melanjutkan perjalanan Lucyfer setelah kekalahan nya dengan Toma.
kini Lucyfer bergabung dengan kelompok Toma dan akan masuk ke ujian high magnus tapi memerlukan 2 orang tambahan.
setelah 2 slot itu di isi mereka kini menghadapi satu masalah akademi odler adalah musuh yang sulit dan tidak mudah di lawan.
arc ini juga memperkuat beberapa character
dan pertarungan masa lalu sang penyihir kegelapan yang bebas
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakuho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kemenangan kali ini di pihak akademi odler
Di sebuah dimensi hutan malam tempat pertarungan Toma melawan Zareth.
Sapu terbang Zareth kini mendekat di sisi Zareth.
Zareth langsung mendekati Toma dan berdiri di depan Toma yang tak bisa apa apa lagi.
"sayang sekali Toma Ansel,"kata nya penuh dengan nada dingin
"kau mungkin punya sihir yang lumayan kuat tapi begitulah kau kalah melawan sihir shard terbang ku."
Toma ingin bangun dan memaksakan diri ingin bertarung, tapi tidak bisa sekujur tubuh nya sakit karena terjatuh dari ketinggian.
Hmm nampak nya dia akan menyerah
apa aku lepaskan saja dia, benar aku juga harus tetap sportif mau bagaimanapun juga dia adalah lawan yang terhormat
Zareth mulai jongkok tapi sebelum itu Zareth merasa ada yang aneh.
Jumlah hari Toma ada sepuluh jari tapi yang kena hanya sembilan jari.
Zareth langsung tertegun dan mata sedikit membelalak karena perasaan yang aneh ini.
Haaa apa ini di mana satu shard ku lagi,
Zareth menoleh dengan cepat mencari di mana satu shard terbang nya yang tak ada.
mustahil dia bisa lepas kecuali ia bersihkan shard ku yang menusuk memakai tangan nya tapi ini?
jangankan tangan seluruh jari nya harus nya lumpuh apa yang terjadi
jangan bilang ada satu shard ku yang tak kena
Pikir Zareth panjang sekali karena perasaan yang aneh ini.
Tiba– tiba
Sebuah pedang mendorong Zareth menggunakan punggung pedang.
Tak... Mungkin
Dia...
Keras kepala sekali...
Zareth langsung kaget dan langsung di hempaskan ke salah satu pohon.
Namun mata Zareth mencoba mencari satu shard nya yang hilang dengan itu satu satu nya cara supaya bisa menang dari Toma.
Kebangkitan Toma
Setelah Zareth tumbang sebentar Toma langsung mengarahkan pedang matahari itu ke jari nya.
"AHHHH PANAS PANAS PANAS,"Teriak Toma kepanasan karena pedang matahari nya membara seperti api
Pedang matahari Toma langsung memadamkan api matahari nya dan memukul semua shard terbang itu dari jari Toma.
Sembilan shard terbang itu langsung lepas dari jari Toma meneteskan darah.
Toma langsung berdiri dan harus mencoba memikirkan bagaimana cara ia menang melawan Zareth.
Pertarungan terakhir ini adalah pertarungan penentu.
Gawat jari ku sedikit lemas.
Aku tak bisa menggunakan sihir matahari semua nya.
Toma mencoba meraih satu shard dengan jari kelingking nya ke jari nya yang lain tapi jari nya terlalu lemas untuk itu hanya bisa di pakai untuk mengendalikan pedang matahari nya.
Namun Toma tetap paksa dan berlari melawan Zareth.
Scene di pepohonan tempat Zareth terhempas di mana Zareth berdiri dan berlari
Tap–tap–tap
Langkah kaki nya sangat pasti.
Zareth menemukan shard nya dan mengendalikan nya di sisi nya.
Kemudian–
Pertarungan akhir
Toma dan Zareth berhenti saling berhadapan.
"Toma Ansel menyerahlah dengan cepat atau kau yang akan di kalahkan."kata Zareth dengan tegas
Toma hanya menatap tajam.
"Tak akan."kata Toma dengan percaya diri.
Zareth langsung berlari dan begitu juga dengan Toma
Satu pedang matahari dan satu shard terbang melesat ke arah bersamaan.
Pedang Toma berbelok dan mengarah ke Zareth.
Namun—
Dalam jangkauan Zareth langsung menghindar dengan cepat.
Gawat ini sangat gawat
Jangkauan nya dan reflek nya cepat
Akademi sihir odler memang beda kualitas mereka sangat sangat berbeda
Pedang Toma mundur dan kembali ke sisi Toma.
Tiba tiba–
Satu shard terbang mencoba melumpuhkan jari Toma yang tersisa:
Kelingking
Toma berhasil menghindarkan tangan nya dari shard terbang itu.
Ahhh sial aku tak bisa mengeluarkan matahari dari tangan ku lagi,
Apa yang terjadi biasa nya bisa
Pikir Toma dengan cepat
Lalu gharn Ansel menampakkan diri nya kembali.
"Nak Toma, kalau kau paksa keluarkan sihir matahari mu dan menggabungkan kedua nya efek nya kau tak akan bisa menggunakan sihir manipulasi pedang matahari,"kata gharn di sisi Toma
Toma langsung tertegun dan menoleh ke arah gharn hendak bertanya.
"apa maksud anda?"tanya Toma
Gharn langsung menjawab nya tanpa ragu.
"kalau kau paksa keluarkan sihir matahari mu saat pertarungan mu melawan Lucyfer saat itu kau tak bisa manipulasi pedang matahari ini," penjelasan gharn tentang sihir matahari
"Sebagai konsekuensi nya kau tak akan bisa pakai selama sehari penuh,tapi kau bisa memakai sihir matahari."
Toma paham ia tak bisa asal tukar sihir nya.
Zareth yang berlari menyusul Toma langsung melompat dari satu pohon ke pohon lain nya dan nampak nya seperti kesal karena lelah bertarung.
"Toma Ansel aku akan akhiri ini."kata nya dari belakang Toma
Zareth langsung menindih Toma dari belakang dan mengunci tangan Toma.
"berakhir sudah."kata nya dengan tegas
Zareth langsung memberi shard nya ke jari Toma.
sekarang Toma kalah telak semua jari nya di lumpukan oleh Zareth.
"Ahh sial, akademi odler memang berbeda."kata Toma penuh semangat
Zareth membantu Toma berdiri dan menopang tubuh Toma.
"jujur saja kau bikin aku sedikit kesal karena selalu mundur dan menyerang."kata Zareth
Toma hanya tersenyum kecil.
Ia menerima kekalahan nya melawan Zareth.
Zareth melihat itu dan melepaskan semua shard terbang nya dari semua jari Toma.
"kau tak akan melawan lagi bukan karena kau sudah kalah."kata Zareth
Toma mengangguk dan tersenyum kecil.
"tenang saja aku tak akan berkhianat kok."kata Toma dengan percaya diri
Toma hanya di bantu jalan oleh Zareth.
Scene di salah satu pepohonan beringin yang paling tinggi.
"lihat Zareth aku punya sebuah anggur yang ku temukan, tapi mungkin tidak beracun sih."kata Toma
"kau mau?" tawar Toma sambil menyodorkan satu buah anggur
Zareth melihat itu dan menggeleng.
"ah tidak perlu, kita hanya tinggal menunggu sampai pemberitahuan saja."kata Zareth
Toma langsung tertegun dan menoleh cepat.
"ehh jadi misi mu hanya mengalahkan ku? Bukan mengalahkan banyak murid murid lain."kata Toma
Zareth menunduk sambil mengubah shard terbang nya menjadi sebuah tongkat sihir.
"tidak seim bilang tugas ku adalah mengalahkan mu."ucap Zareth
Toma hanya makan anggur yang ia petik.
Toma makan sampai lupa kalau ada banyak yang perlu ia pelajari tentang sihir matahari.
Lalu sosok gharn muncul dari sisi Zareth.
Toma langsung kaget dan mengibaskan tangannya ke arah kiri seolah takut Zareth lihat.
Zareth melihat keanehan Toma dan menatap Toma
"apa yang kau gibas kan Toma?"tanya Zareth
Toma tersenyum canggung dan mata nya sedikit gugup.
"Aaa... Tak ada apa apa kok."kata Toma
Zareth kembali menunduk dan Toma menghela nafas lega
Namun, pertarungan ini baru pertarungan ketiga yang di menangkan oleh Zareth umbraal.