NovelToon NovelToon
Duri Dalam Pernikahan

Duri Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Diam-Diam Cinta
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

Apa yang paling menyakitkan dari pengkhianatan?

Bukan saat musuh menusukmu dari belakang, tapi saat orang yang kau anggap saudara justru merebut duniamu.

​Kinanti harus menelan kenyataan pahit bahwa suaminya, Arkan, telah menikahi sahabatnya sendiri yang bernama Alana, di belakang punggungnya. Kini, dengan kehadiran anak di rahim Alana, Kinanti dipaksa untuk berbagi segalanya.

​Tapi, Kinanti bukan wanita yang akan diam saja. Jika mereka ingin berbagi, Kinanti akan memastikan mereka menyesali keputusan itu.

Kita simak kisah selanjutnya di Cerita Novel => Duri Dalam Pernikahan.
By - Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1

Seumur hidupku, aku selalu percaya bahwa Alana adalah bagian dari jiwaku.

Kami tumbuh bersama dalam sekat kelas sosial yang tajam, dia di balik pintu kaca rumah mewah, dan aku di dapur belakang, membantu Bunda mencuci piring dan menyetrika tumpukan seragam milik Alana.

Kami berbagi rahasia di balik lemari buku sekolah, hingga berjanji akan menjadi pengiring pernikahan satu sama lain.

Aku, Kinanti, menjalani hidup yang menurutku sempurna setelah menikah dengan Arkan. Arkan adalah seorang arsitek sukses, pria yang hangat, dan selalu menatapku seolah aku adalah satu-satunya wanita di dunia.

Bagi gadis yatim yang dulu hidupnya hanya bergantung pada hasil penjualan kue Bunda, pernikahan ini adalah anugerah Tuhan.

Namun, kebahagiaan itu hanyalah rumah kaca yang rapuh. Dunia yang kubangun runtuh dalam satu sore yang menyesakkan, saat sebuah notifikasi di ponsel Arkan yang tertinggal di atas meja mengubah segalanya.

"Jangan lupa vitaminnya. Aku dan calon anak kita menunggumu malam ini."

Nama pengirimnya membuat darahku membeku, Alana.

Pengkhianat. Kata itu terasa terlalu ringan. Sahabat yang kuanggap saudara, yang dulu berjanji akan menjaga Bunda dan diriku selamanya, kini telah menusukku tepat di jantung. Mereka menikah secara diam-diam secara siri tanpa sedikit pun rasa bersalah kepadaku.

Pernikahanku dengan Arkan memasuki tahun kelima. Selama ini, Alana adalah tamu tetap di rumah kami. Dia tertawa bersama, menata dekorasi, bahkan sering menginap saat Arkan dinas luar kota. Aku merasa bodoh. Betapa butanya aku selama ini?

Sinyal-sinyal itu ada, tatapan Arkan yang terlalu lama pada Alana, atau Alana yang tiba-tiba merasa mual setiap kali Arkan harus pergi. Aku mengabaikan semuanya karena hutang budi pada keluarga Alana yang begitu besar.

Malam itu, setelah kutemukan pesan di ponsel Arkan, aku tidak berteriak. Aku justru merasa dingin. Kedinginan yang menjalar dari ujung kaki hingga ke tulang belakang. Arkan masuk ke ruangan, wajahnya pucat pasi saat melihat ponselnya berada di tanganku.

"Kinanti, dengarkan aku..." suaranya bergetar.

Aku hanya tersenyum hambar. "Sejak kapan, Arkan? Sejak kapan kalian berdua merencanakan ini di belakangku?"

Kebenaran perlahan terungkap. Mereka terjebak dalam momen di sebuah pesta tahun lalu saat aku sedang berada di luar negeri. Sesuatu yang seharusnya hanya terjadi sekali, berubah menjadi ikatan yang kini menuntut hak.

"Dia hamil, Kinanti. Aku tidak bisa membuangnya begitu saja," ucap Arkan, suaranya parau.

Tak lama kemudian, Alana muncul. Dia masuk ke rumahku seolah dia adalah pemilik tempat ini. Dia tidak terlihat seperti orang yang tertangkap basah. Dia terlihat anggun, tenang, dan tatapannya penuh dengan keberanian yang membuatku muak.

"Aku tidak berniat menyakitimu, Kin," ucap Alana pelan. "Tapi cinta tidak bisa dipaksakan. Kami menikah secara sah secara agama. Aku tidak akan membiarkan anak ini lahir tanpa ayah."

Dalam detik itu, rasa marahku meledak. Namun, saat kulihat perut Alana yang mulai membuncit, sesuatu di dalam diriku tertahan. Aku teringat bagaimana aku sendiri sangat mendambakan kehadiran buah hati selama lima tahun ini, namun Tuhan belum mengaruniakannya untukku.

Apakah ini ujian terbesar dalam hidupku? Karena Bunda dulu adalah ART di keluarga Alana, dia merasa memiliki hak atas hidupku. Seolah-olah karena mereka membiayai hidupku dan Bunda dulu, sekarang mereka berhak merampas suamiku.

Hari-hari berikutnya terasa seperti neraka yang dibungkus dengan kesunyian. Kami membuat kesepakatan, sebuah kesepakatan gila yang entah bagaimana bisa kusetujui. Alana akan tinggal di paviliun belakang. Arkan akan tetap menjadi suamiku, namun dia juga memiliki kewajiban untuk menafkahi Alana dan anaknya.

Aku berubah. Dari wanita yang ceria, aku menjadi bayang-bayang dari diriku sendiri. Setiap kali aku melihat Alana di taman belakang, dia akan tersenyum kecil. Senyum yang menyiratkan, "*Aku sudah mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milikku*."

Arkan mencoba mendekatiku setiap malam, meminta maaf. Namun, setiap kali dia menyentuh tanganku, aku membayangkan tangan itu sedang membelai perut Alana. Bayangan itu membuatku menarik diri.

"Kenapa kamu tetap bertahan, Kin?" tanya sahabatku, Maya, saat kami duduk di sebuah kafe.

Aku menatap cangkir kopiku. "Entahlah, Maya. Mungkin aku sedang menunggu waktu. Aku ingin melihat apakah pengkhianatan ini memang didasari oleh cinta, atau hanya nafsu sesaat yang akan hancur oleh waktu. Mereka pikir, aku tidak punya harga diri untuk melawan."

Alana mulai menunjukkan sisi aslinya. Dia mulai mengatur menu makanan di rumah, mengomentari barang-barang pribadiku, dan bertindak seolah dialah nyonya rumah.

"Kinanti, apakah tidak apa-apa jika aku memakai gaun sutra ini untuk acara makan malam keluarga?" tanyanya suatu hari, menunjuk koleksi gaun favoritku.

Aku menatapnya tajam. "Itu milikku, Alana. Kamu punya lemarimu sendiri."

Alana tertawa renyah. "Jangan pelit, Kin. Bukankah kita selalu berbagi segalanya? Dulu Bunda kamu mencuci bajuku, sekarang aku memakai bajumu. Adil, bukan?"

Kata-kata itu adalah pemicu. Sesuatu di dalam diriku bergeser. Rasa sakit hati yang tadinya melumpuhkan, kini berubah menjadi api.

Aku mulai bermain. Jika mereka ingin berbagi, maka aku akan memastikan pembagian itu tidak seindah yang mereka bayangkan.

Suatu malam, Arkan pulang dengan wajah lelah. Alana langsung menyambutnya dengan manja. Namun, aku sudah menyiapkan sesuatu.

"Arkan," kataku dengan nada dingin. "Mulai besok, aku akan mengambil alih semua urusan keuangan keluarga. Alana boleh tetap di sini, tapi setiap sen yang keluar harus melalui persetujuanku. Dan Alana... mulai besok, kamu akan mulai belajar cara mengelola paviliun itu tanpa bantuan asisten rumah tangga. Kamu ingin menjadi istri? Maka jadilah istri yang mandiri. Lagipula, kamu kan anak konglomerat, tentu bisa melakukan pekerjaan domestik, bukan?"

Wajah Alana berubah masam. Arkan tampak terkejut, namun dia tidak berani membantah.

Malam itu, aku duduk di balkon. Aku menatap bintang-bintang dan bertanya pada diriku sendiri.

*Apakah aku sanggup bertahan selamanya, atau aku harus pergi meninggalkan suami dan sahabatku ini* ?

Aku tahu jawabannya. Aku tidak akan pergi begitu saja. Aku akan memastikan mereka tahu bahwa apa yang mereka lakukan memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar dari sekadar pengkhianatan. Aku akan bertahan, bukan untuk Arkan, bukan untuk Alana, tapi untuk harga diriku sendiri.

Aku teringat masa-masa sekolah dulu. Betapa dulu aku merasa Alana adalah malaikat pelindungku. Saat dia berkata, "*Apa yang punya gue, itu punya lu juga*," aku mengira dia tulus.

Ternyata, dia hanya sedang membangun gudang hutang budi agar suatu saat dia bisa menagihnya dengan cara merampas suamiku.

Dulu, aku adalah gadis kecil yang hanya bisa menunduk saat Alana memamerkan barang-barangnya. Sekarang, aku adalah wanita yang memegang kunci kehidupan mereka di bawah atap ini.

Arkan mungkin merasa dia bisa memiliki dua istri, tapi dia lupa bahwa di balik sosok lembut Kinanti, ada keteguhan seorang anak yang tumbuh besar dengan melihat ibunya bekerja keras memeras keringat di rumah orang lain.

Aku tidak akan membiarkan mereka menginjak-injak sejarah Bunda.

Aku berjalan menuju paviliun belakang. Alana sedang duduk di sana, menatap perutnya yang membuncit. Dia mendongak saat melihatku.

"Apa lagi yang kamu mau, Kin?" tanyanya ketus.

Aku tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak pernah dia lihat sebelumnya. "Aku hanya ingin memastikan kamu cukup makan, Alana. Anak itu butuh nutrisi, bukan? Tapi jangan salah paham... aku melakukan ini bukan karena aku baik. Aku melakukan ini karena aku ingin melihatmu berjuang sendiri untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan. Kamu tidak bisa lagi mengandalkan uang Papa-mu untuk membeli kebahagiaan di sini."

Alana terdiam, matanya berkaca-kaca. Dia tampak rapuh, tapi aku tahu itu adalah bagian dari taktiknya.

"Kamu berubah, Kin," bisiknya.

"Bukan aku yang berubah, Alana," balasku dingin. "Kamu yang memaksa orang yang paling kamu percayai untuk menjadi musuh terbesarmu."

Aku berbalik meninggalkan paviliun, meninggalkan Alana dengan kesunyiannya sendiri. Arkan berdiri di ambang pintu rumah utama, menatapku dengan mata yang penuh penyesalan. Dia ingin bicara, tapi aku melewati begitu saja.

Permainan ini baru saja dimulai. Aku akan membiarkan mereka terjebak dalam jaring yang mereka buat sendiri. Sampai kapan aku akan bertahan?

Mungkin sampai mereka benar-benar sadar bahwa mereka telah kehilangan orang yang paling tulus dalam hidup mereka. Dan di saat itu terjadi, aku akan sudah berada jauh, membawa semua harga diriku yang telah mereka injak-injak.

...----------------...

**To Be Continue** ....

Hay para pembaca setia Miss Ra, gimana nih ceritanya? Seru nggak?

Ini karya Miss Ra yang terbaru ya... Pantengin terus cerita Kinanti sampai tamat yaaa...

Pastikan jempol dan komentar kalian memenuhi setiap bab dikarya ini, oke selamat datang dicerita ini, semoga kalian syuka dengan ceritanya. Sampai jumpa di Up selanjutnya...

See You..

1
Siti Zaid
Arkan seolah2 menyalahkan kinanti sepenuhnya..padahal dirinya yg selingkuh duluan..pun begitu juga Alana yg sudah sangat jahat pada kinanti😠
Himna Mohamad
hrs gagal thoor rencana arkan
Lee Mba Young
Waduh istri sah kalah dong nanti yg menang pelakor. jng sampai kl Arkan Dan Alana menang Aku akn berhenti Baca.
jng sampai pezina Dan pelakor menang. mereka hrs ttp di injak kinanti.

berarti yudha mendukung per selingkuh an dong, wah semoga ikut dpt karma km yudha.
Siti Zaid
Kinanti yg lemah lembut dan berhati malaikat telah mati disaat kamu selingkuh dan menikahi sahabat nya..Arkan!! kamu sendiri yg menjadikan Kinanti..wanita yg tidak memiliki perasaan..semuanya salah kamu dan Alana..😡
Herdian Arya
pembalasan yang sangat setimpal, tapi Kinanti juga mati hati nuraninya, dan yang paling kasian adalah bayi itu yangharus menanggung kesalahan orang tuanya.
Lee Mba Young
lagian Arjuna juga anak haram, hasil selingkuh kan. nnti kl dewasa pasti malu tu punya ibu kandung pelakor Dan bpk tukang selingkuh. masih bagus di urus kinanti 👍.
Lee Mba Young
Aku gk ngerti Jalan pikiran arkan, dia merasa bersalah ke pelakor tp gk merasa bersalah ke istri sah.
nnti kl Arjuna sdh besar Dan tau semua bilang saja ibu kandung mu Alana wanita murahan, ngangkang ma laki orang jd pelakor yakin lah Arjuna akn malu krn anak hasil zina 🤣 alias anak haram 🤣
Lee Mba Young
Arkan ki aneh bersujud kok nek pelakor, bersujud yo nek istri sah. utek e gk beres.
jelas kinanti dadi moster Wong koe selingkuh kr konco ne. Wong ra sadar diri.
Dew666
🎈🎈🎈🎈
Lee Mba Young
Pdhl arkan Dan Alana adlh pelaku tp merasa korban semua. aneh pas main kuda smp Alana hamil apa gk mikir sakit nya kinanti lah.
mkne kondosikan burung mu itu arkan jng masuk Goa pelakor.
Lee Mba Young
Syukurin mkne to Ojo selingkuh.
pingin Kaya Raya Dua istri.
Wes selingkuh tp gk ngroso Salah.
Lee Mba Young
Ya nikmati saja karma mu Arkan. Karma tak semanis Kurma.
Arkan itu ingine hidup mewah dng Istri sah Dan pelakor e iuhhh mnjijikkan.

Dan Satu lagi pelakor Alana juga gk tobat mlh ingin balas dendam. aneh pelakor kalah kok sakit hati.

Arkan Dan Alana itu ciri ciri manusia gk punya hati, dah selengki tp merasa korban waktu di balas kinanti. tp pas bhgia gk ingat nyakiti hati kinanti.
YuWie
ya harusnya kau rangkul bayik nya..walo dia adl bukti dr hasil penghianatan. klo kau kasih sayang spt ibu kandungnya kan nanti besarnya arjuna jg akan menyayangimu. cukun si al dan suamimu yg dendam padamu jgn si bayik..dan pembaca jg gak semakin ilfil sama kamu..masaknprotagonis tak punya hati.. atau jgn2 mmg kinanti adl tokoh antagonisnya 🙃
YuWie
protagonis tapi malah jadi antagonis kie si kinanti ya.. sama bayi aja tega gak bisa memisah sakit hati ke ortu dg si bayik
Lee Mba Young
Alana lo gk tobat Wes dadi pelakor. arkan juga gk merasa bersalah.
mnding hancurkan arkan Dan Alana sekarang drpd nnti membalas.
Lee Mba Young
Alana lo gk tobat Wes dadi pelakor. arkan juga gk merasa bersalah.
mnding hancurkan arkan Dan Alana sekarang drpd nnti membalas.
Lee Mba Young
Kinanti jng sampai lengah. pasti kan nnti Alana gk bisa nuntut balas.
apalagi Arkan gk bisa move on Dr Alana.
Dew666
💟💟💟💟
YuWie
gantian balas dendam Al..ben muter wae isine balas dendam.
YuWie
kenapa kamu gak punya anak sendiri kin.. Harta ada, dendam terbalaskan tapi apakah kamu bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!