Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Pelakunya?
MASIH FLASHBACK ON 3
Pihak kepolisian mendapatkan kabar dari seorang penelfon, terjadi kecelakaan di JL Kamboja. Semua tim yang bertugas langsung meluncur ke lokasi kejadian. Begitu sampai mereka melihat sebuah mobil yang sudah terbakar hangus tanpa tersisa. Seorang petugas polisi menghubungi pemadam kebakaran untuk memadamkan apinya yang lumayan besar.
Evakuasi jasad membutuhkan waktu 4 Jam karena harus menunggu api padam terlebih dahulu. Di dalam mobil terdapat dua orang, yang satunya berada di kursi penumpang dan satunya lagi berada di kursi kemudi. Mereka membawa dan memasukkan kedua jasad ke dalam mobil ambulance untuk di identifikasi.
Sementara lokasi segera di tutup oleh garis polisi. Saat beberapa polisi masih mengamati lokasi kejadian. Tanpa sengaja mereka menemukan sebuah tas dan sebuah dompet yang berisi KTP disana. Alena Bhaskara! Itu nama yang tertera di KTP tersebut. Mereka bisa menyimpulkan jika tas korban terlempar keluar karena saat terjadi kebakaran itu pintu mobil penumpang dalam posisi terbuka. Mungkin saat terjadi tabrakan yang kuat pintunya ikut terbuka.
Dari kejauhan sepasang mata menyeringai puas. "Nggak seru kalo permainan nya cuma kaya begini." Angel menghubungi seorang wartawan untuk memberikan berita ekslusif tentang kematian Nyonya Alena, Istri dari Tuan Gaza.. Dia ingin membuat para pelaku merasa sudah menang. Seperti kata pepatah. Kemenangan di awal, di akhir menuju kehancuran.
"Apa kamu yakin rencana ini akan berhasil?" tanya Haruto, pandangan nya masih lurus pada mobil yang hangus itu. Angel mendengus karena tiba - tiba saja Haruto merengek ingin keluar dari ruang dimensi dan ikut dengan nya.
"Bukan nya kamu sudah melihat semuanya.. Aku sudah memasukkan sempel darah Nyonya Alena di tubuh wanita itu, jadi tidak akan ada yang curiga. " memang benar, sebelum Angel membakar mobil itu. Dia mengambil sedikit darah yang ada di tangan Nyonya Alena untuk melancarkan rencananya. Dia mencampur darah itu dengan sebuah cairan kimia buatan nya yang di berikan sedikit energi sihir. Jadi kalo pun mereka mengidentifikasi jasad nya di rumah sakit. Identitas jasad yang sebenarnya akan tertutup dan di gantikan oleh identitas Nyonya Alena.
Semua sudah di perkirakan oleh Angel sebelum nya. Dan dia juga sudah mengganti pakaian Kimberly dengan pakaian yang menyerupai Nyonya Alena. Bagaimana dia bisa melakukan nya? Saat berhenti di restoran, dia sempat memotret Alena dan meminta anak buah nya untuk mengirimkan pakaian yang sama persis dengan milik Alena.
Dan untuk Humanoid.. Alat canggih yang di ciptakan oleh Kakek nya berbeda dengan kebanyakan robot. Jika robot terbuat dari material canggih seperti logam, komposit, polimer dan masih banyak lagi. Berbeda dengan penelitian Kakek nya mengenai robot Humanoid yang terbuat dari sebuah patung dan kulit yang menyerupai kulit manusia.
Bahkan wajah nya juga di ciptakan dari imajinasi, darah mengalir di tubuh nya yang berasal dari bank darah untuk menyempurnakan pembuatan nya. Robot itu di jalankan tidak menggunakan mesin melainkan sebuah chips yang sudah di modifikasi mejadi auto pilot. Bahkan memiliki otak buatan yang membuat mereka bisa berpikir seperti manusia tapi mereka tidak memiliki perasaan layak nya manusia normal.
Jadi bisa di pastikan meskipun mereka mengidentifikasi jasad robot Humanoid, mereka tidak akan tau bahwa yang sedang mereka identifikasi bukanlah manusia. Karena Kakek Ronald sudah menanamkan Gen manusia saat pembuatan nya. Jadi akan sangat sulit untuk membedakan antara robot itu dengan manusia asli.
"Sudahlah, aku mau pergi.. Kamu!" tunjuk Angel pada Haruto. "Kembalilah ke ruang dimensi, jangan menganggu ku. " tidak menunggu jawaban karena Angel langsung meluncur meninggalkan Haruto disana.
"Sepertinya seru juga jika aku tinggal disini.." Haruto menyeringai, dia jadi memiliki sebuah ide.
00000000000000000
Nyonya Alena menyesuaikan pencahayaan yang ada. Kepalanya terasa sakit seperti baru saja di hantam oleh senjata besar. Tubuh nya mencoba bangkit di sisa tenaganya untuk duduk. Dan sebuah tangan merangkul untuk membantu Alena agar nyaman dalam posisi nya.
"Terima kasih..
Deg..
Alena tertegun melihat wajah seorang pria yang tidak asing di depan nya. Pria yang sangat mirip dengan Suaminya bahkan membuat nya sampai menuduh Suaminya berselingkuh. Jika di lihat dari foto memang mirip tapi di lihat dari langsung bukan hanya mirip. Tapi Alena seperti melihat Suami versi mudanya.
"Kamu?"
"Saya Langit Tante.. Kebetulan teman Saya yang sudah menolong Tante. Jadi kalo Tante mau bertanya lebih baik tunggu dia saja, "
Alena jadi teringat dengan kejadian sebelum ini, dia memejamkan mata untuk menenangkan diri. Dia jadi bertanya - tanya siapa yang mencoba membunuh nya dan apa alasan nya. Saat masih tenggelam dalam pikiran nya ruangan kamar pasien itu terbuka dan muncul lah sosok Angel dengan menenteng beberapa kantong plastik berisi makanan.
"Kamu..
"Hai Tante.. Aku rasa Tante pasti mengenal aku kan?"
"Angel, kan? Anak dari Aryani?"
Angel mengangguk membenarkan dengan senyum tipis. "Aku bawa makanan buat Tante sama kamu.. " Langit mengambil dan melihat apa yang di bawa oleh Angel.
"Jadi kamu yang sudah menolong Tante?" tanya Alena sekedar memastikan.
Angel kembali mengangguk. "Kebetulan aku lewat di sekitar sana, dan melihat sesuatu yang mencurigakan karena itu aku mendekati mobil Tante untuk memastikan dan ternyata benar.. Ada seseorang yang berniat mencelakai Tante."
Alena kembali berpikir. "Tapi siapa yang mempunyai niat buruk buat Tante?"
Alena mengangkat bahu sekilas. "Mungkin seseorang yang akan di untungkan kalo Tante meninggal." jawab Angel enteng sambil memakan cemilan yang dia bawa
Alena mencari tas nya berniat untuk menghubungi keluarganya, dia tidak ingin membuat siapapun khawatir. " Apa kalian lihat tas Tante? Tante harus menelfon Suami Tante..
"Lebih baik jangan, " Angel memotong dengan santai.
Alena yang sedang mencari tas nya tiba - tiba berhenti dan kembali menatap Angel."Apa maksud kamu?
"Bukankah Tante ingin tau siapa pelakunya.. Kalo begitu Tante bisa lihat sendiri, " Angel menyala TV yang menjadi salah satu fasilitas disana. Sebuah siaran berita tentang kematian nya muncul yang membuat Alena mematung mendengar setiap kata yang di ucapkan oleh reporter.
"Apa - apaan ini?" Alena memandang Angel menuntut jawaban. Dia sangat syok mendengar berita tentang kematian nya. Sementara dia disini masih hidup.
"Anggap saja ini sebuah permainan, Tante.. Dan Tante lah yang menjadi pemeran utamanya. Pernah dengar ungkapan jika musuh yang paling berbahaya adalah orang terdekat."
"Kamu ingin mengatakan jika pelakunya orang terdekat Tante? Itu mustahil Angel. " Alena menggeleng tidak percaya.
"Yang mustahil bisa berubah menjadi nyata jika sudah di kuasai oleh ambisi.. Dan yang bisa menemukan pelakunya hanyalah Tante sendiri.. Lihat dan perhatikan wajah mereka..
"Bagaimana bisa?" Alena semakin tidak mengerti.
" Tante bisa lihat sendiri nanti.. Di saat semua orang berkumpul untuk merasakan sebuah kata kehilangan.. Di antara wajah kesedihan mereka.. Apakah ada wajah yang menyimpan sebuah kebahagiaan?"
"Maksud kamu.. Pelakunya akan datang untuk melayat?" Angel mengangguk kecil. Di belakang nya, Langit hanya menjadi pendengar. Dan entah kenapa dirinya di kuasai amarah saat mendengar ada orang yang berniat mencelakai Alena. Padahal Langit sama sekali tidak mengenal wanita paruh Bayah yang masih cantik di depan nya.
Tapi wajah nya... Kenapa terasa tidak asing?
FLASHBACK OFF..
Semua mata membelalak saat melihat kehadiran sosok yang tidak pernah mereka sangka. Orang yang seharusnya berada di peti mati sekarang malah berdiri di depan mereka. Tidak ada luka bahkan tidak mencerminkan seseorang yang baru saja mengalami kecelakaan. Gaza, Agatha dan Malvin juga terkejut melihat kedatangan tamu yang tidak di sangka - sangka.
Bola mata Alena bergerak mencari sesuatu di wajah semua orang yang hadir disana."Di antara mereka... Siapa pelakunya?"
•
•
•
BERSAMBUNG