NovelToon NovelToon
Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Scripted Love: Menikahi Musuh Bebuyutan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah dengan Musuhku / Live/Variety Show / Showbiz / Nikah Kontrak / Model / Enemy to Lovers
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Satu skandal, dua musuh bebuyutan, dan 24 jam kamera yang menyala.
Sienna Rose, seorang supermodel papan atas, mendadak dihujat publik dan dituduh menjadi simpanan sugar daddy. Di waktu yang sama, Declan Bryer, aktor internasional berwajah sedingin es, tersandung skandal orientasi seksual. Demi menyelamatkan karier bernilai jutaan dolar, manajemen mereka memaksa keduanya bergabung dalam reality show pernikahan palsu, We Got Married.
Publik mengira mereka pasangan serasi yang romantis. Namun di balik layar, saat kamera mati, mereka adalah musuh bebuyutan masa kecil yang saling membenci! Sanggupkah Sienna menahan diri untuk tidak mencakar Declan di depan kamera? Dan apa yang terjadi saat masa lalu yang belum usai serta rahasia besar keluarga mereka perlahan mulai terkelupas di tengah sandiwara ini?
"Kurangin manjanya di depan kamera. Geli gue dengernya." — Declan Bryer.
"Pikir gue sudi?! Lo itu cuma kanebo kering, Declan!" — Sienna Rose.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: Puncak Bukit dan Uluran Tangan yang Nyata

​"Gak usah sok kuat, kalau napas lo udah kayak kereta tua mending bilang."

​Suara Declan yang berat dan ketus terdengar dari arah depan, memutus kesunyian jalur setapak perbukitan yang mulai menanjak terjal. Pria itu menghentikan langkahnya di atas sebuah akar pohon besar, membalikkan tubuh tegapnya untuk menatap Sienna yang berjalan beberapa langkah di belakangnya dengan napas yang sudah tersengal-sengal.

​Sienna langsung mendongak, matanya melotot galak meski wajahnya sudah pucat dan keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. "Heh, Kanebo! Napas gue masih aman ya! Gue ini supermodel, tiap hari latihan fisik di gym, jadi naik bukit sekecil ini mah bumbu kacang doang buat gue!" seru Sienna sengau, mencoba mempertahankan sisa-sisa harga diri cegilnya.

​Declan mendengus pendek, melipat kedua tangannya di depan dada. "Bumbu kacang tapi jalan lo udah kayak siput pincang. Tisu di saku lo juga udah habis satu pak gara-gara bersin terus dari tadi."

​"Itu karena udaranya makin dingin, bukan karena gue gak kuat!" balas Sienna tidak mau kalah, walau dalam hati dia merutuki kakinya yang mulai terasa lemas bagai jeli. Sisa flu semalam benar-benar menguras staminanya lebih cepat dari dugaan.

​Di belakang mereka, sekitar beberapa meter di bawah jalur setapak, Edrick dan Maura berjalan beriringan diikuti oleh dua orang kru kamera yang memanggul peralatan berat. Edrick yang melihat Sienna mulai kelelahan langsung mempercepat langkahnya, mengabaikan Maura yang terus mengeluh karena sepatu mahalnya kotor terkena tanah basah.

​"Sienna, kamu gak apa-apa?" tanya Edrick begitu posisinya sudah cukup dekat. Pria itu menampilkan raut wajah yang sangat cemas dan perhatian di depan kamera. "Kalau kamu capek, kita bisa berhenti dulu. Aku bisa minta sutradara buat potong sesi hiking ini sebentar demi kesehatan kamu."

​Sienna langsung memasang wajah masam, memutar bola matanya malas. "Gak usah repot-repot, Kak Edrick. Gue masih sehat walafiat. Mending lo urusin aja tuh pacar lo yang mukanya udah ditekuk kayak keset."

​Maura yang baru sampai di samping Edrick langsung mendelik tajam ke arah Sienna di balik kacamata hitamnya. "Ed, kaki aku sakit banget tahu. Jalurnya jelek banget, mending kita balik ke tenda aja."

​"Kamu tunggu di sini sebentar sama kru, Maura. Aku cuma mau mastiin Sienna gak kenapa-kenapa," jawab Edrick dingin, bahkan tanpa menoleh sedikit pun ke arah pasangannya sendiri, membuat Maura hanya bisa mengepalkan tangannya menahan malu yang mendalam di depan kamera tersembunyi.

​Edrick kembali menatap Sienna, lalu mengulurkan tangan kanannya yang terbungkus sarung tangan gunung premium ke depan dada cewek itu. "Sini, Sienna. Jalur di depan makin terjal dan licin karena embun pagi. Pegang tangan aku, aku bantu kamu naik sampai ke puncak bukit."

​Sienna mematung, menatap uluran tangan Edrick dengan rasa risi yang teramat sangat. Skenario perhatian dari Edrick ini benar-benar membuatnya mual.

​Sret!

​Sebelum jemari Sienna sempat bergerak, sebuah tangan kekar yang jauh lebih besar dan hangat langsung menyambar pergelangan tangan Sienna dari samping. Declan menarik tubuh mungil Sienna dalam satu sentakan protektif, membawa cewek itu untuk berdiri tepat di belakang punggung tegapnya, memotong jalur interaksi Edrick sepenuhnya.

​"Dia punya suami di sini, Jasper," desis Declan, suaranya terdengar sangat rendah, parau, dan dipenuhi oleh aura intimidasi yang begitu pekat. "Tangan lo mending dipakai buat meluk pacar lo sendiri yang dari tadi merengek kayak anak kecil. Gak usah gatel mau megang milik orang lain."

​Edrick menurunkan tangannya perlahan, senyuman ramah buatannya lenyap, digantikan oleh tatapan mata yang sangat tajam dan dingin menantang Declan. "Gue cuma menawarkan bantuan sebagai rekan kerja yang peduli, Bryer. Lo gak usah berlebihan seolah-olah gue mau menculik dia."

​"Gue gak pernah berlebihan kalau menyangkut keselamatan istri gue," timpal Declan ketus, menekankan kata 'istri gue' dengan penuh penekanan yang mutlak di depan lensa kamera yang terus menyorot mereka dari balik semak-semak. "Ayo, Rose. Pegang jaket gue. Jangan lepas."

​Sienna mengerjap, menatap punggung lebar Declan yang kini menjadi tameng kokoh di depannya. Rasa hangat yang aneh kembali merayap di dadanya, mengusir rasa dingin yang sejak tadi menusuk kulitnya. "I-iya..." cicit Sienna patuh, tangannya dengan erat meremas ujung jaket parka hitam milik Declan.

​@wgm_hiking_live: GILA!!! Declan langsung pasang badan lagi pas Edrick mau megang tangan Sienna! Posesifnya gak main-main!

@cegil_sienna: Muka Edrick pas tangannya dikacangin itu epik banget sih wkwkwk, rasain lo! Declan kalau udah ngeklaim hak milik emang auranya dapet banget.

@analisis_netizen: Perhatiin deh, Sienna yang biasanya ngegas langsung jadi penurut banget kalau udah di belakang punggung Declan. Ini mah kemistri cinta nyata, bukan akting!

​Mereka kembali melanjutkan perjalanan naik ke atas bukit dengan tempo yang lambat. Declan sengaja mengatur langkah kakinya agar tidak terlalu cepat, memastikan Sienna yang berada di belakangnya bisa mengikuti tanpa harus kehabisan napas lagi. Setiap kali ada batu besar atau akar pohon yang melintang, Declan akan berbalik setengah badan, mengulurkan tangannya untuk menuntun langkah kaki Sienna dengan sangat telaten.

​"Pelan-pelan. Pijak yang sebelah kanan, batunya gak licin," ucap Declan lembut, sangat kontras dengan nada ketusnya beberapa menit yang lalu saat berhadapan dengan Edrick.

​"Iya, tahu. Gue gak buta ya, Dec," balas Sienna manja, menerima uluran tangan hangat Declan yang terasa sangat pas di jemarinya yang mulai membeku karena angin gunung.

​Setelah mendaki selama hampir dua puluh menit menembus kabut pagi yang tebal, mereka akhirnya sampai di puncak bukit. Pemandangan di atas sana luar biasa memukau, hamparan awan putih berarak rendah di bawah mereka, disinari oleh pendar cahaya matahari pagi yang mulai memecah kegelapan langit.

​Sienna langsung melebarkan matanya kagum, rasa lelahnya menguap seketika digantikan oleh rasa takjub. "Wah... indah banget, Dec! Lihat deh, awannya kayak kapas!" seru Sienna heboh, melompat kecil di pinggir pembatas bukit dengan jiwa polosnya yang kembali keluar.

​"Jangan lompat-lompat di pinggir jurang, Sienna Rose. Otak ceroboh lo bisa bikin lo nyemplung ke bawah," omel Declan pedas, namun tangannya dengan cepat menarik kerah jaket puffer Sienna dari belakang, menjauhkan cewek itu dari batas aman tanah perbukitan.

​Sienna berbalik, mengerucutkan bibirnya sebal ke arah Declan yang kini berdiri di sampingnya sambil menatap pemandangan awan dengan wajah datar andalannya. "Ngerusak suasana lagi kan lo! Sesekali romantis napa sih, mumpung pemandangannya lagi estetik gini!"

​Declan menoleh, menatap lekat-lekat ke dalam mata kucing Sienna yang kini berkilau terkena cahaya matahari pagi. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk senyuman miring yang sangat menawan. "Gue udah cukup romantis dari semalam, Rose. Lo aja yang terlalu jaim buat ngakuin kalau lo suka pelukan dan ciuman gue."

​Wajah Sienna langsung memerah sempurna dalam sekejap, mengalahkan warna semburat jingga di langit timur. Dia memukul lengan Declan gemas dengan tas kecilnya. "Declan Bryer!!! Mulut lo bener-bener minta dicolok pake cabe ya!" amuk Sienna dengan suara sengaunya yang menggemaskan.

​Declan hanya terkekeh pelan tanpa suara, membiarkan Sienna meluapkan kekesalannya. Di balik pendar cahaya matahari pagi dan kabut yang mulai menipis, Declan diam-diam kembali menggenggam erat jemari Sienna di dalam saku jaket parkanya—sebuah tindakan sederhana tanpa kata yang menegaskan bahwa di atas puncak bukit ini, badai apa pun yang dibawa oleh Edrick tidak akan pernah bisa memisahkan mereka lagi. Skenario palsu WGM kini telah kalah mutlak oleh rasa yang sesungguhnya tumbuh di antara mereka.

1
Aidil Kenzie Zie
si jalang cari mati 😡😡😡
Ariska Kamisa: sabar ya kak🤭🤭
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
penasaran sama masa lalunya mereka 🤔🤔
Ariska Kamisa: Hehe, sabar ya kak 🤭. Masa lalu mereka penuh cerita yang belum terungkap. Nanti sedikit demi sedikit bakal terjawab kok, jadi stay read terus yaa ❤️✨
total 1 replies
umie chaby_ba
eitts ... kisseu??🤭
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
satu-satunya ga tuh sienna ciyee
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
kenapa harus bungkam sih? udah sih dec langsung ngaku aja
Ariska Kamisa: mungkin ada ketakutan lain
total 1 replies
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
edrick yang mantannya sienna?
Ariska Kamisa: betul sekali🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
apakah mantan atau cinta yang tidak tersampaikan nih Thor
Ariska Kamisa: seperti cinta yang terpaksa dia pendam
total 1 replies
umie chaby_ba
sienna mulai jatuh cinta 🤭
Ariska Kamisa: udh bergetar hatinya kak🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
aslinya bukan sekedar akting kali ah
Ariska Kamisa: lebih dari hati banget gitu yaa aktingnya🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
Declan ini beneran apa akting🤣
umie chaby_ba
ini benci jadi cinta mesti..
Ariska Kamisa: betul kak...
total 1 replies
umie chaby_ba
mampir kesini deh🤭
Ariska Kamisa: terimakasih kak,
stay read yaa🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
duh.. penasaran kelanjutan nya nih.. si Edrick udh masuk /Whimper/
Ariska Kamisa: stay read ya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
kocaghh sih Sienna Sienna liat sikon ngapa 🤣
Ariska Kamisa: emang dasar sienna 🤭
total 1 replies
Aldah Karisa
wow wow akhirnya ciuman juga mereka 🤣
Ariska Kamisa: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Aldah Karisa
cerita nya bagus nih...
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjutkan thor
Ariska Kamisa: siap kak🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
lanjut ah
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏
total 1 replies
Aldah Karisa
yaelah Declan kenapa harus gitu sih
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!