NovelToon NovelToon
Aku Bukan Anak Tiri

Aku Bukan Anak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Misteri
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Rosanda_27

Kasih Permata Sari—
gadis yang lahir tidak sempurna, dengan satu kaki yang tak berfungsi.

Sejak kecil, ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibunya, Rani, yang menganggapnya sebagai aib keluarga. Satu-satunya tempat Kasih bersandar hanyalah ayahnya, Raka—hingga sebuah malam mengubah segalanya.

Kecelakaan itu merenggut nyawa Raka.
Dan sejak saat itu, Kasih tumbuh bukan dengan cinta—melainkan trauma.

Kini, di balik sosoknya yang tenang dan kuat, tersembunyi rahasia besar.
Ia bukan sekadar siswi berprestasi—
Kasih adalah pemilik perusahaan besar… tanpa seorang pun mengetahuinya.

Kehidupannya mulai berubah saat dua orang masuk ke dunianya.

Edghan—yang perlahan mendekat, mencoba memahami dua sisi Kasih yang tak pernah ia tunjukkan pada siapa pun.
Dan Zevan—seseorang dari masa lalu yang kembali, membawa kebenaran yang selama ini tersembunyi.

Kebenaran tentang keluarganya.
Tentang kecelakaan itu.
Dan tentang dirinya sendiri.

Di balik kebenaran yang perlahan terungkap—
siapa yang sebenarnya paling mengenal Kasih?

Dan di antara dua pilihan yang datang bersamaan—

siapa yang akan berhasil mendapatkan hatinya…
sebelum semuanya terlambat? 🔥

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosanda_27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia Mengenaliku Tanpa Aku Mengenalnya

Kasih masih memegang ponselnya

Pesan itu terus terngiang di kepalanya.

“Kamu pikir aku tidak akan mengenalimu?”

Ia mencoba berpikir

Apakah itu Edghan?

Namun sesuatu terasa aneh

Edghan tadi hanya berdiri di koridor. Ia bahkan tidak memegang ponsel.

Kasih perlahan mengangkat kepalanya

Matanya bergerak ke arah jendela kelas

Koridor di luar sudah tidak ada siapa-siapa

Edghan juga sudah pergi.

Kasih menghela napas pelan

“Mungkin… hanya salah kirim.”

gumamnya pelan

Namun perasaan tidak nyaman itu masih ada.

Akhirnya Kasih berdiri

Tok..

Tok…

Tok…..

Ia berjalan keluar kelas menuju koridor

Beberapa siswa berlalu lalang di sana

Kasih melihat layar ponselnya lagi

Nomor itu masih tidak dikenal

Ia hampir saja menyimpan nomor itu ketika—

sebuah suara tiba-tiba terdengar dari belakangnya.

“Pesanku sudah kamu baca?”

Langkah Kasih langsung berhenti.

Tubuhnya membeku.

Suara itu…

bukan suara Edghan

Perlahan Kasih menoleh

Di ujung koridor—

seorang laki-laki berdiri bersandar pada pagar lantai dua

Seragam sekolah yang sama

Namun wajah itu benar-benar asing bagi Kasih

Tinggi

Rambut hitam sedikit berantakan

Tatapannya tajam namun santai

Ia memegang ponsel di tangannya

Laki-laki itu tersenyum tipis

“Jadi… kamu memang membaca pesanku.”

Kasih benar-benar terkejut

“Pesan… itu kamu yang kirim?”

Laki-laki itu mengangguk santai

“Iya.”

Kasih mengernyit bingung

“Aku bahkan tidak mengenalmu.”

Ia menatapnya lebih serius

Namun laki-laki itu justru tertawa kecil

“Tidak mengenalku?”

Ia mendorong tubuhnya dari pagar lalu berjalan mendekat

Langkahnya santai

Namun tatapannya tidak pernah lepas dari Kasih

Semakin dekat

Semakin dekat

Sampai akhirnya ia berhenti tepat di depan Kasih

Jarak mereka hanya beberapa langkah

Lalu ia berkata pelan

“Tapi aku mengenalimu.”

Kasih terdiam

Jantungnya berdetak lebih cepat

Laki-laki itu sedikit memiringkan kepalanya

Tatapannya turun ke mata Kasih

Lalu ia berkata dengan nada tenang

“Topeng hitam.”

Kasih langsung membeku

“…dengan sulaman emas.”

Napas Kasih seakan berhenti

Laki-laki itu tersenyum tipis

“Cantik sekali.”

Untuk beberapa detik—

koridor terasa sangat sunyi

Kasih menatapnya dengan mata membesar

Bagaimana mungkin…

Orang ini tahu?

Laki-laki itu kemudian mengulurkan tangannya dengan santai

“Perkenalkan.”

Senyumnya sedikit melebar

“Aku Zevan Alvarendra.”

Ia menatap Kasih lurus-lurus.

“Dan aku melihatmu semalam.”

Kasih benar-benar tidak bisa berkata apa-apa

Rahasia yang selama ini ia sembunyikan dengan sangat rapi…

ternyata sudah diketahui seseorang.

Dan yang lebih buruk—

orang itu sekarang berdiri tepat di depannya.

Sementara itu—

di ujung koridor lain—

Edghan baru saja kembali

Langkahnya berhenti ketika ia melihat pemandangan itu

Kasih

Dan seorang laki-laki yang sedang berdiri sangat dekat dengannya

Alis Edghan langsung berkerut

“…siapa dia?” gumamnya pelan

Tanpa berpikir lama, Edghan langsung berjalan mendekat

Langkahnya cepat

Ketika ia sampai di depan mereka, tatapannya langsung tertuju pada Zevan

“Ada masalah?”

suara Edghan terdengar datar, tapi tajam

Zevan menoleh sedikit

Matanya menilai Edghan dari atas sampai bawah

Lalu ia tersenyum tipis

“Tidak ada.”

jawabnya santai

“Cuma ngobrol.”

Edghan melirik Kasih sekilas

Lalu kembali menatap Zevan

“Gue enggak pernah lihat elo di sekolah ini.”

Zevan mengangkat bahu ringan

“Mungkin karena gue baru datang.”

jawabnya tenang

Edghan menyipitkan matanya

“Pindahan?”

Zevan mengangguk

“Iya.”

Ia lalu menatap Kasih lagi dengan senyum samar

“Dan sepertinya aku datang di waktu yang menarik.”

Kalimat itu membuat alis Edghan semakin berkerut

Ia melangkah sedikit lebih dekat

“Maksud lo apa?”

Zevan tidak langsung menjawab

Ia hanya menatap Edghan beberapa detik

Tatapan mereka saling bertabrakan

Udara di antara mereka terasa tegang

Lalu Zevan berkata santai,

“Tidak ada.”

Senyumnya kembali muncul

“Aku cuma sedang berkenalan.”

Namun nada suaranya terdengar seperti menyimpan sesuatu

Edghan tidak menjawab

Tatapannya masih tajam

Sementara Kasih berdiri di antara mereka dengan jantung yang masih berdetak cepat

Ia bisa merasakan sesuatu yang aneh

Entah kenapa—

pertemuan ini terasa seperti awal dari sesuatu yang besar.

Dira yang baru saja sampai di halaman sekolah berjalan dengan pelan 

Matanya bergerak mencari sesuatu di sekitar koridor

Dan beberapa detik kemudian—

ia menemukannya

“Kasih!”

suara Dira langsung terdengar keras

Beberapa siswa di koridor menoleh sebentar

Dira sudah berjalan cepat ke arah mereka

Kasih sedikit menoleh

Namun sebelum Dira benar-benar sampai—

Zevan sudah lebih dulu melangkah menjauh

Seolah percakapan mereka tadi memang sudah selesai

Ia memasukkan ponselnya ke dalam saku dengan santai lalu berjalan menyusuri koridor ke arah tangga

Tidak ada kata perpisahan

Tidak ada penjelasan

Hanya langkahnya yang perlahan menghilang di ujung koridor

Kasih memperhatikannya beberapa detik

Perasaan tidak nyaman itu masih tersisa

Namun ia tidak sempat memikirkan lebih jauh

“Kasih!”

Dira akhirnya sampai di depan mereka

Ia berhenti tepat di samping Kasih sambil sedikit terengah

Matanya langsung berpindah dari Kasih ke arah koridor tempat Zevan tadi pergi

“Ada apa?”

tanya Dira heran

“Aku lihat tadi kamu ngobrol sama seseorang.”

Kasih langsung menjawab cepat

“Tidak ada apa-apa.” jawabnya tenang

Seolah percakapan tadi hanyalah hal biasa

Dira menaikkan alisnya sedikit.

Tatapannya masih penuh tanda tanya.

Namun Kasih sudah lebih dulu memotong pembicaraan.

“Ayo masuk kelas.”

ucapnya pelan

Tok

Tok

Tok

Kasih mulai berjalan menuju kelas

Dira masih sedikit bingung, tapi akhirnya ikut berjalan di sampingnya

“Eh tapi tadi itu siapa?” bisik Dira lagi

Kasih hanya menggeleng kecil

“Tidak tahu.” jawabnya singkat

Mereka pun masuk ke dalam kelas

Pintu kelas tertutup perlahan di belakang mereka,

Meninggalkan seseorang yang masih berdiri di koridor

Edghan

Ia masih berada di tempat yang sama

Tatapannya tertuju ke arah tangga tempat Zevan tadi pergi

Alisnya sedikit berkerut

Di kepalanya kejadian barusan terus terulang

Cara laki-laki itu berbicara

Tatapannya

Dan yang paling membuatnya tidak nyaman—

cara laki-laki itu menatap Kasih

Edghan menghela napas pelan

“…siapa sebenarnya dia?” gumamnya pelan.

Ia menyandarkan punggungnya sebentar ke dinding koridor

Pikirannya masih dipenuhi banyak pertanyaan

Namun satu hal yang pasti—

laki-laki itu bukan orang biasa

Dan entah kenapa…

Edghan merasa kehadiran orang itu akan membawa masalah

Sementara itu—

di ujung tangga lantai dua—

Zevan berjalan turun dengan langkah santai

Namun ketika ia sampai di tikungan tangga—

ia berhenti sebentar

Lalu menoleh sedikit ke arah koridor tadi

Senyum tipis kembali muncul di sudut bibirnya

“Menarik…” gumamnya pelan

Matanya sedikit menyipit

“Jadi itu benar benar kamu.”

Lalu tanpa berkata apa-apa lagi—

ia melanjutkan langkahnya turun.

1
Mitha Aj
puas bngt liat raisa kesal
Mazree Gati
tuh kan gara2 bertopeng jadi pembohong kaya authorrr,,,terutama pada dr nita
Mazree Gati
baju klo bahunya kebuka jadi sangat mahal ya
Mazree Gati
kenapa pake topeng bikin bertele tele, ,,skip,,,nunggu endingnya aja,end,,,
Rosanda_27: Sabar kak, ini masih awal, ceritanya enggak bakalan seru kalo masih di awal identitasnya terungkap.
total 1 replies
Mazree Gati
nengok sebentar,, najong kata gitu aja di ulang ulang,,oon
Mazree Gati
baru baca bab ini uda ga respek,, kasih terlalu lemah, ,end,,,
Ssl Mda
suka bgt sm kasihhh 🤭🤭
Lysia Novianna
kasian wehh😐
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!