NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:861
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21

"Mengapa kau membawaku kesini?" Tanya Syerly menatap dekorasi restoran yang tampak sederhana tapi nyaman.

"Bukankah kau bilang lapar?" Jawab Felix tenang.

Syerly mengangguk tenang.

"Aku memang mengatakan hal itu." Ia menoleh dengan senyum kecil.

"Tapi aku ingin tahu alasanmu."

Felix menatap sekeliling ruangan dengan santai.

"Sebenarnya aku dan teman-temanku sering datang ke tempat ini." Kata Felix.

Lalu ia menoleh kearah Syerly, tatapannya begitu lembut.

"Aku membawamu kesini, karena aku ingin kau menjadi bagian dari hidupku." Katanya pelan.

"Dan aku ingin kamu tahu, jika aku benar-benar menginginkanmu."

Syerly tiba-tiba tertawa pelan, membuat Felix mengernyitkan dahinya.

"Apa yang kau tertawakan?" Tanyanya.

"Aku tertawa karena melihatmu mencoba berbicara romantis." Katanya sambil menahan senyum.

Alis Felix terangkat sedikit. Ia meraih pinggang kecil Syerly dan menariknya mendekat. Membuat jarak mereka semakin menyempit.

"Cantik." Bisiknya ditelinga Syerly.

"Tawamu membuatku kehilangan kendali, sampai aku ingin melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kulakukan di tempat umum."

Seorang pelayan datang membawa pesanan dan meletakkannya di meja. Sekilas ia menangkap Felix dan Syerly yang saling mendekat, berbisik dengan senyum hangat. Tanpa berkata apa-apa, pelayan itu pergi dengan senyum kecil, seolah ikut merasakan suasana manis diantara mereka.

Syerly melirik pelayan itu yang sudah pergi dengan ringan, lalu menoleh kembali kearah Felix, yang tidak perduli dengan pandangan orang-orang disekitarnya.

Seolah-olah dunianya Felix kini hanya ada Syerly yang duduk disampingnya saja.

Syerly tersenyum dan mendesah pelan.

"Bisakah aku tidak makan?" Tanyanya pelan.

"Awalnya aku pikir mulutmu manismu yang membuatku ingin muntah." Kata Syerly.

Lalu ia menatap kedua lengan Felix yang sedang memeluknya dengan erat.

"Tapi sekarang kau juga membuatku kesulitan bergerak."

Felix tersadar, lalu menarik lengannya sambil terkekeh pelan.

"Ayo makan!" Katanya tersenyum kecil.

"Bukankah tadi kamu bilang lapar?"

Syerly yang akhirnya terbebas, mengangguk ringan.

Ia mulai menyendok makanannya, tapi ia berhenti, ketika melihat Felix sedang sibuk mengambil foto makanan didepannya dari berbagai sudut.

"Apa kau suka memotret foto makanan?" Tanya Syerly.

Felix mengangguk.

"Aku dan teman-temanku sangat suka berpergian. Karena itu, kami sering juga mengambil banyak foto untuk dijadikan kenang-kenangan."

Felix menatap hasil fotonya dengan senyum puas, sebelum meletakkan kembali ponselnya diatas meja.

Ia menoleh kearah Syerly dengan senyum lembut.

"Dan ini pertamakalinya, kamu makan disini." Katanya pelan

"Aku harus mengabadikannya, bukan?"

Kata-kata manis dari Felix, membuat Syerly tertawa geli. Ia mengambil makan didepannya, dan menyuapkan ke mulut Felix, menghentikannya terus berbicara manis.

Felix mengunyah makanan itu dengan senyum diwajahnya.

Tapi momen itu tidak berlangsung lama. Ketika kedatangan Ivan mengganggu momen indah mereka berdua.

Ivan datang dengan menyeret Gio dibelakangnya .

"Dimana kita harus duduk, Gi...?" Tanya Ivan sambil berpura-pura mencari tempat duduk.

Banyak tempat duduk kosong, tapi Ivan berjalan perlahan kearah meja Felix seolah tidak menyadari keberadaannya.

Lalu tiba-tiba Ivan menoleh. Wajahnya terkejut terlihat sangat canggung.

"Fel... Kau ada disini."

Tanpa menunggu jawaban Felix, Ivan dengan cepat menyeret Gio.

Gio bahkan hampir tersandung ketika ditarik oleh Ivan untuk duduk bersama di meja Felix.

Gio menatap Felix dengan takut-takut. Sejak pertamakali Felix melihat kedatangan mereka, tatapan membunuh terus menghujani mereka.

Tapi, Ivan tanpa rasa malu sedikitpun terus menariknya untuk ikut bersamanya. Didalam hatinya penasarannya juga terus menggelitiknya.

Akhirnya Gio memutuskan untuk ikut dan mengandalkan akting buruk Ivan untuk melindungi nyawa kecil.

Dengan tersenyum lebar, Ivan mengabaikan tatapan dingin dari Felix.

"Aku benar-benar tidak tahu, jika kau ada disini." Katanya.

"Awalnya aku berniat mengajakmu, tapi Gio bilang kamu sedang ada urusan. Maaf, aku tidak bermaksud meninggalkanmu."

Kata-kata Ivan terlihat sangat palsu. Tapi Ivan masih dengan percaya diri melanjutkannya.

"Karena kita semua disini, mari kita makan bersama saja." Katanya dengan wajah tidak tahu malu.

Felix menatap Ivan dan Gio dengan dingin.

"Kalian berdua, memang baj*ngan!" Umpatnya tajam.

Gio membalas dengan senyum kecil yang canggung, tatapannya ragu seolah menyadari mereka sudah kelewatan.

Berbeda dengan Ivan, ia mengabaikan kekesalan Felix. Dengan santai, ia justru menoleh pada Syerly dan menyapanya dengan senyum ramah, seakan tak terjadi apa-apa.

"Hai Syer..." sapanya.

"Aku Ivan..." ia menunjuk dirinya sendiri sebelum menoleh kearah Gio disebelahnya, "dan ini Gio." Katanya.

"Kami teman Felix."

Syerly membalas sapaan mereka dengan senyum hangat.

"Hai.." balasnya.

"Aku sudah melihat kalian berdua, ketika kita berada dikelas yang sama beberapa waktu lalu."

Syely ingin mengulurkan tangannya untuk bersalaman, tapi tangannya langsung ditangkap oleh Felix.

"Tidak perlu." katanya singkat, sambil melirik tajam ke arah tangan Ivan yang sudah terangkat di udara.

Ivan terdiam sejenak, lalu menarik kembali tangannya dengan senyum canggung

Syerly tertawa pelan, seolah ia terhibur melihat tingkah mereka.

"Hallo Ivan... hallo Gio... senang bertemu  dengan kalian." Katanya sambil berusaha menahan senyum.

Gio membalas sapaan Syerly dengan senyum tipis yang tampak canggung.

Berbeda dengan Ivan yang masih mempertahan senyum cerahnya sejak awal sampai akhir.

Tiba-tiba ponsel Syerly berbunyi. Ia harus pergi untuk menjawabnya.

"Maaf.." katanya kepada semua orang.

"Aku harus menjawab panggilan ini."

Setelah melihat anggukan kecil sebagai jawaban, Syerly langsung berjalan pergi.

Kepergian Syerly membuat suasana meja itu terasa canggung.

Gio yang sejak awal mengunci mulutnya rapat-rapat akhirnya tidak tahan lagi.

"Fel... bukan aku yang memiliki ide ini." Katanya jujur.

Felix menatap Gio tenang.

"Aku tahu, semua ini bukan idemu. Gii..." kata Felix lalu menoleh kearah Ivan dengan tatapan tajam.

Dikepung tatapan Felix dan Gio, Ivan langsung merasa tegang hingga keringat dingin mengalir di punggungnya.

Ivan hanya diam tak mampu bicara, hanya dapat menelan ludahnya dengan susah payah.

Sampai akhirnya, Felix membuka mulutnya.

"Van..." panggil Felix tajam.

"Kau beruntung kali ini, karena aku sedang dalam suasana hati yang baik."

Ivan menghelai nafas panjang.

"Fel... kau bisa memanggilku usil." Katanya dengan senyum kecil.

"Tapi, sebagai teman. Aku ingin tetap berada disisimu ketika kau merasa sedih maupun bahagia." Kata Ivan sambil menyeringai.

Felix mendecakkan lidahnya pelan.

"Sialan, Van," katanya dingin.

Lalu ia terkekeh hambar.

"Kata-katamu benar-benar menyentuh." Lanjutnya datar,

"Sampai aku hampir ingin menangis."

Ivan menerima sindiran tajam Felix dengan senyum lebar yang setengah menantang.

Sementara itu, Felix sudah tak lagi memperhatikannya. Ia sibuk menatap layar ponselnya, mengunggah foto-foto yang tadi sempat ia ambil.

Jarinya bergerak cepat, memilih sudut terbaik, lalu menuliskan keterangan singkat namun penuh arti:

Makanan pertama bersama kekasih.

Satu per satu foto terunggah.

Tak lama kemudian, notifikasi mulai berdatangan. Angka like terus bertambah, komentar bermunculan. Felix menyandarkan punggungnya, menatap layar dengan senyum puas yang tidak ia sembunyikan.

Ia memilih mengabaikan bisikan-bisikan dari teman-temannya itu.

"Lihat senyumannya! Sangat menyilaukan." Bisik Ivan.

"Lihat... lihat apakah sebentar lagi kita akan kehilangannya." Sahut Gio sambil tertawa pelan.

Ivan mendecak pelan.

"Astaga... teman kita benar-benar sedang jatuh cinta."

Mereka saling pandang dan tertawa kecil.

Syerly baru saja menyelesaikan panggilan teleponnya ketika tanpa sengaja melihat Ivan dan Gio berdiri terlalu dekat satu sama lain, berbisik-bisik dengan ekspresi mencurigakan.

Begitu menyadari kehadiran Syerly, Felix segera menurunkan ponselnya dan menyimpannya.

Ivan dan Gio pun refleks menjauh, seolah baru saja tertangkap basah.

"Jangan salah paham, Syer." Kata Ivan cepat.

"Kami bukan sedang membicarakanmu."

Ivan melirik Felix dengan kilatan licik.

"Kami sebenarnya sedang merasa semangat. Karena Felix bilang, dia akan mentraktir kami minum." Katanya.

Ivan berhenti sejenak, seolah sedang mengingat-ingat.

"Bukankah malam ini, kau tampil nyanyi disebuah Bar?"

Bahkan Syerly belum menjawab, ketika Ivan langsung bersemangat.

"Haruskah kita pergi minum disana? Kita bisa mendukungmu juga."

Syerly tertawa pelan, lalu mengangguk.

"Tentu saja." Katanya tidak dapat menahan senyum.

"Kita pergi dan pantang pulang sebelum mabuk."

Felix hanya menggeleng pelan melihat semangat Ivan, sedangkan Gio hanya tersenyum kecil. Setelah ini, jelas akan menjadi malam yang sangat panjang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!