NovelToon NovelToon
Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Little Tiger : Harga Sebuah Penolakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita / Persaingan Mafia
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Kisah Shen Xiao Han dan Colly Shen adalah kelanjutan dari Luka dari Suami, Cinta dari Mafia, yang menyoroti perjalanan orang tua mereka, Holdes Shen dan Janetta Lee.

***

Shen Xiao Han dan Colly Shen, putra-putri Holdes Shen dan Janetta Lee, mewarisi dunia penuh kekuasaan dan bahaya dari orang tua mereka, Holdes dan Janetta.

Shen Xiao Han, alias Little Tiger, menjadi mafia termuda yang memimpin kelompok ayahnya yang sudah pensiun—keberanian dan kekejamannya melebihi siapa pun. Colly Shen, mahasiswi tangguh, terus menghadapi rintangan dengan keteguhan hati yang tak tergoyahkan.

Di dunia di mana kekuasaan, pengkhianatan, dan ancaman mengintai setiap langkah, apakah mereka akan bertahan atau terperangkap oleh bayangan keluarga mereka sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

“Bukankah kau sudah pergi? Kenapa masih di sini?” tanya Colly, napasnya belum sepenuhnya stabil.

Jacky menghela napas seolah baru tersadar dari keterkejutannya.

“Bukuku ketinggalan. Makanya aku kembali,” jawabnya tenang. “Saat aku hendak pulang, aku malah melihat kejadian ini.”

Ia menoleh sekilas ke arah para preman yang sudah tak berdaya.

“Siapa mereka? Sebelumnya… apakah mereka pernah datang?”

Colly menyarungkan pisaunya kembali, ekspresinya datar.

“Mungkin hanya preman yang tidak ada kerjaan,” jawabnya ringan. “Tidak perlu dipedulikan.”

Pandangan Jacky jatuh pada lengan Colly yang terluka. Darah masih merembes tipis.

“Colly, kau terluka,” katanya cepat, nada suaranya terdengar tulus.

“Mari aku antar ke rumah sakit dulu.”

Colly menggeleng tanpa ragu.

“Tidak perlu. Aku harus pulang. Pengawalku sedang menungguku di luar,” katanya sambil melangkah menjauh.

“Aku bisa mengobatinya di rumah.”

Ia berhenti sejenak, menoleh singkat.

“Terima kasih karena telah membantuku.”

Tanpa menunggu jawaban, Colly melangkah pergi.

Jacky berdiri di tempatnya, menatap punggung gadis itu hingga menghilang dari pandangan. Wajahnya tetap tenang, namun tatapannya mengeras, menyimpan sesuatu yang gelap.

"Colly Shen… aku ingin melihat kesombonganmu bertahan sampai kapan, "batinnya. "Suatu hari, kau akan jatuh ke tanganku."

Di dalam mobil.

Colly duduk di kursi belakang, menyandarkan tubuhnya. Wajahnya terlihat tenang, namun sorot matanya penuh perhitungan.

“Dicky,” ucapnya pelan namun tegas.

“Cari tahu preman-preman tadi utusan siapa.”

Dicky Liu, yang juga merupakan pengawalnya, langsung mengangguk.

“Baik, Nona.”

Colly terdiam sesaat, lalu melanjutkan, suaranya lebih dingin.

“Dan… cari tahu latar belakang Jacky Yin. Mahasiswa baru.”

Dicky menoleh lewat kaca spion.

“Apakah Nona merasa dia mencurigakan?”

Colly memejamkan mata sejenak, mengingat tatapan Jacky di kampus.

“Bukan sekadar mencurigakan,” jawabnya perlahan.

“Perasaanku mengatakan dia memiliki rencana tersembunyi.”

Dicky mengangguk mantap.

“Baik, Nona. Saya akan mencari tahu semuanya.”

***

Di sebuah lokasi pembangunan yang sepi dan hampir tak tersentuh cahaya, rangka besi dan beton setengah jadi menjulang seperti bayangan raksasa. Lampu proyek menyala redup, menciptakan siluet-siluet menyeramkan di antara tumpukan material.

Beberapa pria yang sebelumnya menyerang Colly berdiri dengan wajah tegang. Tubuh mereka masih menyisakan luka, pakaian berantakan, dan napas tak beraturan.

Dari balik bayangan, Jacky Yin melangkah maju. Wajahnya tenang, nyaris tanpa emosi.

Ia mengeluarkan sebuah amplop tebal, lalu melemparkannya ke tanah di hadapan mereka.

“Ambil uang ini dan pergi dari sini,” perintahnya dingin.

“Anggap hari ini tidak pernah terjadi.”

Salah satu preman ragu-ragu. Ia memungut amplop itu, merasakan ketebalan isinya, lalu menelan ludah.

“Bos… apakah kita tidak ada tugas lain?” tanyanya hati-hati.

“Gadis itu… ternyata cukup tangguh.”

Jacky menyipitkan mata, tatapannya berubah tajam.

“Itu bukan urusan kalian lagi.”

Ia melangkah mendekat satu langkah, suaranya rendah namun mengancam.

“Mulai sekarang, tidak ada hubungan apa pun antara kita.”

Para preman saling berpandangan.

“Pergi,” lanjut Jacky.

“Dan pastikan kalian tidak sampai ditemukan oleh mereka.”

Salah satu pria mengangguk cepat.

“Baik, Bos.”

Mereka segera berbalik dan menghilang ke dalam gelap, langkah kaki mereka tergesa, seolah dikejar sesuatu yang tak terlihat.

Jacky berdiri sendirian di lokasi itu. Lampu proyek yang berkelip memantulkan bayangan panjang di wajahnya.

Ia menatap ke arah kosong, senyum tipis terukir di sudut bibirnya.

"Colly Shen… Ini baru langkah pertama. permainan yang sesungguhnya baru saja dimulai. Gadis remaja sepertimu tidak mungkin tidak ada kelemahan."

***

Mansion Xiao Han.

Ruang kerja itu sunyi, hanya terdengar suara halaman kertas yang dibalik perlahan. Shen Xiao Han duduk di balik meja besar, sorot matanya tajam saat membaca laporan hasil penyelidikan yang diserahkan Monica.

“Bos,” ucap Monica membuka laporan, nadanya profesional.

“Beberapa nama baru tercatat sebagai mahasiswa Universitas Yang Jing. Dalam satu tahun terakhir, ada sekitar enam sampai tujuh mahasiswa pindahan.”

“Latar belakang mereka?” tanya Xiao Han tanpa mengangkat kepala.

“Tidak ada yang mencurigakan,” jawab Monica.

“Semuanya tercatat sebagai anak dari pengusaha biasa. Data keuangan dan keluarga terlihat bersih.”

Xiao Han terus membaca, matanya bergerak cepat melewati satu foto ke foto lain. Ekspresinya tetap datar, hingga jarinya berhenti di foto terakhir.

Ia menatapnya lebih lama dari yang lain.

“Jacky Yin,” ucapnya pelan.

“Usia dua puluh dua tahun. Mahasiswa pindahan dari luar negeri.”

Xiao Han mengangkat map itu, membuka detail data dengan saksama. Beberapa detik kemudian, ia mengulurkan foto tersebut ke arah Monica.

“Monica,” katanya dingin.

“Awasi bocah ini.”

Monica menerima foto itu, alisnya sedikit berkerut.

“Bos, apakah dia mencurigakan?”

Xiao Han menyandarkan tubuhnya, menautkan jari-jari tangannya. Tatapannya mengeras.

“Anak yatim piatu,” katanya perlahan.

“Tidak memiliki saudara, tidak ada teman dekat, dan tidak tercatat memiliki jaringan keluarga yang kuat.”

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan suara yang lebih rendah.

“Namun dia bisa belajar di luar negeri… dan kemudian pindah ke Yang Jing.”

Xiao Han mengetuk meja dengan ujung jarinya.

“Biaya Universitas Yang Jing bukan angka kecil. Itu universitas terbaik di negara ini. Tanpa latar belakang yang jelas, tapi mampu membayarnya dengan mudah.”

Ia mengangkat sudut bibirnya sedikit—bukan senyum, melainkan kecurigaan.

“Bukankah itu sudah cukup menimbulkan pertanyaan?”

Monica mengangguk pelan.

“Baik, Bos. Saya akan mengawasinya dengan ketat.”

“Bos,” sapa Dicky sambil melangkah masuk ke ruangan kerja itu.

Xiao Han mengangkat pandangannya.

“Apa terjadi sesuatu pada Colly?” tanyanya langsung, suaranya rendah namun tegang.

Dicky berdiri tegap.

“Bos, hari ini ada sekelompok preman yang mengganggu Nona di kampus. Nona berhasil membela diri.”

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan.

“Namun Nona meminta saya menyelidiki mereka. Selain itu, ia juga meminta penyelidikan terhadap seseorang bernama Jacky Yin, kakak kelas Nona.”

Tatapan Xiao Han mengeras. Sudut bibirnya sedikit terangkat, bukan karena senang, melainkan karena keyakinan.

“Adikku bukan gadis bodoh,” katanya dingin.

“Cara berpikirnya sama denganku.”

Ia berdiri dari kursinya, aura mengancam perlahan memenuhi ruangan.

“Bagus. Jalankan perintahnya.”

Xiao Han menatap Dicky dengan sorot tajam.

“Awasi bocah itu. Jangan sampai dia berani menyentuh adikku sedikit pun.”

“Iya, Bos!” jawab Dicky tegas, lalu segera melangkah keluar.

Xiao Han kemudian menoleh ke arah Monica.

“Monica,” ucapnya tanpa basa-basi.

“Mulai detik ini, kau harus lebih sering menemani Colly.”

Ia menyerahkan tanggung jawab itu dengan nada mutlak.

“Aku serahkan adikku padamu.”

Monica berdiri tegak, ekspresinya penuh keyakinan.

“Baik, Bos. Tenang saja. Saya akan melindunginya.”

Xiao Han kembali duduk, menatap jendela besar mansion itu.

1
Tiara Bella
wah penuh misteri ini propesor Zhou...
Tiara Bella
bagus ceritanya aku suka.....
Tiara Bella
bakalan pada kapok ini mah yg mengusik keluarga mafia satu ini.....
Tiara Bella
gk bisa berkata² aku....mafia dilawan
Bonny Liberty
situ emang orang tua ODGJ,👿
Maria Mariati
hellehhh udah ke tepi jurang ga jadi lahhh,balik lagi takutt ga bisa naik lagi,udah emosi sama authorr masa bikin mafia pekok main perempuan 🤣🤣🤣
Pikachu: 😅😅😅😅😅😅😅😅😅
total 1 replies
Tiara Bella
plot twist bngt aku suka.....diluar dugaan semua 😍💪
Tiara Bella
siapa yg dimaksud kakak....masa Jacky
Ayu lestari Ayu
sengaja baru baca ceritanya, nunggu episode banyak dulu baru baca,,, ceritanya GK kalah menarik dari yg season 1,,,😘
Bonny Liberty
kamu kira wanita itu apa😏merendahkan diri sendiri,spek Nyonyah besar aja bisa di duain, apa lagi bocil modal ngangkang doang 👿🤪🤭
Maria Mariati
kapokkkk ,baru nyesel kan telattttt 🤣🤣🤣
Mineaa
bravo mommy janetta........💪
Bonny Liberty
kaga usah di pikir,tar pala loe meledak ga kuat mikir perang elit...sok..sokkan nantangin👿👿👿🤪😏
Bonny Liberty
sudah kebayang kaga kalau harga dirimu sudah kaya penyedap rasa saset 😏🤪👿
Maria Mariati
masuk kandang singa semua 🤣🤣🤣
Inez Putri
menarik. br pertm q baca peran utama cwok,selingkuh. biasa akan bucin. apa lg dl mendptkannya,memperjuangkan menentang smua klan. apakah ada peran cwok utama yg akan muncul.
Maria Mariati
bocah ,singa di lawan,makan tuhh mangsamu janete,bodoh tuh anak,mana ada laki2 udah di bayar trus di nikahin,hehhhh bodoh
Bonny Liberty
badan sih kaga tapi ❤️‍🩹😏
Bonny Liberty
kaga perlu mengaum mba,cukup main cakar,sepi,tiba - tiba /Skull//Chuckle/
Bonny Liberty
kan ga kepikiran sampe situ,cuman mikir sampe dalam rok doang🤪 yang penting aku😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!