Tak pernah mendapatkan cinta dari siapapun termasuk ibu kandungnya, Cinderella Anesya seorang gadis yang biasa di sapa Ella itu berharap ada setitik cinta dari tunangannya.
Sayangnya pria yang menjadi tunangannya itu tak pernah menganggapnya ada dan lebih cenderung pada adik tirinya yang selama ini selalu di sayang oleh keluarganya.
Merasa ketulusannya di khianati, Ella akhirnya menerima pinangan pria yang selama ini diam-diam mencintainya..
Akankah hidupnya berubah setelah bersama pria itu? Atau justru sebaliknya??
•••••
"Berjanjilah untuk selalu mencintaiku.." Cinderella Anesya
"Aku akan selalu mencintaimu, Baik sekarang, Nanti dan selamanya.." Davin Anggara Sanjaya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan Dari Cinderella
"Begitu percaya diri bibirmu mengucapkan semua itu. Apa kau kira pria di dunia ini hanyalah dirimu saja? Siapa bilang aku akan menikah denganmu Araka??
Deg!
Ucapan Ella barusan membuat semua yang berada di sana kaget. Tak terkecuali Araka, Lentera serta Mama dan ayah tirinya. Bina dan Riski saja juga tak kalah terkejutnya.
Hanya Nenek Cahya saja yang responnya biasa saja. Karena wanita tua itu sudah tahu yang sebenarnya.
"Apa katamu tadi? Kau tidak akan menikah denganku?" Araka menunjuk dirinya sendiri.
"Hahahaha.. Hahahaha..." Araka tertawa seolah ada yang lucu.
"Ella.. Ella.. Apa menurutmu aku percaya dengan semua omong kosongmu itu? Aku tahu kau itu sangat mencintai ku.. Mana mungkin kau akan menikah dengan pria lain? Lagi pula siapa pria yang mau denganmu.." Ucap Araka dengan kata-kata yang mengejek. Araka sangat yakin seratus persen kalau Ella sangat mencintainya. Bahkan pria itu sampai berkata siapa pria yang mau seorang Cinderella. Memangnya seburuk apa Ella sampai tidak pantas di cintai oleh pria mana pun. Tidak tahu saja mereka kalau Cinderella di cintai secara ugal-ugalan oleh seorang pangeran yang bernama Davin.
Tak hanya Araka saja, Lentera juga ikut angkat bicara. Gadis itu memasang muka prihatin seolah Ella memang pantas di kasihani.
"Kak Ella.. Aku tahu kakak mengatakan itu karena mungkin merasa malu kan? Kakak malu karena hari ini kakak sudah berpenampilan cantik seperti ini tapi nyatanya akulah wanita yang akan di nikahi oleh kak Araka.." Lentera mendekat dan menggandeng lengan pria itu dengan mesra memperlihatkan kemesraannya terhadap Ella.
Sayangnya Ella tidak merasa cemburu. Dia hanya tersenyum saja. Tanpa sadar kalau mereka memperlihatkan sifat asli mereka di hadapan semua orang.
"Ella.. Kalau kamu memang tidak setuju dengan tawaran yang di berikan oleh Araka. Lebih baik kamu mundur saja.. " Ucap Dewi sedikit keceplosan. Ella melihat ke arah sang Mama. Lagi, Dia hanya tersenyum..
"Lihat? Bahkan Mama tahu tentang ini semua? Apa jangan-jangan, Mama juga terlibat dengan hubungan mereka?" Dewi menjadi gelagapan, Dia membuka mulut hendak bicara.
"Bu.. Bukan itu.. Mama...
"Sudahlah Ma.. Yang jelas, Hari ini Ella akan menikah bukan dengan Araka..
"Jangan asal bicara Ella!
"Apa selama ini aku pernah berbohong? Aku gak asal bicara Ma? Apa yang Ella katakan tadi adalah sebuah kebenaran. Aku bersiap dengan pakaian pengantin ini karena aku akan menikah tapi bukan dengan pria ini!" Tunjuk Ella pada Araka.
"Coba dong perhatikan kebaya yang aku pakai? Pakaian pengantin ini bukan pakaian dari Araka, Tapi dari calon suamiku.." Araka kembali memerhatikan kebaya yang melekat di tubuh Ella. Dan ternyata benar, Kebaya itu bukan lah darinya.
"Mama, Ayah... Baru kali ini aku memiliki oran tua tapi justru tidak adil terhadap anak-anaknya. Aku tahu, Aku tahu kalau selama ini Mama dan Ayah terlibat. Mama dan Ayah tahu kalau Araka dan Lentera selingkuh. Tapi kalian memilih untuk diam saja.." Dewi dan Hendra saling pandang. Bisik-bisik tetangga mulai terdengar.
Melihat calon besannya yang kebingungan, Bina maju, Dia tak mau apabila putranya ikut di permalukan juga di acara ini.
"Sudah-sudah.. Jangan banyak bicara lagi. Ella, Lebih baik sekarang kau mundur.. Pernikahan ini adalah pernikahan Araka dan Lentera.. Jadi lebih baik kau..
"PENGANTIN PRIANYA SUDAH DATANG!!!
Teriak seseorang membuat semua yang ada disana menoleh ke arah pintu masuk.
Ella tersenyum, Semua pasang mata melihat ke arah depan dimana banyak rombongan mobil berhenti disana.
"Kalian masih belum percaya? Yang datang adalah calon suamiku.." Kata Ella, Dia benar-benar membuktikan kalau saat ini tidak akan ada yang bisa menumbangkannya.
Seorang pria paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah turun lebih dulu. Kemudian di susul oleh Wanita cantik, Tak lama Davin ikut turun dan di dampingi oleh kedua orang tuanya.
Tak hanya mereka saja, Tapi keluarga yang lain ikut serta.
"Wah.. Itu bukannya Nalendra ya? Penyanyi sekaligus model dulu pas masih muda itu ya?
"Iya.. Itu Istrinya yang cantik itu...
"Benar...
"Itu kan Brian..
"Iya..
Rombongan dari keluarga Daddy Nalendra lebih banyak daripada rombongan dari keluarga Araka. Seserahan pun lebih mewah dan lebih berkelas ketimbang yang di bawa Araka, Dan semua tidak ada apa-apa nya.
Araka menegang di tempat, Begitupun dengan Lentera yang susah payah menelan salivanya. Apa yang di katakan Ella bukan hanya sekedar omong kosong belaka.
Kedua tangan Araka terkepal. Dadanya bergemuruh hebat, Sungguh dia malu. Niat hati ingin membuat Ella malu di hari ini tapi justru dia yang tak punya muka.
Di belakang calon pengantin pria, Seluruh keluarga Davin ikut serta. Kecuali kakek dan nenek buyutnya. Mungkin karena faktor usia..
"Maaf, Kami telat.. " Ucap Daddy Nalendra sopan begitu sampai di tempat. Davin tersenyum, Dia raih tangan Ella lalu menggenggamnya.
"Aku datang..." Kata Davin, Ella semakin tak bisa menahan rasa bahagianya.
"Terimakasih sudah datang..
"Apapun akan aku lakukan untukmu.." Ella tersipu malu. Perlakuan manis Davin tak lepas dari orang-orang yang menyakitinya itu. Davin semakin membuat mereka semua kepanasan.
"Karena pengantin pria nya sudah datang bisa kita mulai acara akadnya.." Ucap Sang pak penghulu tegas.
Davin tersenyum, Matanya tak lepas menatap wajah cantik itu. Ella yang di tatap pun hanya tersenyum tipis, Dia menjadi salah tingkah dan tersipu malu di tatap seperti itu.
Saat keduanya hendak duduk, Hendra menghadangnya. Sepertinya ayah tiri Ella itu tak terima apabila Ella menikah dengan pria yang lebih segala-galanya dari pria yang akan menikahi putrinya.
"Kenapa ayah?
"Mau kemana kamu?
"Kenapa ayah masih bertanya.. Aku ingin menikah, Calon suamiku ada disini.." Hendra tersenyum mengejek.
"Kau mau menikah? Kau tidak akan bisa menikah Ella, Karena ayahmu tidak ada.. Siapa yang akan menjadi walimu, Hah? Ingat? Ayahmu itu tidak ingat padamu.. Kalau pun kau menikah, Pernikahanmu tidak akan sah.." Bukannya sakit hati dengan perkataan itu, Ella justru tersenyum..
"Ayah salah besar.. Siapa bilang aku menikah tidak ada walinya.." Ella menoleh ke arah para tamu yang duduk, dengan senyum manisnya dia memanggil Amran..
"PAPA!!
Semua pasang mata mengarahkan pandangannya terhadap seseorang pria yang Langsung berdiri di tengah-tengah para tamu.
Deg!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Amran melangkah dengan tegas. Jas hitam yang membalut tubuhnya membuat ayah kandung Cinderella itu terlihat tampan dan gagah meski usianya tak lagi muda.
Dewi mematung di tempat, Pria itu adalah mantan suaminya. Pria yang pernah mencintai nya serta meratukannya hingga berakhir Dewi khianati. Seorang pria yang hilang kabar selama dua puluh tahun lamanya.
Di dekat Dewi, Hendra berdiri dengan tegang. Pria itu, Pria yang sengaja di hindarinya. Pria yang dia kira telah hilang entah kemana kini melangkah ke arahnya. Keringat dingin mulai muncul di telapak tangan Hendra. Matanya tak lepas menatap Amran yang tiba-tiba saja muncul tanpa aba-aba.
Pria itu tidak sendiri, Pria itu di dampingi dua wanita beda usia yang sama-sama cantik. Jika di lihat dari penampilannya bukan orang biasa.
"Assalamualaikum.." Amran mengucap salam dengan sopan. Badannya sedikit membungkuk menghormati pak penghulu yang sejak tadi telah menunggunya.
"Waalaikum salam...
"Maaf saya terlambat.." Ucap Amran lagi, Pak penghulu mengangguk memaklumi.
Tatapan Amran kini tertuju pada Hendra yang langsung diam seketika. Kemana sikap arogan dan angkuh pria itu tadi. Kenapa sekarang malah diam saja.
"Urusan kita belum selesai Hendra.. Aku akan balas rasa sakit hatiku dan rasa sakit hati putriku selama ini.." Di tatap seperti itu Hendra memalingkan wajah. Susah patah ayah tiri Ella itu menelan salivanya. Dalam hati Hendra berkata, Sepertinya apa yang dia takutkan akan terjadi.
"Bisa kita mulai acaranya pak.. Saya sudah tidak sabar ingin segera menikahi wanita yang sangat saya cintai.." Kata Davin, Tangannya yang kekar menggenggam tangan milik Ella semakin erat seolah enggan melepaskan. Dia akan menunjukkan bahwa dia adalah pria yang mencintai Ella dan menerima Ella apa adanya.
"Mari, Mari kita mulai akadnya.."
Acara akad pun di mulai, Davin duduk di depan meja kecil berhadapan dengan pak penghulu serta calon ayah mertuanya.
Ella pun ikut duduk di sebelah Davin. Matanya melirik Lentera yang seolah menahan gejolak di dadanya. Sebuah senyum mengejek terbit dari bibirnya yang indah.
Sungguh ini adalah kejutan yang sangat indah sekali untuk Lentera. Tak hanya Lentera saja, Kejutan ini juga kejutan yang indah untuk Araka.
Hari ini Ella membuktikan bahwa dia tidak akan kalah. Rencana yang di susun pria itu berhasil Ella jatuhkan.
"Lentera, Ini masih permulaan.. Masih ada kejutan yang lainnya akan menyusul..
"Mari kita mulai sekarang.." Davin dengan tegas menjabat tangan Ayah mertuanya.
Amran pun duduk dengan tenang, Pria paruh baya itu sudah siap hendak mengakad putrinya.
"Ananda Davin Anggara Sanjaya Bin Sanjaya Nalendra Abraham. Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Cinderella Anesya dengan mas kawin berupa uang sejumlah lima puluh miliar rupiah serta satu set perhiasan berlian dengan berat lima puluh gram tunai!
"Saya terima nikah dan kawinnya Cinderella Anesya binti Amran Syahid dengan mas kawin tersebut tunai!
•
•
•
TBC