(SEASON 2)
Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tangga Darah
Sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan anak tangga pualam putih membentang dari Kota Perisai Bintang menuju puncak Gunung Pilar Langit. Di masa lalu, tangga ini adalah jalur suci tempat ratusan ribu pemuda fana merangkak, memohon dengan keringat dan air mata agar langit sudi menerima mereka sebagai Murid Luar.
Namun senja ini, kesucian itu telah ternoda.
Shen Yuan meletakkan kaki kanannya di atas anak tangga pertama. Ujung sepatunya masih meneteskan darah Jialuo, sang Tuan Kota yang baru saja ia hisap hingga menjadi kerangka layu.
"Pelindung Bintang Dua," Shen Yuan mendongak. Suaranya tidak meledak, namun bergema menembus lapisan awan berkat hawa murni Peleburan Jiwa Tahap Menengahnya. "Karena kau tidak berani turun, maka aku yang akan membawakan neraka ini ke depan pintu kamarmu."
Di puncak gunung, di dalam Balai Takdir Bintang yang atapnya telah hancur, Pelindung Bintang Dua berdiri dengan tubuh gemetar. Bukan karena takut, melainkan karena kemurkaan yang telah mencapai titik didih mutlak. Rambut keperakannya berkibar liar, dan kilatan petir menyambar-nyambar di dalam pupil matanya.
"Bocah iblis... dia benar-benar berani menginjakkan kakinya di Tangga Surgawi kita," desis Pelindung Bintang Dua. Ia menoleh ke arah puluhan Penatua dan ribuan Pasukan Perak yang berbaris di belakangnya.
"Aktifkan Susunan Matahari Perak! Alirkan kekuatan ke setiap anak tangga! Aku ingin tekanan berat bumi di sana menghancurkan setiap pembuluh nadinya! Pasukan Perak, turun ke bawah! Cincang dia dan bawa kepalanya padaku!"
"Sesuai perintah, Tuan Pelindung!"
Wuuuuung!
Seluruh Gunung Pilar Langit bergetar. Susunan aksara raksasa yang tertanam di dalam gunung aktif. Langit sore yang mulai menggelap mendadak diterangi oleh cahaya keperakan yang sangat menyilaukan dari puncak gunung, seolah sebuah matahari kedua baru saja terbit.
Cahaya itu mengalir deras ke bawah, menyelimuti ribuan anak tangga pualam. Seketika itu juga, tekanan di atas tangga tersebut meningkat puluhan ribu kali lipat! Udara berubah menjadi sekeras baja padat, memancarkan panas yang membakar kulit dan membekukan jiwa pada saat yang bersamaan.
Bahkan seekor siluman di Ranah Pembentukan Inti Emas pun akan hancur menjadi genangan darah jika memaksakan diri menaiki tangga ini.
Namun, di anak tangga terbawah...
Shen Yuan hanya mendengus dingin. Ia melangkah naik ke anak tangga kedua. Lalu ketiga. Lalu keempat.
Setiap kali kakinya menginjak pualam yang bersinar perak itu, sebuah kejadian gaib terjadi. Cahaya perak di sekitar kakinya meredup dan tersedot!
Di dalam Dantian-nya, Wujud Jiwa Iblis membuka mulutnya lebar-lebar. Sutra Penelan Surga berputar di telapak kakinya. Susunan Matahari Perak yang dirancang untuk meremukkan musuh, justru dihisap oleh Shen Yuan sebagai energi murni untuk menutrisi tubuh dan memperkokoh fondasi Peleburan Jiwanya.
"Terlalu lemah," bisik Shen Yuan.
Ia tidak berjalan lambat. Langkahnya semakin lama semakin cepat. Dari berjalan santai, ia mulai mendaki dengan kecepatan yang membuat bayangannya tertinggal di belakang.
Tap... Tap... Tap... Tap...
"Dia menaiki tangga itu seolah sedang berjalan di taman!" Seorang Penatua yang memantau dari atas membelalakkan matanya ngeri. "Susunan Matahari Perak sama sekali tidak menahannya!"
"Hentikan dia! Pasukan Perak, serang!"
Dari atas awan, sepuluh ribu penjaga pilihan Kuil Dewa Perak—yang semuanya setidaknya berada di Puncak Ranah Pembukaan Nadi—melesat turun bagaikan air bah berwarna perak. Mereka mengayunkan tombak dan pedang yang memancarkan hawa murni pembantaian.
Melihat lautan manusia yang menerjang turun bagai longsoran salju, Shen Yuan tidak menghentikan langkahnya. Ia menarik Pecahan Gigi Naga dari punggungnya. Roh Pedang purbakala di dalam bilah berkarat itu berdengung gembira, mencium bau darah yang akan segera tumpah.
"Kalian ingin menghalangiku?"
Mata hitam Shen Yuan menyala dengan kilatan merah.
"Sutra Penelan Surga: Neraka Penelanan Langit!"
Blaaarrr!
Kubah kegelapan mutlak meledak dari tubuh Shen Yuan, meluas dengan kecepatan kilat hingga menutupi seluruh lebar anak tangga dan membentang puluhan tombak ke atas. Pasukan Perak yang menerjang turun langsung tertelan oleh kegelapan tersebut.
Di dalam Neraka Penelanan Langit, cahaya dari Susunan Matahari Perak padam seketika. Hawa murni dari sepuluh ribu penjaga pilihan itu dibekukan oleh hukum penelanan mutlak sang Iblis.
"A-Apa ini?! Aku tidak bisa melihat apa-apa!"
"Hawa murniku tidak bisa keluar!"
Kepanikan meledak di dalam barisan Pasukan Perak. Namun, sebelum mereka bisa memutar arah...
"Tarian pembantaian," bisik Shen Yuan di tengah kegelapan.
Ia melesat ke atas, membelah barisan musuh bagaikan naga hitam yang mengamuk. Pecahan Gigi Naga diayunkan tanpa henti. Setiap tebasannya tidak hanya memotong tubuh, tetapi juga menghisap esensi darah dan jiwa musuh dalam sekejap mata.
Craaaak! Sraaaassshhh! Aaaaaarrrghhh!
Mayat-mayat kering tanpa darah berjatuhan seperti daun layu, berguling menuruni ribuan anak tangga pualam. Darah yang tersisa dari tebasan pedang memercik, menodai kesucian batu giok putih itu menjadi lautan merah pekat. Tangga Surgawi telah berubah menjadi Air Terjun Darah!
Shen Yuan terus mendaki. Ratusan anak tangga dilewati, ribuan nyawa dipanen.
Di Dantian-nya, hawa murni dari sepuluh ribu pasukan pilihan itu digiling menjadi arus kekuatan yang luar biasa melimpah. Meskipun kekuatan fana mereka lemah, jumlah yang begitu besar cukup untuk membuat Lautan Qi Iblis Shen Yuan mendidih, mendekati ambang batas menuju Puncak Tahap Menengah Peleburan Jiwa.
"Mundur! MUNDUUUUR!" teriak para sisa Pasukan Perak yang berada di luar jangkauan kegelapan. Mereka berlarian kembali ke atas dengan wajah penuh air mata keputusasaan, membuang senjata mereka. Mereka baru saja melihat ribuan rekan mereka ditelan oleh kegelapan tanpa menyisakan setitik pun jeritan perlawanan.
Dalam waktu kurang dari setengah batang dupa, Shen Yuan telah mencapai anak tangga ke-delapan ribu.
Sraaaat!
Kubah Neraka Penelanan Langit ditarik kembali ke dalam tubuhnya. Cahaya kembali menyinari tangga tersebut, namun pemandangan yang tersaji membuat para Penatua di atas puncak gunung muntah karena kengerian.
Delapan ribu anak tangga di bawah Shen Yuan tertutup sepenuhnya oleh tumpukan mayat kering dan darah yang mengalir bagai sungai. Shen Yuan berdiri di atas tangga ke-delapan ribu, jubah hitamnya berlumuran darah musuh yang menguap menjadi kabut merah. Matanya menatap lurus ke arah gerbang utama Kuil Dewa Perak di puncak tangga.
"Pelindung Bintang Dua," panggil Shen Yuan, suaranya mengiris keheningan malam yang mulai turun. "Anjing-anjingmu sudah habis. Apakah kau akan terus bersembunyi di balik gerbang itu?"
Di pelataran puncak, wajah Pelindung Bintang Dua telah berubah menjadi topeng iblis yang sesungguhnya. Harga diri sektenya hancur lebur. Ribuan pasukan pilihannya dibantai di depan matanya tanpa ia bisa berbuat apa-apa karena kesombongannya yang mengira pasukan fana bisa menahan sang Iblis.
"Minggir kalian semua!"
Pelindung Bintang Dua mengaum, memancarkan hawa murni dari Ranah Pemisahan Duniawi Tahap Menengah yang seratus kali lipat lebih dahsyat dari Tuan Kota Jialuo.
Ia tidak berjalan. Tubuhnya melesat turun dari puncak tangga bagaikan bintang jatuh berwarna perak, tangannya memegang sebuah tombak kapak besar yang memancarkan kilatan petir abadi—Tombak Perak Surgawi!
Bummmmm!
Sang Pelindung mendarat tepat seratus anak tangga di atas Shen Yuan. Pendaratannya menghancurkan puluhan anak tangga giok menjadi debu. Hawa murninya menekan ruang di sekitar mereka, menciptakan sebuah wilayah kekuasaan mutlak di mana tekanan berat bumi seolah berbalik arah.
"Alam Pengasingan Mutlak: Penjara Petir Bintang!"
Pelindung Bintang Dua langsung melepaskan Alam Pemisahan Duniawinya. Ia tidak mengulangi kesalahan anak buahnya. Ruang di sekitar Shen Yuan mengeras, dan ribuan sambaran petir perak menyala di udara, membentuk sangkar maut yang mengurung sang Iblis Penelan Surga.
"Bocah iblis, kau telah memaksaku turun dari tahtaku," desis Pelindung Bintang Dua, matanya menyala dengan kebencian yang mendalam. "Hari ini, aku akan membakar jiwamu dengan petir surgawi ini hingga kau memohon untuk mati seribu kali!"
Di dalam sangkar petir yang mematikan itu, tulang-tulang Tubuh Emas Gelap Shen Yuan berderit pelan menahan tekanan dari Ranah Pemisahan Duniawi Tahap Menengah. Perbedaan satu alam besar penuh ini adalah jurang yang sangat mematikan.
Namun, alih-alih panik, Shen Yuan justru mengangkat kepalanya. Seulas senyum yang sangat liar dan merendahkan terukir di wajahnya.
"Tahtamu?" Shen Yuan membuang sisa darah dari ujung Pecahan Gigi Naga, lalu menunjuk tepat ke wajah sang Pelindung dengan pedangnya.
"Tahta kalian hanyalah bayangan semu yang dibangun dari kepengecutan. Dan malam ini... aku akan membuktikan bahwa bintang-bintang kalian bisa dihancurkan dan ditelan oleh kegelapan."