudah terarah, lalu didetik terakhir pada puncaknya, Guan Yu mendorong tenaga dalamnya lebih kuat. Sehingga Qiuye kembali memuntahkan darah hitam pekat.

Guan Yu kembali mengistirahatkan dirinya, sambil membenarkan posisi Qiuye agar kembali berbaring. Lalu setelah itu tabib Min datang sambil membawa semangkuk ramuan.

"Tuan, pil dari tabib Jiang dan obat yang hamba racik telah hamba campurkan menjadi satu dalam mangkuk ini. Setelah darah beracun tadi keluar, anda sudah bisa meminumkannya," ucap tabib Min.

Guan Yu menerima mangkuk tersebut dan terdiam cukup lama, karena didalam kepalanya saat ini muncul satu pertanyaan. Bagaimana cara Qiuye meminum obat ini? Sedangkan Qiuye sendiri sedang tidak sadarkan diri.

"Tuan, anda harus membantunya meminum obat." Tabib Min memberi tanda agar Guan Yu membantu Qiuye meminum obat. Dan segera undur diri dari kamar itu.

Guan Yu terdiam menatapi Qiuye yang masih tidak sadarkan diri, lalu menatapi semangkuk ramuan di tangannya.

Apa boleh buat, kali ini ia harus melakukannya.

Guan Yu duduk disisi ranjang, lalu mengangkat punggung Qiuye hingga setengah duduk dan menyandarkan tubuhnya pada salah satu otot lengannya.

Lalu menyimpan cairan pahit itu di dalam mulutnya untuk kemudian diberikan kepada Qiuye hingga ramuannya habis.

...Bersambung....

1
Noviyanti
terima kasih sudah membaca karyaku, jangan lupa berikan like dan komen ya.
Joan
keren thor satu persatu mulai terungkap. gk sabar sama reaksi qiuye pas dia tahu guan yu ngerawat dia🤣
Joan
semakin seru lanjut thor
Joan
semakin pnasran. lanjut thor💪
Joan
parah banget kaisarnya /Panic/
Joan
makin seru thor, lanjutkan💪
Joan
lanjut thor
Noviyanti
Selama menunggu kelanjutan cerita ini, kalian bisa baca karya yang lain dulu ya
Lina Zascia Amandia: Sama2 Kak Nov.... selamat aktif menulis kembali ya.
total 3 replies
Joan
ceritanya bagus dan cukup menarik. terus semngat
Noviyanti: terima kasih semangatnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!