Saat menghadiri perayaan kelulusan sang senior, Yurika dengan sengaja pura-pura mabuk dan mengakui perasaannya pada senior yang selama ini ia sukai.
Meski ia tahu bahwa ia harus menahan malu jika senior itu menolaknya, namun setidaknya ia harus menyelesaikan perasaannya.
Lalu.. tanpa di sangka..
"Oke.."
Yurika tak menyangka ia menyetujuinya, namun sesaat kemudian..
"Bisakah kita mengobrol di tempat lain? Ada banyak orang disini.."
Hari itu, saat sang senior mengantarkannya pulang, Yurika akhirnya sadar bahwa ia hanya menjaga martabatnya, tidak mungkin ia menyukai Yurika.
"Sepertinya perasaan ini memang harus berhenti disini.."
Dengan yakin Yurika memblokir seluruh kontak dari pria yang ia sukai.
Namun bagaimana jika ternyata pria itu menyukainya?
"Sial! Apa dia memblokirku setelah menyatakan cinta? Apa ia hanya bercanda?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Dean tampak jauh lebih dewasa dibandingkan saat kuliah.
Ia mengenakan setelan jas mahal yang pas di tubuhnya, dipadukan dengan kacamata tanpa bingkai berwarna perak.
Penampilannya terlihat seperti seorang profesional sukses. Meski begitu, sorot matanya masih menyimpan kesombongan yang sama seperti dulu.
Dean berjalan mendekat sambil tersenyum dan bertanya, "Kamu juga makan malam di sini?"
Yurika mengangguk sopan. "Iya."
Dulu, Dean sebenarnya cukup menyukai Yurika. Karena itu ia pernah mengejarnya dengan serius. Namun setelah menjalin hubungan, ia menyadari bahwa Yurika tidak mudah dikendalikan seperti yang dibayangkannya.
Gadis itu memiliki prinsip dan pendapatnya sendiri. Ditambah kesibukan mencari pekerjaan setelah lulus, perhatian Dean perlahan terpecah.
Pada akhirnya, ia memilih mengakhiri hubungan mereka?yang membuatnya tidak nyaman adalah reaksi Yurika setelah putus.
Tidak ada tangisan atau permohonan sebagai usaha untuk mempertahankan hubungan mereka, Yurika bahkan menghapus kontaknya dengan sangat cepat.
Sikap itu membuat harga dirinya terusik cukup lama. Karena itulah, saat melihat Yurika lagi malam ini, perasaannya menjadi rumit.
"Aku dengar kamu sudah diterima di PIO."
Dean tersenyum tipis. "Selamat."
"Terima kasih." Yurika menjawab dengan tenang.
"Lalu selamat juga untukmu."
Ia tentu pernah mendengar kabar bahwa Dean kini menjalin hubungan dengan putri seorang manajer perusahaan besar.
Namun ia tidak tertarik membahasnya.
Dean melanjutkan. "Dengan kemampuanmu, peluang menjadi karyawan tetap cukup besar."
"Tapi bagi perempuan, pekerjaan yang stabil sudah lebih dari cukup."
"Kalau suatu hari kamu mengalami kesulitan dalam pekerjaan atau kehidupan, kamu bisa menghubungiku."
"Kita pernah saling mengenal. Kalau hanya membantu sedikit, aku masih bisa melakukannya."
Yurika menatapnya beberapa detik. Nada bicara pria itu terdengar seperti sedang menawarkan bantuan. Namun di balik kata-katanya tersimpan rasa superior yang sulit disembunyikan.
Alis Yurika sedikit terangkat. Sebenarnya ia ingin membalas dengan beberapa kalimat tajam. Namun ia terlalu malas untuk berdebat.
Tepat saat suasana mulai terasa canggung, pintu ruang VIP di belakang Dean terbuka.
Seorang wanita keluar dari dalam. Wajahnya biasa saja, tetapi pakaian dan aksesori yang dikenakannya jelas bernilai fantastis.
Tatapannya langsung jatuh pada Dean dan Yurika yang sedang berdiri berhadapan di koridor.
Wanita itu menatap Yurika dari ujung kepala hingga kaki. Tatapannya penuh rasa ingin tahu, seolah sedang mencocokkan sosok di hadapannya dengan cerita yang pernah didengarnya.
"Siapa dia?" tanyanya sambil menoleh ke arah Dean.
Pria itu tampak sedikit canggung. Sesaat ia terdiam sebelum akhirnya menjawab dengan nada santai yang dibuat-buat.
"Aku sudah pernah cerita, kan? Dia mantan pacarku. Yurika."
"Oh..."
Wanita itu mengangguk pelan. "Jadi ini Yurika."
Meski hanya beberapa kata sederhana, ekspresi wajahnya jauh lebih jujur daripada ucapannya.
Yurika langsung mengerti.
Ia mengenal Dean terlalu lama untuk tidak menebak apa yang telah dikatakannya selama ini. Kemungkinan besar pria itu telah menggambarkannya sebagai mantan yang menyebalkan, membosankan, atau bahkan menyulitkan hidupnya demi menunjukkan betapa beruntungnya wanita yang sekarang berada di sisinya.
Bukankah banyak pria melakukan hal yang sama? Merendahkan mantan pasangan untuk meninggikan hubungan yang baru.
Dan Dean tampaknya termasuk salah satunya. Namun reaksi wanita itu sedikit berbeda dari yang diperkirakan Yurika.
Tatapannya mengandung keterkejutan yang samar.
Mungkin karena Yurika tidak sesuai dengan gambaran yang selama ini diceritakan Dean. Atau mungkin karena ia menyadari bahwa wanita yang berdiri di depannya jauh lebih menarik daripada yang dibayangkan.
Rasa tidak aman yang kecil namun nyata tampaknya mulai tumbuh di hati wanita itu.
Apalagi sebelumnya ia sempat melihat Dean melirik ke arah Yurika beberapa kali.
Hal itu membuatnya semakin gelisah.
Dengan senyum tipis yang menyimpan nada kemenangan, ia meraih lengan Dean dan berkata, "Aku kira mantan pacarmu luar biasa cantik. Ternyata biasa saja."
Dean segera menangkap maksud pacarnya.
Selama ini ia memang selalu menuruti wanita itu. Selain karena hubungan mereka, latar belakang keluarganya juga membuat Dean enggan membantah.
Karena itu ia langsung tersenyum dan mengiyakan. "Tentu saja."
Tatapannya beralih pada pacarnya. "Tidak ada yang bisa menandingimu."
Yurika hampir tertawa saking kesalnya. Tangannya mengepal tanpa sadar.
Kalau bukan karena menjaga harga dirinya, mungkin ia sudah melontarkan beberapa kalimat pedas saat itu juga. Namun sebelum sempat membuka mulut, suara langkah kaki terdengar dari belakang.
Langkah yang tenang dan mantap yang membuat Yurika menoleh.
Disana, Austin keluar dari restoran sambil membawa sebungkus rokok dan korek api perak di tangannya. Sepertinya ia hanya berniat mencari udara segar sebelum merokok, tetapi ketika melihat suasana aneh di depan pintu, langkahnya otomatis melambat.
Tatapan gelapnya menyapu ketiga orang yang sedang berdiri di sana lalu berhenti pada Yurika.
"Ada apa ini?"
yg banyak atuhhhh kak othor update babnya 😁😁
lanjuuutttt 💪💪💪💪👍
yg banyaaakkkk banyaaakkkk 😁👍
ada mantan yg lagi sok pamer bang Austin... berasa dia cwo yg paling diminati para kaum hawa🤣🤣🤣🤣
padahal kesuksesan dia karna domplengan cwe dengan status anak manager. baru manager dah berasa CEO 🤣🤣🤣🤣🤣
gemesss liat pasangan ini
aku yg cengengesan 🤣🤣
kok aku loh yg malah jadinya baperan 😁😁😁
modus mu austin😄😄
makanya kali suka yonthe poin aja
gasssssssss
ntar Embay cwo lain murka lagi😁😁😁
🤭
terlalu kaku🙏