NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 24.

Malam yang panjang telah berlalu. Haeyla sudah berada di rumah nya saat ini. Haeyla membuka ponsel milikknya setelah satu malam tidak melihat nya.

Terlihat banyak sekali pesan dan panggilan masuk dari Bumi.

' Bumi? Bahkan inget nama kamu aja rasanya sakit banget untuk aku.' Guman Haeyla.

Haeyla tidak membenci Bumi. Tapi Haeyla kecewa.

Telpon Haeyla berdering.

Panggilan masuk dari Bumi.

Haeyla melihat itu, namun tidak ada niat untuk menjawab. Berkali kali Bumi menelpon Haeyla.

Pesan masuk dari Bumi.

* Biarin aku minta maaf secara langsung ke kamu Haeyla.*

* Jangan cuma diam.*

* Aku tahu kamu kecewa.*

* Please Haeyla, kita harus bicara.*

Tidak ada satu pun pesan dari Bumi yang di baca oleh Haeyla.

Telpon Haeyla kembali berdering.

Panggilan masuk dari Cila my best.

" Ya Cil?" Haeyla menjawab telpon dari Cila.

" La. Lo tau. Kemaren tengah malam si Bumi itu datang ke rumah gue. Dan lo tau, dia datang cuma nanyain apa lo ada di rumah gue atau engga!"

" Terus? Kamu gak suruh dia pulang aja?"

" Dia langsung pulang waktu gue jawab lo gak ada di rumah gue"

" Bagus dong. Kamu jadi gak di ganggu"

" Emang lo kemana semalam La?"

" Di rumah kok. Cuma malas buka pintu" Haeyla harus berbohong agar Cila tidak khawatir.

" Yaudah kalau gitu. Gue tutup dulu ya La" Cila menutup telpon.

Tok tok tok.

Pintu rumah Haeyla di ketuk.

" Siapa?" Tidak ada jawaban dari luar.

Haeyla membuka pintu rumah nya.

" Bumi?" Bumi datang langsung ke rumah Haeyla karena Haeyla tidak membalas pesan dan tidak menjawab telpon darinya.

" Aku lagi mau sendiri. Kamu pulang aja Bumi" Haeyla ingin menutup pintu kembali namun di tahan oleh Bumi.

" Jangan begini La. Aku gak bisa" Bumi memohon pada Haeyla.

" Tolong pergi Bumi" jawab Haeyla kembali.

" Kenapa? Aku berhak untuk menjelaskan bukan?" ucap Bumi sambil memegang lengan Haeyla.

" Aku gak mau dengar apa pun dari kamu. Kamu bisa pergi" Haeyla tetap tidak mau mendengarkan Bumi. Setelah Haeyla menutup pintu rumah nya, Bumi masih duduk di teras rumah milik Haeyla.

 ' Kenapa rasanya itu dada gue sesak? Dan kenapa gue harus segelisah ini karena takut Haeyla nge jauh dari gue? Gue sadar gue tertarik dan suka sama Haeyla. Tapi ini di luar kendali gue.' Batin Bumi sambil merenungkan perasaan nya terhadap Haeyla yang semakin dalam.

Dari dalam rumah. Haeyla mengintip sedikit ke luar.

' Seharusnya kita hanya dua orang asing. Aku dan kamu hanya sebatas itu Bumi.' Gumam Haeyla sambil melihat Bumi yang masih berada di teras rumah nya.

 Tidak tahu pasti bagaimana perasaan Haeyla terhadap Bumi? Kenapa Haeyla juga bisa sampai sekecewa ini?.

Kediaman Arbian pukul 10:00.

" Gimana keadaan Haeyla Bian?" Mama duduk di meja makan sambil bertanya.

" Not good ma. Perlahan maybe"

" Sure. Dia hanya perlu waktu dengan dirinya sendiri"  Jika Haeyla bersama dengan Arbian itu juga mungkin tidak akan merugikan dirinya. Sebab ibu dari lelaki yang menyukai nya juga sangat baik padanya.

Taman belakang rumah Divo.

Tampak seorang wanita sedang menyirami tanaman yang sudah mulai subur kembali.

" Morning mam" Divo menghampiri mama nya dengan sebuah kecupan di dahi.

" Morning sayang. Kamu di rumah aja hari ini?"

" Mungkin ke tempat anak anak nanti"

" Kamu tau Divo. Gadis yang mama sering ceritakan itu menyukai bunga mawar ini" Divo terdiam. Dia sadar betul jika mama nya sedang membicarakan Haeyla.

" Oohh gitu ma. Bukan nya bunga Lily putih juga cantik ya?" Divo sengaja bertanya. Karena setahu nya Haeyla menyukai Lily putih.

" Lily putih itu bukan bunga yang dia suka. Tapi bunga favorit dia Divo" Mama menjawab dengan senyuman tulus di wajah nya.

 ' Mama banyak tahu tentang Haeyla. Sebegitu penting nya kamu untuk mama ku Haeyla.' Batin Divo saat itu.

Kediaman Haeyla pukul 13:00.

' Sebaiknya aku tepati janji untuk bertemu dengan mama nya Divo. Dari pada aku terus bersedih di rumah, lebih baik aku pergi menemui tante cantik itu.' Bagai gayung bersambut. Disana mereka membicarakan Haeyla. Dan disini Haeyla juga memikirkan mereka.

Haeyla memesan ojek online dan pergi menuju rumah Divo.

Sementara Cila saat ini.

" Mam. Boleh gak kalau nanti aku privat nya di cafe depan komplek aja. Bosen soalnya di rumah terus" Bujuk Cila pada mami nya.

" Terserah kamu aja. Coba kamu tanya dulu sama Rakha. Dia mau atau gak"

Tanpa basa basi Cila langsung menghubungi Rakha.

Telpon Rakha Berdering.

Unknown number.

" Ya. Dengan siapa?"

' Astaga suaranya ya ampunn!' Batin Cila.

" Ini gue Cila. Gue mau ajak lo privat nanti di cafe depan komplek gue. Lo mau gak?"

" Boleh. Kamu shareloc aja ke saya"

" Oke. See you" Cila menutup telpon begitu saja.

' Finaly. Gue bisa belajar sambil nge date ala ala deh. Hahaha' Gumam nya.

Di sisi lain. Haeyla sudah sampai di depan rumah Divo.

' Ini bener alamat rumah Divo kan? Rumah nya besar banget.' Haeyla bergumam sambil memandangi rumah besar yang ada di hadapanya.

" Permisi pak. Saya mau ketemu sama Divo bisa?" Haeyla bertanya pada satpam yang sedang berjaga.

" Dengan siapa ya?"

" Saya Haeyla"

" Sebentar ya mbak" Satpam tersebut tampak sedang menghubungi seseorang.

Telpon Divo berdering.

Bapak Satpam.

" Halo den. Ini ada cewe yang mau ketemu sama aden"

" Siapa pak?"

" Haeyla namanya" Mendengar nama Haeyla disebut. Divo langsung berlari menuju gerbang utama.

" Mbak. Tunggu sebentar ya"

" Ya pak. Gapapa"

Setelah hampir 10 menit menunggu. Akhirnya Divo datang.

" Hai. Haeyla" Divo datang dengan nafas yang sedikit terengah engah.

" Haii. Kamu lari?" Haeyla heran melihat Divo.

" Yaa begitu. Ayo masuk" Haeyla masuk ke dalam rumah besar itu bersama Divo. Haeyla memperhatikan setiap sudut dari rumah tersebut. Cantik dan sangat indah. Semua barang tertata dengan rapih. Banyak bunga bunga juga di dalam nya.

" Rumah kamu besar banget ya" ucap Haeyla tiba tiba.

" Rumah orang tua gue ini. Gue belum punya rumah" Divo menjawab dengan santai.

Divo mengajak Haeyla ke taman belakang rumah yang dimana mama nya sedang berada disana.

" Ma. Lihat siapa yang datang ke rumah kita" ucapan Divo tidak terlalu membuat Haeyla bingung.

Wanita itu langsung menoleh ke belakang dan melihat sesosok wanita cantik yang selalu dia bicarakan.

" Halo tante. Aku Haeyla" Haeyla menyapa dengan senyum penuh di wajahnya. Mama Divo masih tidak percaya dengan apa yang di lihat nya.

' Dia.. Dia putri Lilian? Dia ada disini? Di rumah ku saat ini? Tidak. Aku tidak boleh memberitahu apapun dulu kepadanya saat ini.'  Batin nya.

" Tante. Haeyla senang bisa ketemu tante lagi. Sekarang tante sudah sembuh. Tante sudah bisa lihat Haeyla"  Haeyla mendekati mama Divo dan menggenggam tangan nya.

" Kamu cantik sekali. Mata kamu. Semua sangat cantik seperti dulu" Ucapan mama Divo membuat Haeyla sedikit bingung.

" Bagaimana keadaan tante sekarang? Sudah lebih membaik bukan?" Haeyla terus bertanya karena dia merasa senang bahwa orang ini masih ada di dunia ini.

" Tentu. Ayo kita duduk. Sini Divo" Mereka bertiga duduk di pendopo halaman belakang.

 Divo sedikit aneh melihat respon mama nya. Bukankah mama pasti ingat kalau ini adalah gadis yang selalu dia ceritakan. Tapi kenapa respom mama seolah olah dia menjaga sesuatu.

" Terimakasih sudah memberi energi peri pada tante Haeyla. Divo yang kasih tau tante"

" Hahaha. Aku cuma bercanda tante. Tapi syukurlah kalau itu benar terjadi"

" Bener terjadi kok. Lihat aja nyokap gue sembuh" Ucap Divo meyakinkan Haeyla.

' Aku senang melihat mereka ternyata saling mengenal satu sama lain. Tapi apa Divo tau kalau Haeyla ini lah gadis yang selalu aku ceritakan kepadanya.'

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!