Su Wanqing selalu hidup sebagai orang asing di rumahnya sendiri. Namun, di tengah hujan deras yang mengguyur sore itu, ia dikejutkan oleh satu kenyataan pahit—tanpa sepengetahuannya, keluarganya telah menjodohkannya dengan seorang pria yang paling ditakuti di seluruh negeri, Jenderal Lu Jingyuan.
Dikenal sebagai pahlawan revolusi sekaligus monster di medan perang, Lu Jingyuan adalah sosok dingin yang namanya mampu membuat musuh gemetar. Di balik reputasinya yang kejam, tersembunyi luka masa lalu dan trauma perang yang mengubahnya menjadi pria yang sulit didekati dan tak pernah mengenal kebahagiaan.
Terjebak dalam pernikahan yang tidak pernah ia pilih, Su Wanqing hanya bisa pasrah menghadapi takdirnya. Namun, ketika dua jiwa yang sama-sama terluka dipersatukan oleh keadaan, akankah mereka saling menyembuhkan... atau justru semakin menghancurkan satu sama lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syfaanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25 - Kabur
Wanqing yang sedari tadi masih berusaha melepaskan ikatan di kedua tangannya akhirnya berhasil melonggarkan sedikit ikatannya tanpa harus menggunakan alat tajam apapun. Ia mencoba mengingat rute dan berapa lama perjalanan serta berapa banyak belokan yang dilakukan di mobil penculik tadi agar bisa kabur dari tempat ini.
Wanqing terus berusaha sampai akhirnya ikatan tangannya lepas. Menarik napas panjang, Wanqing membuka penutup mata dan mulutnya dengan kasar. Tenggorokannya yang terasa sangat kering dan sakit membuat dirinya sangat ingin minum. Ia melirik area sekitarnya sambil berusaha melepaskan ikatan kakinya.
Wanqing mendengarkan suara langkah beberapa orang yang mendekat, panik, ia langsung memasang semua ikatan dengan kendur dan penutup mata serta mulutnya lagi. Ia sengaja mengendurkan ikatan mata agar masih bisa melihat dengan samar.
"Ini tahanannya Tuan." Beberapa orang masuk, salah satunya adalah pria yang terlihat sangat samar dan asing ikut masuk memimpin beberapa penculik yang masih menggunakan baju hitam tadi.
Pria yang sepertinya adalah dalang dibalik semua ini tertawa kencang. "Nah, baguslah, tapi ingat, jangan ada yang berani berbicara apapun kepada Nyonya. Ayo kita biarkan dia di sini semalaman dulu, pastikan sekitar area hutan aman dan terkendali. Lacak keberadaan Jenderal itu."
Mereka berbincang sembari pergi dan mengunci pintu ruangan itu lagi. Wanqing yang tidak mengenali pria itu melepaskan seluruh ikatannya dengan bingung. Sebenarnya siapa pria itu dan mengapa ia sangat ingin menangkap Wanqing?
Tanpa banyak berbicara lagi, Wanqing berusaha meraba sekitar tembok ruangan yang kecil dan lembab itu. Bajunya yang masih sangat basah membuat tubuhnya menggigil hebat. Tubuhnya sepertinya sudah tidak kuat dan jatuh demam.
Wanqing berjalan perlahan mengintip dari sela-sela pintu kayu. Ada beberapa orang yang mundar-mandir dan berjaga siaga di depan pintu itu. Wanqing harus bagaimana?
Ia berjalan perlahan menuju bagian belakang ruangan sempit itu. Tangannya yang kecil terus berusaha meraba sesuatu, mencari suatu celah atau bagian kayu yang patah agar ia bisa mulai menyusup lewat sana.
KREK
Wanqing menyentuh kayu yang rapuh dah patah di tangannya, dengan perlahan dan hati-hati ia mencoba mematahkan sedikit demi sedikit kayu itu sambil terus memperhatikan sekitar ruangan, terutama pintu dan suara gerak gerik di luar. Lubang yang ia buat sudah cukup untuk tubuhnya yang mungil. Ia dengan cepat merangkak dan memaksakan dirinya untuk masuk ke celah itu.
Tepat saat dia berhasil keluar lewat belakang ruangan itu, suara pintu terbuka terdengar dari dalam ruangan kayu itu.
"Hah?! Dimana dia?"
Tanpa berpikir panjang, Wanqing berlari menjauhi rumah kayu kecil di tengah hutan itu. Ia terus berlari tanpa menghiraukan luka di lengannya yang didapatkan dari kegiatan mematahkan kayu tadi, dan beberapa goresan luka yang juga merobek bajunya di bagian punggung saat ia sedang merangkak pergi.
...****************...
Sementara itu, Jingyuan dan ajudannya yang sedari tadi terus menelusuri jejak ban tak kunjung menemukan ujungnya. "Jenderal, jejak ban semakin pudar, hujan semakin deras, pasti Nyonya sudah dibawa ke tempat yang aman, lebih baik kita kembali dulu?"
Jingyuan menggeleng. "Ayo teruskan mencarinya."
Jingyuan baru saja berusaha mengitari area sekitar hutan bagian barat ketika dirinya menemukan robekan kain yang ia yakin milik istrinya itu, ada sedikit bercak darah di kain itu.
"Jenderal? Apa mungkin Nyonya berhasil kabur?"
Jingyuan mengangguk, ia mencengkram erat kain itu dan berjalan lebih cepat menelusuri jejak arah kain. "Ayo cepat!"
Mereka telah menelusuri hutan itu sampai lebih dari dua jam, namun tak ada lagi petunjuk yang dapat mereka temukan. Di tengah keputusasaan itu, Ajudannya kembali menyarankan untuk kembali dan membawa anjing pelacak untuk membantu mereka mencari.
Jingyuan yang merasakan itu masuk akal bergegas berlari menuju arah mereka datang, tempat dimana mobil miliknya dan mobil yang sempat ditumpangi Wanqing tadi masih di sana.
"Jenderal, Aku menemukan ini di tas Nyonya." Ajudan Han yang sepertinya sudah menjahit dan mengobati lukanya serta menjalankan laporannya ke markas menyerahkan satu buah amplop dan buku rekening serta satu kantung uang yang basah.
"Simpan buku rekening dan uang ini dengan aman, jangan sampai ada yang robek atau hilang."
Ajudan Han mengangguk. Amplop yang ia pegang itu sudah basah sepenuhnya, namun, tidak dapat dipungkiri lagi, tulisan nama Su Wanqing yang ia kenal ada di atas amplop itu.
"Jadi.. Kau sudah baca ini?" Gumam Jingyuan.
...****************...
Di kediaman Su.
Su Gongqi yang baru saja selesai menerima tamu terlihat sangat senang dan terus sumringah dengan beberapa berkas yang terus ia amati dari kursi kerjanya. Istrinya yang datang dengan kue dan teh hangat juga turut senang dan memijatnya. Namun kesenangannya nampaknya tak bisa bertahan lama, sesosok pria berbaju hitam menerobos masuk ruang kerjanya dengan pakaian yang penuh lumpur dan basah. Sambil terengah engah, pria itu menjelaskan situasi gawat yang baru saja terjadi.
"APA?! BAGAIMANA BISA!"
Su Gongqi menggebrak meja kerjanya dan melemparkan seluruh isi mejanya ke lantai sampai berserakan habis.
"Kami sudah berusaha untuk mencari keberadaan Nyonya Muda Lu tetapi, jejaknya menghilang, hujan yang deras juga berhasil menutupi jejaknya."
Emosinya yang tak lagi bisa ia bendung membuat dirinya merasa pusing dan sesak napas. Istrinya yang sedari tadi mendampinginya dengan cepat memanggil bantuan dokter pribadi milik keluarganya.
"Cepat cari dia! Jangan sampai ada yang menemukannya sebelum kita menemukan dia lebih dulu." Titah pria itu sembari terus mengatur napasnya yang mulai tersengal habis
Istrinya terus memijatnya dan menenangkannya. "Tenanglah, dia pasti baik-baik saja, tidak mungkin ada yang berani menyakiti istri Jenderal yang terkenal sangat kejam itu."
Su Gongqi memijat pelipisnya. "Bagaimana mungkin dia bisa diculik? Siapa yang berani melakukan ini? Dan ada apa dengan pengamanan keluarga Lu? Sial, Aku kecolongan."
...****************...
Wanqing yang kelelahan berlarian di dalam hutan itu baru menyadari dirinya terluka cukup parah di beberapa bagian, ia bahkan tidak lagi bisa berlari dan memutuskan untuk bersandar sebentar di balik pohon besar. Kepala, kaki, dan tubuhnya terasa sakit semua, ditambah guyuran hujan yang terus menerpanya mengakibatkan tubuhnya menggigil hebat.
Tidak kuasa lagi menahan rasa pusing dan sakit di kepalanya, Wanqing memejamkan matanya perlahan. Air matanya mengalir sedikit ke pipinya, suara sedih samarnya terdengar memanggil nama yang ia harapkan datang saat itu, "Jingyuan.."
Sesosok bayangan hitam yang semula dari jauh mengintainya kini mendekati tubuhnya yang tergeletak lemas di atas tanah basah dan di bawah pohon rindang itu.
"Cepat bawa dia."
Suara itu menginstruksikan beberapa sosok bayangan hitam lainnya untuk membawa Wanqing pergi dari hutan itu, tanpa mereka sadari, ketika evakuasi itu terjadi, kain di lengan Wanqing terkena ranting dan robek, meninggalkan kain itu di atas tanah hutan yang terus dibasahi hujan tanpa henti.
*BERSAMBUNG*
Pembacaku sekalian, mohon bantuannya dengan like, komen, subscribe, gift, dan vote ya, terima kasih!!