NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:940
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

"tempat apaan nih? Bau banget sumpah, pak Zidan kok kita ke sini sih?" tanya Clara sambil menutup hidung nya dengan tangan kanan sementara tangan kirinya mengibas-ngibaskan berharap bau yang menyengat masuk ke hidung nya bisa segera pergi.

"Ini namanya pasar tradisional, semua bahan makanan yang masih segar ada di sini dan harga nya jauh lebih terjangkau dari yang ada di minimarket." jelas Zidan sambil mengamati banyak barang-barang yang harus dia beli.

"Astaga kenapa gak di minimarket aja sih pak? Ini kan bukan bahan makanan inport, emang gak sakit perut apa makan nya?" kata Clara dengan menutup hidung nya.

Seketika beberapa pasang mata menatap ke arah Clara dengan tatapan sinis.

"Kecilkan suara mu atau kita akan di usir dari sini," geram Zidan karena ucap Clara banyak yang menatap mereka dengan tatapan tajam.

"Pak, saya tunggu di mobil aja ya, saya gak bisa dan saya gak mau belanja di sini, lihat tuh jalan nya becek banget!" ungkap Clara dengan reaksi tubuh geli melihat suasana pasar.

Sebagai seorang nona muda dari kelaurga kaya seorang Clara tentu tidak tau apa itu yang di sebut pasar tradisional. Ia bahkan tidak terbiasa dengan banyak nya orang yang berbelanja di pasar tersebut. Suasana pasar dan bau yang tak sedap juga membuat Clara sangat mual hampir ingin muntah.

"Tidak, ini juga termasuk pelajaran untuk kamu, bukan soal saya tidak ingin ke minimarket tapi ini benar-benar sebuah pelajaran," kata Zidan menegaskan.

Ia kemudian memegang pergelangan tangan Clara dan membawa nya terus berjalan masuk mengitari pasar untuk mencari barang yang mereka butuhkan.

"Astaga lepasin pak, iya-iya saya ikut tapi tolong dong gak usah ada tarik menarik kayak gini," kata Clara lagi.

"Mana bisa, memang nya kamu mau hilang dan di culik preman pasar?" ungkap Zidan membuat Clara ketakutan.

Seketika Clara terdiam, dia tidak lagi banyak bicara karena takut kalau-kalau memang ada pereman pasar yang akan menculik nya.

Mereka pun mulai tiba di lapak penjual udang,ikan dan juga lauk pauk segar yang berasal dari laut.

"Ini apa pak?" tanya Clara yang kini kefokusan nya tertuju kepada sesuatu yang menurut nya aneh dan belum pernah ia jumpai.

"Itu jangan di pegang," kata Zidan sambil menarik tangan Clara. "Kita beli undang sama ayam saja,"

"Nona, kau ini belum pernah ke pasar ya? Terlihat sangat tidak tau, ini adalah teripang ini bisa di makan," ujar sang penjual menjelaskan nya.

"Aa, bisa di makan ya bu? Tapi kok jelek banget," kata Clara sambil tertawa renyah melihat bentuk teripang yang menurut nya lucu.

"Astaga," ungkap Zidan merasa malu.

"Haha, tuan adik mu ini sangat lucu," kata penjual itu lagi mulai ikut tertawa.

Seketika Clara dan Zidan langsung terdiam dan saling pandang satu sama lain, penjual tersebut mengira kalau mereka berdua adalah kakak beradik.

"Ah ini saja tolong segera bungkus," ujar Zidan mengalihkan pembicaraan.

Setelah menghabiskan waktu kurang dari satu jam berbelanja di pasar tersebut, mereka pun akhirnya selesai.

"Haha, sangat seru ternyata, benar-benar lucu ternyata ada ya hewan kecil bulat panjang dan berduri, malah bisa di makan haha, aneh banget!" ucap Clara terbahak-bahak di dalam mobil.

"Kecil,bulat, panjang, tidak bisa kah kamu sebut nama nya saja kenapa harus sedetail itu?" ungkap Zidan sambil mengemudi mobil nya menuju villa.

"Lah memang nya kenapa pak? Kan bener kan,dia itu kecil bulat dan panjang, lalu berduri," kata Clara tak mau kalah.

"Terserah kamu," tangap Zidan.

Namun di dalam hatinya Zidan malah kebingungan, Clara yang awalnya tidak suka dengan pasar kini malah sangat suka hanya karena teripang (Timun laut.)

Ia menggelengkan kepalanya sambil melihat Clara yang masih saja tertawa begitu cantik hanya karena seseorang teripang.

Sejak pernikahan mereka, baru kali ini Zidan melihat Clara yang tertawa lepas seperti tadi.

Tak butuh waktu lama mereka pun segera tiba di villa kembali.

Zidan membawa semua barang belanjaan masuk ke dalam rumah dan menata nya di dalam kulkas. Sementara itu Clara pergi ke kamar nya untuk segera mandi.

"Kalau di pikir-pikir, pak Zidan asik juga, dia tau tempat yang belum pernah aku kunjungi, tapi apa dia benar-benar orang tidak punya ya? Buktinya dia tau tempat bahan makanan yang harganya sangat murah berbeda dengan mama yang biasanya selalu berbelanja di minimarket mewah," batin Clara sambil menguyur tubuh nya dengan air, ia mulai tertarik dengan kehidupan Zidan.

Keesokan harinya ...

Seperti biasa Clara dan Zidan pergi ke sekolah bersama, hari ini jalan sudah bisa di lewati karena memang perbaikan jalan sudah usai, listrik pun sudah kembali menyala dengan normal.

"Ponsel kamu taruh dulu," ungkap Zidan saat Clara turun dari mobil.

"Yaa," jawab Clara singkat dia meletakkan ponsel nya di tempat duduk tanpa penolakan dan kemudian berjalan mendahului mobil Zidan.

"Aneh, tumben tidak mengomel," batin Zidan.

Setelah tiba di sekolah, terlihat Nola yang sedang menunggu nya di dalam gerbang, sudah lama sang sahabat menunggu Clara di sana, namun kini ada yang membuat Clara sedikit penasaran, karena Nola berdiri di sana dengan Brayen.

"Clara!" Seperti biasa ketika sudah melihat Clara Nola pasti akan memanggil nya langsung di sertai dengan lambaian tangan.

"Nola," jawab Clara sambil tersenyum kepada sahabat nya.

Entah kenapa saat melihat senyuman Clara jantung Brayen berdegup kencang seolah senyuman tersebut di tujukan untuk nya.

"Kenapa Lo semalam gak sekolah? Di telfon juga gak aktif bikin khawatir orang aja," kata Nola sambil memegang lengan Clara.

"Ah itu gue, gue ada urusan makanya gak bisa masuk," ungkap Clara tampa mempedulikan Brayen.

"Oh yaudah ke kelas yuk," kata Nola lagi.

"Eh tunggu gue belum ngomong," kata Brayen.

"Mau ngomong apa sih kak Brayen bukan nya tapi aku udah bilang ya kalau Clara itu gak bakal bisa kayak dulu lagi karena sepupu Lo itu udah bikin nama baik Clara tercemar," ungkap Nola yang orang nya memang suka ceplas-ceplos aja.

"Tapi gue kan udah minta maaf, Clara Lo mau kan maafin gue, dan ada yang pengen gue omongin sama Lo," kata Brayen sambil memegang pergelangan tangan Clara.

"Apaan sih?" ungkap Nola tidak suka dan hendak menyingkirkan Brayen dari pergelangan tangan Clara.

"Gak apa-apa Nola, Lo masuk kelas duluan aja ya, biar gue ngomong sama dia bentar," jawab Clara yang juga ingin menyelesaikan masalah nya dengan Brayen.

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!