NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir
Popularitas:61.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33

“Aku sadar aku banyak salah, aku ingin minta maaf dan menebus semuanya. Aku harap bunga ini bisa sedikit mewakili perasaanku yang rindu dan menyesal..." ucapnya lembut, sambil menyodorkan buket bunga yang ia pegang, berharap wajah Anindya akan seketika meleleh melihat pemberian itu.

Namun, reaksi Anindya jauh dari bayangannya.

Begitu bunga itu disodorkan ke hadapannya, Anindya sontak mundur ke belakang, punggungnya menempel kuat di sandaran kursi, gerakan spontan yang membuat kursinya hampir terjengkang ke belakang. Kedua tangannya terangkat menutup hidung dan mulutnya dengan kasar, matanya menatap Raditya dengan amarah yang tertahan.

Raditya tertegun melihat reaksi Anindya itu. Kenapa? Apakah istrinya itu begitu antipati padanya?

"Kamu membawakan aku bunga?!" tanyanya tajam, nada suaranya terdengar tak percaya sekaligus kesal. "Apa kamu ingin membunuhku pelan-pelan?”

“Apa…?” Raditya tertegun tak mengerti. " Apa maksudmu? Aku memberikan bunga ini dengan niat tulus," ucap Raditya dengan mata berkaca-kaca seolah dia yang paling terluka dengan reaksi Anindya.

"Kamu bahkan sudah lupa hal sekecil apa pun tentangku?" tanya Anindya dengan sorot kecewa yang begitu kentara. Telapak tangannya masih belum beralih dari hidung dan mulutnya. "Kamu tahu kan aku punya alergi parah terhadap serbuk sari?!"

Raditya terkesiap hebat. Tangannya yang memegang buket bunga itu seketika kaku dan terhenti di udara. Wajahnya memucat mendengar kata-kata itu. Dan seketika itu juga ia menggerakkan tangannya yang memegang buket bunga dan membuangnya dengan sembarang ke lantai.

"Aku… aku tidak… maaf…!" Raditya kehilangan kata-kata yang ingin ia ucap. "Ya Tuhan... Bagaimana aku bisa melupakan hal tersebut?!'' teriaknya dalam hati merutuki kebodohan nya sendiri.

Padahal saat ini dia harus benar-benar bisa meluluhkan hati istrinya. Tapi ternyata, kebodohannya sendiri malah membuat ia kehilangan poin bahkan sebelum pembicaraan inti dimulai. Berniat mengambil hati, tapi malah hampir mencelakakan dirinya sendiri.

Dengan wajah yang berubah merah padam antara malu dan panik, Raditya berlutut dengan wajah menengadah di samping kursi yang diduduki oleh Anindya.

"Ma... maafkan aku, Sayang... Aku lupa... Sungguh aku lupa..." gumamnya terbata-bata, berusaha memperbaiki keadaan yang makin runyam itu. "Aku tidak bermaksud begitu... Aku hanya ingin..."

Anindya masih terlihat kesal, mengibas-ngibaskan udara di depan wajahnya seolah bau bunga itu masih menempel di sana. Ia menatap Raditya dengan pandangan yang makin menghina.

"Sudah. Lupakan urusan bunga itu. Aku tidak peduli. Sekarang, katakan. Ada urusan apa, sampai kamu rela menurunkan harga diri berlutut di hadapanku? Bukankah kamu sudah bersumpah akan membuat aku yang berlutut di hadapanmu?" tanya Anindya dengan matanya yang menyorot dingin.

Raditya menunduk dalam, tangannya meremas ujung kemejanya dengan erat. Dalam hatinya mengumpat Anindya yang tidak menyuruhnya berdiri dan membiarkan dirinya menjadi tontonan pengunjung restoran. Kenapa seperti itu? Bukankah seharusnya Anindya berdiri lalu dengan dua tangannya membantu dirinya berdiri lalu duduk di kursi?

"Sayang… " panggil Raditya dengan suaranya yang terdengar gemetar dan penuh keputusasaan. Sesuatu yang benar-benar nyata, bukan pura-pura. "Keadaan perusahaan kita sekarang sudah sangat parah. RA Group, sekarang sudah benar-benar menjadi aset negatif. Utang menumpuk di mana-mana, pendapatan hilang sama sekali, dan aku sendiri tidak tahu entah kapan perusahaan ini bisa bangkit kembali seperti dulu."

Raditya mengangkat wajahnya sebentar, menatap Anindya dengan tatapan memelas, berharap wanita itu akan menunjukkan sedikit saja rasa iba.

Namun, Anindya hanya bersedekap dan menatapnya datar, tanpa ada perubahan sedikit pun di wajahnya. Bahkan sudut bibirnya sedikit terangkat membentuk senyum sinis yang menusuk hati.

"Oh ya?" jawab Anindya santai, seolah sedang mendengar cerita orang asing yang tidak ada hubungannya dengannya. "Lalu... hubungannya dengan aku apa? Kenapa kamu memanggil aku, dan berlutut seperti ini?"

Pertanyaan itu melayang begitu saja, dingin dan tajam, persis seperti pisau yang menancap tepat di dada Raditya.

"Hubungannya apa?!" seru Raditya hampir berteriak karena panik, namun ia segera menurunkan nadanya kembali. "Sayang... ini perusahaan kita! Nama kita ada di sana! RA, Raditya Anindya. Aku mohon padamu, tolong bantu aku melunasi hutang-hutang perusahaan itu. Jumlahnya memang besar, tapi aku tahu kamu punya koneksi yang kuat, Jika kamu yang bicara, mereka pasti bersedia memberi kelonggaran. Atau, bicaralah pada para mitra perusahaan untuk kembali berinvestasi pada perusahaan kita!"

"Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Anindya begitu Raditya selesai berbicara, membuat Raditya terbelalak tak percaya.

"Kamu sendiri yang menghancurkan perusahaan itu. Kamu sendiri yang berlagak paling hebat. Aku berhemat selama lima belas tahun, tapi kamu dengan entengnya menghambur-hamburkan uang untuk selingkuhan. Sekarang saat semuanya hancur, kenapa harus aku yang turun tangan menambal pengkhianatanmu?"

Raditya tertegun, mulutnya terbuka ingin membantah tapi tak ada kata yang keluar.

"Dulu waktu kamu dengan senang hati berkhianat di belakangku, apa kamu tidak berpikir akan ada hari seperti ini? Atau… apa mungkin kamu merasa begitu istimewa sehingga apapun kesalahanmu, aku akan tetap dengan senang hati memelukmu?"

"Tidak! kamu salah! Aku bukan manusia berhati malaikat. Aku manusia biasa yang bisa benci dan dendam."

Raditya terbungkam, matanya menatap nanar Anindya yang menggelengkan kepala dengan tatapan datar.

"Kalau kamu tidak mau dikejar-kejar penagih hutang," lanjut Anindya tenang, seolah sedang memberi nasihat pada anak kecil, "Hanya ada satu solusi jalan keluar yang paling mudah dan paling benar: umumkan saja kebangkrutan. Bubarkan perusahaan itu, selesai sudah masalahmu."

"APA?!"

Raditya terbelalak lebar, matanya melotot tak percaya mendengar saran itu. Ia langsung berdiri tegak dari kursinya karena kaget dan marah.

"Umumkan kebangkrutan?! Kamu ini ngomong apa sih, Anindya?!" suaranya meninggi tak terkendali. "Kamu rela perusahaan ini bangkrut?! Perusahaan yang kita bangun bersama dari nol, dengan taruhan keringat dan air mata sampai menjadi sebesar ini... kamu rela semuanya hilang begitu saja?!"

Anindya tetap duduk tenang, mengangkat kedua bahunya pertanda tidak peduli. Matanya masih menatap Raditya yang kini telah berdiri dengan napas memburu dan wajah merah padam.

"Kenapa aku harus tidak rela?" tanyanya balik dengan nada datar. Benar-benar tidak peduli. "Toh, aku tidak lagi menikmati hasilnya. Hancur ya sudah, biar saja hancur. Kenapa aku harus sedih? Tidak. Aku malah senang. Apa kamu tahu? Di hari pertama aku tahu kamu berkhianat, keinginan terbesar dalam hidupku adalah... MELIHATMU HANCUR!"

Kalimat itu meluncur keluar begitu saja, menusuk tepat ke ulu hati Raditya, membuat pria itu terhuyung dan kembali jatuh terduduk di atas lantai. Wajahnya pucat pasi. Harapan itu kini benar-benar tinggal angan-angan.

1
mimief
1000 hari...wah keren mom
semoga selalu sehat agar bisa menelurkan banyak karya kereen
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih 🤗🤗🤗
total 1 replies
mimief
dasar...laki laki bego
masalah dicari sendiri
tapi bisanya nyalahin keadaan mulu
mimief
yah begitulah...
selingkuh itu penyakit
kalau lu aja dapet nya dengan jajaran goyang
ya..tidak menutupi lagi dia bisa kena jajaran goyang yg lainnya lah🤣🤣
ga perlu sedih
Noey Aprilia
Diihhh....
Emng spa yg mau nrima brng bekas??
ya kali, suami yg udh d buang msih mau d pngut lg....ky ga ada cwok lain aja....🙄🙄🙄
mimief
bunga Krisan ni..jgn jgn
lah lu doain gw mati 😅🫣🤣🤣
mimief
satu kata buat lu
mam to the poos
mampooss 🤣🤣
mimief
satu kata buat lu
mam to the poos
mampooss 🤣🤣
mimief
sayang?
dih...jijik aku dengernya 😒🫣😅
Putrii Marfuah
kamu pikir hati yg sudah tersakiti akan mudah sembuh dan hilang bekasnya...memaafkan mungkin bisa dilakukan, tapi melupakan..jangan harap
Soraya
hadiah buat mana yang udah 1000 hari, maaf mam kirain sy haul🙏
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: terima kasih.. 🤗🤗🤗

gpp kali😄😄
total 1 replies
Sri Suryati
eeeyyy.......
Anonim
TOLOL
Anonim
NGIMPI
Rahma Inayah
km pikir mau Anin BLK SM km klu km cerikn Sofia mimpi km Radit ketinggian .km ketahuan selingk Anin SDH muak liat km jangan utk TDR satu kamar bersentuhan mu jijik .nikmati hasil dr perbuatan mu sendri Radit
Zhafran Althaf
mimpi yaaa duhhh
Anin udah ga mau sama modelan kyk kamu lagi
Ilfa Yarni
mimpi jgn ketinggian walaupun kau menceraikan gundikmu anindya ga bakal mau lg sama km radit
Ema Susanti
airmata bisa nyanyi ya.... typo
Ema Susanti
typo *tampak* bukan tanpa
mimief
lu pikir...🤣🤣🤣
mimief
lah...dikira Presdir tapi kemampuan ga ada
ini gimana konsepnya si ah?🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!