Di dunia kultivasi di mana yang kuat memangsa yang lemah, bakat adalah segalanya. Lin Tian, seorang murid luar Sekte Awan Azure, terlahir dengan Akar Spiritual cacat yang membuatnya menjadi bulan-bulanan dan diinjak-injak bagai serangga. Terjebak di dasar rantai makanan, takdirnya seolah sudah dikutuk menjadi batu pijakan bagi para jenius.
Namun, di malam yang dipenuhi darah dan keputusasaan, sebuah entitas misterius bangkit di dalam dirinya: Sistem Pengekstrakan Dao Surgawi.
Sebuah sistem yang mampu menyerap esensi murni dari segala hal di alam semesta!
Sisa pil beracun yang dibuang? Ekstrak menjadi tetesan Qi murni tanpa cela!
Mayat binatang buas tingkat tinggi? Ekstrak esensi garis keturunannya!
Pemahaman bela diri musuh yang telah mati? Ekstrak dan jadikan milik sendiri!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Boneka Perunggu Kuno
Gerbang istana perunggu tertutup dengan suara dentuman berat di belakang Lin Tian, memutus seluruh cahaya jingga dari langit reruntuhan. Di dalam, suasana gelap gulita dan dipenuhi oleh keheningan kuno yang terasa menekan dada. Bau logam karat dan energi spiritual yang sangat tua menggenang di udara layaknya air yang kental.
Lin Tian memutar Qi Cair Murni-nya, mengalirkan sedikit energi api ke ujung jarinya untuk menciptakan bola cahaya kecil yang menerangi ruangan.
Ruangan utama istana itu sangat luas, ditopang oleh pilar-pilar raksasa berukir naga tak bertanduk. Di tengah ruangan, terdapat sebuah altar batu giok putih yang sama sekali tidak tersentuh debu. Di atas altar tersebut, mengambang setetes cairan berwarna emas keperakan seukuran telur puyuh. Cairan itu tidak jatuh, melainkan beriak pelan menentang gravitasi, memancarkan ketajaman yang membuat kulit wajah Lin Tian terasa perih meski ia berdiri belasan meter jauhnya.
"Sistem, apa benda itu?" tanya Lin Tian dalam hatinya, matanya berkilat penuh minat.
[Ding!]
[Memindai objek target...]
[Nama: Sumsum Logam Kaisar (Emperor's Metal Marrow).]
[Deskripsi: Harta Karun Alam Kelas Surga Tingkat Rendah. Terbentuk dari sari pati jutaan ton bijih logam spiritual yang ditekan oleh gravitasi reruntuhan selama puluhan ribu tahun.]
[Fungsi: Dapat digunakan untuk menempa fisik ke tingkat ekstrem, mengukir Hukum Logam di tulang Inang, dan memberikan kebal terhadap senjata tajam tingkat bumi.]
"Harta Kelas Surga..." Lin Tian tersenyum lebar. Jika ia menyerap ini, teknik fisiknya akan berevolusi, dan tubuh fisiknya akan sekeras senjata spiritual kelas atas.
Namun, dunia kultivasi tidak pernah membiarkan harta karun sebesar ini tanpa penjagaan.
Saat Lin Tian mengambil satu langkah maju melintasi ubin perunggu, lantai istana tiba-tiba berdengung. Dua bayangan raksasa yang tadinya berdiri tak bergerak di sisi kiri dan kanan altar kini membuka mata mereka, memancarkan cahaya merah darah yang menyilaukan.
KRAAAK!
Kerak debu yang menutupi tubuh mereka hancur, menampakkan dua sosok boneka (Automaton) perunggu setinggi tiga meter yang memegang tombak halberd raksasa. Fluktuasi energi kuno meledak dari tubuh mekanis mereka, menyapu ruangan seperti badai.
"Pembentukan Pondasi Tahap 9!" Lin Tian menyipitkan matanya. Ini bukan sekadar boneka biasa; mereka terbuat dari Tembaga Bintang yang sangat keras dan digerakkan oleh inti energi murni.
Tanpa mengeluarkan suara, kedua boneka perunggu itu melesat maju. Kecepatan mereka sama sekali tidak sesuai dengan tubuh besar mereka. Tombak halberd ganda menebas menyilang ke arah dada dan leher Lin Tian, mengunci seluruh rute pelariannya.
"Sistem, titik lemah!" perintah Lin Tian, tubuhnya memudar seketika menggunakan Langkah Badai Astral.
DUAARR!
Tebasan halberd menghantam lantai tempat Lin Tian berdiri, menciptakan kawah kecil pada lantai perunggu kuno tersebut.
[Menganalisis anatomi mekanis...]
[Hasil: Tulang dan zirah terbuat dari Tembaga Bintang (Tahan terhadap Niat Pedang Inang). Sumber energi: Batu Roh Kuno di dalam rongga dada. Kelemahan fatal: Persendian leher memiliki celah mikro yang tidak terlindungi zirah. Memotong urat energi di sana akan memutuskan koneksi inti.]
Lin Tian muncul di udara, tepat di atas boneka sebelah kiri. Belati Baja Hitam di tangannya telah bersinar terang oleh Benih Niat Pedang Kehancuran.
Boneka itu bereaksi dengan insting bertarung yang mengerikan. Ia memutar halberd-nya ke atas untuk membelah Lin Tian yang melayang.
Namun, Lin Tian tersenyum sinis. Alih-alih menghindar, ia mengalirkan Qi Cair Murni dari Inti Bintang-nya ke telapak kaki, menciptakan pijakan gravitasi absolut di udara kosong. Ia menginjak bilah halberd itu dengan keras, meminjam momentumnya untuk menukik lurus ke arah leher sang boneka bagaikan kilat perak.
ZRASSH!
Bilah belati yang dilapisi Niat Pedang Kehancuran menusuk masuk secara presisi ke dalam celah selebar beberapa milimeter di persendian leher boneka perunggu.
Seketika, cahaya merah di mata boneka itu berkedip-kedip sebelum akhirnya padam. Tubuh raksasanya lumpuh, jatuh berlutut dengan suara besi berdebam keras.
Namun, boneka kedua tidak memberinya waktu bernapas. Halberd raksasanya menebas horizontal, menyapu ruang di sekitar Lin Tian.
"Satu trik tidak perlu diulang," Lin Tian tidak mundur. Ia mengaktifkan Tangan Besi Vajra Iblis, melapisi tangan kirinya dengan emas kehitaman, dan dengan paksa menangkis gagang halberd tersebut.
TRANG!
Benturan itu membuat tulang lengan Lin Tian berderit ngilu, namun Fondasi Inti Bintang-nya segera memompa energi penyembuhan untuk menahannya. Memanfaatkan sepersekian detik saat halberd itu tertahan, tangan kanan Lin Tian melesat dengan belatinya.
Sring!
Celah leher kedua berhasil dipotong. Boneka kedua tumbang, mengubah ruangan kembali menjadi hening.
Meski kemenangannya tampak mudah, Lin Tian tahu bahwa jika ia mencoba menghancurkan cangkang mereka dengan serangan biasa, bahkan sepuluh ribu tebasan pun tidak akan bisa merusak Tembaga Bintang itu, dan ia akan mati kehabisan tenaga. Pengetahuan sistem adalah senjata paling mematikan.
Ia berjalan ke arah kedua boneka yang lumpuh tersebut.
"Ekstrak Inti Energi mereka."
[Ding! Mengekstrak 2 Batu Roh Kuno Tingkat Tinggi (Atribut Murni).]
[Memperoleh: 50 Tetes Qi Cair Murni.]
Seketika, kultivasi Lin Tian yang tadinya di Pembentukan Pondasi Tahap 1 Awal langsung bergolak, menembus Tahap 1 Menengah, dan berhenti di Tahap 1 Puncak.
Ia kemudian berjalan ke arah altar batu giok. Menghadapi Sumsum Logam Kaisar yang mengambang, Lin Tian tidak menggunakan tangannya secara langsung, karena ketajaman benda itu bisa memotong tulang hingga ke sumsum.
"Sistem, Ekstrak dan asimilasikan dengan Tangan Besi Vajra Iblis."
[Memulai Ekstraksi Harta Karun Surga...]
[Proses Asimilasi... Menggantikan struktur tulang lengan Inang...]
[Peringatan: Proses ini melibatkan restrukturisasi tingkat tinggi.]
Seketika, tetesan cairan emas keperakan itu pecah menjadi kabut cahaya dan meresap masuk ke dalam pori-pori lengan Lin Tian. Rasa sakit yang tajam seperti lengannya dimasukkan ke dalam tungku peleburan baja melanda, namun Lin Tian bahkan tidak mengerang. Ia sudah terbiasa dengan rasa sakit ekstraksi.
Dua jam kemudian, Lin Tian membuka matanya.
[Ding! Evolusi Berhasil!]
[Teknik 'Tangan Besi Vajra Iblis' (Bumi Menengah) telah berevolusi menjadi 'Tubuh Logam Kaisar Emas' (Tahap Awal - Surga Rendah)!]
[Lengan Inang kini kebal terhadap seluruh serangan senjata tingkat bumi, dan memancarkan Niat Logam secara pasif.]
Lin Tian mengepalkan tangannya. Lengannya kini tampak seperti kulit manusia normal, namun di bawahnya tersembunyi kilau keperakan. Ketika ia menyentil pilar perunggu raksasa di dekatnya, pilar yang telah berdiri ribuan tahun itu langsung berlubang hanya karena sentilan jarinya.
"Sempurna."
Tiba-tiba, istana perunggu itu mulai bergetar hebat. Retakan-retakan besar muncul di langit-langit. Mengambil Sumsum Logam Kaisar ternyata mencabut inti formasi yang menopang bangunan ini. Istana ini mulai runtuh!
"Waktunya pergi."
Lin Tian mengaktifkan Langkah Badai Astral, menjadi seberkas cahaya perak yang melesat keluar dari gerbang istana perunggu sedetik sebelum seluruh atapnya runtuh, mengubur altar batu giok di bawah berton-ton reruntuhan.
Saat ia keluar dari pelindung kubah emas yang kini ikut memudar, Lin Tian menghentikan langkahnya. Matanya menyipit menatap bibir kawah.
Mayat-mayat Sekte Pedang Darah masih tergeletak di sana, namun kali ini ada sekelompok orang baru yang berdiri di atas kawah, menatap langsung ke arahnya.
Pemimpin kelompok itu adalah seorang wanita muda yang sangat cantik, mengenakan jubah putih bersulam es. Auranya begitu dingin hingga uap napasnya membekukan udara di sekitarnya. Salju tipis mulai turun di area bebatuan merah kawah, sesuatu yang mustahil terjadi di dimensi bersuhu tinggi ini.
[Peringatan! Target terdeteksi. Afinitas: Es Ekstrem. Kultivasi: Pembentukan Pondasi Tahap 6 Puncak!]
Wanita itu adalah Su Xue, Gadis Suci dari Istana Es Ekstrem, salah satu eksistensi paling menakutkan di reruntuhan ini.
"Kau mengambil harta di dalam istana kuno itu sendirian," suara Su Xue terdengar seperti lonceng kristal es, merdu namun mematikan. Ia melirik mayat Xue Ren di dekatnya. "Dan kau membunuh pewaris Pedang Darah. Kau cukup menarik untuk seekor serangga dari Awan Azure. Serahkan cincin penyimpananmu, dan aku akan mempertimbangkan untuk menjadikanmu pelayan bekuku."
Lin Tian menghela napas pelan, tangan kanannya kembali bertumpu pada gagang belati. Reruntuhan ini benar-benar tidak memberinya waktu untuk bosan.
"Pelayan beku?" Lin Tian tersenyum dingin. "Tawaran yang bagus. Tapi aku lebih suka menggunakan Istana Es kalian sebagai es batu untuk minumanku."