NovelToon NovelToon
Bukan Salah Orang Ketiga

Bukan Salah Orang Ketiga

Status: sedang berlangsung
Genre:Tukar Pasangan / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Model / Berbaikan
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rani

Bukan salah Mika hadir dalam rumah tangga Naya sebagai orang ketiga. Karena hadirnya juga atas permintaan Naya yang tidak ingin punya anak gara-gara obsesinya sebagai model. Mika melawan hati dengan rela menerima tawaran Naya juga punya alasan. Sang mama yang sedang sakit keras menghrauskan dirinya untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Sedangkan Naya sendiri, karena rasa bersalah pada suaminya, dia rela mencarikan istri untuk si suami.

Bukan salah orang ketiga. Ini murni kisah untuk Mika, Naya, dan Paris. Tidak sedikitpun aku terlintas di hati untuk membela orang ketiga. Harap memakluminya. Ini hanya karya, aku hanya berusaha menciptakan sebuah karya dengan judul yang berbeda untuk kalian nikmati. Mohon pengertiannya. Selamat membaca. Temukan suasana yang berbeda di sini. Dan, ambil pelajarannya dari kisah mereka. Bisakah cinta segitiga berjalan dengan bahagia? Atau malah sebaliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab*24

Mika hanya bisa diam. Entahlah. Entah perasaan apa yang harus dia rasakan saat ini. Entah bahagia atau malah sebaliknya. Pernikahan dadakan yang tak ubahnya seperti mimpi ini cukup membuatnya terhibur juga terluka.

"Pak Paris-- "

"Kamu salah memanggil, Mika. Kamu harus di hukum." Paris berucap cepat.

"Apa? Ti-- tidak. Aku tidak senagaja."

"Bukankah kita sudah punya peraturan sebelumnya? Jika kamu salah dalam memanggil, maka kamu akan aku hukum."

"Tapi, ah tidak. Peraturan itu belum berlaku hari ini."

"Kok bisa?"

"Ya karena aku belum setuju. Makanya, belum bisa dijatuhi hukuman."

"Baiklah kalau begitu, hari ini masih ada tengang waktu. Tapi besok dan seterusnya, hukuman itu akan berlalu."

Mika malah terbawa suasana yang entah karena apa bisa tercipta. Dia yang dulunya sangat menjaga jarak dari Paris, sekarang malah melupakan segalanya. Dia juga malah bisa lupa seperti apa Paris yang dia kenal sebulan yang lalu.

Beberapa saat berdebat, akhirnya mereka masuk juga ke dalam rumah. Mika terpaku ketika melihat rumah mungil nan megah miliknya. Sungguh, ini benar-benar mimpi indah yang menjadi nyata. Tepatnya, dia mendapat mimpi indah setelah mimpi buruk yang sangat tidak ingin dia ingat..

"Rumah ini ... kenapa bisa sama dengan rumah yang aku harapkan?"

"Sama? Itu karena ... foto rumah yang ada di wallpaper laptop kamu waktu itu aku salin. Aku melihat desain rumah mungil ini, lalu aku tertarik. Aku meminta seseorang mendekor rumah yang sama beberapa minggu yang lalu. Tapi aku sungguh tidak menyangka, rumah ini akan aku hadiahkan padamu sebagai tempat tinggal istriku."

"Apakah ... tidak keberatan membiarkan aku tinggal di sini?"

"Tentu saja tidak. Karena sepertinya, rumah ini di buat memang khusus buat kamu."

"Khusus buat aku? Bagaimana maksudnya ini?"

"Ya ... karena aku nyolong gambar rumah yang kamu punya. Jadi, sudah sewajarnya, rumah ini jadi milik kamu."

Cukup membingungkan. Tapi, inilah kenyataan. Rumah indah ini sekarang jadi milik Mika. Tapi, tentu saja Mika masih enggan untuk menerima hal yang sangat besar. Walaupun Paris mengatakan ini adalah bentuk tanggung jawab darinya sebagai seorang suami Mika saat ini.

"Ini ... terlalu berlebihan, Mas. Aku tidak bisa menerimanya. Dan lagi, aku masih punya mama yang harus aku urus. Aku tidak mungkin meninggalkan mama ku sendirian."

"Kamu bisa bawa mama mu pindah ke sini, Mik. Katakan saja kalau ini adalah rumah dinas yang kantor sediakan untuk kamu. Bagaimana?"

Mika terdiam. Ucapan Paris cukup masuk akal. Tapi, itu mudah dipikirkan. Tidak mudah untuk dilakukan.

"Itu ... akan aku pikirkan lagi nanti, P-- Mas."

"Baiklah. Terserah kamu saja, Mika. Yang penting, rumah ini sudah aku serahkan padamu. Inilah bentuk tanggung jawab ku atas dirimu. Selebihnya, terserah kamu mau kamu tinggali atau tidak. Aku tidak akan memaksa."

Mika menatap Paris lekat. Mereka saat ini sedang duduk di ruang tamu dari rumah mungil yang Paris hadiahkan untuk Mika.

"Mas Paris. Boleh aku minta sesuatu?"

"Katakan! Apa yang kamu mau dari aku, Mika?"

"Pernikahan ini karena kamu yang menginginkan anak. Nggak. Mbak Naya bilang, aku harus bersedia memberikan kamu anak. Tapi ... apakah bisa kita menundanya? Tu-- tunggu sampai aku cukup siap untuk menjadi istrimu, lalu memberikan kamu anak. Ba-- bagaimana?"

Sangat sulit untuk Mika mengucapkan kata-kata itu sebenarnya. Sebelum berucap saja dia harus mengumpulkan semua keberanian yang dia punya. Bagaimanapun, apa yang baru saja dia katakan adalah hal besar dari sebab mereka menikah.

Setelah ucapan itu Mika lepaskan, Paris menatapnya dengan tatapan lekat. Mika pun semakin tidak nyaman. Dia genggam erat kedua tangannya.

"Apa yang kamu pikirkan, Mika? Bukankah kita sudah membahas alasan pernikahan kita saat bertemu di restoran waktu itu?"

Mika yang menunduk, kembali mengangkat wajahnya. "Alasan?"

Ingatan Mika kembali ke satu minggu yang lalu. Ya. Itu hari pertemuan mereka di restoran. Hari kesepakatan mereka untuk menikah. Hari di mana Mika tahu, ternyata yang akan menikahinya adalah bos tempat dia bekerja.

Mika pun kini kembali teringat akan ucapan Paris. Mereka menikah karena sama-sama menguntungkan. Paris diuntungkan dengan menikah orang yang dia kenali. Sedangkan Mika diuntungkan karena uang.

Mika pun langsung melepas napas berat. Entah kenapa, setelah ingat kata-kata Paris, hatinya berubah tidak bahagia. Padahal seharusnya, dia bahagia karena Paris menikah dengannya, hanya untuk melepaskan diri dari paksaan Naya yang ingin menikahkan Paris dengan orang asing lainnya, jika Paris tidak bersedia menikah dengan Mika.

"Mika."

"I-- iya."

"Kamu kenapa?"

"Ti-- tidak ada apa-apa."

"Kamu lapar?"

"Se-- sedikit."

"Baiklah kalau gitu, kamu tunggu di sini, biar aku pesan makanan untuk kita."

"Iya."

"Hm. Jangan terlalu dipikirkan soal pernikahan ini, Mika. Jalani saja sesuai apa yang akan terjadi."

Mika hanya bisa menatap Paris dengan tatapan lekat saja. Sementara Paris, setelah berucap langsung beranjak pergi. Pria itu cukup membuat Mika sulit untuk menebak seperti apa dia yang sesungguhnya. Terkadang dingin, terkadang juga hangat. Sangat plin-plan.

Di sisi lain. Naya terdiam di samping meja rias. Tatapan matanya sayu penuh dengan kesedihan. Hari ini adalah hari pernikahan suaminya dengan wanita yang dia pilihkan sendiri untuk menjadi adik madu. Tapi kenapa, hatinya terasa sangat perih. Harusnya, tidak seperti itu. Karena pernikahan Paris adalah paksaan dari dirinya.

Tangan Naya berat meraih bingkai foto yang ada di atas meja. Itu adalah foto pernikahan mereka. Foto di saat-saat mereka masih sangat berbahagia menikmati manisnya madu cinta.

"Paris. Kesalahan yang aku perbuat sudah aku perbaiki. Tolong, jangan bersikap dingin lagi padaku."

Tarikan napas berat Naya lakukan. "Aku sayang sama kamu sebenarnya, Paris. Tapi, aku sudah sangat mengecewakan dirimu. Karena itu, karena kesalahan yang aku perbuat, aku rela berbagi kamu dengan gadis lain. Asalkan wanita itu bisa memberikan apa yang tidak bisa aku berikan padamu. Aku rela berbagi, Paris. Rela."

Naya meletakkan bingkai foto itu kembali ke atas meja. Lalu, tangannya beralih meraih ponsel yang juga ada di atas meja tersebut. Lincah tangan Naya menekan layar ponsel itu. Lalu, sebuah panggilan langsung terhubung.

"Halo, mbak."

"Sin, bagaimana keadaan di sana? Apa semuanya berjalan sesuai dengan yang diharapkan? Apa semuanya baik-baik saja, Sinta?"

1
Ani Basiati
aku pernah baca deh thor alur cerita sama nm2 nya jg sama tp sdh lm.
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Dew666
💎💎💎💎
Rani: makasih banyak yuhu.... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: Siap di laksanakan. yuhu....
total 1 replies
Dew666
🔮🔮🔮🔮
Rani: makasih banyak🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: yuhu .... 🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: oke2👍🫰
total 1 replies
Dew666
💜💜💜
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 1 replies
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
Rani: 🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
total 2 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: syiap👍🫰😍
total 1 replies
Dew666
💎💎💎💎💎
Rani: 🫰🫰🫰😍😍😍😍
total 1 replies
Soraya
lanjut thor
Rani: A syiap👍🤭
total 1 replies
Soraya
vote untuk mu thor
Rani: terimakasih banyak. 🫰🫰🫰 yuhu ....
total 1 replies
Cindy
lanjut
Rani: siap👍☺️🫰
total 1 replies
Cindy
lanjut kak
Rani: siap👍 dilaksanakan 🫰🤭
total 1 replies
Soraya
mampir thor
Rani: yuhu ... moga betah yah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!