NovelToon NovelToon
Dimana Waktuku?

Dimana Waktuku?

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Wanita
Popularitas:43
Nilai: 5
Nama Author: Nayla

tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.

buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"ada apa? tanya Ian heran saat Zelka hanya diam mematung tidak melawan musuh.

pemuda itu hanya diam sambil terus menatap kosong ke arah pasukan musuh.

" Zelka!! teriak ian panik berusaha menyadarkan pemuda itu.

"kalian hentikan!! teriak Zelka.

Ashley dan yang lain nya seketika di buat terkejut.

apa maksud nya hentikan?

" mereka semua palsu!! teriak pemuda itu.

"Palsu?!!

pemuda itu lalu membuat pelindung baja mengitari mereka berempat.

" apa maksud mu palsu?!! tanya Ryan dengan keringat dingin menghampiri Zelka.

"apa kalian tidak menyadari nya?!!

" apa? heran Ashley.

"lihatlah mereka!!

" apa kalian tidak merasa ada yang aneh?!

secara bersamaan Ashley Ian dan Ryan memperhatikan dengan teliti musuh yang mereka lawan.

"penampilan mereka sama, gerakan mereka saat tidak melawan juga sama!!

" yang paling penting kemampuan mereka semua tidak ada beda nya!!

"mereka seperti satu orang yang terpecah menjadi puluhan orang!! teriak pemuda itu menjelaskan.

Ian mengagguk, setelah di perhatikan lebih teliti mereka semua seperti di kendalikan oleh satu orang.

ia tidak menyadari nya karena terlalu panik dan sibuk melawan mereka yang tidak ada habis nya.

"lalu? tanya Ryan.

" lalu apa? balas Zelka.

"apa yang harus kita lakukan? tanya pemuda memperhatikan musuh yang seperti tidak ada habis nya.

" kita hancurkan saja otak yang mengendalikan mereka" ucap Ian datar.

mereka bertiga di buat terkejut.

"dimana otak mereka? tanya Ashley.

Ian diam namun pandangan nya terus tertuju pada pohon besar di belakang para musuh.

meskipun terlihat sama seperti pohon lain nya, pohon itu memiliki dua akar yang menjuntai keluar, hanya dari dua akar itu saja ian tahu.

otak para musuh adalah seorang pengguna sihir bumi.

"kalian dengarkan instruksi ku" ucap Sevalio di pikiran mereka berempat.

"sevalio!! kaget Ashley menutup mulut nya.

" kau darimana saja bodoh! ucap zelka kesal, namun pemuda itu mengatakan nya dengan tersenyum.

"maaf!

" aku baru saja kembali setelah membantu garda depan" ucap anak itu tenang, namun jelas sekali ia sedang panik.

"garda depan? gumam Ian.

" apa yang terjadi di sana?

"kenapa musuh berhasil menerobos ke sini?? tanya Ryan menyerobot Ian yang langsung membuat pemuda itu kesal.

" situasi di sana jauh lebih kacau dari sini " balas anak itu men ngacak-ngacak rambut nya.

"kita tertipu" ucap nya dengan nada pelan dan gusar.

"aku tidak melihat situasi nya tapi hanya dengan mendengar perkataan mu aku bisa tahu" ucap Ian pelan sambil menatap tanah yang ia injak.

"untuk sekarang kalian fokus ke pertarungan kalian dulu!!!

" Zelka!!

" kau dan si adik rambut unggu pergilah ke pohon besar di belakang musuh!!

"ketuk pohon itu tiga kali dan bunuh orang di dalam nya!!

" dia adalah orang yang mengendalikan semua musuh yang kalian lawan!! teriak Sevalio.

"tapi berhati-hati lah!!

" orang itu adalah Thomas!!

"dia punya sihir Racun tingkat tinggi!!

" aku hanya perlu membunuh nya kan? tanya Zelka berkeringat dingin.

"ada apa dengan mu? tanya Ryan, pemuda itu memperhatikan Zelka dan menyadari bahwa pemuda itu saat ini sedang gemetaran.

" apa maksud mu?

"jika itu Thomas aku mungkin hanya memiliki peluang menang 40℅" ucap Zelka pelan.

"apa dia sekuat itu? tanya Ryan penasaran.

" iya"

"Thomas Hetisom Wilfred adalah penyihir racun tingkat tinggi ke dua di Kekaisaran" ucap pemuda itu menundukkan kepala.

"dasar bodoh! sarkas Ryan memukul punggung pemuda itu keras.

" Bugh!

dengan wajah cengo Zelka meminta penjelasan pada Ryan.

"jika dia penyihir racun tingkat tinggi kedua maka aku adalah penyihir racun tingkat tinggi ketiga" ucap pemuda itu dengan sombongnya pada Zelka.

"apa? Zelka di buat cengo, namun pemuda masih fokus dengan misi nya, ia lalu membuka pelindung nya dan melesat pergi bersama Ryan.

" Ashley dan si kakak alihkan perhatian musuh" ucap Sevalio tenang.

Ashley mengangguk.

"Ayo! ucap nya pada Ian yang hanya di angguki oleh pemuda itu.

" kesejukan angin, putaran beliung " gumam Ashley melancarkan serangan nya, gadis itu berhasil membunuh sekitar 20 musuh dengan sihir angin nya.

"pedang perang Alex, tebasan pembunuh! Ian menebas semua musuh yang menghalangi nya dengan tatapan datar dan tanpa ekspresi.

**

" di saat yang lain nya sedang sibuk melawan musuh kita hanya berdiam diri disini" celetuk seorang pemuda dengan lambang Solon di pakaian nya.

"sekarang apa yang harus kita lakukan? tanya nya menatap Zender.

" jangan melihat ku! balas pemuda itu datar.

"kau begitu dingin pada rekan kerja mu" ucap pemuda itu dengan nada kecewa.

Elerik Solon, seorang penyihir berbakat dari keluarga Marquis solon, ia adalah kakak kandung si kembar dari Solon.

meskipun hidup dengan embel-embel berbakat, Elerik adalah pribadi yang pemalas, di usia nya yang ke 24 tahun ini ia hanya menghabiskan keseharian nya dengan tidur tidur dan tidur.

meskipun syarat agar bisa menggunakan kekuatan nya adalah dengan tidur yang cukup, Elerik memanfaatkan kesempatan itu untuk hidup malas malasan, bahkan kehadiran nya di kompetisi ini adalah karena ia hampir mati di bunuh Estevan.

"tapi meski begitu situasi ini terlalu kacau" ucap nya dengan keringat dingin memperhatikan pertarungan garda depan dan dua di penglihatan nya.

"kau benar" balas Zender.

"jika bukan karena kristal sihir tim kita di kumpulkan disini anggota kita pasti cuma sisa dua" lanjut nya tersenyum kikuk.

Zender mengagguk.

mereka berdua saat ini tengah menjaga dengan ketat kristal sihir tim A di dalam pelindung.

dengan menggunakan alat penglihatan jarak jauh, mereka berdua mengawasi seluruh pertarungan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan seperti musuh yang tiba-tiba menerjang.

tempat mereka saat ini sangat rahasia, bahkan beberapa anggota team A sendiri tidak mengetahui nya.

"Valentino,,, panggil Elerik.

" apa? balas Zender.

"tidakkah menurut mu apa yang kita pakai ini cukup menggangu? tanya nya mengetuk ngetuk alat yang mereka gunakan.

Zender diam, alat ini memang cukup menganggu karena menimbulkan rasa sakit, namun alat ini cukup berguna untuk di gunakan mengingat mereka berdua tidak satu pun yang memiliki kemampuan penglihatan jarak jauh.

"ya sudah" ucap Elerik kecewa karena Zender tidak menjawab pertanyaan nya.

**

"bagaimana keadaan mu kak? tanya Athena perlahan-lahan keluar dari sihir ruang nya bersama dengan Arsene yang ia buat melayang karena pemuda itu masih pingsan.

" disini hampir selesai " balas Damien tenang, pemuda itu serius melihat pertarungan Estevan bersama dengan pemimpin Karsa dan Wilfred.

Athena yang melihat arah pandang Damien langsung mengikuti.

"dia hebat" celetuk gadis itu.

"itu wajar" balas Damien tersenyum.

"Estevan Orcraline Solon adalah seorang jenderal perang Arbeloa" lanjut pemuda itu.

"bukankah jenderal perang Arbeloa adalah Galentino? tanya Athena menatap Damien.

Damien diam, pemuda itu mengalihkan pandangan nya dari mata Athena.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!